Kanker Rahim Adalah

Kanker Rahim Adalah

Kanker RahimKanker rahim merupakan penyakit yang berbahaya. Gejala yang paling umum terjadi dalam kanker rahim adalah pendarahan vagina. Diperkirakan sekitar 9 dari 10 penderita kanker rahim mengalami indikasi ini. Meski tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu untuk berwaspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika ini terjadi.

Gejala-gejala yang Anda bisa waspadai sejak awal, antara lain adanya pendarahan vagina yang terjadi di luar siklus menstruasi atau bahkan setelah menopause. Rasa sakit yang timbul juga perlu diperhatikan, seperti sakit pada panggul atau ketika Anda berhubungan seksual. Secara fisik, Anda bisa kenali gejala yang muncul dengan adanya benjolan di perut bawah atau tanpa sebab yang jelas terus kehilangan berat badan. Para wanita yang mengalami gejala-gejala di atas harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah memang disebabkan oleh kanker rahim atau bukan. Namun apa pun penyebabnya, perlu dilakukan diagnosis dan pengobatan secepatnya.

Kanker Rahim Adalah

Gejala Kanker Rahim yang Perlu Kamu Waspadai.

  • Terjadinya perdarahan rahim yang abnormal. Meski tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi kamu harus tetap berwaspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika ini terjadi.
  • Mengalami siklus menstruasi yang abnormal.
  • Terjadi perdarahan di antara 2 masa siklus menstruasi.
  • Terjadi perdarahan vagina (spotting) pasca menopause.
  • Perdarahan dalam waktu yang lama, berat, dan sering, pada perempuan usia di atas 40 tahun.
  • Rasa nyeri perut bagian bawah atau kram panggul.
  • Keluarnya cairan putih encer dan jernih pada perempuan pasca menopause.
  • Sulit buang air kecil.

Gejala Kanker Rahim yang bisa kamu waspadai sejak awal, antara lain:

Gejala kanker rahim yang harus kamu waspadai diantaranya adalah, adanya pendarahan vagina yang terjadi di luar siklus menstruasi atau bahkan setelah menopause. Rasa sakit yang timbul juga perlu diperhatikan, rasa nyeri bagian bawah atau kram pada panggul, kamu bisa mengenali gejala yang muncul dengan adanya benjolan di perut bawah atau tanpa sebab yang jelas kamu terus kehilangan berat badan.

Pengobatan Kanker Rahim

Ada bermacam-macam metode pengobatan untuk kanker rahim.

Kemoterapi

Kemoterapi biasanya digunakan untuk penderita kanker rahim pada stadium 3 atau 4 dan umumnya diberikan secara bertahap melalui infus. Selain untuk mencegah kanker muncul kembali pada kasus yang bisa disembuhkan, pengobatan ini juga dapat digunakan pasca-histerektomi untuk kasus dengan stadium lebih lanjut dalam menghambat penyebaran kanker dan mengurangi gejala. Beberapa efek samping dari metode ini adalah rambut rontok, kelelahan, mual, dan muntah.

Terapi hormon

Terapi ini umumnya digunakan untuk menangani kanker rahim stadium lanjut atau kanker yang muncul kembali. Jenis pengobatan ini berfungsi untuk mengecilkan tumor serta mengendalikan gejala. Terapi hormon dilakukan dengan pemberian hormon progesteron artifisial dalam bentuk tablet untuk menggantikan hormon progesteron alami tubuh. Efek samping dari langkah pengobatan ini adalah bertambahnya berat badan, kram otot, serta mual-mual.

Terapi Penyinaran

Dalam terapi penyinaran akan digunakan sinar berenergi tinggi untuk dapat membunuh sel-sel kanker. Penyinaran hanya dilakukan pada daerah yang terserang sel-sel kanker.

Efek samping terapi penyinaran tergantung dari dosis dan daerah tubuh yang disinari. Hal yang umum biasanya adalah kulit kering dan merah, rambut rontok, hilang nafsu makan, dan rasa lelah. Beberapa penderita juga akan mengalami gatal-gatal dan perih pada daerah kewanitaan, diare, atau sering buang air kecil.

Kanker Rahim Adalah

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*