Tumor Rahim

Tumor Rahim

Tumor rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 taun. Kanker bisa menyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh (misalnya kanalis servikalis, tuba falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem getah bening atau ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah).

tumor rahimTumor Rahim bisa sembuh, Yang penting, ketika ada seseorang yang divonis terkena tumor rahim, yakinkan bahwa dia dapat sembuh. Sekecil apapun peluangnya. Oleh karena itu, lebih cepat penyakit tumor rahim ini terdeteksi, semakin besar peluangnya untuk bisa disembuhkan.

Apalagi jika kondisinya baru pada tingkatan tumor rahim, bukan kanker rahim. Peluang sembuhnya jauh lebih besar. Menurut sebuah penelitian, selama penyakitnya masih pada tingkatan tumor rahim, sebagian besar penderitanya akan sembuh.

Walaupun kemudian seseorang “divonis” lebih berat telah menderita kanker rahim, namun sebaiknya tak perlu pula berputus asa. Sebab, seperti di awal artikel ini dikatakan, setiap penyakit pasti ada obatnya. Yang penting kita selalu berusaha untuk mengobatinya.

Menurut sebuah penelitian, peluang bertahan hidup orang yang terkena tumor rahim bergantung dari tingkat keparahan kankernya. Pada stadium 1, hampir 90 persen penderitanya mampu bertahan hidup dalam lima tahun.

Sementara, jika sudah berada pada stadium dua, peluang untuk mampu bertahan hidup selama lima tahun masih 80 persen. Sedangkan, pada stadium 3, peluang hidup dalam lima tahun tinggal 30 persen. Dan pada stadium empat, peluang hidup dalam lima tahun tersisa 9 persen.

Pengobatan medis yang biasa ditempuh untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan kemoterapi. Namun, jika oleh dokter dilihat tingkat penyakitnya lebih parah, biasanya akan dilakukan upaya yang lebih lanjut seperti hysterectomy radical.

Hal ini dilakukan biasanya pada penderita yang mengidap kanker rahim pada stadium dua. Sedang pada penderita yang penyakitnya mencapai stadium tiga, kalangan medis biasanya akan melakukan operasi/bedah dan radiasi.

Semua upaya medis tersebut akan dilakukan oleh pihak medis bergantung dari kondisi pasien dan tingkat keparahan dari penyakit. Namun, yang terbaik tetaplah dengan berupaya sedini mungkin mengobati penyakit yang muncul.

PENYEBAB

Penyebabnya yang pasti tidak diketahui, tetapi tampaknya penyakit ini melibatkan peningkatan kadar estrogen. Salah satu fungsi estrogen yang normal adalah merangsang pembentukan lapisan epitel pada rahim. Sejumlah besar estrogen yang disuntikkan kepada hewan percobaan di laboratorium menyebabkan hiperplasia endometrium dan kanker.

Wanita yang menderita kanker rahim tampaknya memiliki faktor resiko tertentu. (faktor resiko adalah sesuatu yang menyebabkan bertambahnya kemungkinan seseorang untuk menderita suatu penyakit). Wanita yang memiliki faktor resiko tidak selalu menderita kanker rahim, sebaliknya banyak penderita kanker rahim yang tidak memiliki faktor resiko. Kadang tidak dapat dijelaskan mengapa seorang wanita menderita kanker rahim sedangkan wanita yang lainnya tidak.

Gejala-gejala Tumor Rahim

Gejala (keluhan) dari tumor rahim tergantung dari beberapa faktor yaitu besarnya tumor, tidak menimbulkan keluhan apapun (semua berjalan normal), karena besarnya timbul keluhan desakan (gangguan berkemih, buang air besar, rasa berat di perut, teraba tumor) sehingga memdorong untuk memeriksakan diri, terjadi perdarahan (gangguan menstruasi dalam bentuk : pendarahan banyak, pendarahan diluar menstruasi, pendarahan lama, jarak menstruasi pendek), dan infertilitas akibat terjadinya desakan sekitar saluran telur yang menyebabkan penutupan total atau sebagian juga terjadi gangguan migrasi sel telur dan spermatozoa sehingga mengalami kemandulan.
Pengobatan untuk  tumor jinak mioma rahim bervariasi tergantung  pada umur penderita, jumlah anak yang dimiliki, lokasi tumor jinak rahim dan besarnya tumor.

Gejala lainnya

  • Sakit kepala dan sering merasa lelah
  • Tidak nafsu makan atau sulit untuk makan
  • Seringkali muntah dan buang air besar
  • Kembung terus-menerus
  • Sering merasa terlalu kenyang
  • Sering merasa nyeri pada perut
  • Berat badan turun drastic
  • Ukuran perut yang bertambah besar
  • Pendarahan pada vagina

Nah jika anda saat ini mengalami gejala-gejala seperti di atas segeralah untuk di periksakan ke dokter untuk memastikan apa benar itu penyakit tumor rahim. Agar tumor dapat ditangani dengan segera.

 Tumor Rahim

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*