Penyebab Radang Uretra

Penyebab Radang Uretra

Radang uretraatau Urethritis adalah peradangan pada uretra atau saluran kencing. Gejala utama adalah disuria (sulit kencing), dan buang air kecil yang menyakitkan atau sulit.

Penyakit Urethritis/ Radang Uretra ini bisa disebabkan oleh oleh bakteri dan virus, diantaranya yaitu bakteri E coli, selain itu juga beberapa penyakit menular seksual seperti chlamydia, gonore bisa menjadi penyebab timbulnya urethritis ini. Sedangkan yang di sebabkan oleh virus yaitu herpes simplex dan cytomegalovirus.
berdasarkan sifatnya penyakit uretritis ini terbagi menjadi dua macam, yaitu :

  1. Radang Uretra/uretritis akut, terjadi karena naiknya infeksi atau sebaliknya oleh karena prostat mengalami infeksi
  2. Radang Uretra/uretritis kronik, infeksi ini disebabkan oleh pengobatan yang tidak sempurna pada masa akut, prostatitis kronik, atau uretra.

Penyebab radang uretra, Pada beberapa kasus, Radang Uretra/uretritis ada juga yang tidak disebabkan oleh infeksi, tetapi disebabkan oleh iritasi atau kerusakan pada uretra karena pemakaian sabun, masturbasi atau penggunaan kateter kandung kemih. Uretritis seringkali ditemukan pada pria usia antara 25 dan 35 tahun. Hal ini juga bisa terjadi pada wanita, tetapi lebih sulit untuk didiagnosis karena pada wanita biasanya tidak menunjukan banyak gejala.

penyebab radang uretra

penyebab radang uretra

Penyebab radang uretra Gejala yang timbul, pada penyakit ini baik pada pria maupun wanita biasanya yaitu akan merasakan gejala nyeri saat berkemih, keinginan untuk sering berkemih dan sekret abnormal keluar dari vagina atau penis. Pria juga dapat merasakan nyeri saat berhubungan seksual atau saat ejakulasi dan rasa sakit pada ujung penis. Biasanya wanita juga mengalami nyeri perut dan demam tinggi. Penyebab radang uretra, Untungnya, uretritis bukan merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan dapat diobati dengan antibiotik dan penghilang rasa sakit. Namun, ketika tidak diobati dengan benar, uretritis dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi testis (orkitis) dan kelenjar prostat (prostatitis) pada pria, serta infeksi pada serviks (servisitis) dan organ reproduksi (penyakit radang panggul) pada wanita.

Penyebab Radang Uretra

menunjukkan bahwa biasanya penyebab radang uretra pada wanita sangat banyak, diantaranya sangat berhubungan dengan kebiasaan hidup wanita. Beberapa wanita tidak tahu merawat genitalnya, cairan perawatan daerah wanita dengan asam lemah pH4 bisa digunakan sehari-hari, dengan demikian, baru bisa menjaga bagian genital. Uretra wanita lebih pendek; mulut luar uretra, mulut vagina, dan anus saling berdekatan sehingga mudah terkontaminasi sekresi vagina dan feses. Terutama saat wanita mengidap bakteri vaginosis, lebih mudah menjadi radang uretra bakteri. Maka perhatikan perawatan dan kebersihan genital sehari-hari.

Masih ada penyebab radang uretra pada wanita adalah yang berhubungan dengan struktur tubuh karena berhubungan dengan struktur fisiologis khusus wanita, panjang uretra pendek, lurus dan luas, kegunaan sfingter uretra lebih lemah, ciri-ciri struktur anatomi ini, membuat wanita lebih mudah mengidap infeksi uretra daripada pria. Jika uretra ada luka dan saluran kemih lainnya luka maka mengakibatkan daya tahan tubuh menurun sehingga lebih mudah terjadi infeksi uretra.

Menahan buang air kecil sering terjadi pada wanita , ini juga salah satu penyebab radang uretra pada wanita karena urine berada dalam kandung kemih untuk waktu lama, akan menghasilkan bakteri, ada lebih banyak waktu berkembang biak dan menyerang jaringan lain sehingga sangat mudah menyebabkan radang uretra.

Penyebab radang uretra, Jika haid melakukan hubungan seksual: jika wanita pada saat haid tidak ada kontraindikasi melakukan hubungan seksual dan tidak memperhatikan kesehatan maka sangat mudah menyebabkan radang uretra wanita. Hal ini karena darah haid adalah tempat pembiakan bakteri yang paling baik, tidak memperhatikan kesehatan sangat mudah menimbulkan serangan bakteri. Selain itu, kegiatan hubungan seksual tidak berhati-hati juga bisa menimbulkan radang uretra wanita.

Penyebab radang uretra, Setelah wanita hamil karena rahim akan membesar dan menekan di dekat kandung kemih dan ureter, perubahan endokrin tubuh juga membuat ureter diastolik dan memperlambat gerak peristaltic. Aliran urin menjadi lambat membentuk efusi, begitu juga bermanfaat untuk serangan bakteri dan menyebabkan penyakit.

Penyebab radang uretra, Setelah pria dan wanita berhubungan seksual yang kotor, 1-3 minggu muncul sejumlah kecil sekresi putih atau celana dalam kotor, mulut uretra ada selaput keropeng timbul setelah sekresi kering, saat buang air kecil uretra terasa sedikit terbakar, terasa tertusuk, dan gatal maka harus melakukan pemeriksaan.

Penyebab radang uretra, Peradangan terdekat dapat menyebabkan: gonorrhea, chlamydia, mycoplasma merupakan salah satu patogen penyebab penyakit yang menimbulkan radang uretra. Chlamydia, mycoplasma tidak menunjukkan gejala yang signifikan bahkan, tidak ada gejala. Banyak orang salah mengira bahwa tidak ada gejala berarti tidak ada penyakit sehingga menunda waktu pengobatan.

 

Penyebab Radang Uretra

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Radang Uretra, Apa Itu?

Radang Uretra, Apa Itu?

Radang uretra atau Urethritis adalah peradangan pada uretra atau saluran kencing. Gejala utama adalah disuria (sulit kencing), dan buang air kecil yang menyakitkan atau sulit.

Penyakit Urethritis/ Radang Uretra ini bisa disebabkan oleh oleh bakteri dan virus, diantaranya yaitu bakteri E coli, selain itu juga beberapa penyakit menular seksual seperti chlamydia, gonore bisa menjadi penyebab timbulnya urethritis ini. Sedangkan yang di sebabkan oleh virus yaitu herpes simplex dan cytomegalovirus.
berdasarkan sifatnya penyakit uretritis ini terbagi menjadi dua macam, yaitu :

1. Radang Uretra/ uretritis akut, terjadi karena naiknya infeksi atau sebaliknya oleh karena prostat mengalami infeksi

2. Radang Uretra/ uretritis kronik, infeksi ini disebabkan oleh pengobatan yang tidak sempurna pada masa akut, prostatitis kronik, atau uretra

Radang Uretra

Radang Uretra

Penyakit radang uretra ini ditandai dengan terjadinya inflamasi pada uretra atau suatu infeksi yang menyebar naik yang digolongkan sebagai infeksi gonoreal dan nongonoreal. Namun demikian kedua kondisi tersebut juga dapat menyerang pada satu pasien secara bersamaan.

  1. Radang Uretra/ Uretritis gonoreal, disebabkan oleh neisseria gonorrhoeae. Dan ditularkan melalui kontak seksual. Pada pria inflamasi orifisium meatal terjadi disertai rasa terbakar ketika urinasi, meskipun demikian penyakit ini dapat asimtomatik (tidak bergejala). Pada wanita, rabas uretra tidak selalu muncul dan penyakit juga asimtomatik, oleh karena itu gonore pada wanita sering tidak didiagnosis/ dilaporkan.
  2. Radang Uretra/ Uretritis nongonoreal, uretritis ini tidak berhubungan dengan neisseria gonorrhoeae biasanya disebabkan oleh klamidia trakomatik atau urea plasma urelytikum. Jika pasien pria simtomatik akan mengeluh adanya disuria tingkat sedang atau parah dan rabas uretral dengan jumlah sedikit atau sedang.

Pada beberapa kasus, Radang Uretra/ uretritis ada juga yang tidak disebabkan oleh infeksi, tetapi disebabkan oleh iritasi atau kerusakan pada uretra karena pemakaian sabun, masturbasi atau penggunaan kateter kandung kemih. Uretritis seringkali ditemukan pada pria usia antara 25 dan 35 tahun. Hal ini juga bisa terjadi pada wanita, tetapi lebih sulit untuk didiagnosis karena pada wanita biasanya tidak menunjukan banyak gejala.

Gejala yang timbul, pada penyakit ini baik pada pria maupun wanita biasanya yaitu akan merasakan gejala nyeri saat berkemih, keinginan untuk sering berkemih dan sekret abnormal keluar dari vagina atau penis. Pria juga dapat merasakan nyeri saat berhubungan seksual atau saat ejakulasi dan rasa sakit pada ujung penis. Biasanya wanita juga mengalami nyeri perut dan demam tinggi. Untungnya, uretritis bukan merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan dapat diobati dengan antibiotik dan penghilang rasa sakit. Namun, ketika tidak diobati dengan benar, uretritis dapat menyebabkan komplikasi, seperti infeksi testis (orkitis) dan kelenjar prostat (prostatitis) pada pria, serta infeksi pada serviks (servisitis) dan organ reproduksi (penyakit radang panggul) pada wanita.

Gejala umum yang sering timbul pada penyakit radang uretra :

  1. Cairan berwarna keruh yang keluar dari ujung penis. Keluarnya cairan bernanah biasanya menunjukkan uretritis karena gonore, sedangkan jika keluar cairan (agak) bening maka ini menunjukkan uretritis non-gonokokal.
  2. Cairan vagina yang tidak normal
  3. Kulit yang dingin pada kaki dan tangan
  4. Menderita Dispareunia (nyeri pada vagina saat berhubungan seksual)
  5. Menunjukkan gejala-gejala Strabismus
  6. Nyeri tak tertahankan saat buang air kecil (disuria)
  7. Demam, panas dingin atau menggigil
  8. Rasa sakit pada panggul
  9. Sakit perut
  10. Sering buang air kecil
  11. Terdapat cairan eksudat yang purulent
  12. Mukosa merah udematus
  13. Ada ulserasi pada uretra, iritasi, vesikal iritasi, prostatitis
  14. Mikroskopis ; terlihat infiltrasi leukosit sel-sel plasma dan sel-sel limfosit
  15. Ada rasa gatal yang menggelitik, gejala khas pada uretritis G.O yaitu morning sickness
  16. Pada pria kapiler, kelenjar uretra tersumbat oleh pus
  17. Rasa menyengat atau terbakar saat buang air kecil, gatal, terbakar kesemutan, atau iritasi di dalam penis.
  18. gejala pada pria biasanya ada darah pada cairan urin atau cairan semen
  19. pembengkakanpada penisatau daerah selangkangan
  20. adanya rasa sakit pada saat hubungan seksual atau ejakulasi.

 

Pada wanita jarang ditemukan Radang Uretra/ uretritis akut, kecuali bila pasien menderita. Pada wanita karena jarang mengeluarkan cairan-cairan seperti pada pria (nanah atau bening seperti yang disebutkan di atas), namun gejala dysuria, nyeri pada perut, nyeri hebat ketika BAK, demam panas dingin, frekiensi BAK menjadi sering, nyeri pada bagian pelvis, adanya keluar cairan pada vagina dan frekuensi sakit dapat hadir.

 

Radang Uretra, Apa Itu?

 

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Bartolinitis Penyakit Infeksi pada Wanita

Bartolinitis Penyakit Infeksi pada Wanita

Glandula Bartolini adalah suatu kelenjar yang letaknya di seputar bibir kemaluan (vulva) tepatnya di kiri dan kanan bawah dekat fossa navikulare. Kelenjar Bartolinitis memiliki diameter lebih kurang 1 cm, terletak dibawah otot konstriktor kunni dan mempunyai saluran kecil panjang 1,5 – 2 cm yang bermuara di vulva. Pada koitus, kelenjar bartholini mengeluarkan getah lendir.

Bartolinitis merupakan infeksi kelenjar Bartholini (nama diambil dari seorang ahli anatomi belanda) yang letaknya bilateral pada bagian dasar labia minor. Kelenjar ini bermuara pada posisi kira2 jam 4 dan jam 8. Ukurannya sebesar kacang dan tidak melebihi 1 cm, dan pada pemeriksaan dalam keadaan normal tidak teraba. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.

Penyebab

Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolinitis yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan sebagainya. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina.

Bartolinitis Penyakit Infeksi pada Wanita

Bartolinitis Penyakit Infeksi pada Wanita

Tanda dan gejala Bartolinitis

o Pada vulva terjadi perubahan warna, kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan.

o Kelenjar bartolinitis membengkak, terasa nyeri sekali bila penderita berjalan atau duduk, juga dapat disertai demam

o Kebanyakkan wanita dengan penderita bartolinitis ini datang ke PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin.

o Terdapat abses pada daerah kelamin

o Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah.

Juga dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan memeriksa hapusan urethra dan vulva dengan metode blue atau gram, positif bila dijumpai banyak sel nanah dan diplokokkus intra maupun ekstraseluler.

Pengobatan Bartolinitis

Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan:

· antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari,

· asam mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis,

· eritromisin 4 x 0,5 gram perhari selama 5-10 hari, suntikan 1.000.000 S Depot penisilin sehari selama 6-7 hari, atau jika ada alergi terhadap penisilin dapat diberi chlorampenicol 1 gr intravena (i.v.) atau intramuskuler (i.m.).

· Juga dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan memeriksa hapusan urethra dan vulva dengan metode blue atau gram, positif bila dijumpai banyak sel nanah dan diplokokkus intra maupun ekstraseluler. Jika sudah bernanah mencari jalan sendiri atau harus dikeluarkan dengan sayatan karena jika tidak akan menjadi kista.

Dampak Bartolinitis Bagi Kehamilan dan Persalinan

Dampak terhadap kehamilan dan bayi khususnya pada bartholinitis yang disebabkan oleh Gonokokkusyaitu :

· Sering dijumpainya kemandulan anak satu (one child sterility) pada penderita atau bekas penderita karena pada saat persalinan lendir kental dalam cervix lenyap dan ostium terbuka hingga akhirnya Gonokokkus ada kesempatan untuk mejalar ke atas berturut-turut menyebabkan endometritis dan salpingitis (salpingitis inilah penyebab kemandulan tersebut),

· Anak yang melalui jalan lahir dapat kemasukan Gonococcus ke dalam matanya dan menderita konjungtivitis gonorea neonatorum (blenorea neonati).Radang pada glandula bartholini dapat terjadi berulang – ulang dan akhirnya dapat menjadi menahun dalam bentuk kista Bartolinitis. Sebaiknya kista yang kecil dan tenang pada wanita hamil dibiarkan saja dan baru diangkat kira-kira 3 bulan setelah persalinan. Apabila kista sering meradang walaupun sudah diobati berukang kali, atau apabila kista sangat besar sehingga dikhawatirkan akan pecah waktu persalinan, maka sebaiknya kista tersebut diangkat dalam keadaan tenang sebelum persalinan. Adakalanya kista yang sangat besar baru diketahui sewaktu wanita sudah dalam persalinan.

Dalam hal demikian dilakukan punksi dan cairan dikeluarkan, walaupun ini bukan terapi tetap. Selanjutnya dilakukan marsupialisasi (nanah dikeluarkan) sebagai tindakan tanpa resiko dengan hasil yang memuaskan. Pada tindakan ini setelah diadakan sayatan dan isi kista dikeluarkan, dinding kista yang terbuka dijahit pada kulit vulva yang terbuka pada sayatan.

 

Bartolinitis Penyakit Infeksi pada Wanita

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

Chlamydia merupakan penyakit organ reproduksi yang berbahaya. Jika penyakit ini dibiarkan maka  akan menyebabkan terjadinya kemandulan pada wanita. Penyakit Chlamydia terjadi akibat penularan organisme yang menyerupai bakteri lewat penyakit menular seksual. Pada umumnya, penyakit ini menyerang mereka yang mempunyai kebiasaan seks dan gaya hidup yang bebas.

Penyakit Chlamydia timbul dengan gejala awal yaitu terjadinya infeksi pada serviks dan meingkatnya cairan keputihan pada wanita. Selain itu, ketika melakukan hubungan seksual wanita yang mengidap penyakit Chlamydia akan mengalami pendarahan yang cukup sakit.

Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

 

Jika dibiarkan berlanjut, penyakit Chlamydia akan menyerang tuba fallopi dan memicu penyakit Pelvic Inflammatory Disease atau PID. Gejala yang timbul akibat penyakit Chlamydia yaitu sakit perut dan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual. Jika tidak ada penanganan secara cepat maka penyakit ini akan menyerang tuba fallopi dan menyebabkan kemandulan pada wanita.

Penyakit Chlamydia berdampak signifikan pada terjadinya kemandulan pada wanita. Penyakit Chlamydia menyerang tuba fallopi dimana tuba fallopi merupakan saluran sel telur menuju rahim. Jika terjadi masalah pada tuba fallopi maka sel telur tidak akan bisa sampai ke rahim dan tidak akan bisa melakukan pembuahan.

Pembuahan terjadi jika sel telur dan sel sperma bertemu dalam satu tempat yaitu rahim dan melewati saluran tuba fallopi. Maka dari itu kenapa penyakit Chlamydia sangat berbahaya untuk wanita. Wanita dengan kondisi tidak bisa hamil merupakan ancaman paling besar untuk kelangsungan rumah tangga dan generasi penerus.

Rubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Jangan melakukan hubungan seksual dengan banyak orang dan hindari ganti-ganti pasangan. Anda bisa mengantisipasi dengan menggunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan seksual. Alat kontrasepsi bisa mencegah anda dari penyakit menular yang bisa menyebabkan terjadinya kemandulan pada wanita.

Chlamydia adalah penyakit menular seksual. Mungkin seseorang tidak tahu jika memiliki chlamydia, karena banyak orang yang tidak pernah mengembangkan tanda atau gejala, yang mungkin termasuk rasa sakit kelamin dan debit dari vagina atau penis.

Chlamydia mempengaruhi baik pria dan wanita dan terjadi pada semua kelompok umur, meskipun yang paling umum di kalangan wanita muda. Chlamydia tidak sulit untuk diobati setelah mengetahui jika memilikinya. Jika tidak diobati, chlamydia dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Chlamydia adalah penyakit kelamin yang banyak terjadi disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Biasanya tidak terdapat gejala apa-apa, walaupun begitu tetap ada gejala-gejala ringan, seperti nanah atau keputihan pada penis maupun vagina dan adanya rasa sakit setiap kali buang air kecil. Ini merupakan infeksi yang terjadi pada uretra (laki-laki) dan serviks (mulut rahim) pada perempuan. Sebagai informasi, chlamydia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang paling umum dijumpai dan dikenal sebagai penyebab utama penyakit peradangan pada pelvis (panggul), sehingga menyebabkan infertilitas (kemandulan) pada perempuan. Bahaya kan? Jenis tertentu dari bakteri ini hanya menginfeksi serviks dan uretra, sementara jenis lainnnya dapat menyebabkan penyakit mata.

 

Penyebab

Chlamydia disebabkan oleh bakteri dan paling sering menyebar melalui vagina, seks oral, dan anal. Penyakit tersebut juga mungkin bagi seorang ibu untuk menyebarkan chlamydia kepada anaknya saat melahirkan. Sehingga dapat menyebabkan pneumonia atau infeksi mata serius pada bayinya.

Gejala

Tahap awal infeksi chlamydia sering menyebabkan sedikit atau tidak ada tanda dan gejala. Ketika tanda atau gejala terjadi, biasanya mulai 1-3 minggu setelah terkena Chlamydia. Bahkan ketika tanda dan gejala memang terjadi, seringkali ringan dan cepat berlalu. Oleh karena itu, chlamydia seringkali diabaikan

Tanda dan gejala infeksi chlamydia dapat mencakup:
1. Nyeri saat buang air kecil
2. Sakit pada perut bawah
3. Keluar cairan dari vagina pada wanita
4. Discharge dari penis pada pria
5. Nyeri saat hubungan seksual pada wanita
6. Nyeri testis pada pria

Pengobatan

Chlamydia dapat diobati dengan antibiotik. Pasien mungkin diminta untuk minum obat dalam satu kali dosis, atau mungkin perlu untuk mengonsumsi obat sehari atau beberapa hari selama 5-10 hari.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Selama waktu itu, pasien harus menjauhkan diri dari hubungan seksual.

Pasangan seksual juga membutuhkan perawatan meskipun mungkin tidak memiliki tanda atau gejala. Jika tidak, infeksi dapat menular bolak-balik antara pasangan seksual.

Chlamydia merupakan penyakit organ reproduksi yang berbahaya. Jika penyakit ini dibiarkan maka  akan menyebabkan terjadinya kemandulan pada wanita. Penyakit Chlamydia terjadi akibat penularan organisme yang menyerupai bakteri lewat penyakit menular seksual. Pada umumnya, penyakit ini menyerang mereka yang mempunyai kebiasaan seks dan gaya hidup yang bebas.

 

Penyakit Chlamydia timbul dengan gejala awal yaitu terjadinya infeksi pada serviks dan meingkatnya cairan keputihan pada wanita. Selain itu, ketika melakukan hubungan seksual wanita yang mengidap penyakit Chlamydia akan mengalami pendarahan yang cukup sakit.

 

Jika dibiarkan berlanjut, penyakit Chlamydia akan menyerang tuba fallopi dan memicu penyakit Pelvic Inflammatory Disease atau PID. Gejala yang timbul akibat penyakit Chlamydia yaitu sakit perut dan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual. Jika tidak ada penanganan secara cepat maka penyakit ini akan menyerang tuba fallopi dan menyebabkan kemandulan pada wanita.

 

Penyakit Chlamydia berdampak signifikan pada terjadinya kemandulan pada wanita. Penyakit Chlamydia menyerang tuba fallopi dimana tuba fallopi merupakan saluran sel telur menuju rahim. Jika terjadi masalah pada tuba fallopi maka sel telur tidak akan bisa sampai ke rahim dan tidak akan bisa melakukan pembuahan.

 

Pembuahan terjadi jika sel telur dan sel sperma bertemu dalam satu tempat yaitu rahim dan melewati saluran tuba fallopi. Maka dari itu kenapa penyakit Chlamydia sangat berbahaya untuk wanita. Wanita dengan kondisi tidak bisa hamil merupakan ancaman paling besar untuk kelangsungan rumah tangga dan generasi penerus.

 

Rubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Jangan melakukan hubungan seksual dengan banyak orang dan hindari ganti-ganti pasangan. Anda bisa mengantisipasi dengan menggunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan seksual. Alat kontrasepsi bisa mencegah anda dari penyakit menular yang bisa menyebabkan terjadinya kemandulan pada wanita.

 

Chlamydia adalah penyakit menular seksual. Mungkin seseorang tidak tahu jika memiliki chlamydia, karena banyak orang yang tidak pernah mengembangkan tanda atau gejala, yang mungkin termasuk rasa sakit kelamin dan debit dari vagina atau penis.

Chlamydia mempengaruhi baik pria dan wanita dan terjadi pada semua kelompok umur, meskipun yang paling umum di kalangan wanita muda. Chlamydia tidak sulit untuk diobati setelah mengetahui jika memilikinya. Jika tidak diobati, chlamydia dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Chlamydia adalah penyakit kelamin yang banyak terjadi disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Biasanya tidak terdapat gejala apa-apa, walaupun begitu tetap ada gejala-gejala ringan, seperti nanah atau keputihan pada penis maupun vagina dan adanya rasa sakit setiap kali buang air kecil. Ini merupakan infeksi yang terjadi pada uretra (laki-laki) dan serviks (mulut rahim) pada perempuan. Sebagai informasi, chlamydia merupakan salah satu penyakit menular seksual yang paling umum dijumpai dan dikenal sebagai penyebab utama penyakit peradangan pada pelvis (panggul), sehingga menyebabkan infertilitas (kemandulan) pada perempuan. Bahaya kan? Jenis tertentu dari bakteri ini hanya menginfeksi serviks dan uretra, sementara jenis lainnnya dapat menyebabkan penyakit mata.
Penyebab

Chlamydia disebabkan oleh bakteri dan paling sering menyebar melalui vagina, seks oral, dan anal. Penyakit tersebut juga mungkin bagi seorang ibu untuk menyebarkan chlamydia kepada anaknya saat melahirkan. Sehingga dapat menyebabkan pneumonia atau infeksi mata serius pada bayinya.

Gejala

Tahap awal infeksi chlamydia sering menyebabkan sedikit atau tidak ada tanda dan gejala. Ketika tanda atau gejala terjadi, biasanya mulai 1-3 minggu setelah terkena Chlamydia. Bahkan ketika tanda dan gejala memang terjadi, seringkali ringan dan cepat berlalu. Oleh karena itu, chlamydia seringkali diabaikan

Tanda dan gejala infeksi chlamydia dapat mencakup:
1. Nyeri saat buang air kecil
2. Sakit pada perut bawah
3. Keluar cairan dari vagina pada wanita
4. Discharge dari penis pada pria
5. Nyeri saat hubungan seksual pada wanita
6. Nyeri testis pada pria

Pengobatan

Chlamydia dapat diobati dengan antibiotik. Pasien mungkin diminta untuk minum obat dalam satu kali dosis, atau mungkin perlu untuk mengonsumsi obat sehari atau beberapa hari selama 5-10 hari.

Dalam kebanyakan kasus, infeksi dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Selama waktu itu, pasien harus menjauhkan diri dari hubungan seksual.

Pasangan seksual juga membutuhkan perawatan meskipun mungkin tidak memiliki tanda atau gejala. Jika tidak, infeksi dapat menular bolak-balik antara pasangan seksual.

 

Chlamydia adalah virus yang menyebabkan kemandulan

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Gejala Polip Rahim dan Faktor Resikonya

Gejala Polip Rahim dan Faktor Resikonya

Gejala Polip Rahim- Polip pada umumnya terjadi di hidung. Namun, jenis penyakit ini juga bisa tumbuh di bagian lain tubuh seperti rahim. Polip rahim atau polip uterus adalah benjolan yang berasal dari jaringan di daerah mulut rahim, bentuknya seprti jari, berwarna merah, dan kenyal.

Gejala Polip Rahim- Penyakit Polip Uterus atau biasa kita kenal dengan Polip Rahim merupakan daging tumbuh yang melekat pada dinding bagian dalam rahim dan menonjol ke dalam rongga rahim . Pertumbuhan sel-sel pada lapisan rahim (endometrium) yang berlebihan ini bisa berujung pada pembentukan polip rahim . Gejala Polip Rahim- Ukuran polip rahim ini bervariasi , mulai beberapa milimeter atau tak lebih besar dari biji wijen hingga beberapa sentimeter seukuran bola golf atau lebih besar lagi .

Gejala Polip Rahim dan Faktor Resikonya

Gejala Polip Rahim dan Faktor Resikonya

Gejala Polip Rahim- Penyebab penyakit polip rahim sampai saat ini belum diketahui dengan jelas , namun bakteri yang menyebabakan terjadinya penyakit polip rahim merupakan suatu infeksi di dalam rahim . Bakteri ini bisa masuk karena pola hidup yang tidak sehat . Gejala Polip Rahim- Mengalami gangguan saat mentruasi juga bisa menjadi salah satu penyebab polip rahim atau bisa juga terjadi akibat adanya kelainan dalam rahim . Adapun penyebab polip rahim lainnya sebagai berikut :

Penyebab Polip Rahim

  • Rahim yang sangat sensitif sekali pada hormon
  • Mempunyai penyakit darah tinggi atau hipotensi
  • Berlebihan berat badan atau kegemukan
  • Rahim yang sangat sensitif sekali pada hormon
  • Sering menjalani kemoterapi pada penderitaan kanker payudara
  • Sering menjalani kemoterapi pada penderitaan penyakit darah tinggi atau hipertensi

 

Mempelajari gejala polip rahim amatlah sangat penting, karena dengan mengenali gejala polip rahim tersebut kita bisa bertindak cepat dalam pengobatan jikalau gejala tersebut pada diri kita.

Gejala polip rahim yang paling umum adalah pendarahan yang tak terduga atau berat. Polip adalah massa kecil yang tumbuh pada batang. Polip dapat ditemukan dibanyak tempat ditubuh, bagaimanapun, polip rahim terbentuk dileher rahim (pangkal rahim) dan hanya mempengaruhi perempuan.

Gejala polip rahim mungkin tidak semua wanita merasakan gejalanya, namun ada beberapa kemungkinan yang menjadi tanda atau gejala polip rahim yaitu sebagai berikut:

  • Gejala Polip Rahim- Terjadinya perdarahan diluar haid yang warnanya lebih terang dari darah haid.
  • Gejala Polip Rahim-Pendarahan menstruasi yang tidak teratur, misalnya sering mengalami periode menstruasi yang lama namun tidak terduga.
  • Gejala Polip Rahim- Periode menstruasi yang terlalu lama
  • Gejala Polip Rahim- Pendarahan pada vagina setelah menopause
  • Gejala Polip Rahim- Pendarahan setelah melakukan hubungan seksual
  • Gejala Polip Rahim- Kemandulan polip rahim bisa terjadi sebelum atau sesudah menopause.

 

Diagnosis dapat mencakup pengamatan gejala polip rahim tersebut oleh seorang wanita namun evaluasi oleh dokter akan diperlukan untuk diagnosis definitive. Evaluasi mungkin melibatkan pemeriksaan ginekologis lengkap dengan pap smear atau analisis dari setiap keputihan. Biopsi dari polip dapat dilakukan. Polip biasanya jinak dan jarang ditemukan sel-sel prakanker atau kanker dalam polip. Pengobatan polip rahim dilakukan dengan membuang dan hanya membutuhkan waktu yang sederhana. Setelah dibuang, polip biasanya tidak tumbuh kembali. Namun, wanita yang memiliki sejarah masa lalu dengan polip lebih cenderung memiliki polip baru untuk tumbuh.

Umumnya, polip tidak perlu diangkat karena dianggap tidak berbahaya. Namun, jika harus diangkat, bisa dilakukan dengan tindakan kuret, yang sebenarnya malah berisiko, karena dapat menimbulkan perdarahan yang sulit diatasi.

Polip biasanya akan lepas dan hilang bersamaan dengan proses persalinan. Agar tidak terjadi perdarahan lebih lanjut, sebaiknya Anda dan suami tidak melakukan hubungan seksual terlebih dulu.

Faktor risiko memiliki polip rahim meningkat pada wanita dengan diabetes mellitus dan vaginitis berulang dan servisitis, polip rahim tidak pernah benar-benar terjadi sebelum onset menstruasi. Hal ini biasanya terlihat pada wanita usia reproduksi. Yang paling rentan terhadap penyakit ini adalah perempuan usia 40 sampai 50 tahun. Hal ini juga mengatakan bahwa polip rahim dapat ditemukan pada insiden yang memicu produksi hormon. Wanita hamil memiliki risiko yang lebih tinggi karena perubahan tingkat hormon, mungkin dari peningkatan produksi hormon beredar juga.

 

Gejala Polip Rahim dan Faktor Resikonya

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Polip Rahim Penyakit Kandungan

Polip Rahim Penyakit Kandungan

Polip Rahim- Rahim merupakan salah satu reproduksi wanita yang paling penting , rahim memiliki ukuran yang sangat unik dan sulit untuk bisa di percaya . Rahim yang normal bisa menjadi suatu tempat terjadinya bayi/janin bahkan bisa membesar dan dapat menghasilkan cairan ketuban sebanyak 1 liter padahal bentuk dan ukuran rahim ini hanyalah sebesar kepalan tangan . Apa jadinya bila organ reproduksi wanita ini mengalami permasalahan atau bisa di bilang rahim itu mengalami gangguan seperti Polip Rahim .

Polip pada umumnya terjadi di hidung. Namun, jenis penyakit ini juga bisa tumbuh di bagian lain tubuh seperti rahim. Polip rahim atau polip uterus adalah benjolan yang berasal dari jaringan di daerah mulut rahim, bentuknya seprti jari, berwarna merah, dan kenyal.

Polip Rahim atau Polip Uterus adalah daging tumbuh yang melekat pada dinding bagian dalam rahim dan menonjol ke dalam rongga rahim. Pertumbuhan sel-sel pada lapisan rahim (endometrium) yang berlebihan bisa berujung pada pembentukan polip rahim. Ukuran polipnya bervariasi, mulai beberapa milimeter atau tak lebih besar dari biji wijen hingga beberapa sentimeter seukuran bola golf atau lebih besar. Polip rahim ini hanya menyerang kaum wanita saja. Polip-polip ini biasanya terkandung di dalam rahim Anda, tetapi terkadang polip-polip ini bisa juga ke dalam vagina Anda lewat pembukaan rahim. Meskipun polip rahim bisa muncul pada wanita muda, polip rahim paling sering terjadi pada wanita berusia 40-an dan 50-an. Polip rahim memang tak seganas kanker rahim akan tetapi jika di biarkan dan tidak segera di tasi polip rahim ini tumornya akan semakin membesar dan menyebabkan timbulnya gangguan kesuburan.

Polip rahim tidak sama dengan kanker rahim. Meski beberapa gejala mirip dengan kanker rahim, seperti adanya pendarahan, terutama setelah melakukan hubungan intim, disarankan untuk berkonsultasi pada dokter jika keadaan mulai mengkhawatirkan.

Pertumbuhan sel-sel pada lapisan rahim (endometrium) yang berlebihan bisa berujung pada pembentukan polip uterus. Ukuran polipnya bervariasi, mulai beberapa milimeter atau tidak lebih besar dari biji wijen hingga beberapa sentimeter seukuran bola golf atau lebih besar. Seseorang wanita bisa memiliki satu polip rahim atau lebih. Polip-polip ini biasanya terkandung di dalam rahim wanita, tetapi terkadang polip-polip ini juga bisa ke dalam vagina wanita lewat pembukaan rahim. Meskipun polip rahim bisa muncul pada wanita muda, polip rahim paling sering terjadi pada wanita berusia 40-an dan 50-an.

Polip Rahim Penyakit Kandungan

Polip Rahim Penyakit Kandungan

Penyebab Polip Rahim

Mengenai penyebab polip rahim belum diketahui secara pasti, namun diduga akibat infeksi yang tidak ditangani dengan baik atau memang jaringan tersebut mempunyai sifat tumbuh yang berlebihan. Polip rahim dapat menyebabkan pendarahan saat berhubungan seksual atau keluar darah secara spontan, terutama jika polip berukuran besar. Akibatnya, polip dapat menjadi sumber infeksi yaitu ketika bakteri masuk lewat luka polip itu. Meski bukan pendarahan hebat, tapi tetap mengganggu dan kadang-kadang hanya berupa flek. Selain itu polip juga mempengaruhi kesuburan secara tidak langsung dan dapat menyebabkan lendir berwarna putih kekuningan di sekitar vagina.

Faktor hormonal tampaknya memainkan peran penting. Polip uterus sendiri bersifat sensitif terhadap hormon estrogen yang berarti bahwa cara polip ini menanggapi estrogen sama dengan respon lapisan rahim anda terhadap hormon tersebut.

Polip sebenarnya tidak berbahaya, hanya saja dapat mengganggu dan menimbulkan kecemasan karena bisa menyebabkan perdarahan. Karena itu polip dianjurkan untuk di buang untuk berjaga-jaga sebelum berubah menjadi tumor ganas, baik itu melalui operasi atau dengan menggunakan obat herbal.

Tumbuhnya polip pada rahim tidak menghalangi wanita untuk hamil, hanya saja dalam proses kelahiran bayi keberadaan polip bisa menghambat jalan lahir. Gejala polip pada ibu hamil hampir sama dengan gejala abortus, karena sama-sama ada pendarahan, sehingga saat ibu hamil yang rahimnya tumbuh polip, pendarahan yang muncul disangka gejala abortus.

Namun polip yang muncul sebelum menopause biasanya hanya memunculkan gejala pendarahan ringan atau bercak.

 

Polip Rahim Penyakit Kandungan

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Kanker Endometrium Seputar Penyakit Wanita

Kanker Endometrium Seputar Penyakit Wanita

Kanker endometrium adalah jaringan atau selaput lender rahim yang tumbuh di luar rahim. Padahal, seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim.

Kanker endometrium tumbuh pada ovarium, tuba falopii, dan saluran menuju vagina. Kanker ini bukan merupakan penyakit akibat hubungan seksual. Wanita muda maupun yang sudah tua dapat terkena penyakit ini. Walaupun pada umumnya yang terserang wanita yang sudah tua.

Tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim kemungkinan disebabkan oleh darah menstruasi masuk kembali ke tuba falopii dengan membawa jaringan dari lapisan dinding rahim sehingga jaringan tersebut menetap dan tumbuh di luar rahim. Kemungkinan lain adalah jaringan endometrium terbawa ke luar rahim melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

Kanker Endometrium Seputar Penyakit Wanita

Kanker Endometrium Seputar Penyakit Wanita

Kanker Endometrium- Endometrium adalah batas dinding rahim. Sedangkan rahim sendiri normalnya berbentuk buah pear, yang terletak di daerah pinggul wanita.

Bagian atas rahim disebut badan, sedangkan bagian bawah yang berbatasan dengan vagina disebut leher rahim atau serviks. Kanker Endometrium-  Lapisan terluar dinding rahim disebut miotremium, yang sangat tebal dan tersusun atas otot yang kuat. Otot-otot ini berkontraksi selama proses bersalin untuk membantu mengeluarkan bayi.

Bagian endometrium lebih halus dan berpori. Setiap bulan, endometrium berubah sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kanker Endometrium-  Pada awal siklus, indung telur/ovarium mengeluarkan hormon estrogen yang menyebabkan penebalan endometrium.

Kanker Endometrium-  Pada pertengahan siklus, indung telur berhenti mengeluarkan estrogen dan mulai memproduksi hormon lain, yaitu progesteron. Progesteron mempersiapkan bagian dalam endometrium untuk mempertahankan embrio sehingga terjadi kehamilan.

Jika proses penempelan embrio tidak terjadi, maka kadar progesteron akan menurun drastis. Bagian dalam endometrium inilah yang luruh menjadi darah menstruasi.

Kanker Endometrium- Kanker dinding rahim terjadi ketika sel-sel dinding rahim mengalami perubahan dan mulai tumbuh tidak terkontrol ketika sel-sel tersebut tumbuh dan bertambah banyak, maka terbentuklah benjolan yang disebut tumor.

Kanker Endometrium- Kanker berbahaya karena mengambil alih sel-sel sehat dengan mengambil tempatnya dan mengambil asupan oksigen serta nutrisi yang diperlukan untuk menjalankan fungsi sel-sel sehat. Tidak semua tumor bersifat kanker, tetapi kanker bersifat ganas, dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Kanker Endometrium- Kanker dapat menyusup ke organ sekitarnya dan kelenjar getah bening, bahkan sel-sel ganas tersebut dapat masuk melalui aliran darah dan menyebar ke tulang, atau bagian tubuh yang jauh, seperti paru-paru. Proses ini disebut metastatis.

Kanker Endometrium- Kanker dinding rahim utamanya merupakan penyakit pada wanita dengan sosio-ekonomi tinggi, kegemukan, pascamenopause dengan jumlah anak sedikit (paritas rendah), dan dapat juga dialami oleh wanita dengan usia lebih muda.

Beberapa faktor risiko timbulnya kanker endometrium adalah sebagai berikut :

  • Wanita yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker endometrium.
  • Wanita di atas 50 tahun atau menopause.
  • Wanita tidak memiliki anak atau tidak menikah.
  • Wanita pengguna preparat estrogen, seperti terapi sulih hormon pada wanita menjelang menopause.

Gejala kanker endometrium

Beberapa gejala kanker endometrium adalah sebagai berikut :

  • Rasa sakit pada saat menstruasi.
  • Rasa sakit yang parah dan terus menerus pada perut bagian bawah, rasa sakit ini akan bertambah pada saat berhubungan seks.
  • Sakit punggung pada bagian bawah.
  • Sulit buang air besar atau diare.
  • Keluar darah pada saat buang air kecil dan terasa sakit.
  • Keputihan bercampur darah dan nanah.
  • Terjadi pendarahan abnormal pada rahim.

Pembagian stadium kanker lapisan endometrium

Kanker Endometrium- Apabila hasil diagnosa telah jelas membuktikan terdapat kanker, dokter butuh memahami keadaan penyakit lebih dalam supaya dapat menentukan cara pengobatan yang paling tepat. Faktor yang menentukan stadium termasuk apakah tumor menginvasi ke organ di sekitar; apakah kanker sudah mulai meluas; apabila telah meluas, sudah meluas sampai bagian mana.

Pembagian stadium kanker lapisan endometrium termasuk :

  • Stadium 0 : hanya sebatas pembesaran kelenjar tumor, juga disebut sebagai titik awal kanker.
  • Stadium I : kanker hanya sebatas rahim.
  • Stadium II : kanker telah menginvasi ke serviks.
  • Stadium III : kanker telah meluas sampai ke luar rahim (termasuk vagina), tapi belom melebihi tulang panggul.
  • Stadium IV : kanker melebihi tulang panggul atau dengan jelas menginvasi ke kandung kemih atau selaput dubur.

 

Kanker Endometrium Seputar Penyakit Wanita

 

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Rahim

Cara Mencegah Kanker Rahim

Cara Mencegah- Rahim adalah organ reproduksi betina yang utama pada kebanyakan mamalia. Kanker rahim adalah tumor ganas pada lapisan rahim (endometrium).Kanker rahim dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh seperti indung telur, saluran telur dan sistem getah bening. Cara Mencegah- Penyebab kanker rahim kebiasaan hidup yang kurang baik serta kurang memperhatikan kebersihan dan keseimbangan pH pada organ intimnya. Cara Mencegah- Salah satu contoh terlalu sering mencuci vagina atau organ intim dengan menggunakan sabun antiseptik, keputihan yang tidak normal, jarang mengganti pembalut ketika sedang menstruasi, tidak langsung membersihkan organ intim ketika usai melakukan aktivitas seksual.

Cara Mencegah Kanker Rahim

Cara Mencegah Kanker Rahim

Berikut ini Cara Mencegah Kanker rahim :

  1. JAUHI ROKOK

Cara Mencegah- Ini peringatan paling penting buat wanita perokok. Kecuali mengakibatkan penyakit pada paru-paru dan jantung, kandungan nikotin dalam rokok pun bisa mengakibatkan kanker serviks (leher rahim), lho. “Nikotin, kan, mempermudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan, paru-paru, juga serviks. ” Sayangnya tak diketahui pasti seberapa banyak jumlah nikotin dikonsumsi yang bisa menyebabkan kanker serviks. Cara Mencegah- Tapi, mengapa harus ambil risiko, lebih baik tinggalkan segera rokok jika kita ingin terbebas dari kanker.

2.  PENCUCIAN VAGINA

Cara Mencegah- Sering, kan, kita melakukan pencucian vagina dengan obat-obatan antiseptik tertentu. Alasannya beragam, entah untuk “kosmetik” atau kesehatan. Padahal, kebiasaan mencuci vagina bisa menimbulkan kanker serviks, baik obat cuci vagina antiseptik maupun deodoran. “Douching atau cuci vagina menyebabkan iritasi di serviks. Nah, iritasi berlebihan dan terlalu sering akan merangsang terjadinya perubahan sel, yang akhirnya jadi kanker.” Jadi, sebaiknya pencucian vagina dengan bahan-bahan kimia tak dilakukan secara rutin. “Kecuali bila ada indikasi, misalnya, infeksi yang memang memerlukan pencucian dengan zat-zat kimia.Itu pun seharusnya atas saran dokter.” Artinya, kita jangan sembarangan membeli obat-obatan pencuci vagina. “Terlebih lagi, pembersih tersebut umumnya akan membunuh kuman-kuman. Termasuk kuman Basillus doderlain di vagina yang memproduksi asam laktat untuk mempertahankan pH vagina.” Kita tahu, bila pH enggak seimbang lagi di vagina, maka kuman lain, seperti jamur dan bakteri, bisa punya kesempatan hidup di tempat tersebut. Ini, kan, malah bisa menimbulkan penyakit-penyakit lain.

3.  Jangan MENABURI TALK

Cara Mencegah- Yang kerap terjadi lagi, saat daerah vagina gatal atau merah-merah, kita menaburkan talk di sekitarnya. Walah, ternyata itu bahaya. Pemakaian talk pada vagina wanita usia subur bisa memicu terjadi kanker ovarium (indung telur). “Sebab di usia subur berarti sering ovulasi. Cara Mencegah- Padahal bisa dipastikan saat ovulasi terjadi perlukaan di ovarium. Nah, bila partikel talk masuk akan menempel di atas luka tersebut. Akibatnya, kan, bisa merangsang bagian luka untuk berubah sifat jadi kanker.” Karena itu sangat tidak dianjurkan memberi talk di daerah vagina. Karena dikhawatirkan serbuk talk terserap masuk kedalam.

Lama-lama akan bertumpuk dan mengendap menjadi benda asing yang bisa menyebabkan rangsangan sel menjadi kanker.

(Hati-hati, perhatikan sejak dini anak/bayi perempuan kita, jangan sampai alat kelaminnya tertaburi talk..)

4.  DIET RENDAH LEMAK

Cara Mencegah- Penting diketahui, timbulnya kanker pun berkaitan erat dengan pola makan seseorang. Wanita yang banyak mengkonsumsi lemak akan jauh lebih berisiko terkena kanker endometrium (badan rahim). “Sebab lemak memproduksi hormon estrogen. Sementara endometrium yang sering terpapar hormon estrogen mudah berubah sifat menjadi kanker.” Jadi, terang Nasdaldy, untuk mencegah timbulnya kanker endometrium, sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. “Makanlah makanan yang sehat dan segar. Cara Mencegah- Jangan lupa untuk menjaga berat badan ideal agar tak terlalu gemuk.” Tak heran, bila penderita kanker endometrium banyak terdapat di kota-kota besar negara maju. Sebab, umumnya mereka menganut pola makan tinggi lemak.

5.  KEKURANGAN VITAMIN C

Cara Mencegah- Pola hidup mengkonsumsi makanan tinggi lemak pun akan membuat orang tersebut melupakan zat-zat gizi lain, seperti beta karoten, vitamin C, dan asal folat. Padahal, kekurangan ketiga zat gizi ini bisa menyebabkan timbul kanker serviks. “Beta karoten, vitamin C, dan asam folat dapat memperbaiki atau memperkuat mukosa diserviks. Cara Mencegah- Jika kekurangan zat-zat gizi tersebut akan mempermudah rangsangan sel-sel mukosa tadi menjadi kanker.”

Beta karoten banyak terdapat dalam wortel, vitamin C terdapat dalam buah-buahan berwarna oranye, sedangkan asam folat terdapat dalam makanan hasil laut.

6.  BERGANTI-GANTI PASANGAN

Cara Mencegah- Bisa juga kanker serviks muncul pada wanita yang berganti-ganti pasangan seks. “Bila berhubungan seks hanya dengan! pasangannya, dan pasangannya pun tak melakukan hubungan seks dengan orang lain, maka tidak akan mengakibatkan kanker serviks.” Bila berganti-ganti pasangan, hal ini terkait dengan kemungkinan

tertularnya penyakit kelamin, salah satunya Human Papilloma Virus (HPV). “Virus ini akan mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak. Nah, bila terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu akan menjadi kanker.”

7.  PENGGUNAAN ESTROGEN

Cara Mencegah- Risiko yang sama akan terjadi pada wanita yang terlambat menopause. “Karena rangsangan terhadap endometrium akan lebih lama, sehingga endometriumnya akan lebih sering terpapar ! estrogen. Jadi, sangat memungkinkan terjadi kanker.” Tak heran bila wanita yang memakai estrogen tak terkontrol sangat memungkinkan terkena kanker. “Umumnya wanita yang telah menopause di negara maju menggunakan estrogen untuk mencegah osteroporosis dan serangan jantung.” Namun, pemakaiannya sangat berisiko karena estrogen merangsang semakin menebalnya dind! ing endometrium dan merangsang sel-sel endometrium sehingga berubah sifat menjadi kanker. “Jadi, sebaiknya penggunaan hormon estrogen harus atas pengawasan dokter agar sekaligus juga diberikan zat antinya, sehingga tidak berkembang jadi kanker.”

 

Cara Mencegah Kanker Rahim

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

PROLAPS UTERI atau Peranakan Turun

PROLAPS UTERI atau Peranakan Turun

Prolaps Uteri atau Peranakan Turun, Organ panggul anda mencakup kandung kemih, uterus (rahim) dan rectum (usus bagian bawah). Organ-organ ini dipertahankan di tempatnya oleh jaringan-jaringan yang disebut “fasia” dan “ligament” jaringan-jaringan ini membantu organ-organ panggul melekat pada sisi tulang panggul dan menjaga mereka tetap berada di dalam panggul. Otot-otot dasar panggul Anda, penyangga organ panggul dari bawah. Apabila penyokong-penyokong tersebut robek atau terenggang karena penyebab tertentu, atau otot-otot dasar panggul lemah, maka organ-organ panggul (kandung kemih, rahim atau usus bagian bawah) dapat turun ke dalam vagina atau keluar melalui kemaluan.

Prolaps uteri adalah kondisi dimana rahim pengalami penurunan dari letak normalnya di rongga panggul. Rahim turun mencapai rongga vagina bahkan hingga keluar tubuh.

Ada beberapa gejala yang menandakan Anda mungkin mengalami Prolaps atau turun peranakan. Gejala-gejala ini tergantung pada tipe prolaps. Pada awalnya, anda mungkin tidak tahu bahwa Anda mengalami prolaps, tetapi dokter atau perawat dapat membantu Anda mengenali prolaps ini.

PROLAPS UTERI atau Peranakan Turun

PROLAPS UTERI atau Peranakan Turun

Berdasar keparahannya, penyakit prolaps atau turun rahim punya 4 Stadium;

  • Stadium pertama: mulut rahim (serviks) turun ke vagina
  • Stadium Kedua: mulut rahim (serviks) turun sampai ke mulut vagina (lubang luar vagina).
  • Stadium Ketiga: mulut rahim (serviks) turun sampai keluar dari mulut vagina.
  • Stadium Keempat: seluruh rahim keluar sampai keluar dari vagina

 

APA SAJA GEJALA PERANAKAN TURUN :

Ketika prolaps semakin berat anda dapat mengenali hal-hal seperti di bawah ini :

  • Sesuatu yang turun atau keluar dari liang kemaluan
  • Terasa atau teraba ada benjolan di liang kemaluan
  • Terasa pegal didaerah belakang atau punggung
  • Susah berjalan
  •  Perdarahan pervaginam
  • Inkontinensia urin (gangguan Berkemih)
  • Konstipasi (gangguan BAB)
  • Gangguan bersenggama

Gejala-gejala ini dapat membaik setelah berbaring. Apabila prolaps tersebut telah keluar dari vagina, anda dapat merasakan nyeri dan kadang disertai pendarahan saat prolaps tersebut bersentuhan dengan celana dalam.

 

FAKTOR RISIKO TERJADINYA PERANAKAN TURUN

Kehamilan dan persalinan merupakan faktor risiko utama terjadinya prolaps organ panggul. Semakin banyak kehamilan dan persalinan yang anda alami, semakin besar kemungkinan anda mengalami prolaps. Faktor risiko yang lain seperti usia tua, menopause (berhenti haid), dan riwayat operasi pengangkatan rahim.

Hal-hal ini yang menekan organ-organ panggul dan otot-otot dasar panggul, yang juga merupakan faktor risiko terjadinya prolaps, yaitu :

  • Batuk yang lama (seperti batuk pada perokok atau pasien asma);
  • Mengangkat barang yang berat;
  • Kesulitan buang air besar yang lama.

 

JENIS-JENIS PROLAPS

Prolaps organ panggul terdiri dari:

  • Prolaps dinding depan vagina dan kandung kemih (sistokel),
  • Prolaps dinding belakang vagina dan rectum (rektokel)
  • Turunnya rahim atau peranakan (prolaps uteri)

 

SIAPA YANG MENGALAMI PERANAKAN TURUN

Prolaps dapat terjadi pada semua usia, terutama pada perempuan yang memiliki faktor risiko. Bahkan setelah operasi untuk memperbaiki prolaps, satu dari tiga perempuan akan mengalami prolaps kembali.

 

MENCEGAH Peranakan Turun

Prolaps disebabkan oleh jaringan panggul dan otot-otot dasar panggul yang lemah, Anda perlu menjaga otot-otot dasar panggul agar tetap kuat, berapapun usianya.

Otot dasar panggul dapat diperkuat dengan latihan yang sesuai.

 

JANGAN SAMPAI HAL INI TERJADI PADA ANDA, LAKUKAN PENCEGAHAN !

  • Pendekatan sederhana untuk prolaps ringan dapat berupa latihan otot dasar panggul (kaegel).
  • Membiasakan buang air kecil dan besar dengan cara yang baik.
  • Perubahan gaya hidup:hindari angkat berat dll
  • Obati penyakit yg ada: batuk lama, tumor kandungan
  • Pasang pesarium vagina
  • Operasi: (a) pengangkatan rahim (b) suspensi rahim (c) pemasangan mesh (d) Vaginoplasti

Yang perlu disadari, kondisi prolaps uteri tidak terjadi dalam waktu singkat. Jadi, bukan berarti ibu yang melahirkan janin besar atau setelah melahirkan satu atau dua anak, lalu rahimnya turun. Faktor-faktor tersebut baru merupakan faktor risiko di usia lanjut kelak.

Rahim yang jika sudah berada di luar vagina (prolaps derajat 3) maka sebaiknya segera periksa dokter karena rahim yang keluar dapat menimbulkan masalah seperti lecet/luka. perdarahan,  dan bahkan dapat kearah keganasan

 

PROLAPS UTERI/Peranakan Turun

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Gejala Kanker Endometrium

Gejala Kanker Endometrium

Gejala Kanker Endometrium- Keganasan kanker endometrium terjadi di dalam endometrial, yang paling umum dari kelenjar endometrium adalah adenokarsinoma, salah satu dari tiga tumor ganas penyakit kelamin wanita, presentasenya setelah kanker serviks. Kanker endometrium beresiko pada umur 58-61, 50%-70% terjadi pada pasca menapouse, oleh karena itu, banyak orang yang berpikir bahwa, kanker endometrium terjadi pada wanita yang lebih tua, pada kenyataannya, kanker endometrium semakin lama terjadi pada umur yang lebih muda.

Gejala Kanker Endometrium

Gejala Kanker Endometrium

Kanker Endometrium adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kanker pada endometrium, lapisan paling dalam dari dinding rahim, dimana sel-sel endometrium tumbuh secara tidak terkontrol, menginvasi dan merusak jaringan di sekitarnya. Gejala Kanker Endometrium- Kanker ini merupakan salah satu dari kanker pada sistem reproduksi wanita yang paling umum dan seringkali terdeteksi pada stadium awal karena gejala-gejalanya, seperti perdarahan vagina di antara periode menstruasi dan setelah menopause, masa menstruasi yang berat dan berkepanjangan disertai sekret abnormal pada vagina, yang mendorong wanita untuk menemui dokter. Gejala Kanker Endometrium- Ketika terdeteksi pada stadium awal, kanker endometrium dapat sepenuhnya dibuang melalui pengangkatan rahim secara bedah (histerektomi).

Gejala Kanker Endometrium- Penyebab pasti dari kanker ini belum diketahui tetapi diketahui karena paparan terhadap hormon wanita, estrogen yang mengalami peningkatan yang memegang peranan. Faktor-faktor, seperti penggunaan terapi pengganti estrogen, obesitas, pubertas dini dan menopause terlambat meningkakan resiko terjadinya kanker endometrium.

 

Gejala kanker endometrium

  1. Gejala Kanker Endometrium yang pertama Pendarahan pada vagina: yang paling umum dan gejala awal dari kanker endometrium. Lebih pada pendarahan yang tidak teratur, pendarahan kadang banyak atau sedikit, pada wanita pre-menapouse bisa dikatakan mens banyak, memperpanjang durasi, bagi wanita pasca-menapouse akan terus menerus mengalami pendarahan atau tidak berhenti.
  2. Gejala Kanker Endometrium yang kedua Keputihan: kanker endometrium melepaskan jaringan nekrosis, cairan yang dibuang melalui vagina, cairannya seperti air beras dicampur darah atau bernanah dan bau.
  3. Gejala Kanker Endometrium yang ketiga Sakit: terjadi pada pasien stadium lanjut, sebagai kanker dan pendarahan dan kolestasis debit, untuk merangsang kontraksi uterus yang tidak teratur yang disebabkan oleh rasa sakit paroksismal, seperti melalui jaringan kanker ikat serosa atau erosi parametrium, kandung kemih atau menekan organ lain yang menyebabkan nyeri, sakit dapat terjadi disekitar lumbosacral, perut bagian bawah hingga kaki.
  4. Gejala Kanker Endometrium yang  keempat pada pasien stadium lanjut dapat merasakan pembesaran di rahim, dapat menyebabkan pembengkakan tungkai bawah, anemia, berat badan turun, demam, penurunan berat badan dan kegagalan sistemik.
  5. Gejala Kanker Endometrium yang lainnya Ada faktor lain yang meningkatkan kadar estrogen dan salah satunya adalah obesitas. Jaringan lemak dalam tubuh juga memproduksi hormon estrogen. Pola makan dengan asupan tinggi lemak hewani, termasuk daging, susu, dan unggas, bersama dengan makanan olahan dan gula halus adalah nomor satu penyebab obesitas. Makanan ini harus dihindari terutama oleh mereka yang beresiko.

 

Tanda Kanker Endometrium yang mungkin timbul:

a)      Darah di dalam cairan vagina

b)      Haid yang sangat lama dan berat

c)       Keluar cairan dari vagina

d)      Menderita Dispareunia

e)      Pendarahan vagina setelah Menopause

f)       Pendarahan vagina yang tidak normal di sela-sela periode menstruasi

g)      Penurunan berat badan yang tidak diinginkan

h)      Rasa sakit pada panggul

 

Kanker Endometrium dapat menyebabkan komplikasi sebagai berikutnya:

a)      Dapat menyebabkan perkembangan Fistula Rektovagina

b)      Penyebaran Kanker ke bagian-bagian lain pada tubuh

Kanker Endometrium dapat dicegah bila Anda:

  • Berolahraga secara rutin
  • Gunakan Kontrasepsi Oral
  • Mengatur Diabetes Mellitus
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Menjaga diet yang seimbang

Penanganan dan pengobatan Kanker Endometrium dapat berbeda tergantung pada kondisi pasien dan penyakit yang dideritanya. Pilihan pengobatan adalah:

  • Histerektomi
  • Kemoterapi
  • Oforektomi
  • Salpingektomi
  • Terapi Radiasi

Pengobatan konvensional memerlukan operasi, yang dikenal sebagai histerektomi. Sebuah histerektomi parsial adalah di mana hanya rahim akan dihapus, dan histerektomi total di mana ovarium dan tuba akan dihapus juga.

 

Gejala Kanker Endometrium

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment