Faktor Penyebab Kanker Ovarium

Faktor Penyebab Kanker Ovarium

Faktor Penyebab Kanker Ovarium

Faktor Penyebab Kanker Ovarium – Kanker ovarium, yang biasanya menyerang indung telur (ovarium), dapat diidap oleh semua wanita pada segala usia. Penyakit ini menduduki posisi ketujuh di antara jenis kanker yang paling umum menyerang wanita, sehingga harus menjadi salah satu kewaspadaan bagi Anda. Celakanya, kanker indung telur seringkali baru terdeteksi setelah menyebar ke dalam panggul dan perut. Pada tahap akhir ini, kanker ovarium sulit untuk diobati karena sudah menjadi fatal.

Adapun gejala yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Nyeri perut atau panggul yang tak kunjung hilang
  • Rasa kembung atau begah pada perut
  • Peningkatan frekuensi kencing yang tidak teratur
  • Kesulitan makan atau mudah merasa kenyang
  • Perubahan berat tubuh yang tak bisa dijelaskan
  • Pendarahan di antara masa menstruasi atau setelah menopause
  • Nyeri punggung
  • Mual
  • Rasa lelah yang berlebih
  • Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
  • Menstruasi atau datang bulan yang tidak lancar
  • Konstipasi atau sembelit (sulit buang air besar)
  • Fatigue atau sakit kepala

 

Perlu Anda ketahui, ada faktor penyebab kanker ovarium tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker ovarium. Memiliki satu atau lebih dari faktor penyebab kanker ovarium di bawah ini, memang tidak berarti Anda pasti akan menderita kanker ovarium. Tetapi hal itu menunjukkan Anda memiliki risiko lebih tinggi dari rata-rata perempuan lainnya. Berikut faktor penyebab kanker ovarium :

 

  1. Mutasi gen yang diwariskan

Sebagian kecil faktor penyebab kanker ovarium disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan. Gen yang diketahui meningkatkan risiko kanker ovarium disebut gen kanker payudara 1 (BRCA1) dan gen kanker payudara 2 (BRCA2). Gen ini awalnya diidentifikasi dalam keluarga dengan beberapa kasus kanker payudara. Mutasi ini juga meningkatkan risiko kanker ovarium secara signifikan.

 

  1. Riwayat keluarga dengan kanker ovarium

Faktor penyebab kanker ovarium juga bisa diturunkan dari keluarga. Maka risiko Anda untuk mengidap kanker ovarium meningkat jika ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan sedang atau pernah mengalami kanker ovarium. Faktor Penyebab Kanker OvariumRisikonya juga meningkat jika ada lebih banyak keluarga yang mengalami penyakit yang sama. Bahkan, faktor penyebab kanker ovarium juga bisa datang dari sisi keluarga ayah. Sekitar 5-10% kanker ovarium merupakan bagian dari sindrom kanker keluarga yang dihasilkan oleh mutasi gen.

 

  1. Terdiagnosis menderita kanker jenis lain sebelumnya

Jika Anda telah didiagnosa dengan kanker payudara, usus besar, rektum, atau rahim, atau membawa riwayat keluarga dengan jenis kanker tersebut, risiko kanker ovarium akan meningkat. Faktor penyebab kanker ovarium ini disebabkan jenis kanker ini dapat ditimbulkan oleh mutasi gen tertentu yang menyebabkan sindrom kanker pada keluarga, dan kemudian meningkatkan risiko kanker ovarium.

 

  1. Bertambahnya usia

Faktor penyebab kanker ovarium akan meningkat sejalan dengan usia Anda. Kanker ovarium paling sering berkembang setelah masa menopause, meskipun dapat terjadi pada perempuan di semua tahapan usia. Umumnya jarang terjadi pada perempuan di pada usia di bawah 40 tahun. Separuh dari kasus kanker ovarium ditemukan pada perempuan usia 63 tahun atau lebih tua.  – faktor penyebab kanker ovarium

 

  1. Belum pernah hamil

Riwayat reproduktif Anda juga memengaruhi risiko kanker indung telur. Perempuan yang sudah pernah hamil sebelum usia 26 tahun memiliki risiko kanker indung telur lebih rendah daripada perempuan yang belum pernah hamil. Risikonya terus menurun dengan setiap kehamilan yang berjalan lancar hingga persalinan. Perempuan yang pertama kali memiliki kehamilan penuh setelah usia 35 atau tidak pernah hamil memiliki risiko kanker indung telur lebih tinggi. Menyusui juga membuat faktor penyebab kanker ovarium ini lebih rendah lagi.

 

  1. Terapi kesuburan

Perempuan yang pernah menggunakan obat kesuburan clomiphene citrate (Clomid) selama satu tahun lebih kemungkinan bisa meningkatkan risiko tumor indung telur. Risikonya bisa lebih tinggi jika Anda tidak berhasil hamil meskipun sudah mengonsumsi obat tersebut. Jika Anda menggunakan obat-obatan kesuburan, konsultasikan potensi risikonya pada dokter. Namun, perempuan yang tidak subur bisa memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang perempuan yang subur, meskipun tidak menggunakan obat-obatan ini (sehingga tidak pernah hamil).

 

Ada beberapa langkah penting yang dapat Anda perhatikan dan lakukan untuk membuat risiko terkena kanker ovarium menurun. Ada sejumlah langkah mudah yang bisa dipertimbangkan, yakni:

  • Memulai gaya hidup sehat yang artinya mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Tidak hanya itu, berolahraga teratur serta mengatur pola makan yang seimbang akan membuat Anda terhindar dari yang namanya masalah obesitas.
  • Menggunakan alat kontrasepsi berupa pil dan bukan yang lain. Hal ini dikarenakan telah terbukti bahwa selama 5 tahun pil kontrasepsi mampu mengurangi risiko kanker ovarium bahkan sampai setengahnya.
  • Mengonsumsi aspirin juga telah terbukti dapat membuat risiko kanker ovarium menjadi rendah.

 

 

 

Faktor Penyebab Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim – Kengerianlah yang langsung terbayang begitu mendengar kata kanker rahim. Kita tahu penyakit ganas ini menduduki peringkat atas sebagai pembawa kematian. Tapi tak perlu khawatir bila sejak awal kita sudah melakukan pencegahan. Karena justru menurut dr. Nasdaldy, SpOG. pencegahan menjadi bagian terpenting dari risiko kanker. Caranya dengan mencegah terpaparnya substansi yang menyebabkan risiko terjadinya kanker tersebut, tandasnya. Yang terjadi di sini justru sebaliknya, masih banyak wanita yang enggan memeriksakan diri ke dokter kandungan, kendati sudah memiliki berbagai keluhan. Padahal, jika dibiarkan kanker akan semakin mengganas. Berikut beberapa Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim dengan mudah, diantaranya :

 

  1. Jauhi Rokok

Ini peringatan paling penting buat wanita perokok. Kecuali mengakibatkan penyakit pada paru-paru dan jantung, kandungan nikotin dalam rokok pun bisa mengakibatkan kanker rahim lho! Nikotin merupakan zat yang mempermudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan, paru-paru, juga rahim. Sayangnya tak diketahui pasti seberapa banyak jumlah nikotin dikonsumsi yang bisa menyebabkan kanker serviks. Tapi, mengapa harus ambil risiko, Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim yang baik yaitu dengan tinggalkan segera rokok jika kita ingin terbebas dari kanker.   – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Pencucian Vagina

Sering kali kita melakukan pencucian vagina dengan obat-obatan antiseptik tertentu. Alasannya beragam, entah untuk “kosmetik” atau kesehatan. Padahal, kebiasaan mencuci vagina bisa menimbulkan kanker serviks, baik obat cuci vagina antiseptik maupun deodoran. Douching atau cuci vagina menyebabkan iritasi di serviks yang akan merangsang terjadinya perubahan sel, yang akhirnya jadi kanker.

