Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

Chlamydia merupakan penyakit organ reproduksi yang berbahaya. Jika penyakit ini dibiarkan maka  akan menyebabkan terjadinya kemandulan pada wanita. Penyakit Chlamydia terjadi akibat penularan organisme yang menyerupai bakteri lewat penyakit menular seksual. Pada umumnya, penyakit ini menyerang mereka yang mempunyai kebiasaan seks dan gaya hidup yang bebas.

Penyakit Chlamydia timbul dengan gejala awal yaitu terjadinya infeksi pada serviks dan meingkatnya cairan keputihan pada wanita. Selain itu, ketika melakukan hubungan seksual wanita yang mengidap penyakit Chlamydia akan mengalami pendarahan yang cukup sakit.

Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

 

Jika dibiarkan berlanjut, penyakit Chlamydia akan menyerang tuba fallopi dan memicu penyakit Pelvic Inflammatory Disease atau PID. Gejala yang timbul akibat penyakit Chlamydia yaitu sakit perut dan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual. Jika tidak ada penanganan secara cepat maka penyakit ini akan menyerang tuba fallopi dan menyebabkan kemandulan pada wanita.

Penyakit Chlamydia berdampak signifikan pada terjadinya kemandulan pada wanita. Penyakit Chlamydia menyerang tuba fallopi dimana tuba fallopi merupakan saluran sel telur menuju rahim. Jika terjadi masalah pada tuba fallopi maka sel telur tidak akan bisa sampai ke rahim dan tidak akan bisa melakukan pembuahan.

Pembuahan terjadi jika sel telur dan sel sperma bertemu dalam satu tempat yaitu rahim dan melewati saluran tuba fallopi. Maka dari itu kenapa penyakit Chlamydia sangat berbahaya untuk wanita. Wanita dengan kondisi tidak bisa hamil merupakan ancaman paling besar untuk kelangsungan rumah tangga dan generasi penerus.

Rubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Jangan melakukan hubungan seksual dengan banyak orang dan hindari ganti-ganti pasangan. Anda bisa mengantisipasi dengan menggunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan seksual. Alat kontrasepsi bisa mencegah anda dari penyakit menular yang bisa menyebabkan terjadinya kemandulan pada wanita.

Chlamydia adalah penyakit menular seksual. Mungkin seseorang tidak tahu jika memiliki chlamydia, karena banyak orang yang tidak pernah mengembangkan tanda atau gejala, yang mungkin termasuk rasa sakit kelamin dan debit dari vagina atau penis.

Chlamydia mempengaruhi baik pria dan wanita dan terjadi pada semua kelompok umur, meskipun yang paling umum di kalangan wanita muda. Chlamydia tidak sulit untuk diobati setelah mengetahui jika memilikinya. Jika tidak diobati, chlamydia dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Chlamydia adalah penyakit kelamin yang banyak terjadi disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Biasanya tidak terdapat gejala apa-apa, walaupun begitu tetap ada gejala-gejala ringan, seperti nanah atau keputihan pada penis maupun vagina dan adanya rasa sakit setiap kali buang air kecil. Ini merupakan infeksi yang terjadi pada uretra (laki-laki) dan serviks (mulut rahim) pada perempuan. Sebagai informasi, chlamydia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang paling umum dijumpai dan dikenal sebagai penyebab utama penyakit peradangan pada pelvis (panggul), sehingga menyebabkan infertilitas (kemandulan) pada perempuan. Bahaya kan? Jenis tertentu dari bakteri ini hanya menginfeksi serviks dan uretra, sementara jenis lainnnya dapat menyebabkan penyakit mata.

 

Penyebab

Chlamydia disebabkan oleh bakteri dan paling sering menyebar melalui vagina, seks oral, dan anal. Penyakit tersebut juga mungkin bagi seorang ibu untuk menyebarkan chlamydia kepada anaknya saat melahirkan. Sehingga dapat menyebabkan pneumonia atau infeksi mata serius pada bayinya.

Gejala

Tahap awal infeksi chlamydia sering menyebabkan sedikit atau tidak ada tanda dan gejala. Ketika tanda atau gejala terjadi, biasanya mulai 1-3 minggu setelah terkena Chlamydia. Bahkan ketika tanda dan gejala memang terjadi, seringkali ringan dan cepat berlalu. Oleh karena itu, chlamydia seringkali diabaikan

Tanda dan gejala infeksi chlamydia dapat mencakup:
1. Nyeri saat buang air kecil
2. Sakit pada perut bawah
3. Keluar cairan dari vagina pada wanita
4. Discharge dari penis pada pria
5. Nyeri saat hubungan seksual pada wanita
6. Nyeri testis pada pria

Pengobatan

Chlamydia dapat diobati dengan antibiotik. Pasien mungkin diminta untuk minum obat dalam satu kali dosis, atau mungkin perlu untuk mengonsumsi obat sehari atau beberapa hari selama 5-10 hari.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Selama waktu itu, pasien harus menjauhkan diri dari hubungan seksual.

Pasangan seksual juga membutuhkan perawatan meskipun mungkin tidak memiliki tanda atau gejala. Jika tidak, infeksi dapat menular bolak-balik antara pasangan seksual.

