Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

 

Kanker Rahim, Rahim merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi wanita. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ ini adalah kanker rahim. Jenis kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium. Kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri. Tetapi jenis penyakit ini sangat jarang terjadi.

Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

Kanker  rahim adalah jenis penyakit paling menakutkan bagi wanita. Bagaimana tidak, dengan berkembangnya kanker pada rahim akan membuat seorang wanita menjadi tidak dapat hamil, dan yang lebih parah menyebabkan kematian.

Yang lebih menakutkan adalah hasil sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga peduli kanker, jumlah penderita kanker pada rahim adalah sepertiga dari seluruh penyakit kanker yang berkembang di Indonesia. Tidak hanya itu, data dari WHO atau World Health Organization menyebutkan bahwa, ribuan wanita meninggal setiap tahunnya akibat menderita penyakit kanker pada rahim, sekaligus menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia.

Resiko kanker rahim akan meningkat sejak seorang wanita menginjak usia 45 tahun. Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada semakin banyak wanita muda yang divonis mengidap kanker rahim, dalam tahun-tahun belakangan ini.

Gejala Kanker Rahim

Banyak wanita menunjukkan beberapa atau semua ciri kanker rahim berikut ini dalam kesehariannya. Hal ini sangat penting untuk memahami bahwa gejala dibawah ini mungkin tanda-tanda penyakit kanker jika terjadi secara terus menerus. Namun tidak berarti Anda bisa sebegitu mudahnya mendiagnosa sebuah penyakit kanker.

  • Perut kembung.
  • Siklus menstruasi yang tidak wajar.
  • Sakit kepala secara terus menerus.
  • Penurunan erat badan yang tidak biasa.
  • Sering terkena gangguan tidur (insomnia).
  • Frekuensi buang air kecil yang semakin meningkat.
  • Nyeri di sekitar areal abdomen.
  • Kesulitan makan atau merasa kenyang dengan cepat.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sakit pada punggung dan pinggul.
  • Nyeri sesaat dan setelah hubungan seksual.
  • Sering merasakan sembelit yang menyiksa.

Faktor Resiko Pemicu Kanker Rahim

Penyebab kanker pada rahim belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker pada rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker pada rahim.

Beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan hormon yang tidak seimbang adalah:

  • Menopause yang terlambat.
  • Terapi penggantian hormon.
  • Penggunaan tamoksifen jangka panjang.

Karena penyebabnya yang belum diketahui, langkah pencegahan yang pasti untuk kanker rahim juga tidak ada. Meski demikian, langkah-langkah untuk mengurangi risikonya tetap ada. Misalnya:

  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Memperbanyak konsumsi kedelai.
  • Penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya pil KB kombinasi.

Pengobatan Untuk Kanker Rahim

Pilihan dalam pengobatan kanker pada rahim sangat bergantung pada tahap perkembangan penyakit tersebut serta status kesehatan pasien. Tetapi langkah yang umumnya dianjurkan adalah operasi pengangkatan rahim, atau istilah medisnya histerektomi.

Langkah penanganan untuk melenyapkan sel-sel kanker serta mencegah penyebarannya juga mungkin akan Anda jalani. Langkah-langkah ini meliputi radioterapi, kemoterapi, serta terapi hormon.

Selain dengan pengobatan kanker rahim di atas, pengobatan dan pencegahannya juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*