Vaksin HPV Kanker Serviks

Vaksin HPV Kanker Serviks

Vaksin HPV Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker mematikan yang hanya bisa menyerang wanita. Kanker serviks salah satu penyakit yang menakutkan. Salah satu cara untuk menekan risiko terkena penyakit tersebut adalah dengan memberikan vaksin HPV kanker serviks. Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual yaitu human papillomavirus (HPV). Vaksin HPV kanker serviks merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan virus tersebut.

Terdapat sekitar 40 jenis virus HPV dan tidak semuanya bisa menyebabkan kanker serviks. Deteksi dini bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan dan penanganan secara cepat di masa awal pertumbuhan kanker. Selain deteksi dini dengan pap smear. Kanker serviks juga bisa dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Infeksi HPV pada wanita bisa menyebabkan pertumbuhan sel pada serviks yang abnormal. Pada sebagian wanita, gangguan tersebut kemudian dapat berkembang menjadi kanker serviks.

 

Untuk wanita, pemberian vaksin kanker serviks direkomendasikan sebanyak tiga dosis dalam tiga kali pemakaian. Vaksin HPV kanker serviks pertama diberikan pada masa remaja yaitu 11-12 tahun, kemudian vaksin kedua diberikan satu atau dua bulan setelah vaksin pertama. Lalu, vaksin ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Ketiga dosis vaksin tersebut diyakini sebagai perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika saat remaja dosis vaksin belum lengkap, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk melengkapi dosis vaksin.

 

Tidak hanya wanita, pria pun dapat memperoleh manfaat dari vaksin HPV kanker serviks.  Bagi kaum pria, virus HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus serta kanker tenggorokan, selain dari kanker serviks. Golongan pria yang direkomendasikan untuk memperoleh vaksin HPV yaitu pria yang berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang memiliki gangguan imunitas dan berusia 26 tahun atau lebih muda.

 

 

Mengapa vaksin HPV kanker serviks penting ?

Vaksin HPV kanker serviks bisa melindungi dari 4 jenis utama virus HPV, termasuk 2 jenis yang menyebabkan kanker serviks dan 2 jenis lainnya yang menyebabkan kutil pada kelamin. Vaksinasi HPV bersifat jangka panjang dan bisa mencegah kebanyakan kasus kanker serviks dan kutil pada kelamin. Di Indonesi sendiri terdapat 2 jenis vaksin HPV kanker serviks, yaitu Bivalen yang hanya mencegah kanker leher rahim, serta Tetravalen yang bisa mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

 

 

Bisakah vaksin diberikan pada anak ?

Vaksin HPV kanker serviks direkomendasikan untuk diberikan pada anak yang berusia mulai dari 10 tahun. Penting untuk diberikan pada anak sedini mungkin sebelum mereka aktif secara seksual, karena belum terinfeksi oleh virus HPV. Apabila sudah pernah terinfeksi oleh HPV, maka vaksin tidak bisa mencegah penyakit yang ditimbulkan dari virus HPV yang menginfeksi. Imunisasi HPV juga direkomendasikan untuk remaja berusia 13 hingga dewasa yang belum pernah menerima vaksin HPV sebelumnya.

 

 

Berapa kali vaksin HPV kanker serviks perlu diberikan ?

Kedua vaksin Bivalen maupun tetravalen diberikan sebanyak 3 kali. Vaksin HPV bivalen diberikan dengan jadwal 0,1,6 bulan. Artinya, dosis kedua dan ketiga masing-masing diberikan 1 dan 6 bulan setelah dosis pertama. Sedangkan vaksin HPV Tetravalen diberikan dengan jadwal 0,2,6 bulan. Jika vaksin diberikan pada anak usia 10-13 tahun, maka pemberian cukup 2 dosis dengan interval 6 hingga 12 bulan, karena respons antibodi setara dengan 3 dosis.

 

 

Siapa saja yang tidak disarankan menerima vaksin HPV ?

Orang dengan beberapa konfisi berikut tidak disarankan untuk menerima vaksinasi HPV:

  • Siapapun yang memiliki alergi pada ragi atau komponen vaksin HPV
  • Siapapun yang mengalami rekasi alergi saat pemberian vaksin HPV dosis pertama
  • Wanita hamil. Vaksin HPV kanker serviks aman bagi wanita hamil dan janin, tapi hal ini masih memerlukan studi lebih lanjut.
  • Anak yang demam

 

 

Apakah ada efek sampingnya ?

Beberapa efek yang umum terjadi yaitu demam; sakit kepala; nyeri, bengkak, kemerahan di tempat penyuntikan; kelelahan; serta nyeri otot. Gejala-gejala tersebut tidak terjadi lama dan akan hilang dengan sendirinya.

 

Virus HPV menyerang kepada siapa saja yang beresiko dan memiliki imun tubuh yang rendah, oleh karena itu kita harus lebih waspada dan selalu menjaga kesehatan tubuh juga tidak segan untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter terpercaya. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Vaksin HPV Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Alami Kanker Serviks

Pengobatan Alami Kanker Serviks

Pengobatan Alami Kanker Serviks

Pengobatan Alami Kanker Serviks – Dalam mengobati penyakit kanker serviks ataupun penyakit mulut rahim, memang banyak metode yang bisa kita lakukan demi melakukan pengobatan apabila sudah menderita penyakit tersebut. Metode tersebut mulai dari mengonsumsi obat-obatan kimia hingga kita melakukan pengobatan medis seperti operasi maupun dan sebagainya. Namun pada kesempatan kali ini kita akan lebih membahas tentang cara mengobati kanker serviks melalui tanaman herbal.

 

Pengobatan melalui jalan herbal ataupun tradisional ini memang sangat direkomendasikan untuk dilakukan karena memang pengobatan yang hadir dari alam lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping lainnya. Beberapa resep tradisional untuk menyembuhkan kanker serviks mungkin sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Namun bagi Anda yang belum mengetahuinya, pada kesempatan kali ini kami akan menyebutkan serta menjelaskan khasiat apabila Anda mengonsumsi obat-obatan herbal tersebut. Langsung saja untuk mengetahui pengobatan alami kanker serviks, bisa Anda simak di bawah ini.

 

Pengobatan Alami Kanker Serviks

Anda yang merasa cocok dengan pengobatan herbal ada baiknya untuk terus menjalani terapi secara rutin agar mendapat hasil optimal. Berikut ini ada beberapa pengobatan alami kanker serviks yang memanfaatkan tumbuhan herbal yang bisa Anda buat dan konsumsi sendiri di rumah, antara lain:

 

  1. Tanaman Sarang Semut Papua

Pengobatan alami kanker serviks yang pertama menggunakan sarang semut dari Papua. Mungkin Anda sangat asing jika melihat nama ini. Namun jika Anda berkehidupan di ujung timur Indonesia, maka Anda pastinya sangat familiar sekali dengan salah satu tanaman herbal yang memang seringkali dijadikan sebagai obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit berat ini.

