Perawatan Kanker Serviks

Perawatan Kanker Serviks

Perawatan Kanker Serviks

Kanker leher rahim atau yang sering juga disebut kanker serviks merupakan jenis kanker yang menjadi pembunuh wanita terbanyak kedua setelah kanker payudara. Kanker ini sangat ganas dan dapat berkembang dengan sangat cepat. Ciri-ciri kanker serviks yaitu mengalami keputihan yang tidak wajar, sering mengalami pendarahan di luar siklus haid, sakit saat berhubungan seksual, mengalami gangguan pencernaan, berat badan menurun hingga tubuh yang semakin lama semakin lemah. Gejala tersebut muncul secara bertahap sesuai dengan stadium kanker serviks, semakin tinggi stadiumnya maka akan semakin parah pula kondisi penderitanya.

 

Perawatan kanker serviks ini dapat dilakukan sesuai dengan kondisi fisik dan stamina si penderita, seberapa luas penyebaran sel kanker, sejauh apa stadium yang diderita dan usia penderita. Biasanya pengobatan yang dilakukan paling umum adalah kemoterapi kanker. Meski diketahui menyebabkan efek samping yang cukup menyiksa, metode pengobatan tersebut masih menjadi andalan untuk mengatasi berbagai penyakit kanker. Selain pengobatan, beberapa perawatan kanker serviks dianggap dapat membantu meringankan efek samping yang muncul saat proses pengobatan, serta mempercepat proses penyembuhan.

Perawatan Kanker Serviks

Dalam melakukan perawatan kanker serviks, terdapat beberapa metode pengobatan baik secara medis, tradisional hingga tindakan kecil lainnya yang membantu penderita dalam melawan penyakit mematikan tersebut. Adapun tindakan perawatan kanker serviks selain kemoterapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker serviks yaitu sebagai berikut:

 

  1. Radioterapi

Sebenarnya radioterapi juga tidak sepenuhnya bebas dari efek samping, karena radioterapi juga menimbulkan dampak negatif yang hampir sama dengan kemoterapi seperti rasa sakit pada vagina, sulit menahan buang air kecil, panggul terasa sakit dan kulit di sekitarnya terasa nyeri, sakit saat berhubungan seksual, pendarahan vagina hingga kemandulan. Namun keuntungannya jauh lebih besar, yaitu dapat membunuh sel kanker hingga ke akarnya. Biasanya radioterapi dilakukan selama dua bulan, dan setelah dinyatakan sembuh metode ini tetap perlu dilakukan dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan bahwa tidak ada sel kanker yang tersisa.

 

  1. Operasi

Tindakan operasi untuk mengangkat sel kanker serviks dapat dilakukan jika sel kanker belum menyebar luas dan belum menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada leher rahim. Ada 3 jenis operasi yang dapat dilakukan, yaitu radical trachelectomy yang hanya mengangkat leher rahim, histerektomi yang melibatkan pengangkatan rahim, dan pelvic exenteration yang dilakukan jika kanker serviks kambuh setelah dinyatakan sembuh sebelumnya. Tentu saja operasi pun memberikan efek yang tidak menyenangkan seperti pendarahan, infeksi, kemandulan, dan gangguan kesehatan lainnya.

 

  1. Perawatan Kanker saat Hamil

Jika penderita kanker serviks ternyata sedang hamil, perlu pertimbangan yang cukup matang untuk memutuskan perawatan kanker serviks yang tepat untuk dilakukan. Pertimbangan paling utama biasanya meliputi usia kehamilan dan stadium kanker. Bila stadium kanker masih awal dan usia kehamilan sudah mendekati masa kelahiran, maka perawatan dan pengobatan bisa ditunda sampai bayi dilahirkan. Namun jika kehamilan masih muda sementara kanker sudah memasuki stadium lanjut, maka pengobatan yang dilakukan dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Butuh kebijakan yang benar-benar matang agar dapat memutuskan tindakan terbaik untuk dilakukan.

 

  1. Pengobatan secara Tradisional

Ada banyak jenis obat herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi kanker serviks. Beberapa di antaranya adalah daun sirsak, kulit manggis dan tumbuhan obat lainnya. Cara mengobati kanker serviks dengan daun sirsak sering dilakukan oleh penderita yang terbatas dari segi biaya atau dari sisi medis sudah tidak memiliki harapan untuk sembuh. Keuntungan dari pengobatan secara tradisional adalah minimnya efek samping dan biaya yang lebih terjangkau, namun biasanya pembuktian secara ilmiah masih belum mencukupi untuk membuktikan keampuhan metode pengobatan tersebut. Selain diharapkan dapat menyembuhkan, pengobatan secara tradisional sering digunakan bersama pengobatan medis untuk menekan efek samping dari kemoterapi.

 

  1. Perawatan selain Tindakan Medis dan Tradisional

Selain menjalani pengobatan baik secara medis maupun tradisional, perawatan harian juga tidak kalah penting untuk dilakukan. Tindakan ini mungkin akan membutuhkan bantuan dari anggota keluarga yang merawat penderita selama menjalani pengobatan. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:

  • menghindari penggunaan pembalut yang tidak aman dan higienis
  • menjaga kebersihan organ kewanitaan
  • menghindari konsumsi makanan yang tidak sehat
  • olahraga secara teratur yang disesuaikan dengan kondisi fisik
  • mengkonsumsi makanan yang tinggi nutrisi dan makanan pencegah kanker
  • hindari berbagai penyebab munculnya kanker serviks dan biasakan untuk menjalani pola hidup sehat
  • melakukan perawatan lanjutan setelah pengobatan selesai dilakukan untuk memastikan sel kanker benar-benar musnah tidak tersisa.

 

Itulah perawatan kanker serviks yang bisa dilakukan untuk menunjang proses penyembuhan. Semangat untuk dapat sembuh tentu diperlukan, karena rasa optimis dapat mengalahkan rasa sakit dan meningkatkan keinginan untuk bisa segera sembuh. Sebaiknya lakukan berbagai cara untuk mencegah kanker serviks sebelum penyakit tersebut menyerang.

 

 

Perawatan Kanker Serviks

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*