Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan Kanker Serviks

Menjadi momok bagi para makhluk yang dinamakan perempuan, kanker serviks adalah jenis kanker selain kanker payudara karena kanker yang cukup mengancam dengan timbul di bagian leher rahim ini dapat terjadi justru pada wanita yang berada di usia 30-45 tahun. Pada usia tersebut, wanita masih terbilang aktif secara seksual, maka sangat bahaya apabila wanita sampai mengidap penyakit ini. Leher rahim itu sendiri memiliki fungsi sebagai pintu masuk dari vagina menuju rahim dan meski kanker ini bisa saja dialami oleh wanita yang usianya di bawah 25 tahun, tetap saja usia tersebut tak begitu berisiko dibandingan wanita usia antara 30-45.

 

Tentu saat bicara tentang bagaimana pengobatan kanker serviks, hal ini ditentukan oleh sejumlah faktor, yaitu:

  • Faktor umur pasien
  • Stadium kanker atau sudah seberapa parah perkembangan dan penyebaran kanker
  • Kondisi medis lain yang penderita hadapi
  • Adanya harapan untuk mempunyai anak

 

Ini bukanlah hal mudah untuk menentukan pengobatan kanker serviks seperti apa yang bakal paling baik dan efektif, namun hal ini selalu bisa dikonsultasikan dengan para ahli tim medis yang menangani kita. Berikut di bawah ini kita akan membahas satu per satu rekomendasi pengobatan kanker serviks. Selalu ada cara untuk pulih dan langkah pengobatan kanker serviks yang terdeteksi lewat metode diagnosa yang ditempuh, antara lain:

 

  1. Operasi Pengangkatan

Pengobatan kanker serviks yang pertama kali dokter bakal tawarkan adalah operasi pengangkatan rahim beserta kandungan. Prosedur ini yang kita kenal dengan istilah histerektomi di mana pengangkatan rahim ini akan dilanjutkan dengan membersihkan bilaterial kelenjar di bagian panggul.

Histerektomi adalah pengobatan kanker serviks yang cukup sering menjadi pilihan karena memang lesi kanker dapat dibersihkan dengan efektif dan untuk hasil lebih cepat penanganan medis ini boleh dipilih. Hanya saja, ada efek yang perlu menjadi pertimbangan para pasien juga, yaitu seperti mengalami gangguan ketika sedang melakukan buang air kecil setelah proses ini. Maka sebaiknya memang segala sesuatu ditanyakan lebih dulu kepada dokter, khususnya tentang akibat dari prosedur pengobatan ini bagi kesehatan di kemudian hari.

 

  1. Pelvic Exenteration

Ini juga merupakan sebuah metode pengobatan kanker serviks yang biasanya dikenal dengan sebuah operasi besar dan dokter hanya akan menyarankan prosedur ini apabila kanker serviks yang sudah diangkat sebelumnya muncul kembali. Jenis operasi ini pada umumnya akan dokter lakukan kalau kanker muncul lagi di area panggul dan belum terjadi penyebaran ke daerah lainnya. Sesudah operasi, ada rekonstruksi ulang yang akan dilakukan pada bagian vagina menggunakan jaringan dan kulit yang dokter ambil dari bagian tubuh lain pasien. Bagi para wanita yang sudah menikah, hubungan intim dengan suami masih bisa dilakukan, tapi tentunya beberapa bulan sesudah menjalani operasi.

 

  1. Radiopartikel

Pengobatan kanker serviks yang juga dapat menjadi pilihan adalah radiopartikel di mana dengan teknologi yang disediakan, perkembangan sel kanker akan dihambat. Sel kanker yang tak dapat bertumbuh secara leluasa otomatis tak akan mengganggu pasien ketika sedang beraktivitas setiap harinya. Pada prosedur ini, biji partikel dengan luas 1,7 cm akan digunakan dan dari biji inilah akan terpancar sinar gamma yang hanya akan mengancurkan sel kanker. Sel-sel sehat lainnya di dalam tubuh tak akan terkena dampak apapun, jadi tak perlu khawatir. Justru melalui pengobatan inilah diharapkan bahwa kegagalan dapat diminimalisir.

 

  1. Radioterapi Kanker Serviks

Radioterapi merupakan cara pengobatan kanker serviks yang sering menjadi pilihan para penderita. Kanker serviks baik stadium awal maupun stadium akhir dapat diobati dengan prosedur pengobatan satu ini dan dengan radiasi pengion yang diberikan oleh dokter akan membunuh segala sel kanker dengan dosis yang disesuaikan pada volume tumor. Sel-sel kanker yang sedang berkembang akan menjadi rusak, bahkan pembelahan selnya pasti digagalkan oleh radioterapi sehingga tak akan menyebar dengan cepat ke bagian yang lain.

Biasanya, dokter akan memberikan radiasi setelah menyesuaikan dengan stadium tumor, tipe tumor tersebut, luas serta ukurannya juga. Walau tergolong pengobatan medis terbaik, tetap saja ada efek samping yang wajib untuk diwaspadai, seperti misalnya adanya bagian rambut dan kulit yang berubah. Bahkan infeksi kandung kemih juga menjadi bagian dari efek samping oleh pengobatan radioterapi.

 

  1. Kemoterapi Kanker

Kemoterapi pun merupakan sebuah metode pengobatan kanker serviks yang juga digunakan untuk pengobatan kanker lainnya. Kemoterapi bahkan kerap dikombinasikan dengan radioterapi demi efektivitas lebih tinggi dalam menyembuhkan kanker serviks. Khusus bagi yang sudah mengalami kanker serviks stadium 4 atau akhir, kemoterapi adalah pengobatan yang perlu ditempuh supaya penyebaran kanker dapat ditahan dan diperlambat serta agar gejala yang timbul dapat dikurangi. Inilah yang kita bisa sebut dengan istilah kemoterapi paliatif.

 

 

Demikianlah rekomendasi pengobatan kanker serviks baik secara medis maupun alami atau tradisional yang dapat ditentukan oleh penderita. Khusus untuk mengobati kanker serviks pada penderita yang tengah hamil, usia kehamilan dan stadium kanker akan menentukan pengobatan terbaik. Biasanya, pengobatan akan diberikan setelah melahirkan karena bila melakukan pengobatan semasa hamil malah justru akan memicu kelahiran bayi prematur atau malah mengakibatkan keguguran.

 

 

Pengobatan Kanker Serviks

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*