Di dalam tanaman sarang semut ini memiliki kandungan berupa antioksidan dan juga antikanker yang bertugas menghentikan, menghambat, dan mencegah pertumbuhan sel kanker yang terdapat di dalam tubuh Anda. Untuk mengonsumsi tanaman ini bisa Anda rebus dan dikonsumsi setiap hari beserta air rebusannya.

 

  1. Kunyit Putih

Pengobatan Alami Kanker ServiksPengobatan alami kanker serviks menggunakan kunyit putih ternyata memiliki banyak khasiat yang sangat diperlukan oleh kesehatan manusia setiap harinya. Kunyit putih ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit yang menyerang daerah reproduksi ada baik itu rahim ataupun bagian kewanitaan seperti keputihan, nyeri haid, tumor, dan tidak lain dan tidak bukan juga bisa Anda gunakan untuk menyembuhkan kanker serviks. Untuk meraih khasiat dari kunyit putih ini Anda bisa membuat air rebusan kunyit putih ini. Namun untuk mencegah terjadinya efek samping yang negatif, sebaiknya Anda sebelumnya telah berkonsultasi kepada pakar herbal.

 

  1. Daun Sirsak

Daun sirsak ternyata juga memiliki khasiat lebih bagi kesehatan seseorang. Selain telah terbukti bisa digunakan sebagai pengobatan alami kanker serviks, daun sirsak ini ternyata juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit lainnya, seperti penyakit nyeri sendi, asam urat, dan lain sebagainya. Untuk mengambil khasiat daun sirsak ini Anda bisa merebus daun sirsak tersebut lalu disaring dan sebaiknya Anda konsumsi dua kali sehari, sehabis bangun tidur dan sebelum tidur.

 

  1. Tanaman Keladi Tikus

Tanaman keladi tikus merupakan tanaman sejenis daun talas yang di beberapa daerah mendapat istilah Rodent Tuber dan Laoshu Yu, namun memiliki khasiat yang jauh lebih berguna bagi tubuh yang juga digunakan untuk pengobatan alami kanker serviks. Untuk mengonsumsinya, Anda bisa memeras kandungan yang terdapat dari tanaman tersebut dengan merendamnya terlebih dahulu lalu diperas dan segera Anda minum (jangan sampai terkena kotoran). Obat yang sudah dibuat harus segera diminum, air perasan tidak boleh disimpan untuk dikonsumsi lain waktu.

 

  1. Daun Belimbing

Hampir sama seperti tanaman keladi tikus, bahwa daun belimbing ini ternyata juga bisa menjadi alternative pengobatan alami kanker serviks. Namun mungkin daun belimbing ini lebih mudah ditemukan di Indonesia dibandingkan dengan tanaman keladi tikus. Untuk cara mengonsumsinya sama dengan tanaman keladi tikus.

 

  1. Tapak Dara

Tanaman yang satu ini mungkin sangat jarang ditemukan di negara kita. Namun tanaman ini memiliki senyawa khusus bernama vinkristin dan juga viblastin yang bisa membunuh sel kanker dan menghentikan penyebarannya termasuk pengobatan alami kanker serviks. Namun untuk mengonsumsi tanaman ini Anda harus mencampurnya dengan buah adas, kulit kayu pulasari, dan juga gula merah yang seterusnya Anda rebus secara bersamaan.

 

Itulah beberapa resep tanaman herbal untuk menyembuhkan kanker serviks. Untuk mengonsumsi tanaman herbal tersebut, kami harapkan Anda sangat mengerti cara memasaknya dan cara mengonsumsinya agar tidak menimbulkan efek samping yang justru memberikan efek negatif bagi kesehatan Anda. Semoga bermanfaat…

 

 

Pengobatan Alami Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Operasi Pengobatan Kanker Serviks

Operasi Pengobatan Kanker Serviks

Operasi Pengobatan Kanker Serviks

Operasi Pengobatan Kanker Serviks – Ada banyak pilihan pengobatan untuk kanker serviks. Metode yang dipilih akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis dan stadium kanker, kemungkinan efek samping, dan preferensi serta kesehatan pasien secara keseluruhan. Operasi pembedahan merupakan pilihan utama yang dianjurkan oleh dokter.

 

Apa saja pilihan operasi pengobatan kanker serviks yang tersedia dan direkomendasikan?

Ada 3 jenis operasi pengobatan kanker serviks:

  • Trakelektomi radikal: leher rahim beserta jaringan di sekitarnya dan bagian atas vagina diangkat, tapi rahim dibiarkan
  • Histerektomi: leher rahim dan rahim diangkat; tergantung pada stadium kankernya, mungkin juga penting untuk mengangkat ovarium dan tuba falopi
  • Eksenterasi panggul: operasi besar dimana leher rahim, vagina, rahim, kandung kemih, ovarium, tuba falopi dan rektum diangkat seluruhnya

 

  1. Trakelektomi radikal

Trakelektomi radikal biasanya hanya dianjurkan jika kanker serviks ditemukan pada stadium yang sangat dini. Operasi pengobatan kanker serviks ini biasanya disarankan untuk wanita yang ingin melindungi potensinya untuk melahirkan. Selama prosedur, dokter bedah akan membuat sejumlah sayatan kecil di perut Anda. Sebuah alat khusus akan dimasukkan ke dalam sayatan dan digunakan untuk mengangkat leher rahim dan bagian atas vagina Anda. Kelenjar getah bening dari panggul mungkin juga akan dipotong. Rahim kemudian akan disambungkan kembali ke bagian bawah vagina Anda. Trakelektomi radikal memungkinkan Anda memiliki anak. Dibandingkan dengan histerektomi atau eksenterasi panggul, manfaat dari jenis operasi pengobatan kanker serviks ini adalah rahim Anda masih utuh. Ini berarti Anda masih memiliki kemampuan untuk memiliki anak. Namun, penting untuk menyadari bahwa dokter tidak dapat menjamin Anda masih akan dapat memiliki anak.

Biasanya dokter mewanti-wanti Anda untuk menunggu selama kurang lebih 6-12 bulan untuk memiliki bayi setelah menjalani operasi pengobatan kanker serviks, sehingga rahim dan vagina Anda memiliki waktu untuk sembuh. Jika Anda sukses hamil setelah operasi pengobatan kanker serviks, anak Anda harus dilahirkan melalui operasi caesar.

 

  1. Histerektomi

Histerektomi menjadi operasi pengobatan kanker serviks dianjurkan untuk mengobati kanker serviks dini. Operasi ini dapat dianjurkan setelah program radioterapi untuk membantu mencegah kanker kambuh kembali. Histerektomi ada dua jenis. Ada dua jenis histerektomi yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker serviks:

  • Histerektomi sederhana: leher rahim dan rahim diangkat dan, dalam beberapa kasus, ovarium dan tuba falopi juga diangkat; ini hanya sesuai untuk kanker serviks stadium yang sangat dini.
  • Histerektomi radikal: leher rahim, rahim, jaringan sekitarnya, kelenjar getah bening, ovarium, dan tuba falopi diangkat seluruhnya; ini adalah pilihan utama dalam kanker serviks stadium lanjut pertama dan beberapa kanker serviks stadium kedua yang dini.