Chlamydia merupakan penyakit organ reproduksi yang berbahaya. Jika penyakit ini dibiarkan maka  akan menyebabkan terjadinya kemandulan pada wanita. Penyakit Chlamydia terjadi akibat penularan organisme yang menyerupai bakteri lewat penyakit menular seksual. Pada umumnya, penyakit ini menyerang mereka yang mempunyai kebiasaan seks dan gaya hidup yang bebas.

 

Penyakit Chlamydia timbul dengan gejala awal yaitu terjadinya infeksi pada serviks dan meingkatnya cairan keputihan pada wanita. Selain itu, ketika melakukan hubungan seksual wanita yang mengidap penyakit Chlamydia akan mengalami pendarahan yang cukup sakit.

 

Jika dibiarkan berlanjut, penyakit Chlamydia akan menyerang tuba fallopi dan memicu penyakit Pelvic Inflammatory Disease atau PID. Gejala yang timbul akibat penyakit Chlamydia yaitu sakit perut dan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual. Jika tidak ada penanganan secara cepat maka penyakit ini akan menyerang tuba fallopi dan menyebabkan kemandulan pada wanita.

 

Penyakit Chlamydia berdampak signifikan pada terjadinya kemandulan pada wanita. Penyakit Chlamydia menyerang tuba fallopi dimana tuba fallopi merupakan saluran sel telur menuju rahim. Jika terjadi masalah pada tuba fallopi maka sel telur tidak akan bisa sampai ke rahim dan tidak akan bisa melakukan pembuahan.

 

Pembuahan terjadi jika sel telur dan sel sperma bertemu dalam satu tempat yaitu rahim dan melewati saluran tuba fallopi. Maka dari itu kenapa penyakit Chlamydia sangat berbahaya untuk wanita. Wanita dengan kondisi tidak bisa hamil merupakan ancaman paling besar untuk kelangsungan rumah tangga dan generasi penerus.

 

Rubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Jangan melakukan hubungan seksual dengan banyak orang dan hindari ganti-ganti pasangan. Anda bisa mengantisipasi dengan menggunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan seksual. Alat kontrasepsi bisa mencegah anda dari penyakit menular yang bisa menyebabkan terjadinya kemandulan pada wanita.

 

Chlamydia adalah penyakit menular seksual. Mungkin seseorang tidak tahu jika memiliki chlamydia, karena banyak orang yang tidak pernah mengembangkan tanda atau gejala, yang mungkin termasuk rasa sakit kelamin dan debit dari vagina atau penis.

Chlamydia mempengaruhi baik pria dan wanita dan terjadi pada semua kelompok umur, meskipun yang paling umum di kalangan wanita muda. Chlamydia tidak sulit untuk diobati setelah mengetahui jika memilikinya. Jika tidak diobati, chlamydia dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Chlamydia adalah penyakit kelamin yang banyak terjadi disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Biasanya tidak terdapat gejala apa-apa, walaupun begitu tetap ada gejala-gejala ringan, seperti nanah atau keputihan pada penis maupun vagina dan adanya rasa sakit setiap kali buang air kecil. Ini merupakan infeksi yang terjadi pada uretra (laki-laki) dan serviks (mulut rahim) pada perempuan. Sebagai informasi, chlamydia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang paling umum dijumpai dan dikenal sebagai penyebab utama penyakit peradangan pada pelvis (panggul), sehingga menyebabkan infertilitas (kemandulan) pada perempuan. Bahaya kan? Jenis tertentu dari bakteri ini hanya menginfeksi serviks dan uretra, sementara jenis lainnnya dapat menyebabkan penyakit mata.
Penyebab

Chlamydia disebabkan oleh bakteri dan paling sering menyebar melalui vagina, seks oral, dan anal. Penyakit tersebut juga mungkin bagi seorang ibu untuk menyebarkan chlamydia kepada anaknya saat melahirkan. Sehingga dapat menyebabkan pneumonia atau infeksi mata serius pada bayinya.

Gejala

Tahap awal infeksi chlamydia sering menyebabkan sedikit atau tidak ada tanda dan gejala. Ketika tanda atau gejala terjadi, biasanya mulai 1-3 minggu setelah terkena Chlamydia. Bahkan ketika tanda dan gejala memang terjadi, seringkali ringan dan cepat berlalu. Oleh karena itu, chlamydia seringkali diabaikan

Tanda dan gejala infeksi chlamydia dapat mencakup:
1. Nyeri saat buang air kecil
2. Sakit pada perut bawah
3. Keluar cairan dari vagina pada wanita
4. Discharge dari penis pada pria
5. Nyeri saat hubungan seksual pada wanita
6. Nyeri testis pada pria

Pengobatan

Chlamydia dapat diobati dengan antibiotik. Pasien mungkin diminta untuk minum obat dalam satu kali dosis, atau mungkin perlu untuk mengonsumsi obat sehari atau beberapa hari selama 5-10 hari.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Selama waktu itu, pasien harus menjauhkan diri dari hubungan seksual.

Pasangan seksual juga membutuhkan perawatan meskipun mungkin tidak memiliki tanda atau gejala. Jika tidak, infeksi dapat menular bolak-balik antara pasangan seksual.

 

Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

 

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*