Kanker Rahim Stadium 1

Kanker Rahim Stadium 1

Kanker rahim menjadi salah satu dari 5 jenis kanker yang paling mematikan di dunia. Perlu waspada akan hal ini di mana kanker rahim merupakan kondisi terjadinya pertumbuhan tidak normal di area dinding rahim. Pencegahan menjadi salah satu kunci untuk menghindari penyakit ini.

Resiko penyakit kanker rahim akan meningkat sejak seorang wanita menginjak usia 45 tahun. Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada semakin banyak wanita muda yang divonis mengidap kanker rahim, dalam tahun-tahun belakangan ini. Kanker Rahim adalah sejenis kanker yang penyebab utamanya adalah serangan dari virus HPV atau Human Papiloma Virus onkogenik yang menyerang area rahim.

HPV sendiri adalah jenis virus dengan ukuran 55 mm dengan 100 tipe, yang menyerang bagian kulit, membuatnya infeksi, kemudian menyerang bagian sistem kekebalan tubuh. Dalam sebuah penelitian bahkan menyebutkan, bahwa infeksi dari virus HPV bertanggung jawab atas semua penyakit kanker rahim di dunia.

Pada tahapan kanker digolongkan dengan stadium dalam kanker. Hal ini dapat membantu prospek pemulihan dan jenis pengobatan yang dilakukan. Kanker rahim stadium awal yaitu stadium 1 dan 2. Dimana ukuran tumor kurang dari 4 cm yang dilakukan dengan radikal histerektomo atau dengan melakukan radioterapi. Sedangkan apabila ukuran kanker sudah melebihi 4 cm maka dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi yang berbasis histerektomi, cisplatin atau juga yang berbasis cisplatin dan histeroktomi.

Kanker Rahim Stadium 1Gejala Kanker Rahim  Apa Saja ?

Keputihan yang disertai darah

Keputihan atau cairan vagina lainnya memang mungkin terjadi. Keputihan atau cairan vagina yang tidak berwarna dan tidak berbau menjadi salah satu ciri yang normal. Namun, kanker rahim biasanya menimbulkan cairan vagina yang diikuti dengan darah. Biasanya cairan vagina yang keluar juga menjadi lebih encer.

Cairan vagina berbau

Cairan vagina berbau memang menandakan ada yang tidak normal. Salah satunya ialah tanda bahwa mengalami kanker rahim. Menjaga kebersihan vagina menjadi salah satu pencegahan terjadinya kanker rahim. Jika sudah mengalami tanda bau yang semakin tidak normal, perlu melakukan tes lanjutan ke dokter.

Pendarahan pada vagina

Pendarahan memang menjadi tanda-tanda umum bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Pendarahan yang terjadi pada luar tubuh biasanya menjadi tanda bahwa terjadi pendarahan di dalam tubuh, juga perlu waspada sebab pendarahan pada vagina biasanya menyerupai dengan menstruasi. Jika merasa waktu menstruasi terlalu panjang, perlu memeriksakan diri ke dokter.

Masalah pada saluran kemih

Gejala kanker rahim juga datang ketika buang air kecil. Secara normal, pipis merupakan hal alamiah yang terjadi pada manusia dan tidak menimbulkan rasa sakit. Biasanya, akan merasa sakit saat pipis. Selain itu, juga tidak bisa menahan pipis sebentar saja karena merasa kesakitan ketika menahannya.

Masalah pada buang air besar

Tidak hanya saat pipis, kanker rahim juga menimbulkan gejala saat buang air besar. Biasanya mengalami kesulitan buang air besar. Selain itu, terjadi nyeri di punggung ataupun bagian rahim ketika melakukan buang air besar. Nyeri punggung dan perut bagian bawah ini juga mungkin muncul tanpa alasan.

Pembengkakkan pada kaki

Pembengkakkan kaki yang menjadi gejala kanker rahim biasanya tidak didahului dengan gejala-gejala tertentu. Biasanya, pembengkakkan kaki diikuti dengan kesemutan. Namun, jika menjadi gejala kanker rahim tiba-tiba mengalami kaki bengkak. Sebenarnya banyak alasan mengapa kaki bisa bengkak. Namun, tidak ada salahnya jika melakukan pemeriksaan jika mengalami hal ini.

Langkah terbaik yang bisa dilakukan agar tidak terserang kanker rahim adalah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan berikut ini:

  • Jangan terlalu sering mencuci vagina dengan antiseptik.
  • Jangan menaburkan bedak pada vagina.
  • Jauhi rokok dan orang yang merokok.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan.
  • Menghindari makanan yang mengandung karsinogen (zat pemicu kanker) seperti yang banyak mengandung pengawet.
  • Konsumsi makanan/minuman/buah yang mengandung betakaroten dan antioksidan.
  • Tidak melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun.
  • Hubungan seks idealnya dilakukan ketika sel-sel mukosa sudah matang. Pada usia muda, sel”“sel mukosa umumnya belum matang sehingga rentan terhadap rangsangan dari luar, termasuk zat-zat kimia yang di bawa oleh sperma. Akibatnya, sel mukosa dapat berubah sifat menjadi kanker.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Memeriksakan diri ke dokter secara teratur.

Kanker Rahim Stadium 1

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*