Pemicu Kanker Ovarium

Pemicu Kanker Ovarium

Pemicu Kanker Ovarium

Pemicu Kanker Ovarium – Kanker ovarium menjadi kanker kedelapan yang paling umum terjadi pada wanita, sekaligus menduduki peringkat kelima sebagai penyebab kematian wanita akibat kanker. Kanker ovarium merupakan ‘silent killer’, yang berarti gejalanya seringkali tidak muncul pada stadium awal perkembangannya. Gejala kanker ovarium seringkali baru ditemukan pada stadium selanjutnya dimana pada saat itu kanker ovarium sudah sulit disembuhkan. Seandainya pun disertai dengan gejala awal, seperti masalah kencing, sakit perut atau kembung, gejala-gejala ini juga seringkali disangka sebagai gejala penyakit lain dan diabaikan.

 

Gejala Kanker Ovarium

Gejala kanker ovarium yang paling umum adalah buncit atau kembung di perut, perasaan tertekan atau nyeri di daerah panggul, sakit perut, gangguan makan atau perasaan penuh pada perut, dan gejala kencing seperti sering buang air kecil atau kandung kemih yang selalu terasa berisi. Gejala lainnya dari kanker ovarium, antara lain sembelit, nyeri saat berhubungan badan, perubahan siklus menstruasi atau perdarahan diantara 2 periode menstruasi, sakit punggung, dan lemah.

Namun bagaimanapun juga, gejala-gejala ini terbilang masih umum, dan kadangkala disebabkan karena gangguan kesehatan lain yang tidak berbahaya ketimbang kanker ovarium, sehingga banyak yang mengabaikannya.

 

Tipe Kanker Ovarium

Teridentifikasi lebih dari 30 tipe dan subtipe kanker ovarium pada wanita. Tapi sebagian besar para ahli mengelompokkannya dalam satu dari 3 kategori:

  • Tumor epitel. Berasal dari sel-sel epitel atau permukaan yang melapisi ovarium. Tipe ini yang paling umum, sekitar 90% dari seluruh kanker ovarium.
  • Tumor sel germinal. Berasal dari sel-sel ovarium yang akhirnya menjadi telur. Biasanya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Tumor yang sering dapat disembuhkan ini mengisi sekitar 3% dari seluruh kasus kanker ovarium di negara-negara berkembang.
  • Sex cord-stromal tumors. Mengisi sekitar 5% dari seluruh kanker ovarium. Berasal dari sel-sel yang berubah menjadi jaringan ikat di dalam ovarium.

 

Pemicu Kanker Ovarium

Penyebab pasti kanker ovarium belum diketahui. Para ahli menganalisa beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker ovarium, meski para ahli ini sendiri belum menemukan alasan pemicu kanker ovarium tersebut bisa meningkatkan risiko kanker ovarium. Pemicu kanker ovarium tersebut adalah:

 

  1. Berusia lebih dari 50 tahun

Wanita yang berusia lebih dari 50 tahun lebih berisiko dari wanita usia di bawahnya. Sebagian besar pemicu kanker ovarium berkembang setelah menopause. Para ahli berspekulasi bahwa perubahan tingkat hormonlah yang menjadi pemicunya, ditambah para wanita yang sudah tua telah mengalami siklus ovulasi yang banyak sepanjang hidup mereka. Memang kasus wanita dibawah usia 40 tahun yang terkena kanker ovarium cukup jarang, tapi ingatlah bahwa kanker ovarium tidak mengenal batasan usia.

 

  1. Obesitas atau kelebihan berat badan

Wanita yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 30 atau lebih, maka lebih berisko terkena pemicu kanker ovarium. Ada sebuah teori, bahwa sel lemak mengandung estrogen lebih banyak dari sel-sel lain, meskipun belum diketahui bagaimana peningkatan estrogen ini memainkan peran dalam hal ini.

 

  1. Belum pernah hamil

Wanita yang belum pernah melahirkan atau punya anak dalam sejarah reproduksinya rupanya malah tidak aman. Pemicu Kanker OvariumPemicu kanker ovarium ini malah memperbesar risiko seorang wanita dalam mengidap penyakit kanker ovarium. Bagi para wanita yang kiranya tidak dikaruniai anak, sebaiknya memang harus check up ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh supaya bisa terhindar dari kemungkinan serangan kanker ovarium dan kanker rahim.

 

  1. Terapi penggantian hormon estrogen

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menjalani terapi penggantian estrogen pasca menopause mengalami peningkatan pemicu kanker ovarium, terutama jika menggunakan estrogen tunggal (tanpa progesteron) selama 5 tahun atau lebih.

 

  1. Genetik

Ada keluarga yang pernah terkena pemicu kanker ovarium, payudara atau kanker usus besar akan meningkatkan risiko kanker ovarium. Penelitian menyebutkan bahwa 10% dari kanker ovarium memiliki kecenderungan warisan dari keluarga. Risiko akan semakin meningkat jika semakin banyak keluarga yang terkena kanker ovarium.

 

  1. Mutasi gen

Ada keluarga yang terkena kanker dari mutasi (perubahan) gen, misalnya BRCA1 dan BRCA2, juga akan meningkatkan risiko pemicu kanker ovarium dan kanker payudara. Mutasi gen yang meningkatkan risiko kanker usus besar, juga dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.

 

  1. Diet tinggi daging

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang diet rendah lemak atau diet tinggi sayuran memiliki risiko pemicu kanker ovarium yang lebih rendah dibandingkan mereka yang diet tinggi lemak (khususnya lemak hewan) dan rendah sayuran.

 

  1. Kebiasaan merokok

Merokok adalah kebiasaan yang bakal memicu kanker paru-paru serta kanker tenggorokan, tapi ternyata efek buruknya tak hanya sampai di situ, bahkan seorang wanita berpeluang mengalami kanker ovarium ketika ia punya kebiasaan merokok

 

Mengungkapkan pemicu kanker ovarium tidaklah semudah penyakit jantung atau kanker payudara, karena penyakit ini belum lama diteliti secara intensif. Jika Anda menemukan gejala yang Anda curigai maka segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat Anda. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Pemicu Kanker Ovarium

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*