Vaksin HPV Kanker Serviks

Vaksin HPV Kanker Serviks

Vaksin HPV Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker mematikan yang hanya bisa menyerang wanita. Kanker serviks salah satu penyakit yang menakutkan. Salah satu cara untuk menekan risiko terkena penyakit tersebut adalah dengan memberikan vaksin HPV kanker serviks. Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual yaitu human papillomavirus (HPV). Vaksin HPV kanker serviks merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan virus tersebut.

Terdapat sekitar 40 jenis virus HPV dan tidak semuanya bisa menyebabkan kanker serviks. Deteksi dini bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat di masa awal pertumbuhan kanker. Selain deteksi dini dengan pap smear. Kanker serviks juga bisa dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Infeksi HPV pada wanita bisa menyebabkan pertumbuhan sel pada serviks yang abnormal. Pada sebagian wanita, gangguan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi kanker serviks.

 

Untuk wanita, pemberian vaksin kanker serviks direkomendasikan sebanyak tiga dosis dalam tiga kali pemakaian. Vaksin HPV kanker serviks pertama diberikan pada masa remaja yaitu 11-12 tahun, kemudian vaksin kedua diberikan satu atau dua bulan setelah vaksin pertama. Lalu, vaksin ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Ketiga dosis vaksin tersebut diyakini sebagai perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika saat remaja dosis vaksin belum lengkap, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melengkapi dosis vaksin.

 

Tidak hanya wanita, pria pun dapat memperoleh manfaat dari vaksin HPV kanker serviks.  Bagi kaum pria, virus HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus serta kanker tenggorokan, selain dari kanker serviks. Golongan pria yang direkomendasikan untuk memperoleh vaksin HPV yaitu pria yang berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang memiliki gangguan imunitas dan berusia 26 tahun atau lebih muda.

 

 

Mengapa vaksin HPV kanker serviks penting ?

Vaksin HPV kanker serviks bisa melindungi dari 4 jenis utama virus HPV, termasuk 2 jenis yang menyebabkan kanker serviks dan 2 jenis lainnya yang menyebabkan kutil pada kelamin. Vaksinasi HPV bersifat jangka panjang dan bisa mencegah kebanyakan kasus kanker serviks dan kutil pada kelamin. Di Indonesi sendiri terdapat 2 jenis vaksin HPV kanker serviks, yaitu Bivalen yang hanya mencegah kanker leher rahim, serta Tetravalen yang bisa mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

 

 

Bisakah vaksin diberikan pada anak ?

Vaksin HPV kanker serviks direkomendasikan untuk diberikan pada anak yang berusia mulai dari 10 tahun. Penting untuk diberikan pada anak sedini mungkin sebelum mereka aktif secara seksual, karena belum terinfeksi oleh virus HPV. Apabila sudah pernah terinfeksi oleh HPV, maka vaksin tidak bisa mencegah penyakit yang ditimbulkan dari virus HPV yang menginfeksi. Imunisasi HPV juga direkomendasikan untuk remaja berusia 13 hingga dewasa yang belum pernah menerima vaksin HPV sebelumnya.

 

 

Berapa kali vaksin HPV kanker serviks perlu diberikan ?

Kedua vaksin Bivalen maupun tetravalen diberikan sebanyak 3 kali. Vaksin HPV bivalen diberikan dengan jadwal 0,1,6 bulan. Artinya, dosis kedua dan ketiga masing-masing diberikan 1 dan 6 bulan setelah dosis pertama. Sedangkan vaksin HPV Tetravalen diberikan dengan jadwal 0,2,6 bulan. Jika vaksin diberikan pada anak usia 10-13 tahun, maka pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6 hingga 12 bulan, karena respons antibodi setara dengan 3 dosis.

 

 

Siapa saja yang tidak disarankan menerima vaksin HPV ?

Orang dengan beberapa konfisi berikut tidak disarankan untuk menerima vaksinasi HPV:

  • Siapapun yang memiliki alergi pada ragi atau komponen vaksin HPV
  • Siapapun yang mengalami rekasi alergi saat pemberian vaksin HPV dosis pertama
  • Wanita hamil. Vaksin HPV kanker serviks aman bagi wanita hamil dan janin, tapi hal ini masih memerlukan studi lebih lanjut.
  • Anak yang demam

 

 

Apakah ada efek sampingnya ?

Beberapa efek yang umum terjadi yaitu demam; sakit kepala; nyeri, bengkak, kemerahan di tempat penyuntikan; kelelahan; serta nyeri otot. Gejala-gejala tersebut tidak terjadi lama dan akan hilang dengan sendirinya.

 

Virus HPV menyerang kepada siapa saja yang beresiko dan memiliki imun tubuh yang rendah, oleh karena itu kita harus lebih waspada dan selalu menjaga kesehatan tubuh juga tidak segan untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter terpercaya. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Vaksin HPV Kanker Serviks

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*