Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium – Kanker ovarium adalah kanker yang berkembang di dalam indung telur wanita. Indung telur adalah organ yang menghasilkan dan melepaskan sel telur. Kanker ovarium sangat jarang terdeteksi di stadium awal karena gejalanya sering kali tidak muncul sampai stadium berikutnya. Jika Anda tidak yakin mengenai gejalanya, lebih baik Anda mengambil langkah waspada dan memeriksakan diri ke dokter. Jika Anda memang memiliki kanker ovarium, secara umum hasilnya lebih baik jika dideteksi lebih dini.

 

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Berikut di bawah ini ada beberapa cara mendeteksi kanker ovarium yang mudah untuk dilakukan agar bisa mengurangi risikonya, antara lain:

 

  1. Identifikasi gejala-gejalanya

Cara mendeteksi kanker ovarium yang pertama yaitu Anda harus tahu bahwa pada stadium awal, gejalanya tidak terasa jelas. Kondisi lain seperti sindrom pramenstruasi atau sindrom iritasi usus memiliki gejala yang hampir sama. Jadi, jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, bukan berarti Anda memiliki kanker. Akan tetapi, itu berarti Anda harus memeriksakan diri.

Gejala-gejala kanker ovarium antara lain:

  • Perut buncit atau kembung yang tidak mereda
  • Rasa nyeri di pelvis atau perut yang tidak mereda
  • Hilang selera makan, cepat merasa kenyang, atau mual yang dikaitkan dengan makan
  • Penurunan berat badan
  • Sembelit
  • Lebih sering buang air kecil

 

  1. Pertimbangkan apakah Anda masuk ke dalam golongan risiko tinggi

Cara Mendeteksi Kanker OvariumCara mendeteksi kanker ovarium kedua yaitu kenali apa saja faktor risikonya, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker ovarium pada wanita. Memiliki faktor risiko bukan berarti Anda akan mengembangkan kanker itu, tetapi hanya kemungkinan yang lebih tinggi. Jika menurut Anda risiko Anda lebih tinggi, tanyakan kepada dokter apakah Anda harus periksa secara teratur. Kanker ovarium lebih mungkin terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun.

Beberapa orang mungkin memiliki predisposisi genetik untuk mengembangkan kanker ovarium. Ini berlaku bagi wanita dengan kanker payudara gen 1 (BRCA 1), kanker payudara gen 2 (BRCA 2), atau mutasi yang terkait dengan sindrom Lynch dan kanker usus. Jika Anda memiliki mutasi tersebut, tidak berarti Anda akan mengembangkan kanker, artinya hanyalah risiko Anda lebih tinggi. Jika ada riwayat kanker dalam keluarga, Anda harus menyampaikannya ke dokter. – Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Terapi penggantian hormon estrogen dengan dosis tinggi selama periode yang panjang dapat meningkatkan risiko. Menstruasi untuk periode waktu yang lama dapat meningkatkan risiko. Misalnya, ini termasuk wanita yang mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun, wanita yang menstruasi sampai berusia di atas 50 tahun, wanita yang belum pernah menggunakan kontrasepsi hormon, atau tidak pernah hamil. Ini terjadi karena setiap kali wanita berovulasi, indung telur memecah untuk melepaskan telur. Jaringan tersebut kemudian pulih, dengan risiko kecil pertumbuhan sel abnormal terjadi selama prosesnya. Kondisi medis seperti sindrom ovarium polisistik dan endometriosis dapat membuat Anda lebih rentan terhadap kanker ovarium.

 

  1. Pelajari tentang berbagai tipe kanker ovarium. Kanker ovarium dikategorikan berdasarkan tempat sel kanker mulai tumbuh

Cara mendeteksi kanker ovarium berikutnya yaitu Anda harus mengetahui terelebih dahulu apa saja tipe dari kanker ovarium tersebut. Tumor epitelial adalah jenis kanker ovarium paling umum. Pada tipe kanker ini, tumor mulai di luar lapisan ovarium. Sekitar 90% kanker ovarium adalah tumor epitelial. Tumor stromal mulai di bagian ovarium yang memproduksi hormon. Tipe kanker ovarium ini sekitar 7%. Tumor sel kuman sangat jarang, hanya sekitar 1% atau 2% dari jumlah total kanker ovarium. Pada tipe ini, tumor mulai di tempat produksi telur.  – Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

 

  1. Lakukan pemeriksaan pelvis

Cara mendeteksi kanker ovarium yang selanjutnya yaitu selama pemeriksaan pelvis, dokter mungkin akan melakukan beberapa langkah yang akan membantu mengevaluasi apakah Anda memiliki kanker, seperti memeriksa perut dan kelamin.

 

  1. Diskusikan tentang tes foto dengan dokter

Disarankan agar Anda mendapatkan lebih banyak informasi melalui tes tambahan, tergantung apa yang ditemukan dokter selama pemeriksaan pelvis. Cara mendeteksi kanker ovarium ini sangat mudah Anda hanya diharuskan mengikuti tes-tes seperti Ultrasound, MRI Scan, CT Scan atau X-Ray yang dapat membantu dokter mengevaluasi ukuran dan bentuk ovarium Anda.

 

  1. Pertimbangkan tes darah

Beberapa tipe sel kanker ovarium menghasilkan protein yang disebut CA125. Artinya, kadar yang tinggi dapat menandakan kanker. Akan tetapi, ini bukan tes, tetapi digunakan bila sudah ada kekhawatiran akan kanker. Cara mendeteksi kanker ovarium ini juga dapat meningkatkan kadar protein tersebut sehingga harus dilakukan bersama dengan tes lain.

 

 

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*