Faktor Risiko Kanker Rahim

Faktor Risiko Kanker Rahim

 

Faktor Risiko Kanker Rahim – Penyakit kanker rahim atau yang biasa disebut oleh masyarakat dengan kanker kandungan adalah sel kanker yang berkembang di badan rahim. Sementara kanker serviks adalah kanker yang terjadi di leher rahim. Rahim terdiri atas tiga bagian: leher rahim, badan rahim, dan dua saluran telur.

Kanker jenis ini dapat mempengaruhi kemampuan reproduksi seorang wanita. Karena itu, tidak heran bila kanker ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling ditakuti kaum wanita.

Faktor Risiko Kanker Rahim

Mengenali Faktor Risiko Kanker Rahim

Seperti jenis kanker yang lain, penyebab kanker rahim belum dapat diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa Faktor Risiko Kanker Rahim yang memungkinkan seorang wanita terserang penyakit ini, antara lain:

  • Faktor Risiko Kanker Rahim bisa terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun.
  • Faktor Risiko Kanker Rahim karena melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun.
  • Penderita Endometrial Hyperplasia (penebalan dinding Rahim).

Faktor Risiko Kanker Rahim karena Endometrial hyperplasia merupakan suatu peningkatan dalam jumlah sel-sel lapisan rahim/uterus. Itu bukan kanker. Namun, terkadang itu dapat berkembang menjadi kanker. Periode-periode menstruasi yang berat, perdarahan diantara periode-periode dan setelah menopause adalah gejala-gejala umum dari hyperplasia.

  • Terapi sulih hormon/HRT (Hormone replacement therapy).

Terapi ini, digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause, mencegah osteoporosis/pengeroposan tulang, dan mencegah resiko penyakit jantung dan stroke. Wanita  yang menggunakan hormon estrogen tanpa progesteron mempunyai suatu peningkatan Faktor Risiko Kanker Rahim, terutama bagi yang menggunakannya dengan dosis tinggi dalam jangka panjang.

  • Kelebihan berat badan.

Sebagian estrogen dalam tubuh dibuat di dalam jaringan lemak sehingga wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Tingginya kadar estrogen merupakan penyebab meningkatnya Faktor Risiko Kanker Rahim pada wanita obesitas.

  • Pemakaian tamoksifen.

Tamoksifen biasanya digunakan untuk mencegah atau mengatasi kanker payudara. Wanita yang menggunakan obat ini, mempunyai resiko yang lebih besar untuk terserang kanker rahim. Tamoksifen memiliki efek antiestrogen pada sel kanker payudara tetapi berefek estrogenik pada rahim sehingga penggunaan obat ini, menjadi salah satu Faktor Risiko Kanker Rahim bagi seorang wanita.

  • Faktor Risiko Kanker Rahim lainnya yaitu kanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita berkulit putih.
  • Faktor Risiko Kanker Rahim akibat menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun.
  • Faktor Risiko Kanker Rahim akibat menopause setelah usia 50 tahun.
  • Faktor Risiko Kanker Rahim Tidak memiliki anak atau tidak bisa hamil (mandul).
  • Faktor Risiko Kanker Rahim Adanya polip pada endometrium.

 

Sedangkan gejala-gejala kanker rahim yang sering ditemui sebelum terserang adalah perdarahan di luar masa haid yang berlebihan, siklus menstruasi yang abnormal, nyeri perut bagian bawah atau kram panggul, keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause), nyeri atau kesulitan saat berkemih, juga timbulnya nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

 

Pencegahan Faktor Risiko Kanker Rahim

Langkah terbaik yang bisa dilakukan agar tidak terserang kanker rahim adalah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan berikut ini:

  • Jangan terlalu sering mencuci vagina dengan antiseptik.
  • Jangan menaburkan bedak pada vagina.
  • Jauhi rokok dan orang yang merokok.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan.
  • Menghindari makanan yang mengandung karsinogen (zat pemicu kanker) seperti yang banyak mengandung pengawet.
  • Konsumsi makanan/minuman/buah yang mengandung betakaroten dan antioksidan.
  • Tidak melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun.

Hubungan seks idealnya dilakukan ketika sel-sel mukosa sudah matang. Pada usia muda, sel”“sel mukosa umumnya belum matang sehingga rentan terhadap rangsangan dari luar, termasuk zat-zat kimia yang di bawa oleh sperma. Akibatnya, sel mukosa dapat berubah sifat menjadi kanker.

  • Berolahraga secara teratur.
  • Memeriksakan diri ke dokter secara teratur.

 

Jika langkah-langkah pencegahan di atas sudah dilakukan, kemungkinan besar hal-hal yang dapat menjadi pemicu dapat dihindari dan tubuh akan mampu mencegah munculnya radikal bebas dalam tubuh.

 

Faktor Risiko Kanker Rahim

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*