Tumor ovarium

Tumor ovarium

Pengertian tumor adalah pembengkakan, salah satu dari tanda karbinal peradangan: pembesaran yang morbid.
Tumor ovarium mempunyai arti obstetrik yang lebih penting. Ovarium merupakan tempat yang paling banyak ditumbuhi tumor. Tumor ovarium  dapat berupa kristik, padat, kecil, besar, dan memberikan pengaruh hormon; bisa jinak dan ganas. Yang sering dijumpai adalah kista ovarii dan kista dermoid. Kista ovarii dapat menjadi besar sekali, yang disebut kista ovarii permagna.

tumor ovarium

tumor ovarium

Tumor ovarium adalah jenis tumor yang sering mengakibatkan kematian pada wanita. Dari tahun ke tahun, jumlah penderita tumor ovarium yang kemudian meninggal juga terus meningkat.

Hal ini mungkin disebabkan oleh sedikitnya wanita yang tahu cara untuk mendeteksi terkena tumor ovarium sehingga saat dilakukan pengobatan telah terlambat. Tumor ini telah mengganas menjadi kanker ovarium.

Yang perlu diketahui, wanita berumur lebih dari 40 tahun biasanya beresiko terkena tumor ovarium. Faktor usia tersebut bisa menjadi salah satu cara antisipasi bagi wanita.

Jika seorang wanita berumur di atas 40 tahun, wanita tersebut harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan tubuhnya. Fakta lainnya, penderita tumor ovarium bisa disebabkan karena faktor keturunan.

Untuk itu, seorang wanita sebaiknya memeriksa riwayat kesehatan orang tuanya untuk memastikan apakah penyakit tersebut pernah menimpa pada mereka sehingga wanita tersebut bisa mengantisipasi lebih dini jika memang penyakit ganas tersebut pernah diidap oleh orangtuanya.

KLASIFIKASI

Diantara tumor-tumor ovarium ada yang bersifat neoplastik dan non neoplastik. Tumor neoplastik dibagi atas tumor jinak dan ganas, dan tumor jinak dibagi dalam tumor kistik dan solid

A.    Tumor Non Neoplastik

  • Tumor akibat radang
  1. Abses ovarial
  2. Abses tubo – ovarial
  3. Kista tubo – ovarial
  • Tumor lain
  1. Kista folikel
  2. Kista korpus luteum
  3. Kista lutein
  4. Kista inklusi germinak
  5. Kista endometrium
  6. Kista steven –leventhal

B.   Tumor Neoplastik Jinak

1.    Kistik

a.    Kistoma ovarii simpleks

b.    Kistadenoma ovarii musinosum

c.    Kistadenoma ovarii serosum

d.    Kista endometroid

e.    Kista dermoid

2.    Solid

a.    Fibroma, leiomioma, fibroadenoma, papiloma, angioma, limfangioma

b.    Tumor Brenner

c.    Tumor sisi aderenal (makulinovo-blastoma)

Banyak tumor ovarium tidak menunjukkan gejala dan tanda, terutama tumor ovarium yang kecil. Sebagian besar tanda dan gejala adalah akibat dari pertumbuhan, aktivitas endokrin, atau komplikasi dari tumor tersebut.

GEJALA KLINIS

Banyak tumor ovarium tidak menunjukkan gejala dan tanda, terutama tumor ovarium yang kecil. Adanya tumor bisa menyebabkan pembenjolan perut. Rasa sakit atau tidak nyaman pada perut bagian bawah. Rasa sakit tersebut akan bertambah jika kista tetsebut terpuntir atau terjadi ruptur. Terdapat juga rasa penuh di perut.

Tekanan terhadap alat-alat di sekitarnya dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, gangguan miksi dan defekasi. Dapat terjadi penekanan terhadapat kandung kemih sehingga menyebabkan frekuensi berkemih menjadi sering.

Kista ovarium dapat menyebabkan obstipasi karena pergerakan usus terganggu atau dapat juga terjadi penekanan dan menyebabkan defekasi yang sering.

Pasien juga mengeluhkan ketidaknyamanan dalam coitus, yaitu pada penetrasi yang dalam. Pada tumor yang besar dapat terjadi tidak adanya nafsu makan dan rasa enak dan rasa sesak.

Pada umumnya tumor ovarium tidak mengubah pola haid, kecuali jika tumor tersebut mengeluarkan hormon. Ireguleritas siklus menstruasi dan pendarahan vagina yang abnormal dapat terjadi. Pada anak muda, dapat menimbulkan menarche lebih awal.

Polikistik ovari menimbulkan sindroma polistik ovari, terdiri dari hirsutism, inferilitas, aligomenorrhea, obesitas dan acne.

Pada keganasan, dapat ditemukan penurunan berat badan yang drastis.

Gejala Tumor Ovarium pada Wanita

Tumor ovarium memiliki beberapa gejala yang harus diwaspadai oleh wanita. Gejala yang paling umum adalah terjadinya pembengkakan pada perut yang diikuti dengan rasa sakit pada pinggul. Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah saat wanita kehilangan nafsu makan.

Di samping itu, gejala yang bisa diamati adalah ketika merasa sakit saat berhubungan badan dengan pasangan. Juga saat sering merasa sakit pada bagian punggung bagian bawah.

Jika gejala-gejala tersebut terlihat bertambah buruk, perlu dilakukan segera pemeriksaan medis agar deteksi dini tumor ovarium bisa diketahui. Sebab, jika tak segera ditangani, bukan tak mungkin tumor ovarium tersebut bisa menjadi kanker ovarium.

Keterlambatan untuk mengetahui apakah seseorang terkena tumor ovarium atau tidak juga bisa berakibat sangat fatal. Sebab, bisa menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit dan bahkan kematian.

Jenis Tumor/Kanker Ovarium

Tumor ovarium atau dalam status yang lebih ganas disebut kanker ovarium memiliki beberapa tingkatan. Biasanya kalangan medis mengelompokkannya dari stadium satu sampai stadium empat.

Pada stadium satu, kemungkinan pasien untuk sembuh masih sangat tinggi. Peluangnya bisa sampai 90 persen. Tentu, dengan catatan harus segera diobati.

Sementara, pada stadium dua, peluang penderita kanker/tumor ovarium untuk sembuh di atas 60 persen. Sedangkan pada stadium keempat, harapan penderita untuk hidup hanya tinggal 20 persen.

Oleh karena itu, bagi wanita khususnya perlu segera memeriksakan diri ketika terjadi gejala-gejala tumor ovarium. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat upaya penyembuhan penyakit tumor ini bisa dilakukan.

Tumor ovarium

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*