Polip Rahim Penyakit Kandungan

Polip Rahim Penyakit Kandungan

Polip Rahim– Rahim merupakan salah satu reproduksi wanita yang paling penting , rahim memiliki ukuran yang sangat unik dan sulit untuk bisa di percaya . Rahim yang normal bisa menjadi suatu tempat terjadinya bayi/janin bahkan bisa membesar dan dapat menghasilkan cairan ketuban sebanyak 1 liter padahal bentuk dan ukuran rahim ini hanyalah sebesar kepalan tangan . Apa jadinya bila organ reproduksi wanita ini mengalami permasalahan atau bisa di bilang rahim itu mengalami gangguan seperti Polip Rahim .

Polip pada umumnya terjadi di hidung. Namun, jenis penyakit ini juga bisa tumbuh di bagian lain tubuh seperti rahim. Polip rahim atau polip uterus adalah benjolan yang berasal dari jaringan di daerah mulut rahim, bentuknya seprti jari, berwarna merah, dan kenyal.

Polip Rahim atau Polip Uterus adalah daging tumbuh yang melekat pada dinding bagian dalam rahim dan menonjol ke dalam rongga rahim. Pertumbuhan sel-sel pada lapisan rahim (endometrium) yang berlebihan bisa berujung pada pembentukan polip rahim. Ukuran polipnya bervariasi, mulai beberapa milimeter atau tak lebih besar dari biji wijen hingga beberapa sentimeter seukuran bola golf atau lebih besar. Polip rahim ini hanya menyerang kaum wanita saja. Polip-polip ini biasanya terkandung di dalam rahim Anda, tetapi terkadang polip-polip ini bisa juga ke dalam vagina Anda lewat pembukaan rahim. Meskipun polip rahim bisa muncul pada wanita muda, polip rahim paling sering terjadi pada wanita berusia 40-an dan 50-an. Polip rahim memang tak seganas kanker rahim akan tetapi jika di biarkan dan tidak segera di tasi polip rahim ini tumornya akan semakin membesar dan menyebabkan timbulnya gangguan kesuburan.

Polip rahim tidak sama dengan kanker rahim. Meski beberapa gejala mirip dengan kanker rahim, seperti adanya pendarahan, terutama setelah melakukan hubungan intim, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter jika keadaan mulai mengkhawatirkan.

Pertumbuhan sel-sel pada lapisan rahim (endometrium) yang berlebihan bisa berujung pada pembentukan polip uterus. Ukuran polipnya bervariasi, mulai beberapa milimeter atau tidak lebih besar dari biji wijen hingga beberapa sentimeter seukuran bola golf atau lebih besar. Seseorang wanita bisa memiliki satu polip rahim atau lebih. Polip-polip ini biasanya terkandung di dalam rahim wanita, tetapi terkadang polip-polip ini juga bisa ke dalam vagina wanita lewat pembukaan rahim. Meskipun polip rahim bisa muncul pada wanita muda, polip rahim paling sering terjadi pada wanita berusia 40-an dan 50-an.

Polip Rahim Penyakit Kandungan

Polip Rahim Penyakit Kandungan

Penyebab Polip Rahim

Mengenai penyebab polip rahim belum diketahui secara pasti, namun diduga akibat infeksi yang tidak ditangani dengan baik atau memang jaringan tersebut mempunyai sifat tumbuh yang berlebihan. Polip rahim dapat menyebabkan pendarahan saat berhubungan seksual atau keluar darah secara spontan, terutama jika polip berukuran besar. Akibatnya, polip dapat menjadi sumber infeksi yaitu ketika bakteri masuk lewat luka polip itu. Meski bukan pendarahan hebat, tapi tetap mengganggu dan kadang-kadang hanya berupa flek. Selain itu polip juga mempengaruhi kesuburan secara tidak langsung dan dapat menyebabkan lendir berwarna putih kekuningan di sekitar vagina.

Faktor hormonal tampaknya memainkan peran penting. Polip uterus sendiri bersifat sensitif terhadap hormon estrogen yang berarti bahwa cara polip ini menanggapi estrogen sama dengan respon lapisan rahim anda terhadap hormon tersebut.

Polip sebenarnya tidak berbahaya, hanya saja dapat mengganggu dan menimbulkan kecemasan karena bisa menyebabkan perdarahan. Karena itu polip dianjurkan untuk di buang untuk berjaga-jaga sebelum berubah menjadi tumor ganas, baik itu melalui operasi atau dengan menggunakan obat herbal.

Tumbuhnya polip pada rahim tidak menghalangi wanita untuk hamil, hanya saja dalam proses kelahiran bayi keberadaan polip bisa menghambat jalan lahir. Gejala polip pada ibu hamil hampir sama dengan gejala abortus, karena sama-sama ada pendarahan, sehingga saat ibu hamil yang rahimnya tumbuh polip, pendarahan yang muncul disangka gejala abortus.

Namun polip yang muncul sebelum menopause biasanya hanya memunculkan gejala pendarahan ringan atau bercak.

 

Polip Rahim Penyakit Kandungan

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*