Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor Risiko Kanker Ovarium – Kanker ovarium merupakan silent killer”, yang berarti gejalanya seringkali tidak muncul pada stadium awal perkembangannya. Gejala kanker ovarium seringkali baru ditemukan pada stadium selanjutnya dimana pada saat itu kanker ovarium sudah sulit disembuhkan. Seandainya pun disertai dengan gejala awal, seperti masalah kencing, sakit perut atau kembung, gejala-gejala ini juga seringkali disangka sebagai gejala penyakit lain dan diabaikan.

 

Tipe Kanker Ovarium

Teridentifikasi lebih dari 30 tipe dan subtipe kanker ovarium pada wanita. Tapi sebagian besar para ahli mengelompokkannya dalam satu dari 3 kategori:

  • Tumor epitel. Berasal dari sel-sel epitel atau permukaan yang melapisi ovarium. Tipe ini yang paling umum, sekitar 90% dari seluruh kanker ovarium.
  • Tumor sel germinal. Berasal dari sel-sel ovarium yang akhirnya menjadi telur. Biasanya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Tumor yang sering dapat disembuhkan ini mengisi sekitar 3% dari seluruh kasus kanker ovarium di negara-negara berkembang.
  • Sex cord-stromal tumors. Mengisi sekitar 5% dari seluruh kanker ovarium. Berasal dari sel-sel yang berubah menjadi jaringan ikat di dalam ovarium.

 

Berikut ini terdapat beberapa Faktor Risiko Kanker Ovarium yang sangat penting untuk kita ketahui, diantaranya :

 

  1. Riwayat keluarga

Kanker ovarium memiliki kecenderungan agregasi familial, kerabat perempuan dengan riwayat kanker ovarium, kejadian berisiko tinggi daripada populasi umum. Dengan demikian riwayat keluarga kanker merupakan Faktor Risiko Kanker Ovarium yang utama.

 

  1. Usia

Kanker ovarium dapat terjadi pada semua usia semakin tinggi usia semakin tinggi Faktor Risiko Kanker Ovarium. Umumnya lebih sering terjadi pada wanita menopause dan pasca-menopause. 20 tahun kurang morbiditas. Kanker ovarium epitel meningkat pesat setelah usia 40, usia puncak berusia 50-60 tahun, 70 tahun dan kemudian secara bertahap menurun. Sedangkan tumor germ cell lebih sering terjadi pada wanita muda sebelum usia 20, wanita lajang atau kejadian kanker ovarium karena kesuburan.

 

  1. Haid terlalu dini dan menopause terlambat

Tes menunjukkan bahwa hiperplasia epitel ovarium dengan cepat setelah ovulasi, aktivitas mitosis ovulasi sekitar titik. Telah dilaporkan bahwa wanita seumur hidup siklus ovulasi semakin besar Faktor Risiko Kanker Ovarium. Oleh karena itu haid terlalu dini dan menopause terlambat, merupakan salah satu Faktor Risiko Kanker Ovarium.

 

  1. Belum pernah hamil

Faktor Risiko Kanker OvariumPerempuan yang belum pernah melahirkan atau miliki anak dalam sejarah reproduksinya rupanya malah tak aman. Keadaan ini malah meningkatkan Faktor Risiko Kanker Ovarium seorang perempuan dalam mengidap penyakit ini. Oleh sebab itu bagi perempuan yang belum dikaruniai anak, sebaiknya memeriksa ke dokter buat mengetahui keadaan kesehatan badan biar dapat terhindar dari bisa saja serangan kanker ovarium dan kanker rahim.

 

  1. Bedak dan paparan asbes

Penelitian eksperimental telah menunjukkan bahwa bedak dan asbes mungkin transisi di dalam rongga perut menyebabkan displasia epitel ovarium, sehingga meningkatkan Faktor Risiko Kanker Ovarium. Overseas studi menemukan bahwa pekerja asbes, insiden banyak terjadi kanker ovarium daripada populasi umum.

 

  1. Pola makan tinggi lemak

Tinggi asupan lemak hewani meningkatkan Faktor Risiko Kanker Ovarium, risiko mekanisme: (1) lemak hewan melalui beberapa efek hormonal memainkan efek karsinogenik, seperti asupan lemak hewan mungkin peran bakteri dalam usus menghasilkan estrogen dan estrogen merangsang kanker ovarium. (2) lemak hewani dalam hidrokarbon polisiklik, efek karsinogenik pada hewan ovarium. (3) asupan lemak hewan, perubahan fungsi kekebalan tubuh, peningkatan risiko kanker.

 

  1. Mempunyai endometriosis

Perempuan dengan masalah endometriosis bakal lebih tinggi Faktor Risiko Kanker Ovarium pada dirinya. Endometriosis ini termasuk juga kelainan yang serangannya dilancarkan ke bagian sistem reproduksi perempuan. Kemunculan penyakit ini ada kepada jaringan lapisan dalam dinding rahim atau pertumbuhan endometrium bertempat diluar rongga rahim.

 

  1. Obesitas

Obesitas bukanlah sesuatu yang boleh disepelekan walaupun memang banyak pula wanita gemuk yang tetap yakin diri akan berat dan bentuk tubuhnya. Sudah ada penelitian yang menyebutkan bahwa perempuan yang gemuk memang akan lebih mudah mengalami kanker ovarium. Karena obesitas juga merupakan salah satu Faktor Risiko Kanker Ovarium.

 

 

 

 

Faktor Risiko Kanker Ovarium

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*