Dampak Buruk Kanker Rahim

Dampak Buruk Kanker Rahim

Dampak Buruk Kanker Rahim

Kanker rahim merupakan penyakit berbahaya yang menyerang badan rahim tepatnya lapisan endometrium. Jenis kanker ini biasanya menyerang wanita yang usianya telah mendekati masa menopause atau bahkan mereka yang telah memasuki masa menopause.

Terlebih jika penyakit tersebut merupakan penyakit berbahaya seperti kanker rahim. Perubahan yang terjadi pada penderita bisa berasal dari ganasnya sel-sel kanker yang menyerang rahim atau bisa pula sebagai efek samping dari berbagai pengobatan yang tengah dijalani. Dampak buruk kanker rahim yang terjadi antara satu penderita dengan penderita lainnya mungkin berbeda tergantung dari banyak hal, namun secara umum penderita akan mengalami beberapa dampak buruk kanker rahim seperti berikut ini :

 

  1. Kerontokan Pada Rambut

Dalam pandangan orang awam, penderita kanker cukup erat kaitannya dengan kondisi kerontokan pada rambut. Hal ini sebenarnya disebabkan karena salah satu metode pengobatan untuk penderita kanker yaitu kemoterapi. Kemoterapi atau kemo biasanya dilakukan untuk mengobati penderita kanker rahim yang telah memasuki stadium lanjut (stadium 3 dan 4). Metode pengobatan ini dapat dilakukan sebagai metode utama karena penderita tidak ingin menjalani operasi, atau dapat pula dilakukan sebagai pengobatan penunjang penderita pasca menjalani operasi demi menghambat penyebaran kanker dan mengurangi gejalanya. Selain efek samping dari kemoterapi, kerontokan pada rambut pun dapat terjadi akibat efek dari radioterapi. Dampak buruk kanker rahim ini dapat terjadi apabila penggunaan radioterapi ditujukan pada daerah kepala.

 

  1. Mual dan Muntah

Mual dan muntah merupakan salah satu efek yang juga dirasakan oleh penderita kanker rahim. Efek ini juga termasuk akibat dari metode pengobatan kemoterapi. Beberapa penderita bahkan dapat mengalami muntah hingga sebanyak 10 kali dalam sehari ketika kemoterapi telah dilakukan. Namun kondisi ini sangat tergantung dari kesehatan penderita. Semakin baik kondisi kesehatan penderita maka dampak buruk kanker rahim ini pun akan semakin sedikit dirasakan.

Selain sebagai efek dari kemoterapi, pengobatan radioterapi pun ternyata mampu menimbulkan rasa mual dan muntah terhadap penderita. Dampak buruk kanker rahim ini akan dialami oleh penderita jika ia melakukan radioterapi pada bagian perut.

 

  1. Penurunan Berat Badan

Berat badan yang turun secara signifikan dalam kurun waktu singkat merupakan salah satu efek yang sangat terlihat pada penderita kanker rahim. Penurunan berat badan ini dapat disebabkan oleh ganasnya sel kanker yang menyerang ataupun sebagai akibat dari pengobatan yang dijalani. Kemoterapi dan radioterapi nampaknya juga memberikan efek yang cukup banyak terhadap penurunan berat badan, karena kedua pengobatan tersebut menimbulkan rasa mual dan muntah hingga nafsu makan penderita berkurang dan pada akhirnya badan semakin terkikis.

 

  1. Rasa Sakit Pada Beberapa Bagian Tubuh

Kanker rahim yang sudah memasuki stadium lanjut akan mendorong penderitanya untuk terus melakukan segala jenis pengobatan, baik itu operasi, kemoterapi, radioterapi, dan pengobatan lainnya. Segala pengobatan tersebut ditempuh dengan tujuan untuk menyembuhkan penderita dari kanker. Namun kenyataannya dari banyak kasus kanker yang ada, penderita justru merasa semakin lemah akibat melakukan pengobatan secara terus menerus. Tak jarang pula dari mereka yang mengeluh sakit pada beberapa bagian tubuh seperti tangan, kaki, perut, punggung, panggul, dll. Rasa sakit ini dapat merupakan efek dari pengobatan yang telah dijalani atau bahkan karena sel kanker yang mulai menyebar ke bagian-bagian tubuh tersebut.

 

  1. Kelelahan yang Sering dan Berkepanjangan

Tak hanya rasa sakit pada tubuh yang dirasakan oleh penderita kanker rahim. Rasa lelah yang berkepanjangan pun kian hari kian dialami. Kondisi ini sebenarnya merupakan efek samping dari kemoterapi dan radioterapi. Selama kedua terapi tersebut dijalani, tubuh penderita akan menggunakan lebih banyak energi untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Dampak buruk kanker rahim akan merasa lelah pun seringkali dialami dan biasanya tidak serta merta hilang dengan beristirahat. Namun biasanya rasa lelah ini akan sirna secara bertahap dalam beberapa minggu setelah terapi ini berlangsung.

 

  1. Sakit Kepala

Sakit kepala merupakan dampak buruk kanker rahim yang sering terjadi terutama setelah menjalani operasi histerektomi. Histerektomi merupakan operasi pengangkatan rahim yang biasa dilakukan pada kasus kanker rahim.

 

  1. Rentan Terhadap Penyakit Lain

Pada beberapa kasus kanker rahim, penderita yang menjalani operasi histerektomi menjadi rentan terhadap serangan penyakit lain seperti penyakit jantung, osteoporosis, keluhan pada sendi, keluhan pada perkemihan, dan juga hipertensi. Namun, hal ini sangatlah bergantung pada banyak hal salah satunya adalah usia, kondisi kesehatan penderita secara menyeluruh, dan penyebaran sel kanker.

 

  1. Sulit Berjalan

Kesulitan saat berjalan merupakan efek yang biasanya terjadi pada penderita kanker rahim stadium lanjut yang sudah menjalani pengobatan berulang kali. Kondisi ini termasuk efek samping dari kemoterapi dan juga radioterapi. Memang tidak semua penderita akan mengalami dampak buruk kanker rahim ini tetapi banyak diantara mereka yang mengalaminya, terlebih jika usia penderita sudah memasuki usia lanjut.

 

  1. Perubahan Warna Kulit

Pengobatan dengan metode radioterapi memberikan dampak buruk kanker rahim berupa perubahan pada warna kulit. Beberapa perubahan yang biasanya terjadi adalah kulit akan tampak berwarna kemerahan terutama pada area tubuh yang biasa terkena sinar radioterapi. Selain perubahan warna, biasanya kulit juga mengalami perubahan tekstur seperti kulit menjadi kering, tebal, pecah-pecah, bersisik, terkelupas, gatal, dan terasa perih.

 

Beberapa efek tersebut adalah dampak buruk kanker rahim yang biasa terjadi. Meski demikian efek dari penyakit berbahaya ini mungkin tidak sama antara satu orang dengan orang lain. Meskipun penderita mengalami satu atau beberapa dari efek tersebut namun sebaiknya pengobatan tidak dihentikan, dan jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter.

 

Dampak Buruk Kanker Rahim

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*