Tips Mengurangi Risiko Kanker RahimTips Mengurangi Risiko Kanker Rahim sebaiknya pencucian vagina dengan bahan-bahan kimia tak dilakukan secara rutin. Kecuali bila ada indikasi, misalnya, infeksi yang memang memerlukan pencucian dengan zat-zat kimia. Itu pun seharusnya atas saran dokter. Artinya, kita jangan sembarangan membeli obat-obatan pencuci vagina. Terlebih lagi, pembersih tersebut umumnya akan membunuh kuman-kuman. Termasuk kuman Basillus doderlain di vagina yang memproduksi asam laktat untuk mempertahankan pH vagina. Kita tahu, bila pH enggak seimbang lagi di vagina, maka kuman lain, seperti jamur dan bakteri, bisa punya kesempatan hidup di tempat tersebut. Ini malah bisa menimbulkan penyakit-penyakit lain. – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Menaburi Talk

Yang kerap terjadi lagi, saat daerah vagina gatal atau merah-merah, kita menaburkan talk di sekitarnya, ternyata itu malah berbahaya. Pemakaian talk pada vagina wanita usia subur bisa memicu terjadi kanker ovarium (indung telur). Sebab di usia subur berarti sering ovulasi. Padahal bisa dipastikan saat ovulasi terjadi perlukaan di ovarium. Nah, bila partikel talk masuk akan menempel di atas luka tersebut. Akibatnya bisa merangsang bagian luka untuk berubah sifat jadi kanker. Karena itu Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim sangat tidak dianjurkan memberi talk di daerah vagina. Karena dikhawatirkan serbuk talk terserap masuk kedalam. Lama-lama akan bertumpuk dan mengendap menjadi benda asing yang bisa menyebabkan rangsangan sel menjadi kanker.

(Hati-hati, perhatikan sejak dini anak/bayi perempuan kita, jangan sampai alat kelaminnya tertaburi talk). – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Diet Rendah Lemak

Penting diketahui timbulnya kanker pun berkaitan erat dengan pola makan seseorang. Wanita yang banyak mengkonsumsi lemak akan jauh lebih berisiko terkena kanker endometrium (badan rahim). Sebab lemak memproduksi hormon estrogen. Sementara endometrium yang sering terpapar hormon estrogen mudah berubah sifat menjadi kanker. Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Makanlah makanan yang sehat dan segar. Jangan lupa untuk menjaga berat badan ideal agar tak terlalu gemuk.  – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Kekurangan Vitamin C

Tips Mengurangi Risiko Kanker RahimPola hidup mengkonsumsi makanan tinggi lemak pun akan membuat orang tersebut melupakan zat-zat gizi lain, seperti beta karoten, vitamin C, dan asam folat. Padahal, kekurangan ketiga zat gizi ini bisa menyebabkan timbul kanker serviks. Beta karoten, vitamin C, dan asam folat dapat memperbaiki atau memperkuat mukosa diserviks. Nah, jika kekurangan zat-zat gizi tersebut akan mempermudah rangsangan sel-sel mukosa tadi menjadi kanker. Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim yang baik yaitu cukupi kebutuhan 3 zat penting ini.

 

  1. Hubungan Seks Terlalu Dini

Hubungan seks idealnya dilakukan setelah seorang wanita benar-benar matang. Ukuran kematangan bukan hanya dilihat dari ia sudah menstruasi atau belum lho. Tapi juga bergantung pada kematangan sel-sel mukosa; yang terdapat diselaput kulit bagian dalam rongga tubuh. Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita tersebut berusia 20 tahun ke atas.  – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa pada serviks si wanita. Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang. Artinya, masih rentan terhadap rangsangan sehingga tak siap menerima rangsangan dari luar. Termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma. Lain hal bila hubungan seks dilakukan kala usia sudah di atas 20 tahun, dimana sel-sel mukosa tak lagi terlalu rentan terhadap perubahan. Nah, karena masih rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker. Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim terkait dengan ini yaitu lakukan hubungan seks saat sudah menikah dan berusia diatas 20 tahun. Karena sifat sel selalu berubah setiap saat; mati dan tumbuh lagi. Karena ada rangsangan, bisa saja sel yang tumbuh lebih banyak dari sel yang mati, sehingga perubahannya tak seimbang lagi. Kelebihan sel ini akhirnya bisa berubah sifat menjadi sel kanker.  – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Berganti-Ganti Pasangan

Bisa juga kanker rahim muncul pada wanita yang berganti-ganti pasangan seks. Bila berhubungan seks hanya dengan pasangannya, dan pasangannya pun tak melakukan hubungan seks dengan orang lain, maka tidak akan mengakibatkan kanker serviks. Bila berganti-ganti pasangan, hal ini terkait dengan kemungkinan tertularnya penyakit kelamin, salah satunya Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini akan mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak. Nah, bila terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu akan menjadi kanker. Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim yang benar yang terkait dengan ini yaitu untuk tetap setia pada pasangan Anda.   – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Terlambat Menikah

Sebaliknya wanita yang tidak atau terlambat menikah pun bisa berisiko terkena kanker ovarium dan kanker endometrium. Sebab, golongan wanita ini akan terus-menerus mengalami ovulasi tanpa jeda. Jadi, rangsangan terhadap endometrium pun terjadi terus-menerus. Akibatnya bisa membuat sel-sel di endometrium berubah sifat jadi kanker.

Nah, salah satu upaya Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim tentu dengan menikah dan hamil. Atau bisa juga dilakukan dengan mengkonsumsi pil KB. Sebab penggunaan pil KB akan mempersempit peluang terjadinya ovulasi. Bila sejak usia 15 tahun hingga 45 tahun dia terus menerus ovulasi, lantas 10 tahun ia ber-KB, maka masa ovulasinya lebih pendek dibandingkan terus-menerus, kan? Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pil KB sebagai alat kontrasepsi dapat menurunkan kejadian kanker ovarium sampai 50%.

