Pencegahan Kanker Ovarium

Pencegahan Kanker Ovarium

Pencegahan Kanker Ovarium

Kanker ovarium menjadi salah satu penyakit kanker yang cukup sering dialami oleh para wanita, dan penyakit ini sama berbahayanya dengan kanker serviks dan kanker payudara. Tanda-tanda kanker ovarium memang tidak jelas terlihat pada stadium awal, itulah sebabnya sulit mendeteksi penyakit ini pada awal perkembangan sel kanker. Penyebab kanker ovarium sendiri cukup beragam, mulai dari infeksi virus, faktor makanan, lingkungan, pola hidup hingga metabolisme tubuh. Salah satu atau beberapa penyebab akan memicu munculnya gejala kanker ovarium secara bertahap, hingga ciri-ciri kanker ovarium stadium awal berubah menjadi stadium lanjut. Sama halnya dengan cara mencegah kanker serviks, kanker ini pun memiliki cara pencegahan kanker ovarium tersendiri, yaitu sebagai berikut:

 

  1. Melakukan Suntik Vaksin

Seorang wanita yang khawatir dengan resiko infeksi human papiloma virus atau HPV bisa melakukan vaksin HPV di pusat pelayanan kesehatan atau rumah sakit. Vaksin ini akan membantu melindungi wanita tersebut dari serangan virus yang kerap menular dari hubungan seksual.

 

  1. Pemeriksaan Rutin

Pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan tidak hanya karena adanya gejala penyakit yang dirasakan, namun dilakukan secara rutin meski tubuh dalam kondisi sehat. Pencegahan kanker ovarium ini bertujuan untuk mengetahui secara dini jika terdapat penyakit di dalam tubuh seperti kanker ovarium sehingga dapat segera dilakukan tindakan pengobatan. Pemeriksaan untuk kanker ovarium bisa melalui screening maupun papsmear yang dilakukan setidaknya 3 tahun sekali.

  1. Pola Makan Sehat

Pemilihan jenis makanan yang sehat, kaya nutrisi dan seimbang merupakan hal yang penting dilakukan. Diet sehat akan membantu tubuh tetap sehat dan kuat, daya tahan tubuh terjaga dan terhindari dari berbagai macam penyakit. Pilihlah makanan yang nutrisinya saling melengkapi, terutama yang kaya antioksidan untuk mencegah munculnya sel kanker ovarium.

 

  1. Olahraga secara Teratur

Selain makanan yang bergizi, tubuh juga membutuhkan olahraga atau aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan teratur. Olahraga dapat melancarkan peredaran darah, meningkatkan sistem imun dan mencegah menumpuknya lemak jahat atau racun di dalam tubuh sehingga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyebab kanker.

 

  1. Mengkonsumsi Makanan Pencegah Kanker

Bukan hanya makanan sehat saja yang perlu dikonsumsi setiap hari, pencegahan kanker ovarium dengan cara mengonsumsi makanan pencegah kanker perlu dikonsumsi secara rutin untuk mencegah munculnya penyakit tersebut. Umumnya makanan tersebut kaya antioksidan yang mampu menghalau radikal bebas penyebab kanker paling utama.

 

  1. Menjalani Proses Laktasi

Menyusui terbukti dapat mencegah munculnya sel kanker pada ovarium karena adanya pengendalian hormon tertentu selama menjalani proses laktasi. Namun pencegahan kanker ovarium ini hanya bersifat jangka pendek, bahkan penelitian mengatakan efektivitasnya hanya sekitar 6 bulan saja.

 

  1. Hindari Alkohol dan Asap Rokok

Kebiasaan hidup yang buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol dapat memperbesar resiko kanker ovarium, karena itu pencegahan kanker ovarium sebaiknya tinggalkan kebiasaan tersebut dan mulailah untuk hidup sehat. Perokok pasif pun memiliki resiko yang sama, karena itu hindari lingkungan yang dipenuhi asap rokok.

 

  1. Penggunaan Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi seperti kondom dapat mencegah penularan virus HPV yang menyebabkan kanker ovarium. Sedangkan pil KB yang digunakan setidaknya selama 10 tahun terbukti dapat mencegah kanker ovarium hingga 50%. Namun di sisi lain pil KB dapat meningkatkan resiko kanker payudara, sehingga butuh pertimbangan matang sebelum menggunakannya.

 

  1. Setia pada Pasangan

Setia pada satu pasangan saja dapat menghindari wanita dari penularan HPV, karena kebiasaan berganti pasangan dapat meningkatkan resiko infeksi HPV dari pasangan yang membawa virus tersebut. Meskipun HPV bukanlah satu-satunya penyebab kanker ovarium, ada baiknya untuk mencegah virus tersebut masuk ke dalam tubuh.

 

  1. Pilih Pembalut yang Aman

Pembalut yang beredar bebas di pasaran tidak semuanya aman digunakan. Kebanyakan diproses dengan menggunakan bahan kimia berbahaya, yang jika digunakan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan infeksi dan mutasi genetik pada organ reproduksi wanita termasuk ovarium. Kondisi tersebut tentu saja dapat menyebabkan terjadinya kanker ovarium.

 

  1. Menjaga Kebersihan

Kebersihan organ intim dan reproduksi sangat penting dijaga untuk menghindari bersarangnya mikroorganisme di area tersebut, yang dapat meningkatkan resiko munculnya kanker ovarium. Cara mudah menjaga kebersihannya yaitu dengan mengganti celana dalam atau pembalut sesering mungkin, tidak menyentuh area tersebut dengan tangan yang kotor, hindari penggunaan toilet umum dan juga tisu toiletnya dan perhatikan penggunaan sabun untuk membersihkan organ kewanitaan.

 

  1. Hindari Makanan Junkfood

Makanan junkfood tidak memberikan manfaat apapun selain kenikmatan rasa yang hanya sesaat. Makanan jukfood atau cepat saji sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena mengandung banyak bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan dan kandungan lemak dan gula yang tinggi dapat memicu munculnya sel kanker pada ovarium.

 

  1. Bedah Profilaksis

Pada wanita yang memiliki resiko tinggi terhadap kanker ovarium, dokter mungkin akan menyarankan untuk dilakukan bedah profilaksis, dimana ovarium bahkan hingga tuba fallopii akan diangkat. Hal ini dilakukan pada wanita dengan usia di atas 35 tahun yang sudah tidak menginginkan keturunan lagi.

 

Biopsi kanker mungkin akan diperlukan untuk menegakkan diagnosis seorang wanita terserang kanker ovarium. Bila memang positif menderita kanker tersebut, kemoterapi kanker akan diperlukan untuk membersihkan seluruh sel kanker agar wanita tersebut dapat sembuh. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat serta menyadarkan kita untuk tetap melakukan pencegahan kanker ovarium yang bisa membahayakan diri kita sendiri..

 

 

Pencegahan Kanker Ovarium

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*