Penyakit Kanker Rahim Dan Penyebabnya

Penyakit Kanker Rahim Dan Penyebabnya

Penyakit Kanker Rahim – Kanker rahim atau kanker uterus adalah tumor ganas yang terdapat pada endometrium (lapisan terdalam rahim, tempat menempelnya ovum yang telah dibuahi). Kanker jenis ini dapat mempengaruhi kemampuan reproduksi seorang wanita. Karena itu, tidak heran bila kanker ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling ditakuti kaum wanita.

Penyakit Kanker Rahim Dan Penyebabnya

Penyakit Kanker Rahim Dan Penyebabnya

Ada banyak istilah yang dikenal, yang merujuk pada penyakit kanker rahim, diantaranya adalah kanker kandungan, kanker uterus, dan kanker endometrium. Resiko penyakit ini akan meningkat sejak seorang wanita menginjak usia 45 tahun. Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada semakin banyak wanita muda yang divonis mengidap penyakit kanker rahim, dalam tahun-tahun belakangan ini. Penyebab penyakit kanker rahim yaitu karena kebiasaan hidup yang kurang baik serta kurang memperhatikan kebersihan dan keseimbangan pH pada organ intimnya. Salah satu contoh terlalu sering mencuci vagina atau organ intim dengan menggunakan sabun antiseptik, keputihan yang tidak normal, jarang mengganti pembalut ketika sedang menstruasi, tidak langsung membersihkan organ intim ketika usai melakukan aktivitas seksual.

Faktor risiko terkena penyakit kanker rahim terutama berhubungan dengan banyaknya jumlah hormon estrogen dinding rahim yang terkena. Seseorang yang memiliki faktor risiko bukan berarti akan terkena kanker, sebaliknya tidak memiliki faktor risiko bukan berarti bahwa Anda tidak akan terkena kanker.

Berikut ini beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab penyakit kanker rahim:

  1. Usia

Seperti kebanyakan kanker, risiko penyakit kanker rahim akan meningkat seiring bertambahnya usia.

  1. Faktor Hormonal

Ketidakseimbangan hormon estrogen dengan hormon lain, yang disebut progesteron, dapat mempengaruhi risiko kanker rahim.Sebelum menopause, ovarium memproduksi estrogen dan progesteron, yang membantu untuk mengendalikan siklus bulanan atau haid. Pada masa ini telur akan dilepaskan dari ovarium dan membuat dinding rahim tumbuh lebih tebal untuk mempersiapkan kehamilan.Bila tidak terjadi pembuahan maka lapisan akan datang pergi setiap bulannya. Setelah menopause, ovarium tidak lagi memproduksi hormon, namun wanita masih menghasilkan beberapa estrogen dalam lemak tubuh mereka. Saat estrogen terlalu banyak tanpa adanya progesteron untuk menyeimbangkan itu, maka risiko kanker rahim pun meningkat.

  1. Berat badan dan aktivitas fisik

Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu penyakit kanker rahim. Setelah menopause, lemak tubuh adalah sumber utama estrogen. Wanita yang kelebihan berat badan mungkin memiliki tingkat estrogen yang tinggi. Satu dari tiga kanker rahim dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa fisik yang kurang aktif dapat meningkatkan risiko kanker rahim.

  1. Faktor genetik

Beberapa kasus kanker rahim disebabkan oleh perubahan gen tertentu, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker rahim. Jika ada beberapa kerabat dekat dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker usus, payudara atau rahim, maka ada kemungkinan ada genetik diwariskan kepada generasi berikutnya. Kerabat dekat dalam hal ini mencakup orangtua, anak, saudara dan saudari.

  1. Tamoxifen

Tamoxifen merupakan obat hormonal yang digunakan untuk mengobati kanker payudara. Obat ini bisa sedikit meningkatkan risiko/penyebab kanker rahim, bila dikonsumsi dalam waktu jangka panjang.

PENCEGAHAN PENYAKIT KANKER RAHIM

Langkah terbaik yang bisa dilakukan agar tidak terserang penyakit kanker rahim adalah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan berikut ini:

  • Jangan terlalu sering mencuci vagina dengan antiseptik.
  • Jangan menaburkan bedak pada vagina.
  • Jauhi rokok dan orang yang merokok.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan.
  • Menghindari makanan yang mengandung karsinogen (zat pemicu kanker) seperti yang banyak mengandung pengawet.
  • Konsumsi makanan/minuman/buah yang mengandung betakaroten dan antioksidan.
  • Tidak melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun.
  • Hubungan seks idealnya dilakukan ketika sel-sel mukosa sudah matang. Pada usia muda, sel”“sel mukosa umumnya belum matang sehingga rentan terhadap rangsangan dari luar, termasuk zat-zat kimia yang di bawa oleh sperma. Akibatnya, sel mukosa dapat berubah sifat menjadi kanker.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Memeriksakan diri ke dokter secara teratur.

Penyakit Kanker Rahim Dan Penyebabnya

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*