 

  1. Penggunaan Estrogen

Risiko yang sama akan terjadi pada wanita yang terlambat menopause. Karena rangsangan terhadap endometrium akan lebih lama, sehingga endometriumnya akan lebih sering terpapar estrogen. Jadi, sangat memungkinkan terjadi kanker. Tak heran bila wanita yang memakai estrogen tak terkontrol sangat memungkinkan terkena kanker.

Umumnya wanita yang telah menopause di negara maju menggunakan estrogen untuk mencegah osteroporosis dan serangan jantung. Namun, pemakaiannya sangat berisiko karena estrogen merangsang semakin menebalnya dinding endometrium dan merangsang sel-sel endometrium sehingga berubah sifat menjadi kanker. Jadi, Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim sebaiknya penggunaan hormon estrogen harus atas pengawasan dokter agar sekaligus juga diberikan zat antinya, sehingga tidak berkembang jadi kanker.

 

Dari ulasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa banyak risiko yang bisa menimbulkan kanker rahim, maka dari itu Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim merupakan salah satu cara terbaik untuk mengindarinya, semoga bermanfaat… 🙂

– Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

 

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium

Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium

Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium

Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium – Kanker ovarium adalah sel kanker yang tumbuh pada jaringan yang membentuk indung telur, alias ovarium. Kanker ovarium merupakan kanker yang berada di peringkat 7 teratas yang paling banyak dialami dan menyebabkan kematian pada kaum perempuan. Kanker ini adalah kanker yang berada di peringkat 7 teratas yang paling banyak dialami, dan menyebabkan kematian pada kaum perempuan. Penderitanya memiliki angka harapan hidup selama 5 tahun sebesar 30 hingga 50 persen. Diperkirakan terdapat 239 ribu kasus baru yang muncul pada tahun 2012 di dunia.

Terdapat beberapa sel yang membentuk ovarium yang dapat ditumbuhi oleh kanker, yaitu sel epitel yang merupakan pembangun dari jaringan terluar indung telur, sel stomal alias jaringan ikat yang membuat indung telur terikat bersama-sama, dan sel germ yaitu sel reproduksi yang bisa menghasilkan telur untuk pembuahan.

 

Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium

Sama seperti jenis kanker, kanker lainnya kanker ovarium juga masih belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun berbagai teori telah menyebutkan bahwa memang terdapat faktor risiko yang dapat mempengaruhi tingkat kejadian dan risiko dari kanker ovarium. Berikut Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium jika Anda melakukannya.

 

  1. Membiarkan diri menjadi obesitas

Salah satu yang menjadi Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium adalah menjadi obesitas. Obesitas diartikan sebagai keadaan kelebihan gizi yang biasanya ditentukan dengan indeks massa tubuh lebih dari 27 kg/m2. Berbagai penelitian telah menyatakan bahwa memang obesitas bisa meningkatkan risiko kanker ovarium pada wanita. Contohnya saja penelitian yang dilakukan selama kurang lebih 13 tahun pada 64.327 perempuan yang mengalami obesitas di Jepang. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa memang perempuan yang mengalami obesitas berisiko cukup tinggi mengalami kanker ovarium.

 

  1. Tidak menggunakan pil KB

Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium yaitu tidak menggunakan pil KB. Pil KB atau keluarga berencana tidak hanya sekadar untuk mengontrol jumlah keturunan pada seorang individu dan menekan angka kependudukan pada masyarakat. Kebiasaan Pemicu Kanker OvariumTetapi, pil KB dianggap bisa mencegah dan menjaga perempuan dari kanker ovarium. Penurunan risiko terhadap kanker ovarium dapat dilihat ketika sudah melakukan pemakaian pil KB sekitar 3 hingga 6 bulan. Semakin lama pil KB dikonsumsi maka akan semakin rendah risiko untuk terkena kanker ovariumya. Bahkan, kondisi ini masih terjadi walaupun konsumsi pil KB sudah dihentikan untuk waktu yang lama. Sebuah penelitian menemukan bahwa perempuan yang menggunakan obat medroxyprogesterone acetat (DMPA atau Depo-Provera Cl), sebuah jenis pil KB, terbukti menurunkan risiko kanker walaupun perempuan tersebut telah berhenti mengonsumsi obat-obatan itu selama 3 tahun atau lebih.   – Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium

 

  1. Melakukan diet yang tidak sehat

Diet merupakan hal yang sangat mempengaruhi kesehatan, kebugaran, serta menentukan kualitas hidup seseorang. Orang yang menerapkan diet tidak sehat, bisa dikatakan bahwa ia berisiko untuk mengalami berbagai penyakit degeneratif, termasuk kanker. Banyak penelitian yang telah menyatakan bahwa mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam serta rendah serat bisa menjadi Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan selama 4 tahun yang menyatakan bahwa konsumsi makanan yang rendah lemak ternyata dapat menurunkan risiko kanker.

Beberapa penelitian lain juga menyebutkan Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium pada perempuan yang mengonsumsi diet tinggi serat memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan yang tidak sering mengonsumsi sumber serat. The American Cancer Society menganjurkan untuk makan dengan berbagai macam makanan yang sehat dengan jenis sayur dan buah yang beragam. Setidaknya mengonsumsi 2,5 gelas untuk masing-masing buah dan sayur dalam sehari, dan kalau bisa mengganti sumber karbohidrat Anda dengan gandum yang mengandung banyak serat. Tidak lupa juga untuk membatasi daging merah dan makanan olahan.  – Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium

 

  1. Kebiasaan merokok

Tidak perlu melakukan pembuktian lagi, mungkin semua orang setuju bahwa merokok adalah salah satu penyebab utama dari kanker. Walaupun merokok adalah penyebab utama dari kanker paru di dunia, tetapi ini juga menjadi Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium pada perempuan. Pernyataan ini dibuktikan oleh hasil penelitian yang dilakukan pada 9/10 perempuan yang mengalami kanker ovarium. Di akhir penelitian diketahui bahwa sebagian besar perempuan memiliki kebiasaan merokok, oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa merokok adalah salah satu Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium.

 

Oleh karena itu lebih baik kita menghindari apa saja yang menjadi Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium, karena tindak pencegahan lebih baik daripada mengobati.semoga bermanfaat…

 

 

 

Kebiasaan Pemicu Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Ovarium

Pengobatan Kanker Ovarium

Pengobatan Kanker Ovarium

Pengobatan Kanker Ovarium – Kanker ovarium bisa diobati jika mampu terdeteksi secara dini. Diagnosis yang tepat adalah ketika kanker belum menyebar ke seluruh tubuh. Tergantung pada stadium kanker ovarium, dokter biasanya menyarankan kombinasi pengobatan. Kebanyakan dari mereka menjalankan operasi yang diikuti dengan kemoterapi.

