Kanker Rahim Waspadai !

Kanker Rahim Waspadai !

Kanker RahimKanker rahim adalah jenis penyakit paling menakutkan bagi wanita. Bagaimana tidak, dengan berkembangnya kanker pada rahim akan membuat seorang wanita menjadi tidak dapat hamil, dan yang lebih parah menyebabkan kematian.

Yang lebih menakutkan adalah hasil sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga peduli kanker, jumlah penderita kanker rahim adalah sepertiga dari seluruh penyakit kanker yang berkembang di Indonesia. Tidak hanya itu, data dari WHO atau World Health Organization menyebutkan bahwa, ribuan wanita meninggal setiap tahunnya akibat menderita penyakit kanker rahim, sekaligus menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia.

Kanker Rahim Waspadai !

Gejala Kanker Rahim

Gejala yang paling umum terjadi dalam kanker rahim adalah pendarahan vagina. Diperkirakan sekitar 9 dari 10 penderita kanker rahim mengalami indikasi ini. Meski tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu untuk berwaspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika ini terjadi.

Gejala-gejala yang Anda bisa waspadai sejak awal, antara lain adanya pendarahan vagina yang terjadi di luar siklus menstruasi atau bahkan setelah menopause. Rasa sakit yang timbul juga perlu diperhatikan, seperti sakit pada panggul atau ketika Anda berhubungan seksual. Secara fisik, Anda bisa kenali gejala yang muncul dengan adanya benjolan di perut bawah atau tanpa sebab yang jelas terus kehilangan berat badan.

Para wanita yang mengalami gejala-gejala di atas harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah memang disebabkan oleh kanker rahim atau bukan. Namun apa pun penyebabnya, perlu dilakukan diagnosis dan pengobatan secepatnya.

Penyebab Kanker Rahim

Penyebab kanker rahim secara pasti, sampai sekarang belum diketahui. Namun, para peneliti berhasil mengidentifikasi sejumlah faktor pemicu yang dipercaya menjadi penyebab tumbuhnya kanker ovarium di jaringan epitel. Keakuratannya bisa mencapai 85 – 90%. Namun, akurasi ini kurang tepat jika digunakan untuk kanker indung telur yang terjadi pada sel germinal dan sel stromal.

Meskipun Anda memiliki faktor-faktor yang beresiko terkena kanker ini, Anda jangan buru-buru khawatir karena hanya sedikit faktor tersebut yang berkembang menjadi kanker. Faktor penyebab kanker rahim pada wanita diakibatkan dari kesalahan kita sendiri. Kadang kita melakukan hal-hal yang seharusnya tidak perlu kita lakukan seperti sering menaburkan bedak ke daerah vagina, atau sering mencucinya dengan menggunakan antiseptik jika dilakukan sesering mungkin tanpa ada anjuran dari dokter akan dapat memicu timbulnya kanker rahim.

Faktor resiko yang memungkinkan seorang wanita terserang penyakit ini, antara lain:

  • Wanita di atas usia 50 tahun.
  • Melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun.
  • Penderita Endometrial hyperplasia.
  • Terapi sulih hormon/HRT (Hormone replacement therapy).
  • Kelebihan berat badan.
  • Pemakaian tamoksifen.
  • Kanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita berkulit putih.
  • Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun.
  • Menopause setelah usia 50 tahun.
  • Tidak memiliki anak atau tidak bisa hamil (mandul).
  • Adanya polip pada endometrium

Mencegah Kanker Rahim

Langkah terbaik yang bisa dilakukan agar tidak terserang kanker rahim adalah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan berikut ini:

  • Jangan terlalu sering mencuci vagina dengan antiseptik.
  • Jangan menaburkan bedak pada vagina.
  • Jauhi rokok dan orang yang merokok.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan.
  • Menghindari makanan yang mengandung karsinogen (zat pemicu kanker) seperti yang banyak mengandung pengawet.
  • Konsumsi makanan/minuman/buah yang mengandung betakaroten dan antioksidan.
  • Tidak melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun.
  • Hubungan seks idealnya dilakukan ketika sel-sel mukosa sudah matang. Pada usia muda, sel”“sel mukosa umumnya belum matang sehingga rentan terhadap rangsangan dari luar, termasuk zat-zat kimia yang di bawa oleh sperma. Akibatnya, sel mukosa dapat berubah sifat menjadi kanker.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Memeriksakan diri ke dokter secara teratur.

Kanker Rahim Waspadai !

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*