Komplikasi apa yang mungkin timbul dari histerektomi? Komplikasi jangka pendek dari histerektomi termasuk infeksi, perdarahan, koagulasi, dan kerusakan yang tidak disengaja pada ureter, kandung kemih atau rektum.  Histerektomi merupakan operasi pengangkatan rahim. Perlu diperhatikan bahwa Anda tidak lagi mampu untuk memiliki anak setelah menjalani prosedur ini. Pengangkatan ovarium yang mungkin dilakukan juga akan memicu timbulnya menopause jika Anda belum mengalaminya.

 

  1. Eksenterasi panggul

Eksenterasi panggul adalah operasi pengobatan kanker serviks besar yang biasanya hanya diresepkan ketika kanker serviks kambuh kembali setelah rangkaian pengobatan sebelumnya yang diyakini berhasil. Operasi pengobatan kanker serviks ini ditawarkan jika kanker kambuh di panggul, tetapi belum menyebar ke luar daerah ini. Eksenterasi panggul meliputi dua tahap pengobatan:

  • Kanker diangkat, ditambah dengan kandung kemih, rektum, vagina, dan bagian bawah usus Anda
  • Dua lubang yang disebut stoma dibuat di perut Anda; lubang ini digunakan untuk membuang air dan kotoran dari dalam tubuh Anda menuju kantong koleksi, yang disebut kantung kolostomi.

Setelah eksenterasi panggul, vagina Anda dapat dibangun kembali dengan kulit dan jaringan dari bagian tubuh lainnya. Ini artinya Anda dapat kembali melakukan seks setelah prosedur, meski mungkin diperlukan beberapa bulan sampai Anda merasa cukup fit untuk melakukannya.

 

Anda dan dokter harus memilih pengobatan yang sesuai untuk Anda. Pertimbangkan antara manfaat dan risikonya sebelum memutuskan. Anda dapat menanyakannya pada penyedia layanan kesehatan untuk informasi lebih lanjut.

 

 

 

Operasi Pengobatan Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Pemicu Kanker Rahim

Faktor Pemicu Kanker Rahim

 

Faktor Pemicu Kanker Rahim

Para wanita harus lebih waspada terhadap kesehatan rahimnya karena selain kanker serviks, kanker rahim pun mampu membahayakan nyawa. Mungkin kita akan menjadi penasaran apa-apa saja yang menyebabkan kanker rahim di dalam tubuh. Meski belum secara jelas diketahui, berikut di bawah ini bisa dilihat apa saja yang menaikkan faktor pemicu kanker rahim:

 

  1. Usia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, usia seorang wanita yang masuk 50 tahun malah lebih besar faktor pemicu kanker rahim. Apalagi setelah masa menopause, risiko akan menjadi lebih meningkat dari sebelum menopause. Maka check up ke dokter secara rutin sangat dianjurkan sehingga kanker dan penyebarannya bisa diketahui dini.

 

  1. Terapi Penggantian Hormon Estrogen

Pernah mendengar jenis terapi ini? Terapi ini memang ada dan sebaiknya terapi jenis ini diberikan cukup pada para wanita yang telah menempuh proses histerektomi. Apabila masih ada rahimnya atau belum diangkat, maka terapi hormon kombinasi antara progesteron dan estrogen dapat dilakukan demi membuat faktor pemicu kanker rahim berkurang.

 

  1. Pajanan terhadap Estrogen

Para wanita wajib untuk berhati-hati dan selalu waspada akan tingginya faktor pemicu kanker rahim, apalagi kalau tingkat pajanan terhadap estrogen makin tinggi. Sesudah menopause, akan terjadi perhentian produksi hormon progesteron, sementara produksi hormon estrogen tetap jalan meski memang terjadi penurunan kadar secara drastis. Setelah menopause selesai, faktor pemicu kanker rahim lebih tinggi karena adanya peningkatan kadar hormon estrogen yang tak seimbang dengan hormon progesteron.

Tapi para wanita yang mulai datang bulan di usia yang sangat mudah juga perlu khawatir karena risiko mereka mengalami kanker rahim pun cukup tinggi. Ini dikarenakan peristiwa pajanan estrogen terjadi lebih lama bila membandingkannya dengan mereka yang datang bulan lebih lambat atau yang melalui masa menopause di umur yang seharusnya. Maka dari itu, penting untuk memeriksakan kondisi tubuh serta mengikuti perkembangan normal tidaknya hormon dalam tubuh agar terdeteksi awal apakah ada ketidakberesan di sana.

 

  1. Pemakaian Tamoksifen

Tamoksifen adalah sejenis obat yang memiliki kemampuan dalam menaikkan faktor pemicu kanker rahim untuk para pengonsumsinya. Tentu saja setiap obat yang kita konsumsi selalu memberikan efek samping, namun satu obat dan lainnya memberikan efek samping serta faktor pemicu kanker rahim yang berbeda. Bagi para wanita yang merasa mengonsumsi tamoksifen, kewaspadaan harus ditingkatkan karena kanker rahim dapat menyerang.

 

  1. Diabetes Tipe 2

Wanita dengan risiko diabetes tipe 2 memiliki potensi terjangkit kanker rahim lebih tinggi juga daripada para wanita tanpa risiko diabetes. Maka bila memang merasa mempunyai risiko tersebut, sebaiknya langsung coba pastikan dengan memeriksakan diri ke dokter karena kondisi rahim dalam hal ini termasuk terancam.

 

  1. Belum Pernah Mengalami Kehamilan

Kadar estrogen lebih rendah dari kadar progesteron di saat wanita sedang hamil dan itulah yang membuat faktor pemicu kanker rahim lebih tinggi menyerang wanita-wanita yang belum pernah mengalami proses kehamilan. Jadi tak ada salahnya rajin kontrol kesehatan selama belum hamil untuk mengecek kondisi rahim kita.

 

  1. Sivarium Polisistik

Bagi para wanita yang mengidap sindrom jenis ini, atau yang juga kita kenal dengan istilah ovarium polisistik, faktor pemicu kanker rahim menjadi lebih tinggi. Mengapa demikian? Alasannya adalah karena wanita dengan sindrom ini bakal lebih tinggi pajanannya akan kadar estrogen yang artinya juga menaikkan potensi rahim diserang sel-sel kanker.

