Penyakit Miom Pada Rahim

Penyakit Miom Pada Rahim

Penyakit Miom Pada Rahim

Penyakit Miom Pada Rahim

Penyakit Miom -Tumor Dinding Rahim atau yang lebih dikenal dengan Penyakit Miom merupakan suatu penyakit yang terdapat didinding rahim wanita yang sedang dimasa reproduksi . Miom/Tumor dinding rahim ini berukuran sebesar kacang polong atau bahkan membesar sebesar buah anggur , Miom memilik tekstur kenyal dan tumbuh cepat. Biasanya Miom terdapat satu didinding rahim namun lama-lama akan tumbuh lebih banyak karena pertumbuhan Miom/Tumornya yang cepat atau bahkan melambat . Penyakit Miom memang sangat berbahaya karna dapat menyebabkan kemandulan dan keguguran pada wanita hamil , maka dari itu untuk para kaum wanita lebih berhati-hati dan waspadalah terhadap salah satu jenis penyakit ini .

Bila penyakit miom dibiarkan terus menerus, bisa menyebabkan gangguan kehamilan seperti kesulitan sperma untuk masuk membuahi telur, jika terjadi pembuahan maka kemungkinan besar terjadi gangguan pertumbuhan bayi seperti letak yang salah dan perkembangan bayi yang tidak sempurna. Selain itu, penyakit miom juga bisa menyebabkan bayi untuk sulit dilahirkan ketika saatnya lahir. Penyakit miom umum terjadi pada wanita diatas umur 30 tahun dan menimbulkan efek ganguan pada rahim yang serius. Oleh sebab itu, penyakit miom harus segera disembuhkan agar reproduksi kembali sehat dan pasien juga kembali merasa nyaman terbebas dari gangguan sakit yang berlebih.

PENYEBAB PENYAKIT MIOM

Penyebab terjadinya miom – mioma masih belum jelas diketahui, meski terdapat dugaan faktor turunan mempunyai peranan terhadap penyakit ini. Bilamana terdapat wanita lain dalam keluarga yang mempunyai miom, mungkin Anda juga dapat mempunyai miom.

Pertumbuhan miom juga dikendalikan oleh faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan, yang mana kadar estrogennya sangat tinggi. Miom biasanya menyusut setelah menopause ketika kadar estrogen menurun. Hormon lain misal progesteron, juga dapat mempengaruhi pertumbuhan miom.

Faktor-faktor lain yang juga berpengaruh adalah ketidakseimbangan emosi misal sering stres, daya tahan tubuh rendah, gaya hidup yang tidak seimbang, semua itu menyebabkan gangguan pada hormon dan kemungkinan timbul miom. Ukuran besar-kecilnya miom juga dipengaruhi oleh jumlah kalori pada tubuh karena timbunan kalori dalam tubuh mempengaruhi pertumbuhan miom. Makin gemuk seseorang, makin banyak timbunan kalorinya, dan membuat miom tumbuh cepat.

Miom juga dapat terjadi karena adanya faktor bakat, yang kemudian dipicu oleh rangsangan-rangsangan hormon (karena emosi tidak stabil), makan sembarangan dan berat badan yang berlebihan. Rangsangan-rangsangan tersebut yang membuat pertumbuhan miom lebih cepat. Namun pertumbuhan miom paling sedikit memerlukan waktu sekitar 8 tahun.

Infeksi dan jamur di dalam rahim juga bisa menjadi perangsang pertumbuhan miom atau memungkinkan miom tumbuh kembali walaupun telah diangkat. Oleh karena itu kebersihan alat kelamin, berat badan tubuh, dan keseimbangan emosi harus dijaga agar miom tidak terangsang pertumbuhannya.

Penyakit Miom Pada Rahim

GEJALA PENYAKIT MIOM

Jika terdapat miom rahim, Anda mungkin tidak mengetahuinya. Paling tidak setengah dari wanita penderita miom tidak mempunyai gejala-gejala. Bahkan, sebagian besar diketahui bahwa menderita miom pada saat pemeriksaan rutin panggul atau pada saat perawatan kehamilan. Gejala-gejala yang paling sering terjadi adalah:

  1. Nyeri di perut atau di pinggul.
  2. Perut terasa penuh
  3. Nyeri sanggama.
  4. Gejala anemia karena banyak kehilangan darah haid.
  5. Sering berkemih karena miom menekan kandung kemih.
  6. Tekanan pada panggul.
  7. Infertilitas atau keguguran.
  8. Constipation (sembelit).
  9. Nyeri haid, perdarahan haid yang tidak normal (lebih banyak atau lebih lama), atau haid tidak teratur

Meski pada umumnya penyakit miom pada rahim tidak berbahaya, tetapi penyakit miom dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat mengarah pada komplikasi misal anemia karena kehilangan banyak darah. Penyakit miom juga membuat sulit untuk hamil karena mengganggu kemampuan sel telur yang telah terbuahi untuk menyusuk (implantasi) pada dinding rahim. Kadangkala miom juga menyumbat saluran untuk melahirkan sehingga menimbulkan komplikasi pada saat kehamilan dan melahirkan.

Pada kasus-kasus yang jarang terjadi, miom dapat tumbuh keluar dari rahim pada stalklike-projection. Jika miom memilin pada stalk ini, maka akan terasa nyeri berat di bagian bawah perut yang tajam dan tiba-tiba. Jika hal ini terjadi, segera berobat ke rumah sakit karena mungkin perlu dilakukan pembedahan.

Penyakit Miom Pada Rahim

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*