Kanker Rahim Pencegahannya

Kanker Rahim Pencegahannya

Kanker Rahim – Kanker Rahim adalah sejenis kanker yang penyebab utamanya adalah serangan dari virus HPV atau Human Papiloma Virus onkogenik yang menyerang area rahim. HPV sendiri adalah jenis virus dengan ukuran 55 mm dengan 100 tipe, yang menyerang bagian kulit, membuatnya infeksi, kemudian menyerang bagian sistem kekebalan tubuh. Dalam sebuah penelitian bahkan menyebutkan, bahwa infeksi dari virus HPV bertanggung jawab atas semua penyakit kanker rahim di dunia.

Kanker rahim menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320.000 wanita pada tahun 2012. Di Indonesia sendiri, kanker rahim tidak termasuk ke dalam sepuluh besar kanker yang menyerang wanita. Pada tahun 2002, terhitung ada sekitar 17,500 wanita di Indonesia yang menderita kanker rahim.

Kanker Rahim Pencegahannya

Kanker Rahim Pencegahannya

FAKTOR PEMICU KANKER RAHIM

Penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker rahim. Beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan hormon yang tidak seimbang adalah:

  • Menopause yang terlambat.
  • Terapi penggantian hormon.
  • Penggunaan tamoksifen jangka panjang.
  • Karena penyebabnya yang belum diketahui, langkah pencegahan yang pasti untuk kanker rahim juga tidak ada. Meski demikian, langkah-langkah untuk mengurangi risikonya tetap ada. Misalnya:
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Memperbanyak konsumsi kedelai.
  • Penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya pil KB kombinasi.

PENCEGAHAN KANKER RAHIM

1.Gaya hidup yang sehat

Gaya hidup sehat jelas dapat menghindari berbagai serangan penyakit seperti kanker. Caranya bisa dengan memakan makanan yang sehat serta olahraga secara teratur dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadab beberapa penyakit. Faktor nutrisi juga dapat mengatasi masalah kanker rahim. Penelitian mendapatkan hubungan yang terbalik antara konsumsi sayuran berwarna hijau tua dan kuning (banyak mengandung beta karoten atau vitamin A, vitamin C dan vitamin E) dengan kejadian kanker serviks. Artinya semakin banyak makan sayuran berwarna hijau tua dan kuning, maka akan semakin kecil risiko untuk kena penyakit kanker rahim.

  1. Menghindari Seks Di usia Muda

Menghindari berbagai faktor risiko kanker rahim. Salah satunya yaitu hubungan seks pada usia muda, pernikahan pada usia muda, dan berganti-ganti pasangan seks. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu pasangan saja.

3.Pemeriksaan Pap smear

Wanita usia di atas 25 tahun, telah menikah, dan sudah mempunyai anak perlu melakukan pemeriksaan pap smear setahun sekali atau menurut petunjuk dokter. Pemeriksaan Pap smear adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks dan kanker rahim . Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat, tidak sakit dengan biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat. Disarankan untuk melakukan tes Pap setelah usia 25 tahun atau setelah aktif berhubungan seksual dengan frekuensi dua kali dalam setahun. Bila dua kali tes Pap berturut-turut menghasilkan negatif, maka tes Pap dapat dilakukan sekali setahun. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

  1. Pilih kontrasepsi dengan metode barrier

Pilih kontrasepsi dengan metode barrier, seperti diafragma dan kondom, karena dapat memberi perlindungan terhadap kanker rahim.

Kanker Rahim Pencegahannya

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*