 

  1. Obesitas

Bahaya obesitas tak hanya sebatas pada penyakit kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, jenis-jenis penyakit jantung yang mematikan, asam urat, atau bahkan stroke. Obesitas pun mampu menaikkan faktor pemicu kanker rahim pada wanita. Kelebihan berat badan adalah hal yang sebenarnya bisa diatasi dengan melakukan diet sehat dan seimbang secara benar, jadi tidak ada alasan bahwa kita tak mampu mengendalikan bobot tubuh.

 

Bahkan diketahui bahwa wanita dengan kelebihan berat tubuh malah memiliki kadar estrogen yang jauh lebih tinggi dan inilah faktor yang otomatis menaikkan faktor pemicu kanker rahim bahkan bisa lebih dari 2 kali. Sebabnya adalah karena hormon estrogen terproduksi lebih banyak oleh jaringan lemak yang menumpuk di dalam tubuh.

 

 

 

Faktor Pemicu Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pemicu Kanker Serviks

Pemicu Kanker Serviks

Pemicu Kanker Serviks

Pemicu kanker serviks dapat berasal dari eksternal dan internal tubuh kita, pola hidup, kebiasaan, sampai faktor pernikahan dapat menjadi faktor yang memainkan peranan penting terhadap kanker serviks. Saya sendiri beberapa waktu lalu telah berkonsultasi pada dokter kandungan untuk mengkonfirmasi mengenai penyebab detilnya. Dengan informasi tersebut dan di bantu dengan referensi dari berbagai situs kesehatan dunia, saya mencoba merincikannya melalui artikel ini.

 

Faktor pemicu kanker serviks paling utama ada, jadi Anda harus waspada faktor di bawah ini agar terhindar dari jenis kanker mematikan ini.

 

  1. Human Papilloma Virus (HPV)

Pemicu kanker serviks paling utama infeksi dari virus HPV. HPV merupakan virus yang menjadi pemicu kanker serviks utama yang paling mematikan di dunia, tercatat lebih dari 99 % kasus kanker serviks terjadi setelah terinfeksi virus HPV / Human Papillomavirus. HPV sebenarnya adalah kumpulan dari berbagai virus, bukan virus tunggal setidaknya jenisnya terdiri dari lebih 100 jenis virus. Hanya ada beberapa yang dapat menyebabkan kanker serviks : HPV 16, HPV 18, HPV 31, HPV 33, HPV 45.

 

  1. Banyaknya Pasangan Seks

Pemicu kanker serviks kedua adalah banyaknya pasangan yang memungkinkan Anda terinfeksi risiko tertular HPV. Punya banyak pasangan seks akan menjadi salah satu pemicu kanker serviks, infeksi virus HPV akan semakin tinggi menyasar diri Anda. Setia pada pasangan / istri dan mendekatkan diri dengan agama dan Tuhan sedikit banyak akan membantu Anda mengurangi risiko tersebut.

 

  1. Kebiasaan Merokok

Wanita perokok dua kali lipat lebih rentan terkena kanker serviks dibandingkan dengan non perokok, zat yang terdapat pada rokok merupakan pemicu kanker serviks, terutama kanker paru paru. Apa kaitan merokok dengan kanker serviks? Riset telah menunjukkan bahwa zat tembakau terdapat pada lendir leher rahim perempuan yang merokok (perokok aktif). Periset juga percaya bahwa zat ini dapat membantu meningkatkan kerusakan sel DNA yang terdapat dalam leher rahim wanita sehingga dapat menyebabkan faktor pemicu kanker serviks semakin tinggi.

 

  1. Hubungan Seksual Usia Dini

Ada yang bilang bahwa pemicu kanker serviks adalah menikah usia dini, pemahaman tersebut mungkin harus lebih dispesifikasikan menjadi hubungan seksual usia dini. Jika Anda pernah melakukan hubungan seksual pada usia yang masih muda (di bawah 17 tahun) dimana sel belum bertumbuh dengan sempurna, maka Anda memiliki resiko 2x lebih besar terserang kanker serviks.

 

  1. Penggunaan Pil KB

Pemicu Kanker ServiksPenggunaan jangka panjang pil KB akan berdampak pada kesehatan Anda, dari berbagai riset menunjukkan bahwa konsumsi pil KB lebih dari 5 tahun dapat menjadi pemicu kanker serviks. Untuk menekan risiko ini, pastikan bahwa Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan agar menjelaskan pil yang tidak berbahaya bagi rahim Anda. Sebaiknya dicari alternatif yang lebih baik selain penggunaan pil KB agar terhindar jangka panjang dari kanker serviks.

 

  1. Banyaknya Anak dan Kapan Pertama Memiliki Anak

Ibu yang memiliki 7 anak atau lebih memiliki faktor pemicu kanker serviks lebih tinggi di bandingkan dengan yang jumlahnya di bawah 7. Apakah hubungan dari banyak dengan kanker serviks ? walaupun belum ada bukti empiris nyata, namun peneliti yakin dari responden riset yang mereka lakukan. Hal ini mungkin karena adanya sistem imun yang berpengaruh serta leher rahim yang rentan terkena infeksi dari banyaknya jumlah anak.

Namun faktor pemicu kanker serviks paling penting dari penelitian ini adalah kapan Anda memiliki anak pertama? jika Anda memiliki anak pertama pada usia yang sangat dini, tentu Anda telah berhubungan pada usia dini, yang menyebabkan Anda lebih tinggi faktor pemicu kanker serviks.

 

  1. Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga juga menentukan tingginya potensi terkena kanker serviks, ibu, dan saudara perempuan termasuk dalam kategori tersebut. Setidaknya risiko meningkat 2x lipat di bandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga. Mengapa bisa ? Pemicu kanker serviks ini dikarenakan biasanya dalam riwayat keluarga terdapat sistem imun yang sama, daya tahan tubuh serta faktor terinfeksi yang sama.

 

  1. Kemiskinan & Pengetahuan Mengenai Kanker Serviks

Mengapa kemiskinan menjadi salah satu faktor pemicu kanker serviks? setidaknya penelitian yang dilakukan di Inggris menyebutkan bahwa 1% dari berbagai kasus kanker ini disebabkan oleh ketidakmampuan dalam melakukan tes pap smear, yang menyebabkan lambat ditangani sehingga telah berdampak serius. Selain itu pengetahuan mengenai prosedur pencegahan kanker serviks serta cara deteksi dini mengenai seluk beluknya menjadi pemicu kanker serviks tersendiri banyaknya kematian akibat baru diketahui setelah mencapai stadium lanjut.

 

 

Pemicu Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pemicu Kanker Ovarium

Pemicu Kanker Ovarium

Pemicu Kanker Ovarium

Pemicu Kanker Ovarium – Kanker ovarium menjadi kanker kedelapan yang paling umum terjadi pada wanita, sekaligus menduduki peringkat kelima sebagai penyebab kematian wanita akibat kanker. Kanker ovarium merupakan ‘silent killer’, yang berarti gejalanya seringkali tidak muncul pada stadium awal perkembangannya. Gejala kanker ovarium seringkali baru ditemukan pada stadium selanjutnya dimana pada saat itu kanker ovarium sudah sulit disembuhkan. Seandainya pun disertai dengan gejala awal, seperti masalah kencing, sakit perut atau kembung, gejala-gejala ini juga seringkali disangka sebagai gejala penyakit lain dan diabaikan.

 

Gejala Kanker Ovarium

Gejala kanker ovarium yang paling umum adalah buncit atau kembung di perut, perasaan tertekan atau nyeri di daerah panggul, sakit perut, gangguan makan atau perasaan penuh pada perut, dan gejala kencing seperti sering buang air kecil atau kandung kemih yang selalu terasa berisi. Gejala lainnya dari kanker ovarium, antara lain sembelit, nyeri saat berhubungan badan, perubahan siklus menstruasi atau perdarahan diantara 2 periode menstruasi, sakit punggung, dan lemah.

Namun bagaimanapun juga, gejala-gejala ini terbilang masih umum, dan kadangkala disebabkan karena gangguan kesehatan lain yang tidak berbahaya ketimbang kanker ovarium, sehingga banyak yang mengabaikannya.

 

Tipe Kanker Ovarium

Teridentifikasi lebih dari 30 tipe dan subtipe kanker ovarium pada wanita. Tapi sebagian besar para ahli mengelompokkannya dalam satu dari 3 kategori:

  • Tumor epitel. Berasal dari sel-sel epitel atau permukaan yang melapisi ovarium. Tipe ini yang paling umum, sekitar 90% dari seluruh kanker ovarium.
  • Tumor sel germinal. Berasal dari sel-sel ovarium yang akhirnya menjadi telur. Biasanya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Tumor yang sering dapat disembuhkan ini mengisi sekitar 3% dari seluruh kasus kanker ovarium di negara-negara berkembang.
  • Sex cord-stromal tumors. Mengisi sekitar 5% dari seluruh kanker ovarium. Berasal dari sel-sel yang berubah menjadi jaringan ikat di dalam ovarium.

 

Pemicu Kanker Ovarium

Penyebab pasti kanker ovarium belum diketahui. Para ahli menganalisa beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker ovarium, meski para ahli ini sendiri belum menemukan alasan pemicu kanker ovarium tersebut bisa meningkatkan risiko kanker ovarium. Pemicu kanker ovarium tersebut adalah:

 

  1. Berusia lebih dari 50 tahun

Wanita yang berusia lebih dari 50 tahun lebih berisiko dari wanita usia di bawahnya. Sebagian besar pemicu kanker ovarium berkembang setelah menopause. Para ahli berspekulasi bahwa perubahan tingkat hormonlah yang menjadi pemicunya, ditambah para wanita yang sudah tua telah mengalami siklus ovulasi yang banyak sepanjang hidup mereka. Memang kasus wanita dibawah usia 40 tahun yang terkena kanker ovarium cukup jarang, tapi ingatlah bahwa kanker ovarium tidak mengenal batasan usia.

 

  1. Obesitas atau kelebihan berat badan

Wanita yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 30 atau lebih, maka lebih berisko terkena pemicu kanker ovarium. Ada sebuah teori, bahwa sel lemak mengandung estrogen lebih banyak dari sel-sel lain, meskipun belum diketahui bagaimana peningkatan estrogen ini memainkan peran dalam hal ini.

 

  1. Belum pernah hamil

Wanita yang belum pernah melahirkan atau punya anak dalam sejarah reproduksinya rupanya malah tidak aman. Pemicu Kanker OvariumPemicu kanker ovarium ini malah memperbesar risiko seorang wanita dalam mengidap penyakit kanker ovarium. Bagi para wanita yang kiranya tidak dikaruniai anak, sebaiknya memang harus check up ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh supaya bisa terhindar dari kemungkinan serangan kanker ovarium dan kanker rahim.

 

  1. Terapi penggantian hormon estrogen

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menjalani terapi penggantian estrogen pasca menopause mengalami peningkatan pemicu kanker ovarium, terutama jika menggunakan estrogen tunggal (tanpa progesteron) selama 5 tahun atau lebih.

 

  1. Genetik

Ada keluarga yang pernah terkena pemicu kanker ovarium, payudara atau kanker usus besar akan meningkatkan risiko kanker ovarium. Penelitian menyebutkan bahwa 10% dari kanker ovarium memiliki kecenderungan warisan dari keluarga. Risiko akan semakin meningkat jika semakin banyak keluarga yang terkena kanker ovarium.

 

  1. Mutasi gen

Ada keluarga yang terkena kanker dari mutasi (perubahan) gen, misalnya BRCA1 dan BRCA2, juga akan meningkatkan risiko pemicu kanker ovarium dan kanker payudara. Mutasi gen yang meningkatkan risiko kanker usus besar, juga dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.

 

  1. Diet tinggi daging

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang diet rendah lemak atau diet tinggi sayuran memiliki risiko pemicu kanker ovarium yang lebih rendah dibandingkan mereka yang diet tinggi lemak (khususnya lemak hewan) dan rendah sayuran.

 

  1. Kebiasaan merokok

Merokok adalah kebiasaan yang bakal memicu kanker paru-paru serta kanker tenggorokan, tapi ternyata efek buruknya tak hanya sampai di situ, bahkan seorang wanita berpeluang mengalami kanker ovarium ketika ia punya kebiasaan merokok

 

Mengungkapkan pemicu kanker ovarium tidaklah semudah penyakit jantung atau kanker payudara, karena penyakit ini belum lama diteliti secara intensif. Jika Anda menemukan gejala yang Anda curigai maka segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat Anda. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Pemicu Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Indikasi Kanker Serviks

Indikasi Kanker Serviks

Indikasi Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian utama wanita. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, setiap dua menit seorang perempuan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) ini.

Di Indonesia, angka kasus kanker serviks juga cukup tinggi. Setiap hari tak kurang 40 orang wanita di Indonesia terdiagnosa penyakit ini. Tak pelak Kementerian Kesehatan menempatkan kanker serviks sebagai penyakit ‘pembunuh’ wanita nomor satu di negeri ini.

Banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebab kanker serviks tersebut, jika Anda didiagnosa oleh dokter mungkin Anda bisa mengetahui apa saja indikasi kanker serviks yang mungkin terjadi pada Anda, antara lain:

 

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi

Bercak darah atau pendarahan biasanya ringan, ini merupakan indikasi kanker serviks awal yang perlu dicurigai. Memang tidak semua pendarahan di luar jadwal menstruasi disebabkan oleh kanker serviks. Indikasi kanker serviks ini juga bisa terjadi ketika seorang wanita mengalami stress, kondisi kurang fit, menggunakan kontrasepsi, gejala keguguran, dan lain-lain. Namun sebagai langkah kehati-hatian maka kita harus menyikapi pendarahan ini sebagai kecurigaan kita terhadap indikasi kanker serviks apalagi disertai dengan gejala lainnya seperti dijelaskan di bawah ini.

 

  1. Menstruasi lebih panjang dari biasanya

Jika biasanya durasi haid selama 5-7 hari, namun pada seorang wanita yang dicurigai adanya masalah pada rahim maka menstruasi bisa lebih panjang. Misalnya saja adanya tumor atau keganasan, termasuk kanker mulut rahim (serviks), dan juga gangguan pembekuan darah. Darah menstruasi juga akan keluar lebih banyak dari biasanya menandakan adanya perubahan pada lapisan rahim dan bisa jadi ini menjadi indikasi kanker serviks. Maka periksakanlah ke dokter untuk mencari penyebab pastinya.

 

  1. Mudah terjadi pendarahan

Indikasi Kanker ServiksKetika mulut rahim atau serviks mengalami suatu perubahan menjadi ganas, maka jaringan tersebut menjadi rapuh dan mudah berdarah. Oleh sebab itu sentuhan yang biasanya tidak menimbulkan perdarahan pada orang normal, bisa terjadi pendarahan pada kanker serviks. Sentuhan yang dimaksud bisa berupa berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir.

 

  1. Nyeri selama berhubungan seksual

Jaringan serviks yang mengalami keganasan juga lebih sensitif karena proses peradangan dan kematian sel (nekrosis). Oleh sebab itu indikasi kanker serviks yang dialami akan mudah terasa nyeri ketika tersentuh.

 

  1. Nyeri di sekitar panggul

Indikasi kanker serviks ini sering tak terduga, hampir sama dengan alasan di atas. Rasa tak nyaman dan nyeri di sekitar panggul terjadi akibat proses peradangan pada leher rahim.

 

  1. Keputihan yang tidak biasa

Maksud dari keputihan disini yaitu keluarnya cairan selain darah yang keluar dari jalan lahir. Cairan yang dimaksud bisa berupa lendir-lendir atau bercampur nanah, atau bahkan darah kotor.

 

  1. Kehilangan nafsu makan

Hampir pada semua jenis kanker, membuat penderitanya tidak nafsu makan. Hal ini lantaran zat-zat toksin yang dihasilkan oleh sel-sel kanker, atau bahkan efek samping dari kemoterapi. Jadi ini bukanlah indikasi kanker serviks yang khas.

 

  1. Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas

Tidak hanya sebagai indikasi kanker serviks. Chahexia atau badan kurus karena kanker juga bisa terjadi pada penyakit kanker apa saja. Jadi ini merupakan ciri umum kanker, bukan indikasi kanker serviks yang khusus.

 

  1. Kelelahan

Rasa kelelahan yang berlebihan dan juga lemah terjadi karena kekurangan darah akibat pendarahan seperti dijelaskan sebelumnya. Namun juga bisa terjadi akibat zat-zat beracun yang dihasilkan oleh sel kanker.

 

  1. Sakit punggung

Bisa terjadi akibat kanker yang sudah menyebar pada tulang punggung. Jadi pasien akan merasakan nyeri punggung tanpa alasan yang jelas, misalnya akibat cedera atau angkat beban.

 

  1. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki

Ketika kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang ada pada lipat paha, maka terjadilah pembengkakan pada kaki. Indikasi kanker serviks ini terjadi akibat terhambatnya aliran limfatik (getah bening). Kaki bengkak juga bisa terjadi akibat gagal ginjal.

 

  1. Mudah mengalami patah tulang

Indikasi kanker serviks yang tak terduga ini terjadi akibat penjalaran kanker ke tulang. Tulang yang terkena kanker akan lebih rapuh dan mudah patah meskipun terkena benturan ringan.

 

 

Indikasi Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara mencegah kanker serviks yang paling ampuh adalah dengan melakukan test dan screening serviks untuk mengetahui kondisi virus HPV. Virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks ini menyebar akibat infeksi pada kelamin yang menular dengan cara hubungan seksual. Saat ini kanker serviks menjadi penyakit kanker dengan urutan pertama yang berbahaya dan banyak di derita perempuan di dunia. Hal ini dikarenakan kanker serviks sangat sulit dideteksi sejak awal, kebanyakan kanker serviks diketahui setelah tumor tumbuh dalam stadium lanjut. Namun terjadinya kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, berikut ini beberapa cara mencegah kanker serviks yang bisa dilakukan :

 

  1. Melakukan Pap Smear

Cara mencegah kanker serviks yang paling umum adalah dengan melakukan tes pap smear. Papsmear adalah alat skrining untuk mendeteksi adanya kanker serviks. wanita seharusnya mulai melakukan tes mencegahan kanker serviks sejak berusia 21 tahun. Wanita yang berusia 21 hingga 29 tahun setidaknya menerima tes pap smear setiap 3 tahun. Tes pap smear merupakan tindakan medis untuk memeriksa leher rahim hingga panggul rahim. Ini dilakukan agar kanker serviks tidak menyebar dan mencegah sebelum kanker menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Pengujian untuk HPV tidak boleh digunakan untuk skrining jika masih dalam usia 21 sampai 29 tahun, kecuali untuk digunakan ke tahap yang lebih lanjut yaitu tes pap smear yang abnormal. Akan tetapi untuk wanita yang berusia 30-65 tahun diharuskan melakukan tes pap smear dan test HPV setiap 5 tahun. Wanita beresiko tinggi untuk terkena kanker serviks.

 

  1. Melakukan Suntik Vaksin HPV

Vaksinasi sebagai cara mencegah kanker serviks sebaiknya dilakukan sejak awal karena 70-80 % kanker serviks disebabkan adanya infeksi virus HPV tipe 16 dan 18. Vaksin HPV adalah vaksin yang tidak hidup akan tetapi tetap Cara Mencegah Kanker Serviksmelindungi. Perlindungan dari vaksin HPV dapat sangat diharapkan bertahan lama akan tetapi tahap vaksinasi masih memerlukan skrining karena vaksin tidak bisa melindungi semua jenis HPV yang menyebabkan kanker serviks.

Memberikan vaksinasi secara rutin sangat dianjurkan bagi anak perempuan yang berusia 11 atau 12 tahun. Jenis yang direkomendasikan untuk pencegahan kutil pada kelamin bagi anak perempuan adalah vaksin HPV4, yang juga dapat diberikan kepada anak laki-laki yang berusia 9 hingga 26 tahun. Vaksin di berikan sejak usia dini dikarenakan anak perempuan mendapatkan vaksin sebelum hubungan seksual pertama dan juga mereka belum mengetahui HPV. Untuk anak perempuan vaksin dapat mencegah hampir 100%.

 

  1. Berhenti Merokok

Merokok juga salah satu penyebab dari kanker serviks, berhenti merokok atau menghindari asap rokok merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks. Bahaya rokok yang bisa menyebabkan kanker termasuk kanker serviks adalah karena adanya zat yang terkandung dalam rokok terdapat ribuan zat kimia yang bisa membahayakan kesehatan.   Cara Mencegah Kanker Serviks

Salah satu dari zat tersebut adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida. Karbon monoksida yang terdapat pada rokok jika terus menerus dihirup maka akan mengikat hemoglobin darah pada tubuh, kalau hal ini terus berlanjut maka darah akan kehabisan oksigen dan hal ini bisa memicu pertumbuhan sel kanker yang akan menyebar pada penyakit lainnya.

 

  1. Tidak berganti-ganti pasangan dalam hubungan intim

Dalam sebuah penelitian menunjukan bahwa wanita yang memiliki banyak pasangan dalam berhubungan seksual beresiko besar untuk terkena kanker serviks. Dengan berganti pasangan hubungan seksual bisa beresiko besar atas penularan terhadap virus HPV. Penularan virus HPV bisa terjadi jika organ intim bertransmisi satu dengan lainnya jika salah satu diantaranya terinfeksi virus tersebut. Meskipun menggunakan kondom dalam berhubungan, hal tersebut tidak banyak membantu karena dengan sentuhan kulit dengan bakteri yang terkandung seseorang juga dapat terjangkit virus HPV.

Beberapa ilmuan mempelajari efek dari virus HPV yang menular melalui hubungan seksual yang menyebabkan kutil kelamin. Selain itu, beberapa dari virus ini dapat menyebabkan pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim dan kemungkinan besar akan berkembang menjadi serviks. Dengan penelitian yang di lakukan, ilmuan menyimpulkan terdapat faktor lain yang mempengaruhi kanker serviks. Pasalnya wanita yang terinfeksi virus HPV tidak selalu menderita kanker serviks, begitu juga dengan wanita yang menderita kanker serviks tidak selalu ditemukan virus HPV.   Cara Mencegah Kanker Serviks

 

  1. Hidup Sehat

Gaya hidup sehat akan jauh lebih baik dari pada hidup yang tidak teratur. Selain menjaga kesehatan, memiliki gaya hidup yang sehat akan terhindar dari beberapa penyakit yang akan menyerang tubuh, baik itu penyakit ringan maupun penyakit terberat sekalipun. Melakukan gaya hidup sehat sehari-hari dengan memakan makanan sehat kaya akan serat dan vitamin serta melakukan olahraga secara teratur akan dapat meningkatkan kekebalan pada tubuh dengan memenuhi nutrisi untuk tubuh dengan baik yang mengurangi resiko terserang dari segala penyakit. Tidak bisa di pungkiri bahwa cara mencegah kanker serviks yang cukup penting adalah menjaga kesehatan agar kondisi fisik tidak lemah.

 

  1. Menggunakan Alat Kontrasepsi

Nah cara mencegah kanker serviks ini wajib di lakukan agar memberikan efek pencegahan yang efektif karena dapat menghindari dari infeksi virus HPV. Kontak langsung saat berhubungan akan menambah risiko terkena infeksi virus HPV yang merupakan penyebab utama kanker serviks yang harus diwaspadai.   Cara Mencegah Kanker Serviks

 

  1. Cara Mencegah Kanker Serviks Dengan Pendekatan Agama

Cara mencegah kanker serviks dengan pendekatan agama sangat penting dilakukan, mengapa ? kita sama-sama mengetahui bahwa gonta ganti pasangan adalah salah satu penyebab yang mematikan kanker serviks. Nah, dengan kesetiaan pada pasangan dan taat agama tidak pindah-pindah pasangan sangat penting untuk menghindari kanker serviks.

Agama harus di jadikan tameng untuk memberantas penularan virus HPV, karena kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak membunuh di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Siapa saja dapat terkena jenis kanker ini.

 

Jika Anda ingin terhindar dari risiko kanker serviks yang mematikan ini, maka cara mencegah kanker serviks adalah langkah yang tepat untuk mengurangi risikonya. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Cara Mencegah Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Kanker rahim yang merupakan salah satu jenis penyakit kanker paling mematikan merupakan momok menakutkan bagi hampir semua wanita. Selain kanker payudara, kanker rahim merupakan jenis penyakit yang tingkat kematian penderitanya sangat tinggi. Penyakit yang menyerang organ rahim wanita ini perlu mendapatkan penanganan khusus, sama halnya dengan jenis kanker lainnya.

 

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Berbagai metode pengobatan kanker rahim bisa menjadi pilihan bagi setiap wanita yang mengidap penyakit berbahaya ini. Selain pengobatan secara medis, pengobatan kanker rahim secara alami dengan mengunakan ramuan herbal juga perlu untuk dicoba, guna mendapatkan kesembuhan dan terbebas dari penyakit ini. Berikut ini adalah informasi tentang tips alami mengobati kanker rahim dengan menggunakan ramuan herbal yang bisa Anda coba.

 

  1. Tanaman Sarang Semut Papua

Tips alami mengobati kanker rahim yang pertama memakai sarang semut Papua. Mungkin sebagian dari Anda masih belum familiar dengan tanaman sarang semut Papua ini. Sarang semut yang dimaksud disini adalah tanaman berongga tempat semut bersarang yang berasal dari Papua dan secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli disana untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun. Dan sekarang, hasil penelitian modern mendapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, fenolik, dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai antioksidan dan anti-kanker sehingga tepat digunakan untuk pengobatan kanker, tumor, dan benjolan-benjolan abnormal lainnya. Anda bisa membuat air rebusan sarang semut yang dikonsumsi setiap hari selama beberapa bulan. Untuk mengatahui hasil dari pengobatan herbal sarang semut Papua ini, Anda bisa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mengetahui perkembangan kondisi kanker rahim yang Anda derita.

 

  1. Kunyit Putih

Tanaman kunyit putih mempunyai nama latin Curcuma zedoaria. Kunyit putih ini mempunyai banyak sekali khasiat dan manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Beberapa jenis penyakit yang bisa disembukan dengan ramuan herbal kunyit putih adalah keputihan, nyeri haid, kanker, tumor, demam, peluruh keringat, batuk berdarah, keracunan makanan, pereda bau mulut, sakit gigi, gangguan pencernaan, dan masuk angin. Tips alami mengobati kanker rahim dengan ramuan herbal kunyit putih merupakan salah satu cara penyembuhan yang paling banyak digunakan. Penggunaan kunyit putih sebagai tips alami mengobati kanker rahim sebaiknya dikombinasikan dengan tanaman obat lain guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

 

  1. Daun Sirsak

Jenis tanaman herbal lainnya yang juga memiliki khasiat sebagai tips alami mengobati kanker rahim adalah daun sirsak. Penelitian telah membuktikan bahwa sirsak memiliki bahan aktif yang 10,000 kali lebih kuat dari kemoterapi dalam melawan sel-sel kanker.

 

  1. Tanaman Keladi Tikus

Anda sudah pernah mendengar tentang tanaman keladi tikus? Keladi tikus adalah jenis tanaman herbal yang masuk dalam golongan tanaman jenis talas. Di beberapa daerah, tanaman keladi tikus memiliki sebutan yang berbeda-beda, misalnya Rodent Tuber dan Laoshu Yu. Keladi tikus adalah tanaman obat yang berkhasiat untuk mematikan jaringan sel kanker dan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Oleh karena itu, keladi tikus ini sangat ampuh digunakan sebagai tips alami mengobati kanker rahim.

Informasi penting yang perlu Anda ingat, ramuan herbal keladi tikus ini harus segera Anda minum setelah jadi. Jangan menyimpan air hasil perasan keladi tikus ini karena justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

 

  1. Tanaman Tapak Dara

Tanaman tapak dara memiliki kandungan senyawa yang bisa dijadikan tips alami mengobati kanker rahim. Kandungan senyawa tersebut adalah vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat membasmi sel kanker.

 

Itulah tadi beberapa tips alami mengobati kanker rahim dengan mengunakan ramuan herbal dari tanaman dan tumbuhan alami. Tips alami mengobati kanker rahim ini memang tidak memberikan hasil secara instan, namun jika Anda menerapkan tips alami mengobati kanker rahim dengan ramuan diatas secara rutin, maka Anda akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Jangan lupa juga untuk secara rutin melakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan Anda. Semoga informasi tentang tips alami mengobati kanker rahim dengan ramuan herbal ini bermanfaat untuk Anda semua, dan jangan lupa bagikan informasi ini kepada orang terdekat Anda yang membutuhkan.

 

 

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Deteksi Dini Kanker Ovarium

Deteksi Dini Kanker Ovarium

Diagnosis Deteksi Dini Kanker OvariumKanker Rahim

Deteksi Dini Kanker Ovarium – Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh pada indung telur atau ovarium. Penyakit ini menduduki posisi ketujuh di antara jenis-jenis kanker yang paling umum menyerang wanita. Setiap tahunnya, ada sekitar 250.000 kasus kanker ovarium di seluruh dunia, yang menyebabkan 140.000 kematian per tahun.

Prevalensi kasus kanker ovarium di Indonesia memang tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain. Bahkan bila dibandingkan kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara, angka kejadian kanker ovarium di negara ini termasuk rendah. Namun sebenarnya, kanker ovarium sama berbahayanya dengan kanker payudara dan serviks. Bahkan kanker ovarium termasuk silent killer, yang patut diwaspadai. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di 2012, angka kejadian kanker ovarium sekitar 10.000 kasus. Sedangkan di tahun yang sama, ditemukan 50.000-an kasus kanker payudara.

Kanker ovarium tumbuh di dalam ovarium (indung telur), bisa menyerang salah satu atau keduanya. Penyebabnya masih belum dapat dipastikan, tidak seperti kanker serviks, yang disebabkan oleh human papiloma virus (HPV). Selain itu, kanker ovarium tidak menunjukkan gejala khas, dan seringkali menyerupai gejala penyakit lain, seperti gangguan sistem pencernaan.

 

Deteksi Dini Kanker Ovarium

Jika Anda memiliki peluang tinggi terkena kanker ovarium, segera lakukan deteksi dini kanker ovarium secara rutin, Jika Anda telah dicurigai muncul gejala kanker ovarium, lakukan pengobatan tepat waktu, beritahu dokter Anda dan menerima pemeriksaan yang relevan untuk deteksi dini kanker ovarium. Deteksi dini kanker ovarium selain pemeriksaan fisik rutin, juga termasuk metode berikut:

 

  1. Pemeriksaan panggul

Oleh dokter yang berpengalaman, di cek rahim melalui vagina dan bagian lain dari palpasi ovarium untuk menentukan ukuran tumor, sifat, kegiatan, hubungan dengan organ sekitarnya dan sebagainya. Seperti kembung atau massa perut gejala yang jelas, deteksi dini kanker ovarium ini merupakan pemeriksaan yang dapat diterima.

 

  1. Tes darah CA-125

CA-125 digunakan dalam deteksi dini kanker ovarium, pengobatan dan tindak lanjut dan pemantauan epitel deteksi dini kanker ovarium memiliki nilai penting untuk diagnosis adenokarsinoma serosa didiagnosis lebih dari 80%. Namun, CA-125 adalah hasil yang normal tidak selalu berarti kanker ovarium, karena beberapa penyakit ginekologi, seperti akut radang panggul penyakit, endometriosis juga dapat muncul peningkatan hasil CA-125.

 

  1. Biopsi

Biopsi dilakukan dengan mengumpulkan sel sitologi untuk deteksi dini kanker ovarium. Untuk pasien yang di deteksi dini kanker ovarium setelah tes lain tidak bisa, perlu biopsi. Metode pengumpulan biopsi: operasi, laparoskopi, aspirasi jarum halus (FNA).

 

  1. Pencitraan

Tes pencitraan terbagi menjadi tiga bagian, diantaranya:

  • USG vagina: diagnosis kanker ovarium adalah alat skrining penting, dapat menentukan hubungan antara ukuran tumor, sifat, lokasi, dan adanya ascites dan uterus. Untuk kanker ovarium pada populasi berisikoDeteksi Dini Kanker Ovarium tinggi dan ketidaknyamanan atau gejala, seperti perdarahan perut, kami merekomendasikan bahwa cek ini.
  • CT dan MRI: kanker ovarium untuk menentukan ukuran, sifat, situs metastasis dan menemukan kelenjar getah bening panggul atau aorta meningkat untuk membantu.
  • PET / CT pemeriksaan: dapat digunakan untuk menemukan tumor dan metastasis, dapat digunakan untuk memandu pengobatan, prognosis dan pemantauan hasil pengobatan.

 

  1. IVA Test

IVA test memiliki pengertian inspeksi visual dengan asam asetat adalah suatu metode cara lain yang dapat digunakan untuk mengetahui dan deteksi dini kanker ovarium. Caranya adalah dengan menyemprotkan cairan asam asetat dalam konsentrasi 3% sampai 5% di daerah mulut rahim. Kemudian dari semprotan ini, dilihat apakah terdapat suatu perubahan warna menjadi warna putih ke daerah yang disemprotkan tadi. Bagi wanita yang secara aktif telah sering melakukan hubungan seksual akan sangat disarankan untuk melakukan metode skrining dengan menggunakan cara papsmear maupun dengan IVA test.

 

Jika pengobatan kanker ovarium lebih cepat, semakin baik hasilnya. Jadi deteksi dini kanker ovarium sekali menemukan lesi kanker ovarium, harus mencari nasihat medis sesegera mungkin dan untuk menjaga sikap yang baik, dan secara aktif melawan kanker.

 

 

 

Deteksi Dini Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment