Kanker ovarium, Apa Itu ?

Kanker ovarium, Apa Itu ?

Kanker ovarium merupakan sebuah penyakit di mana ovarium yang dimiliki wanita memiliki perkembangan sel-sel abnormal. Secara umum, kanker ovarium merupakan suatu bentuk kanker yang menyerang ovarium. Kanker ovarium bisa berkembang sangat cepat, bahkan, dari stadium awal hingga stadium lanjut bisa terjadi hanya dalam satu tahun saja. Kanker ovarium merupakan suatu proses lebih lanjut dari suatu tumor malignan di ovarium. Tumor malignan sendiri merupakan suatu bentuk perkembangan sel-sel yang tidak terkontrol sehingga berpotensi menjadi kanker.

Pengertian kanker ovarium memang sangat penting diketahui. Namun, gejala-gejalanya juga tidak kalah penting untuk diketahui. Pengertian kanker ovarium tidak bisa dilepaskan dari gejala-gejala yang berkaitan dengan penyakit ini. Terdapat beberapa gejala umum yang dapat dengan mudah dikenali. Jika pengertian kanker rahim, khususnya gajala umum tersebut diketahui para wanita, pengobatannya pun bisa lebih cepat dan peluang untuk sembuh lebih besar . Oleh karena itu, pengertian kanker ovarium sangat penting diketahui oleh para wanita. Selain wajib mengetahui pengertian kanker ovarium, para wanita juga wajib mengetahui gejala umum kanker ovarium.

Beberapa gejala umum kanker ovarium adalah sebagai berikut:

  1. Sering marasakan nyeri di perut
  2. Ukuran perut semakin besar
  3. Susah makan atau tidak nafsu makan
  4. Sering merasa kekenyangan
  5. Sering muntah dan buang air besar
  6. Kembung terus-menerus
  7. Terjadi pendarahan pada vagina
  8. Berat badan turun secara signifikan
  9. Sering merasa lelah dan sakit kepala

Kanker pada epitel ovarium umumnya menyerang wanita berumur, walaupun tetap bisa terjadi pada wanita muda. Kanker sel germinal pada ovarium lebih sering terjadi pada wanita muda.

Kanker ovarium terjadi pada anggota keluarga yang memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker endometrial (misal kelainan gen BRCA) atau resiko tinggi terkena kanker endometrial, kanker kolorektal disamping terkena kanker ovarium (Sindrom Lynch). Pada wanita yang memiliki saudara kandung perempuan atau ibu dengan kanker jenis ini, resiko terkena kanker ovarium meningkat hingga 20 kali lipat. Kanker ovarium juga terjadi pada keluarga dengan riwayat kanker payudara dan kanker usus. Ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa gen-gen tertentu dapat menyebabkan terjadinya kanker jenis ini.

Gejala Kanker Ovarium

Kanker Ovarium jarang sekali menunjukkan gejala. Gejala baru timbul saat kanker sudah memasuki stadium akhir

Gejala-gejala yang timbul meliputi:

  • Bagian perut membengkak dan menjadi sangat tidak nyaman
  • Merasa kembung
  • Gangguan pencernaan, kandungan gas tinggi atau mual yang berkepanjangan
  • Perubahan kebiasaan usus, seperti terjadinya konstipasi
  • Hilangnya selera makan
  • Sakit punggung
kanker ovarium, apa itu ?

kanker ovarium, apa itu ?

Meskipun gejala-gejala ini mungkin berhubungan dengan kondisi lain, Anda masih harus berbicara dengan dokter Anda, agar tidak sampai berubah menjadi ganas dan menyebar.

Gejala tambahan mungkin termasuk sakit punggung, kelelahan, gangguan pencernaan, sakit saat melakukan hubungan seksual, dan perubahan signifikan pada menstruasi.

 

Apa Penyebabnya?

Faktor resiko yang terkait dengan kanker ovarium meliputi:

•             Kehamilan di usia lanjut

•             Siklus menstruasi seringkali datang lebih awal

•             Masa menopause datang terlambat

•             Tidak pernah melahirkan-memiliki riwayat kanker payudara

•             Faktor keturunan/genetic

•             Endometriosis

Mendeteksi suatu penyakit lebih awal adalah tindakan yang lebih baik daripada menyembuhkan suatu penyakit.

Tes pap smear
Tes ini bertujuan untuk mendeteksi setiap sel-sel abnormal yang dapat berkembang menjadi sel kanker. Idealnya tes ini dilakukan saat wanita sudah berusia 21 tahun atau bagi mereka yang pernah melakukan hubungan seks.

Ovarian cancer screening
Penyakit kanker ovarium membunuh sekitar 15.000 wanita setiap tahunnya. Oleh karena itu pemeriksaan dini terhadap penyakit ini perlu untuk dilakukan.

“Cara mendeteksi kanker ovarium dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dan memeriksa protein bernama CA-125 yang dihasilkan sel kanker. Kemudian tes ultrasonik membantu dokter untuk memantau ovarium pasien,” terang peneliti Dr Karen Lu dari M.D. Anderson Cancer Center.

Meskipun demikian, tes tersebut belum bisa dilakukan di rumah sakit. Sebab peneliti masih melakukan uji klinis demi memastikan bahwa tes benar-benar ampuh mendeteksi adanya kanker ovarium pada wanita.

 

Kanker ovarium, Apa Itu ?

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*