Radang Uretra, Apa Itu?

Radang Uretra, Apa Itu?

Radang uretra atau Urethritis adalah peradangan pada uretra atau saluran kencing. Gejala utama adalah disuria (sulit kencing), dan buang air kecil yang menyakitkan atau sulit.

Penyakit Urethritis/ Radang Uretra ini bisa disebabkan oleh oleh bakteri dan virus, diantaranya yaitu bakteri E coli, selain itu juga beberapa penyakit menular seksual seperti chlamydia, gonore bisa menjadi penyebab timbulnya urethritis ini. Sedangkan yang di sebabkan oleh virus yaitu herpes simplex dan cytomegalovirus.
berdasarkan sifatnya penyakit uretritis ini terbagi menjadi dua macam, yaitu :

1. Radang Uretra/ uretritis akut, terjadi karena naiknya infeksi atau sebaliknya oleh karena prostat mengalami infeksi

2. Radang Uretra/ uretritis kronik, infeksi ini disebabkan oleh pengobatan yang tidak sempurna pada masa akut, prostatitis kronik, atau uretra

Radang Uretra

Radang Uretra

Penyakit radang uretra ini ditandai dengan terjadinya inflamasi pada uretra atau suatu infeksi yang menyebar naik yang digolongkan sebagai infeksi gonoreal dan nongonoreal. Namun demikian kedua kondisi tersebut juga dapat menyerang pada satu pasien secara bersamaan.

  1. Radang Uretra/ Uretritis gonoreal, disebabkan oleh neisseria gonorrhoeae. Dan ditularkan melalui kontak seksual. Pada pria inflamasi orifisium meatal terjadi disertai rasa terbakar ketika urinasi, meskipun demikian penyakit ini dapat asimtomatik (tidak bergejala). Pada wanita, rabas uretra tidak selalu muncul dan penyakit juga asimtomatik, oleh karena itu gonore pada wanita sering tidak didiagnosis/ dilaporkan.
  2. Radang Uretra/ Uretritis nongonoreal, uretritis ini tidak berhubungan dengan neisseria gonorrhoeae biasanya disebabkan oleh klamidia trakomatik atau urea plasma urelytikum. Jika pasien pria simtomatik akan mengeluh adanya disuria tingkat sedang atau parah dan rabas uretral dengan jumlah sedikit atau sedang.

Pada beberapa kasus, Radang Uretra/ uretritis ada juga yang tidak disebabkan oleh infeksi, tetapi disebabkan oleh iritasi atau kerusakan pada uretra karena pemakaian sabun, masturbasi atau penggunaan kateter kandung kemih. Uretritis seringkali ditemukan pada pria usia antara 25 dan 35 tahun. Hal ini juga bisa terjadi pada wanita, tetapi lebih sulit untuk didiagnosis karena pada wanita biasanya tidak menunjukan banyak gejala.

Gejala yang timbul, pada penyakit ini baik pada pria maupun wanita biasanya yaitu akan merasakan gejala nyeri saat berkemih, keinginan untuk sering berkemih dan sekret abnormal keluar dari vagina atau penis. Pria juga dapat merasakan nyeri saat berhubungan seksual atau saat ejakulasi dan rasa sakit pada ujung penis. Biasanya wanita juga mengalami nyeri perut dan demam tinggi. Untungnya, uretritis bukan merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan dapat diobati dengan antibiotik dan penghilang rasa sakit. Namun, ketika tidak diobati dengan benar, uretritis dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi testis (orkitis) dan kelenjar prostat (prostatitis) pada pria, serta infeksi pada serviks (servisitis) dan organ reproduksi (penyakit radang panggul) pada wanita.

Gejala umum yang sering timbul pada penyakit radang uretra :

  1. Cairan berwarna keruh yang keluar dari ujung penis. Keluarnya cairan bernanah biasanya menunjukkan uretritis karena gonore, sedangkan jika keluar cairan (agak) bening maka ini menunjukkan uretritis non-gonokokal.
  2. Cairan vagina yang tidak normal
  3. Kulit yang dingin pada kaki dan tangan
  4. Menderita Dispareunia (nyeri pada vagina saat berhubungan seksual)
  5. Menunjukkan gejala-gejala Strabismus
  6. Nyeri tak tertahankan saat buang air kecil (disuria)
  7. Demam, panas dingin atau menggigil
  8. Rasa sakit pada panggul
  9. Sakit perut
  10. Sering buang air kecil
  11. Terdapat cairan eksudat yang purulent
  12. Mukosa merah udematus
  13. Ada ulserasi pada uretra, iritasi, vesikal iritasi, prostatitis
  14. Mikroskopis ; terlihat infiltrasi leukosit sel-sel plasma dan sel-sel limfosit
  15. Ada rasa gatal yang menggelitik, gejala khas pada uretritis G.O yaitu morning sickness
  16. Pada pria kapiler, kelenjar uretra tersumbat oleh pus
  17. Rasa menyengat atau terbakar saat buang air kecil, gatal, terbakar kesemutan, atau iritasi di dalam penis.
  18. gejala pada pria biasanya ada darah pada cairan urin atau cairan semen
  19. pembengkakanpada penisatau daerah selangkangan
  20. adanya rasa sakit pada saat hubungan seksual atau ejakulasi.

 

Pada wanita jarang ditemukan Radang Uretra/ uretritis akut, kecuali bila pasien menderita. Pada wanita karena jarang mengeluarkan cairan-cairan seperti pada pria (nanah atau bening seperti yang disebutkan di atas), namun gejala dysuria, nyeri pada perut, nyeri hebat ketika BAK, demam panas dingin, frekiensi BAK menjadi sering, nyeri pada bagian pelvis, adanya keluar cairan pada vagina dan frekuensi sakit dapat hadir.

 

Radang Uretra, Apa Itu?

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*