Tidak ada gejala spesifik yang menunjukan adanya kanker ovarium. Gejala yang paling sering dikeluhkan oleh penderita kanker ovarium adalah:

  • Kembung atau perut buncit dan terasa tidak nyaman,
  • Nyeri pada rongga panggul atau perut bagian bawah
  • Mudah kenyang walaupun makan sedikit
  • Gangguan berkemih menjadi tidak tertahankan dan lebih sering
  • Lemas
  • Nyeri pada tulang belakang
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Konstipasi atau susah buang air besar
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Perdarahan vagina
  • Mual muntah

 

Di bawah ini ada beberapa Pengobatan Kanker Ovarium yang bisa menjadi pilihan bagi penderita antara lain :

 

  1. Operasi

Pengobatan Kanker Ovarium umumnya melibatkan melepaskan kedua ovarium, saluran tuba, rahim serta kelenjar getah bening di dekatnya dan lipatan jaringan lemak perut (omentum) di mana kanker ovarium sering menyebar. Dokter bedah Anda juga akan menghapus sebanyak mungkin kanker dari perut Anda. Operasi lebih mudah dimungkinkan jika kanker ovarium Anda didiagnosis pada tahap yang sangat awal. Bagi wanita dengan stadium 1 kanker ovarium, operasi mungkin melibatkan menghapus satu ovarium dan tuba fallopi nya. Pengobatan Kanker Ovarium ini dapat melestarikan kemampuan untuk memiliki anak.

 

  1. Kemoterapi

Pengobatan Kanker Ovarium dengan kemoterapi merupakan pengobatan bantuan yang utama untuk kanker ovarium. estimasi operasi pengangkatan tumor yang sulit, maka sebelum operasi terlebih dahulu dilakukan kemoterapi sebanyak 1-2 kali, dapat meningkatkan efektifitas operasi pengangkatan. Kemoterapi setelah operasi dapatPengobatan Kanker Ovarium mencegah kambuh; bagi operasi pengangkatan yang tidak bersih, dengan kemoterapi memperoleh penangguhan sementara bahkan dapat memperpanjang jangka hidup; bagi yang tidak dapat dilakukan operasi pengangkatan, kemoterapi dapat membuat tumor mengecil, mudah digerakkan, menciptakan kondisi untuk operasi lagi.

 

  1. Terapi radiasi

Terapi radiasi berguna untuk membunuh sel penular dengan menggunakan sinar radiasi tinggi yang dipancarkan secara langsung ke daerah yang terkena kanker. Walaupun pengobatan ini efektif  untuk kebanyakan jenis kanker pengobatan ini jarang digunakan pada Pengobatan Kanker Ovarium.

 

  1. China medical

Pengobatan Kanker Ovarium dengan metode herbal tradisional China medikal dilandasi dengan pandangan secara holistic (keseluruhan), menyesuaikan endokrin secara keseluruhan, agar peredaran darah lebih aktif dan sehat, karena bagi kaum wanita, darah merupakan materi dasar menstruasi, apabila fungsi organ terganggu, aliran energi dan darah juga terpengaruh, berdampak juga pada fungsi penyimpanan darah, dapat menyebabkan terjadinya banyak macam penyakit ginekologi.

 

  1. Immunoterapi

Melalui penelitian klinis dan hasil pengalaman selama bertahun-tahun, merekomendasikan suatu metode pengobatan yang khas untuk Pengobatan Kanker Ovarium yaitu immunoterapi, sebagai dasar metode Pengobatan Kanker Ovarium ini ialah di dalam sistem kekebalan tubuh manusia, memiliki immunosel yang mempunyai fungsi identifikasi dan penekanan yang baik terhadap sel tumor, melalui sel-sel immun ini berhasil mengobati penyakit tumor. Inilah prinsip yang disebut “menggunakan sel-sel dari pasien untuk mengobati penyakit pasien sendiri”.

 

  1. Radioterapi

Menurut type jaringan yang berbeda pada kanker ovarium, maka tingkat kepekaan terhadap radioterapi juga berbeda, dysgerminoma paling peka terhadap radioterapi, granulosa sel tumor memiliki kepekaan sedang, epitel tumor juga memiliki tingkat kepekaan tertentu; penyinaran setelah operasi diutamakan terhadap lesi tumor yang masih tersisa di rongga perut; pasien yang masih ada tersisa lesi tumor kecil tetapi tidak terjadi adhesi di rongga perut dapat melakukan perfusi radionuklida pada saat 7-14 hari setelah operasi.

 

 

 

Pengobatan Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor Risiko Kanker Ovarium – Kanker ovarium merupakan silent killer”, yang berarti gejalanya seringkali tidak muncul pada stadium awal perkembangannya. Gejala kanker ovarium seringkali baru ditemukan pada stadium selanjutnya dimana pada saat itu kanker ovarium sudah sulit disembuhkan. Seandainya pun disertai dengan gejala awal, seperti masalah kencing, sakit perut atau kembung, gejala-gejala ini juga seringkali disangka sebagai gejala penyakit lain dan diabaikan.

 

Tipe Kanker Ovarium

Teridentifikasi lebih dari 30 tipe dan subtipe kanker ovarium pada wanita. Tapi sebagian besar para ahli mengelompokkannya dalam satu dari 3 kategori:

  • Tumor epitel. Berasal dari sel-sel epitel atau permukaan yang melapisi ovarium. Tipe ini yang paling umum, sekitar 90% dari seluruh kanker ovarium.
  • Tumor sel germinal. Berasal dari sel-sel ovarium yang akhirnya menjadi telur. Biasanya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Tumor yang sering dapat disembuhkan ini mengisi sekitar 3% dari seluruh kasus kanker ovarium di negara-negara berkembang.
  • Sex cord-stromal tumors. Mengisi sekitar 5% dari seluruh kanker ovarium. Berasal dari sel-sel yang berubah menjadi jaringan ikat di dalam ovarium.

 

Berikut ini terdapat beberapa Faktor Risiko Kanker Ovarium yang sangat penting untuk kita ketahui, diantaranya :

 

  1. Riwayat keluarga

Kanker ovarium memiliki kecenderungan agregasi familial, kerabat perempuan dengan riwayat kanker ovarium, kejadian berisiko tinggi daripada populasi umum. Dengan demikian riwayat keluarga kanker merupakan Faktor Risiko Kanker Ovarium yang utama.

 

  1. Usia

Kanker ovarium dapat terjadi pada semua usia semakin tinggi usia semakin tinggi Faktor Risiko Kanker Ovarium. Umumnya lebih sering terjadi pada wanita menopause dan pasca-menopause. 20 tahun kurang morbiditas. Kanker ovarium epitel meningkat pesat setelah usia 40, usia puncak berusia 50-60 tahun, 70 tahun dan kemudian secara bertahap menurun. Sedangkan tumor germ cell lebih sering terjadi pada wanita muda sebelum usia 20, wanita lajang atau kejadian kanker ovarium karena kesuburan.

 

  1. Haid terlalu dini dan menopause terlambat

Tes menunjukkan bahwa hiperplasia epitel ovarium dengan cepat setelah ovulasi, aktivitas mitosis ovulasi sekitar titik. Telah dilaporkan bahwa wanita seumur hidup siklus ovulasi semakin besar Faktor Risiko Kanker Ovarium. Oleh karena itu haid terlalu dini dan menopause terlambat, merupakan salah satu Faktor Risiko Kanker Ovarium.

 

  1. Belum pernah hamil

Faktor Risiko Kanker OvariumPerempuan yang belum pernah melahirkan atau miliki anak dalam sejarah reproduksinya rupanya malah tak aman. Keadaan ini malah meningkatkan Faktor Risiko Kanker Ovarium seorang perempuan dalam mengidap penyakit ini. Oleh sebab itu bagi perempuan yang belum dikaruniai anak, sebaiknya memeriksa ke dokter buat mengetahui keadaan kesehatan badan biar dapat terhindar dari bisa saja serangan kanker ovarium dan kanker rahim.

 

  1. Bedak dan paparan asbes

Penelitian eksperimental telah menunjukkan bahwa bedak dan asbes mungkin transisi di dalam rongga perut menyebabkan displasia epitel ovarium, sehingga meningkatkan Faktor Risiko Kanker Ovarium. Overseas studi menemukan bahwa pekerja asbes, insiden banyak terjadi kanker ovarium daripada populasi umum.

 

  1. Pola makan tinggi lemak

Tinggi asupan lemak hewani meningkatkan Faktor Risiko Kanker Ovarium, risiko mekanisme: (1) lemak hewan melalui beberapa efek hormonal memainkan efek karsinogenik, seperti asupan lemak hewan mungkin peran bakteri dalam usus menghasilkan estrogen dan estrogen merangsang kanker ovarium. (2) lemak hewani dalam hidrokarbon polisiklik, efek karsinogenik pada hewan ovarium. (3) asupan lemak hewan, perubahan fungsi kekebalan tubuh, peningkatan risiko kanker.

 

  1. Mempunyai endometriosis

Perempuan dengan masalah endometriosis bakal lebih tinggi Faktor Risiko Kanker Ovarium pada dirinya. Endometriosis ini termasuk juga kelainan yang serangannya dilancarkan ke bagian sistem reproduksi perempuan. Kemunculan penyakit ini ada kepada jaringan lapisan dalam dinding rahim atau pertumbuhan endometrium bertempat diluar rongga rahim.

 

  1. Obesitas

Obesitas bukanlah sesuatu yang boleh disepelekan walaupun memang banyak pula wanita gemuk yang tetap yakin diri akan berat dan bentuk tubuhnya. Sudah ada penelitian yang menyebutkan bahwa perempuan yang gemuk memang akan lebih mudah mengalami kanker ovarium. Karena obesitas juga merupakan salah satu Faktor Risiko Kanker Ovarium.

 

 

 

 

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Kanker Rahim

Faktor Penyebab Kanker Rahim

Faktor Penyebab Kanker Rahim

Kanker rahim adalah sel kanker tumbuh di rahim yang menyerang sistem reproduksi wanita. Istilah medis untuk kanker rahim adalah endometrium. Sesuai dengan namanya, kanker rahim muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim. Penyakit ini banyak menyerang wanita dan apabila tidak segera ditangani dengan benar dan cepat dapat mengakibatkan kematian, untuk itu mengetahui Faktor Penyebab Kanker Rahim dapat mencegah terjadinya kanker yang mematikan ini, berikut beberapa Faktor Penyebab Kanker Rahim :

 

  1. Human Papiloma Virus (Hpv)

Ini adalah yang paling penting dari semuaFaktor Penyebab Kanker Rahim Faktor Penyebab Kanker Rahim, Dokter percaya bahwa sebelum seorang wanita terkena kanker rahim, dia pasti telah terinfeksi oleh HPV. Beberapa jenis HPV ini diklasifikasikan sebagai “berisiko tinggi” karena mereka adalah pe Faktor Penyebab Kanker Rahim. Jenis termasuk HPV 6, HPV 18, HPV 31, HPV 35 dan HPV 45 dan banyak lainnya. Sekitar dua pertiga dari semua jenis kanker rahim disebabkan oleh HPV 16-18.

 

  1. Merokok

Faktor Penyebab Kanker Rahim selanjutnya yaitu wanita yang merokok cenderung lebih mudah untuk mendapatkan kanker rahim dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Merokok dapat menyebabkan kanker yang mempengaruhi tidak hanya paru-paru, tetapi bagian lain dari tubuh. Pertama adalah paru paru, menyerap zat-zat berbahaya dan kemudian mentransfernya ke dalam aliran darah ke seluruh tubuh. Zat tembakau telah ditemukan dalam lendir leher rahim perempuan yang merokok. Zat ini merusak DNA dari sel-sel leher rahim dan dapat menyebabkan perkembangan kanker rahim.

 

  1. Imunosupresi

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini merusak sistem kekebalan tubuh sepenuhnya dan membuat perempuan menjadi lebih berisiko terinfeksi HPV. Ini adalah salah satu Faktor Penyebab Kanker Rahim pada wanita dengan AIDS. Sistem kekebalan tubuh sangat penting dalam menghancurkan sel-sel kanker, dan memperlambat pertumbuhan dan penyebaran. Sebuah rahim pra-kanker adalah mungkin untuk berkembang menjadi kanker invasif lebih cepat pada perempuan dengan HIV.

 

  1. Chlamydia Infeksi

Faktor Penyebab Kanker Rahim yang satu ini adalah bakteri yang sangat umum yang dapat menginfeksi sistem reproduksi. Penyebaran terutama melalui kontak seksual yang tidak menggunakan alat kontrasepsi. Chlamydia paling sering menjangkiti kaum wanita yang berusia muda, namun penyakit ini bisa menjangkiti baik pria maupun wanita pada segala usia. Penyakit ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius jika tidak segera ditangani dengan tuntas.

 

  1. Diet Rendah Karotenoid dan Defisiensi Asam Folat

Faktor Penyebab Kanker RahimBanyak sayur dan buah yang mengandung bahan-bahan antioksidan dan berkhasiat mencegah kanker. Dari beberapa penelitian ternyata defisiensi terhadap asam folat, vitamin C, E, beta karotin/retinol berhubungan dengan peningkatan Faktor Penyebab Kanker Rahim.

 

  1. Penggunaan Pil KB

Penggunaan pil KB yang tidak sesuai dengan aturan, dan tidak diimbangi dengan memberikan nutrisi seimbang kepada tubuh akan meningkatkan Faktor Penyebab Kanker Rahim. Terlebih jika kurang bisa menjaga kebersihan organ kewanitaan. Pada suhu yang lembab, virus, jamur, dan bakteri sangat mudah berkembang dan menyebar. Infeksi dalam jangka waktu yang lama dapat memicu terjadinya kanker.

 

  1. Kehamilan

Wanita yang melahirkan banyak anak dengan rentan waktu yang terlalu dekat memiliki peningkatan Faktor Penyebab Kanker Rahim. Hal ini mungkin karena beberapa wanita mungkin telah terkena tindakan seksual yang tidak aman yang telah terkena sehingga mereka dengan mudah ter infeksi HPV. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh dari wanita hamil yang lemah, yang memungkinkan untuk terinfeksi HPV / pertumbuhan kanker.

 

 

 

Faktor Penyebab Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Bahaya Penebalan Dinding Rahim – Rahim adalah anggota dari berongga, yang memungkinkan embrio untuk tumbuh di rumah , rahim memiliki dinding yang kuat dari struktur permukaan dan jaringan kelenjar di otot-otot rahim, masing-masing dengan ketebalan sendiri. Dalam kondisi yang tidak biasa, dan dinding rahim memiliki ketebalan luar biasa dan memanggil “rahim ketebalan dinding”.

Dalam istilah medis, disebut ketebalan endometrium dan hiperplasia endometrium adalah lapisan permukaan penebalan rahim (lapisan rahim: mengupas lapisan saat menstruasi) karena meningkatnya jumlah sel penyusun sel abnormal dan bahwa pembentukan pertumbuhan berlebihan. Kondisi ini bisa sulit untuk membuat seorang wanita hamil, atau bahkan terancam dapat menyebabkan kanker serviks.

 

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Bahkan penebalan endometrium (hiperplasia endometrium) itu sendiri tidak kanker dan dapat kembali normal, tapi kondisi ini kadang-kadang menyebabkan kanker di kemudian hari, terutama ketika tidak ada pengobatan yang tepat.

 

Apa Saja Tanda dan Gejala ketebalan Rahim dinding?

Gejala yang paling menonjol ketika dihadapkan dengan ketebalan dinding rahim wanita perdarahan uterus abnormal, itu berarti sebagai berikut:

  • pendarahan selama lebih parah siklus menstruasi atau berlangsung lebih lama kebiasaan.  – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • siklus menstruasi lebih pendek dari 21 hari (dihitung dari hari pertama siklus menstruasi pada hari pertama periode menstruasi berikutnya), biasanya 28-30 hari.
  • pendarahan setelah menopause. – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • pendarahan yang terjadi di luar agenda siklus menstruasi.

Karena keparahan perdarahan yang terjadi, maka kondisi ini bisa membuat wanita kehilangan banyak darah sehingga dapat menjadi anemia dengan serangkaian gejala seperti lemah, letih, lesu, pusing, pusing, dan tampaknya pucat.

Dalam beberapa kasus, ketebalan lapisan rahim menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri pada uterus dan nyeri selama hubungan seksual.

 

Apa Yang Menyebabkan Ketebalan Rahim dinding?

Jika tubuh Anda memiliki banyak estrogen diimbangi dengan hormon progesteron, maka kondisi ini bisa mengembangkan hiperplasia endometrium, untuk lebih memudahkan pemahaman tentang bagaimana evolusi hiperplasia lapisan rahim, maka kita harus memahami terlebih dahulu bagaimana perubahan hormonal selama siklus menstruasi mempengaruhi lapisan rahim.  – Bahaya Penebalan Dinding Rahim

 

Bahaya Penebalan Dinding Pada awal siklus menstruasi ovarium memproduksi estrogen, hormon ini menyebabkan pertumbuhan lapisan rahim, dan mengental rahim untuk mempersiapkan kehamilan. Pada pertengahan siklus, satu telur dari ovarium lulus ( ovulasi ). Segera setelah ovulasi, dan itu mulai hormon yang disebut lain tingkat progesteron meningkat. Hormon progesteron, yang mempersiapkan lapisan rahim untuk menerima dan mengurus telur dibuahi. Jika kehamilan tidak terjadi, kedua hormon ini, estrogen dan progesteron penurunan. Penurunan memicu hormon progesteron menstruasi , atau penghapusan lapisan rahim. Setelah di lapisan rahim adalah benar-benar dalam bentuk darah menstruasi melalui, maka siklus menstruasi baru dimulai lagi, dan akan diulang.

 

Hiperplasia endometrium oleh kelebihan estrogen tanpa progesteron. Jika ovulasi tidak terjadi, tidak progesteron, lapisan rahim tidak terurai. Endometriosis dapat terus tumbuh dalam menanggapi estrogen. Jumlah penuyusunnya sel banyak melebhi alami yang disebut kondisi inflasi ini. Pada beberapa wanita, hiper, disebut inflasi, dapat menyebabkan kanker.

 

Ketika situasi ini terjadi?

Hiperplasia endometrium biasanya setelah menopause, ketika ovulasi dan progesteron berhenti tidak lagi ditawarkan. Hal ini juga dapat ketebalan dinding rahim terjadi selama menopause, ketika ovulasi tidak terjadi secara teratur

Selain persyaratan di atas, ada sejumlah kasus lain yang memungkinkan untuk wanita yang menderita hiperplasia endometrium:

  • penggunaan obat yang bekerja seperti estrogen, seperti pil.
  • penggunaan jangka panjang kontrasepsi oral dosis tinggi estrogen setelah menopause.
  • tidak teratur siklus menstruasi, khususnya yang berkaitan dengan sindrom ovarium polikistik ( PCOS ) atau infertilitas (ketidaksuburan).   – Bahaya Penebalan Dinding
  • kelebihan berat badan atau obesitas.  – Bahaya Penebalan Dinding Rahim

 

Apa saja Bahaya Penebalan Dinding Rahim?

Ketebalan dinding mungkin terjadi pada wanita dengan faktor Bahaya Penebalan Dinding Rahim diantaranya :

  • usia yang lebih tua dari 35 tahun
  • kulit putih   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • ada tidak hamil   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • senior di menopause   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • usia dini ketika menstruasi dimulai
  • obesitas   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • merokok   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • riwayat keluarga kanker ovarium dan kanker usus besar, dan ovarium.

 

Mengetahui Jenis Hiperplasia Endometrium Mengklasifikasikan

Hiperplasia endometrium dalam bentuk sederhana atau kompleks. Kondisi ini juga diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya perubahan tertentu sel. Jika ada perubahan sel yang abnormal, yang disebut abnormal. Kombinasi dari kedua kriteria klasifikasi untuk memperjelas yang tepat hiperplasia endometrium:

  • hipertrofi sederhana
  • hiperplasia kompleks
  • hiperplasia atipikal sederhana
  • kompleks atipikal hiperplasia

 

Bagaimana Mendiagnosa Hiperplasia Endometrium?

Ada banyak penyebab perdarahan uterus abnormal. Jika Anda memiliki perdarahan yang abnormal, usia 35 tahun atau lebih, atau jika Anda berusia lebih muda dari 35 tahun dan menderita perdarahan abnormal, yang tidak didukung oleh obat, dan dokter dapat menguji kinerja diagnostik untuk menentukan apakah atau endometrium hiperplasia dan kanker.

USG melalui vagina untuk mengukur ketebalan lapisan rahim. Untuk tes ini, perangkat kecil yang ditempatkan di dalam vagina. Gelombang suara dikonversi menjadi gambar dari perangkat dari organ panggul. Jika endometrium tampak tebal, maka mungkin hal ini menunjukkan bahwa ketebalan lapisan rahim, hiperplasia endometrium.

Satu-satunya cara untuk menentukan apakah ada kanker atau tidak adalah dengan mengambil sampel kecil jaringan dari lapisan rahim dan diperiksa di bawah mikroskop, dan ini dapat dilakukan melalui penggunaan biopsi endometrium, ekspansi dan kuretase atau rahim.  – Bahaya Penebalan Dinding Rahim

 

 

 

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Kanker Rahim

Bahaya Kanker Rahim

Bahaya Kanker Rahim

Bahaya Kanker Rahim – Rahim merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi seorang wanita. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ ini adalah kanker rahim. Kanker yang sering disebut kanker endometrium ini muncul di bagian organ kewanitaan. Kanker rahim adalah salah satu jenis kanker yang sangat menakutkan dan cukup banyak terjadi pada wanita di zaman sekarang ini. Kanker rahim sulit dideteksi dan baru bisa diketahui pada saat stadium lanjut. Jadi, penting sekali bagi para wanita untuk waspada terhadap Bahaya Kanker Rahim ini.

Penyebab kanker rahim belum dapat diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan resiko penyakit ini adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama kadar hormon estrogen yang tinggi, selain itu penyebab kanker rahim juga bisa dikarenakan menopause yang terlambat, terapi penggantian hormone, dan penggunaan tamoksifen jangka panjang.

Kanker rahim merupakan salah satu penyakit yang kerap kali diderita banyak wanita, terutama wanita yang belum memiliki anak, wanita yang mengalami menopause terlambat atau wanita yang mengalami menopause terlalu cepat. Pengobatan ini biasanya menyebabkan Bahaya Kanker Rahim, namun lebih bahaya lagi bila tidak dilakukan pengobatan terhadap penyakit kanker tersebut. Adapun Bahaya Kanker Rahim pasca pengobatan adalah sebagai berikut:

 

  1. Mengalami menopause lebih cepat

Bahaya Kanker RahimMenopause dini merupakan istilah lain dari pengalaman wanita yang kehilangan masa subur lebih awal dibanding wanita lainnya. Orang telah melakukan pembedahan atau proses operasi pada rahim dapat mengalami menopause lebih cepat, Bahaya Kanker Rahim ini disebabkan karena adanya kelainan pada ovarium yang bertugas untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron.

  1. Vagina menjadi sempit

Penyempitan vagina dapat terjadi pasca melakukan pengobatan kanker rahim, Bahaya Kanker Rahim ini dapat menyebabkan Anda kesulitan saat melakukan hubungan seks bahkan beberapa wanita mengalami seks yang menyakitkan dan ada pendarahan, walau tidak melakukan operasi, pengobatan lain seperti radioterapi juga dapat menyebabkan vagina menjadi sempit.

  1. Limfedema

Merupakan jenis penyakit kelenjar getah bening yang kerap muncul selepas melakukan operasi penyakit kanker rahim, sel kanker dapat tumbuh pada kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan munculnya kembali penyakit kanker kelenjar getah bening. Proses operasi dapat menyisakan sebagian sel dan sel yang tersisa tersebut berpotensi menyebabkan Bahaya Kanker Rahim yang lebih besar.

  1. Dampak emosional

Penyakit kanker rahim dapat menyebabkan emosi menjadi tidak seimbang, Bahaya Kanker Rahim ini dipengaruhi oleh adanya faktor dari hormon estrogen dan progesteron.

 

Selain menyebabkan bahaya diatas, penyakit kanker rahim yang tidak diobati berpotensi menyebabkan kanker semakin besar dan parah serta meningkatkan risiko terkena penyakit berikut :

 

  1. Nyeri saraf

Saraf seluruh tubuh dapat terasa sakit ketika mengalami penyakit kanker rahim, sejumlah otot dapat merasakan nyeri bahkan sampai kaku dan tidak bisa digerakkan.

  1. Gagal ginjal

Penyakit ini umum terjadi pada orang yang mengidap penyakit kronis layaknya penyakit kanker, dalam sejumlah besar kasus penyakit kanker rahim dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

  1. Pembekuan darahBahaya Kanker Rahim

Pendarahan dan pembekuan darah dapat terjadi pada orang yang mengidap kanker rahim, darah keluar melalui vagina di luar siklus menstruasi terjadi infeksi dan peradangan pada saluran kemih dan vagina.

  1. Fistula

Komplikasi ini merupakan jenis komplikasi paling berat dan paling bahaya, penyakit kanker rahim menyebabkan 1 dari 50 wanita mengalami penyakit fistula.

 

Itulah beberapa Bahaya Kanker Rahim yang mungkin bisa menambah wawasan kita tentang penyakit kanker rahim yang berbahaya ini, semoga bermanfaat…

 

 

Bahaya Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Metode Diagnosa Kanker Rahim

Metode Diagnosa Kanker Rahim

Metode Diagnosa Kanker Rahim

Metode Diagnosa Kanker Rahim – Rahim merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi wanita. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ ini adalah kanker rahim. Jenis kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium. Kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri. Tetapi jenis penyakit ini sangat jarang terjadi.

Kanker rahim menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320.000 wanita pada tahun 2012. Di Indonesia sendiri, kanker rahim tidak termasuk ke dalam sepuluh besar kanker yang menyerang wanita. Pada tahun 2002, terhitung ada sekitar 17,500 wanita di Indonesia yang menderita kanker rahim.

Gejala kanker rahim yang biasa dialami penderita adalah pendarahan vagina. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu waspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika Anda:

  • Sudah menopause, tapi tetap mengalami pendarahan.
  • Belum menopause, tapi mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi.

Tak sulit untuk mendeteksi adanya ketidakberesan yang ada pada rahim kita. Bila sudah ada gejala-gejala yang timbul dan dirasa tak normal, seperti terjadinya pendarahan yang terus keluar dari vagina, memeriksakan diri akan menyelamatkan nyawa kita secara dini.

Berikut adalah dua Metode Diagnosa Kanker Rahim yang dokter kerap anjurkan dan berikan untuk ditempuh pasien supaya keberadaan kanker di rahim kita dapat benar-benar dipastikan, diantaranya:

  • Tes Biopsi

Metode Diagnosa Kanker Rahim satu ini dilakukan dokter dengan sel-sel sampel yang diambil dari dinding rahim kita untuk kemudian dapat diperiksa secara seksama. Inilah yang kemudian perlu dokter cek dan lihat di bawah mikroskop. Kuret, hitereskopi, dan aspirasi jarum halus adalah tiga Metode Diagnosa Kanker Rahim yang biasa dipilih dokter dalam melakukan biopsi terhadap pasien.

  • Tes USG TransvaginalMetode Diagnosa Kanker Rahim

Bagi yang belum tahu, Metode Diagnosa Kanker Rahim jenis ini biasanya dokter pakai supaya perubahan tebal tipisnya dinding rahim dapat diperiksa lebih cermat. Terkadang perubahan ketebalan dinding rahim dapat terjadi tanpa kita sadari yang kemungkinan besar sebagai akibat adanya sel-sel kanker yang mulai menginvasi.

  • Tes Darah, Rontgen Dada, CT Scan, dan MRI Scan

Semua Metode Diagnosa Kanker Rahim ini adalah tes-tes lain yang bakal perlu ditempuh oleh pasien yang sudah positif memiliki kanker rahim. Tahap stadium atau perkembangan dari kanker tersebut dapat diperiksa melalui rangkaian Metode Diagnosa Kanker Rahim ini.

Penting untuk kita tahu bersama bahwa ada 4 stadium atau tingkat keseriusan pada kanker rahim. Dengan pengetahuan semacam ini, tentu akan meningkatkan kewaspadaan kita supaya lebih baik.

  • Stadium 1 adalah fase awal di mana kanker didapati pada rahim.
  • Stadium 2 adalah fase selanjutnya di mana penyebaran kanker telah terdeteksi bisa sampai ke serviks atau leher rahim.
  • Stadium 3 adalah fase di mana penyebaran kanker sudah lebih serius, yaitu hingga ke luar rahim dan ini otomatis menyerang jaringan yang ada di noda limfa maupun sekitar panggul kita. – Metode Diagnosa Kanker Rahim
  • Stadium 4 adalah fase terakhir dan paling serius di mana penyebaran makin meluas, yaitu telah sampai di jaringan organ lain, termasuk perut, paru-paru, hati, usus besar dan kantong kemih.   – Metode Diagnosa Kanker Rahim

 

Makin dini kanker rahim Anda terdeteksi, kemungkinan Anda untuk bertahan hidup serta sembuh akan menjadi makin tinggi. Jika terdeteksi mengidap kanker rahim pada stadium 1 atau 2, penderita memiliki kemungkinan sekitar 75% untuk bertahan hidup selama lima tahun atau lebih. Sebagian besar penderita kanker rahim yang terdiagnosis pada stadium 1 akhirnya sembuh total. Maka dari itu Metode Diagnosa Kanker Rahim disarankan untuk dilakukan sebelum akhirnya terediagnosa sudah dalam tahap yang parah. Semoga bermanfaat…

 

 

Metode Diagnosa Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim – Divonis menderita kanker rahim pastilah pengalaman yang menakutkan. Namun bukan berarti Anda tanpa harapan. Dengan bantuan dan informasi yang tepat, Anda dapat membuat keputusan mengenai Pengobatan Kanker Rahim yang akan dijalani. Informasi artikel ini membantu Anda dalam pertimbangan menentukan pengobatan maupun obat kanker rahim yang terbaik.

Ada banyak istilah yang dikenal, yang merujuk pada kanker rahim, diantaranya adalah kanker kandungan, kanker uterus, dan kanker endometrium. Risiko penyakit ini akan meningkat sejak seorang wanita menginjak usia 45 tahun. Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada semakin banyak wanita muda yang divonis mengidap kanker rahim, dalam tahun-tahun belakangan ini. Pada wanita yang sudah mengalami menopause, perdarahan apapun yang keluar dari vagina, dapat dengan mudah dikenali sebagai indikasi keberadaan kanker rahim. Sebaliknya, bagi mereka yang belum mengalami menopause, seringkali sulit membedakan antara menstruasi biasa dengan perdarahan yang abnormal.

Wanita dalam usia produktif harus waspada jika mengalami perubahan pola apapun dalam menstruasi. Waspadalah jika periode menstruasi Anda berlangsung lebih lama, dengan perdarahan yang lebih banyak. Bisa jadi, ini adalah tanda keberadaan kanker rahim, meskipun ada juga kemungkinan bahwa ini disebabkan oleh kelainan lain yang terjadi. Gejala lainnya dapat berupa rasa nyeri pada perut bagian bawah, pinggang, dan panggul; keputihan abnormal, anemia, dan penurunan berat badan. Jika sudah mencapai stadium lanjut, rasa nyeri dan pembengkakan yang terjadi, dapat mencapai bagian kaki.

Bila Anda divonis terkena kanker rahim, jangan takut, berikut beberapa pilihan terbaik Pengobatan Kanker Rahim yang tersedia saat ini, secara medis maupun alternatif. Faktanya, dengan pengobatan dan perawatan yang benar harapan kesembuhan kanker rahim akan semakin besar.

 

Pengobatan Kanker Rahim Konvensional

Ada dua pilihan utama yang seringkali diberikan oleh dokter untuk mengatasi kanker rahim stadium awal, yakni operasi histerektomi dan radiasi. Pada kasus tertentu, Pengobatan Kanker Rahim dengan metode radiasi bisa jadi dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran sel kanker, sebelum akhirnya diangkat.

Pengobatan Kanker RahimMeski Pengobatan Kanker Rahim dengan metode histerektomi dinilai cukup efektif, seringkali mereka yang terpaksa menjalaninya akan mengalami efek samping berupa penurunan kualitas seksual dan hilangnya kemampuan reproduksi. Tentu saja, ini dapat memicu terjadinya depresi yang kronis. Jika kanker berkembang menuju stadium lanjut, Pengobatan Kanker Rahim dengan metode kemoterapi yang dikenal melelahkan dan menyakitkan adalah pilihan terakhir Pengobatan Kanker Rahim konvensional.

Namun, di luar negeri efektivitas kemoterapi dan radiasi dapat ditingkatkan dengan bantuan imunoterapi, dimana efek samping metode pengobatan ortodoks tersebut dapat ditekan seminimal mungkin, dengan mengoptimalkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Kita tunggu saja, siapa tahu di masa depan nanti, jenis Pengobatan Kanker Rahim ini dapat diterapkan di Indonesia.

 

Pengobatan Kanker Rahim Alternatif

Tanpa harus berobat ke luar negeri, sebenarnya ada jenis Pengobatan Kanker Rahim alternatif yang juga bekerja dengan cara yang serupa dengan imunoterapi, dimana sistem kekebalan tubuh Anda akan diaktifkan untuk menginduksi program bunuh diri pada sel kanker (apoptosis). Proses ini akan menekan pertumbuhan dan perkembangan sel kanker sehingga menurunkan tingkat penyebaran (proliferasi) kanker pada organ tubuh lainnya.

Pengobatan Kanker RahimMekanisme penyerangan ini bisa didapatkan dari aktivitas flavonoid, lutein, dan karotenoid, senyawa antioksidan yang ternyata ditemukan dengan kadar yang cukup tinggi dalam suplemen herbal asal Jepang, S Lutena. Dengan kemampuan yang dimilikinya ini, S Lutena tidak hanya mampu mencegah, tetapi juga ampuh digunakan untuk Pengobatan Kanker Rahim.

Berdasarkan pengalaman empiris penggunanya, konsumsi rutin selama 1-3 bulan saja, yang juga diikuti dengan menjalani pola hidup sehat, sudah membawa pengaruh yang signifikan pada proses pembunuhan sel kanker dalam organ-organ tubuh Anda.

 

 

Pengobatan Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment