Kanker Rahim Pencegahan

Kanker Rahim Pencegahan

 

Kanker Rahim Pencegahan – Rahim merupakan organ berbentuk seperti buah pir yang menjadi tempat bayi selama berada dalam kandungan. Rahim terletak di daerah panggul bawah (daerah antara pinggul) dan didukung oleh otot-otot dasar panggul. Bagian bawah rahim disebut serviks. Serviks terletak di bagian atas vagina dan kadang-kadang disebut leher rahim. Kanker yang dimulai di leher rahim memiliki sifat yang berbeda dan membutuhkan perlakuan yang berbeda dari kanker rahim.

Kanker rahim menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320.000 wanita pada tahun 2012. Di Indonesia sendiri, kanker rahim tidak termasuk ke dalam sepuluh besar kanker yang menyerang wanita. Pada tahun 2002, terhitung ada sekitar 17,500 wanita di Indonesia yang menderita kanker rahim.

 

FAKTOR PEMICU KANKER RAHIM

Penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker rahim.

Beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan hormon yang tidak seimbang adalah:

  • Menopause yang terlambat.
  • Terapi penggantian hormon.
  • Penggunaan tamoksifen jangka panjang.

Karena penyebabnya yang belum diketahui, langkah pencegahan yang pasti untuk kanker rahim juga tidak ada. Meski demikian, langkah-langkah untuk mengurangi risikonya tetap ada. Misalnya:

  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Memperbanyak konsumsi kedelai.
  • Penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya pil KB kombinasi.

Cara Mencegah Kanker Rahim

1.Gaya hidup yang sehat

Gaya hidup sehat jelas dapat menghindari berbagai serangan penyakit seperti kanker. Caranya bisa dengan memakan makanan yang sehat serta olahraga secara teratur dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadab beberapa penyakit.

Faktor nutrisi juga dapat mengatasi masalah kanker rahim. Penelitian mendapatkan hubungan yang terbalik antara konsumsi sayuran berwarna hijau tua dan kuning (banyak mengandung beta karoten atau vitamin A, vitamin C dan vitamin E) dengan kejadian kanker serviks. Artinya semakin banyak makan sayuran berwarna hijau tua dan kuning, maka akan semakin kecil risiko untuk kena penyakit kanker  rahim.

2.Menghindari berbagai faktor risiko Salah satunya yaitu hubungan seks pada usia muda, pernikahan pada usia muda, dan berganti-ganti pasangan seks. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu pasangan saja.

3.Pemeriksaan Pap smear

 

Kanker Rahim Pencegahan

Wanita usia di atas 25 tahun, telah menikah, dan sudah mempunyai anak perlu melakukan pemeriksaan pap smear setahun sekali atau menurut petunjuk dokter. Pemeriksaan Pap smear adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks dan kanker rahim . Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat, tidak sakit dengan biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat. Disarankan untuk melakukan tes Pap setelah usia 25 tahun atau setelah aktif berhubungan seksual dengan frekuensi dua kali dalam setahun. Bila dua kali tes Pap berturut-turut menghasilkan negatif, maka tes Pap dapat dilakukan sekali setahun. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

  1. Pilih kontrasepsi dengan metode barrier

Pilih kontrasepsi dengan metode barrier, seperti diafragma dan kondom, karena dapat memberi perlindungan terhadap kanker rahim.

 

Kanker Rahim Pencegahan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Kanker Rahim Dan Pengobatannya

Penyakit Kanker Rahim Dan Pengobatannya

 

 

Penyakit Kanker Rahim – Ada banyak istilah yang dikenal, yang merujuk pada penyakit kanker rahim, diantaranya adalah kanker kandungan, kanker uterus, dan kanker endometrium. Resiko penyakit ini akan meningkat sejak seorang wanita menginjak usia 45 tahun. Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada semakin banyak wanita muda yang divonis mengidap kanker rahim, dalam tahun-tahun belakangan ini.

Pada wanita yang sudah mengalami menopause, perdarahan apapun yang keluar dari vagina, dapat dengan mudah dikenali sebagai indikasi keberadaan penyakit kanker rahim. Sebaliknya, bagi mereka yang belum mengalami menopause, seringkali sulit membedakan antara menstruasi biasa dengan perdarahan yang abnormal. Wanita dalam usia produktif harus waspada jika mengalami perubahan pola apapun dalam menstruasi. Waspadalah jika periode menstruasi Anda berlangsung lebih lama, dengan perdarahan yang lebih banyak.

Bisa jadi, ini adalah tanda keberadaan penyakit kanker rahim, meskipun ada juga kemungkinan bahwa ini disebabkan oleh kelainan lain yang terjadi. Semau penyakit pasti ada gejala-gejala yang berbeda-beda dan Gejala penyakit kanker rahim tidak spesifik. Studi terbaru menunjukkan bahwa penderita kanker rahim biasanya mengalami gejala seperti tekanan abdomen (merasa penuh, bengkak atau kembung) dan perasaan ingin buang air kecil terus menerus. Gejala-gejala lainnya meliputi :

  • Gangguan pencernaan yang menetap (gas atau mual)
  • Perubahan kebiasaan BAB tanpa alasan jelas, seperti sembelit
  • Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang
  • Rasa sakit selama hubungan intim (dispareunia)
  • Lemas & letih lesu yang berkelanjutan
  • Sakit pada daerah sekitar pinggang/panggul
  • Perubahan dalam siklus menstruasi

PENGOBATAN PENYAKIT KANKER RAHIM KONVENSIONAL

Penyakit Kanker Rahim Dan Pengobatannya

Penyakit Kanker Rahim Dan Pengobatannya

Bila Anda divonis terkena kanker rahim, jangan takut, berikut beberapa pilihan terbaik pengobatan kanker rahim yang tersedia saat ini, secara medis maupun alternatif. Faktanya, kanker rahim bisa disembuhkan dengan pengobatan dan perawatan yang benar. Ada dua pilihan utama yang seringkali disodorkan dokter untuk mengatasi kanker rahim stadium awal, yakni operasi histerektomi dan radiasi. Pada kasus tertentu, radiasi bisa jadi dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran sel kanker, sebelum akhirnya diangkat.

Meski histerektomi dinilai cukup efektif, seringkali, mereka yang terpaksa menjalaninya akan mengalami efek samping berupa penurunan kualitas seksual dan hilangnya kemampuan reproduksi. Tentu saja, ini dapat memicu terjadinya depresi yang kronis. Jika kanker berkembang menuju stadium lanjut, kemoterapi yang dikenal melelahkan dan menyakitkan adalah pilihan terakhir pengobatan kanker rahim konvensional.Namun, di luar negeri, efektivitas kemoterapi dan radiasi dapat ditingkatkan dengan bantuan imunoterapi, dimana efek samping metode pengobatan ortodoks tersebut dapat ditekan seminimal mungkin, dengan mengoptimalkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Kita tunggu saja, siapa tahu di masa depan nanti, jenis pengobatan kanker ini dapat diterapkan di Indonesia.

PENGOBATAN ALTERNATIF PENYAKIT KANKER RAHIM

Selain Mengatasi kanker Rahim dengan medis, Mengatasi penyakit kanker rahim secara tradisional dengan menggunakan bahan-bahan herbal masih sering digunakan, namun tetap harus dengan pendampingan dan penanganan dari dokter. Berikut ini akan kami bahas mengenai beberapa tanaman herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi kanker rahim. Beberapa tanaman untuk mengatasi penyakit kanker rahim tersebut, yaitu :

  1. Buah Mengkudu

Mengkudu juga tengah populer sebagai tanaman untuk mengatasi penyakit kanker rahim. Daging buah mengkudu atau pace (Morinda citrifolia L.) mengandung dammacanthel, zat antikanker yang mampu melawan pertumbuhan sel abnormal pada stadium prakanker dan dapat mengatasi kanker rahim. Sari dari perasan dua atau tiga buah mengkudu dapat dibubuhi madu agar rasanya lebih nikmat. Sebaiknya pilihlah mengkudu yang tidak terlalu masak karena alkohol yang terbentuk akibat proses fermentasi pada mengkudu yang terlalu masak merusak zat-zat penting yang terkandung di dalamnya.

  1. Air perasan temulawak.

Air perasan temulawak juga mujarab untuk mengatasi penyakit kanker rahim. Menurut Andrew Chevallier Mnimh, herbalis asal London, dalam temulawak terkandung curcumol dan curdione yang berkhasiat antikanker dan antitumor. Di Cina, temulawak telah lama digunakan untuk mengatasi penyakit kanker rahim. Tanaman ini bisa meningkatkan efek mematikan sel kanker ketika dilakukan radioterapi dan kemoterapi.

Penyakit Kanker Rahim Dan Pengobatannya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Rahim Stadium 4

Kanker Rahim Stadium 4

Kanker Rahim – Kanker Rahim adalah sejenis kanker yang 99.7% disebabkan oleh virus HPV (Human papilloma virus) onkogenik yang menyerang pada leher rahim. Infeksi virus HPV ini yang mengakibatkan Kanker Rahim sangat lama bisa mencapai 10-20 tahun sehingga penderita sering kali tidak menyadari, karena virus HPV ini menjadi pra kanker yang berlangsung tanpa gejala.

Itulah sebabnya para penderita kanker rahim sering tidak menyadari akan adanya bahaya kanker rahim. Biasanya, setelah melakukan pemeriksaan dan biopsi penderita baru akan merasakan adanya gejala lanjutan dari penyakit tersebut seperti mengalami pendarahan pada saat melakukan hubungan seksual, keluar darah yang kental dan berbau tidak sedap serta sakit pada bagian pinggul dan saat berhubungan seksual. Untuk itu, sebagai pencegahan kita dianjurkn untuk melakukan vaksinasi kanker rahim untuk melindungi diri dari bahaya kanker.

Penentuan metode pengobatan untuk kanker rahim yang akan Anda jalani tergantung kepada stadium kanker, kondisi kesehatan, serta keinginan Anda untuk punya anak. Jangan segan untuk bertanya sedetail mungkin kepada dokter jika Anda merasa ragu.

Jika terdeteksi mengidap kanker rahim pada stadium 1 atau 2, penderita memiliki kemungkinan sekitar 75 persen untuk bertahan hidup selama lima tahun atau lebih. Sebagian besar penderita kanker rahim yang terdiagnosis pada stadium 1 akhirnya sembuh total.

Sementara pasien yang terdeteksi mengidap kanker rahim pada stadium 3 memiliki kemungkinan sekitar 45 persen untuk bertahan hidup selama setidaknya lima tahun. Sedangkan untuk pasien golongan stadium 4, hanya satu dari empat orang yang bertahan hidup dalam 5 tahun ke depan.

Kanker pada stadium lanjut tidak bisa disembuhkan. Tetapi langkah pengobatan dapat dilakukan untuk mengecilkan ukuran kanker dan menghambat pertumbuhan sehingga dapat mengurangi gejala yang dirasakan penderita.

Kanker Rahim Stadium 4

Metode-metode Pengobatan Untuk Kanker Rahim

  1. Histerektomi

Histerektomi atau bedah pengangkatan rahim merupakan langkah penanganan kanker rahim yang paling sering dianjurkan. Operasi ini akan menghapus kemungkinan Anda untuk hamil. Karena itu, penderita kanker rahim yang masih ingin punya anak mungkin merasa enggan untuk menjalaninya. Jenis histerektomi yang akan dijalani juga tergantung pada stadium kanker rahim yang diderita.

Operasi yang akan dijalani penderita kanker rahim stadium 1 meliputi pengangkatan rahim, kedua ovarium dan tuba falopi. Dokter juga biasanya akan sekaligus mengambil sampel dari noda limfa di sekitarnya untuk memeriksa kemungkinan adanya penyebaran kanker.

Selain melalui bedah sayatan besar yang umum, histerektomi juga dapat dilakukan lewat operasi yang hanya menerapkan beberapa sayatan kecil atau yang lebih dikenal dengan istilah histerektomi laparoskopi.

Untuk penderita kanker rahim stadium 2 atau 3, pasien dianjurkan untuk menjalani histerektomi radikal atau total. Selain rahim, kedua ovarium dan tuba falopi, operasi ini meliputi pengangkatan serviks dan vagina bagian atas.

Untuk penderita kanker rahim stadium 4, operasi pengangkatan kanker semaksimal mungkin akan dianjurkan. Prosedur ini bukan untuk menyembuhkan, tapi untuk mengurangi gejala yang diderita pasien.

Setelah operasi, penderita kanker rahim biasanya akan memerlukan radioterapi atau kemoterapi untuk mengurangi risiko kanker muncul kembali.

  1. Radioterapi

Radioterapi dapat mencegah kembalinya kanker pada wanita yang telah menjalani histerektomi. Selain itu, untuk kasus yang lebih lanjut, radioterapi digunakan untuk menghambat penyebaran kanker, misalnya jika kondisi pasien tidak memungkinkannya untuk menjalani operasi pengangkatan rahim.

Efek samping dari metode pengobatan ini adalah:

  • Kulit pada bagian yang diobati menjadi merah dan perih.
  • Pendarahan pada rektum.
  • Umumnya efek samping akan hilang ketika pengobatan radioterapi dihentikan.

3.Kemoterapi

Kemoterapi biasanya digunakan untuk penderita kanker rahim pada stadium 3 atau 4 dan umumnya diberikan secara bertahap melalui infus. Selain untuk mencegah kanker muncul kembali pada kasus yang bisa disembuhkan, pengobatan ini juga dapat digunakan pasca-histerektomi untuk kasus dengan stadium lebih lanjut dalam menghambat penyebaran kanker dan mengurangi gejala. Beberapa efek samping dari metode ini adalah rambut rontok, kelelahan, mual, dan muntah.

  1. Terapi hormon

Terapi ini umumnya digunakan untuk menangani kanker rahim stadium lanjut atau kanker yang muncul kembali. Jenis pengobatan ini berfungsi untuk mengecilkan tumor serta mengendalikan gejala. Terapi hormon dilakukan dengan pemberian hormon progesteron artifisial dalam bentuk tablet untuk menggantikan hormon progesteron alami tubuh. Efek samping dari langkah pengobatan ini adalah bertambahnya berat badan, kram otot, serta mual-mual.

Kanker Rahim Stadium 4

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Serviks Dan Gejala Awal

Kanker Serviks Dan Gejala Awal

Kanker Serviks Dan Gejala Awal

Kanker Serviks Dan Gejala Awal

Kanker Serviks – Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiga nya. Dan dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia. Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Gejala Awal Kanker Serviks

Pada stadium awal penderita kanker serviks sulit ditemukan gejalanya. Penderita kankers serviks pada awal terinfeksi virus layaknya seperti perempuan normal. Adapun pemeriksaan secara medis dengan bantuan tes pap smear dapat mendeteksi secara dini adanya gejala kanker serviks. Test pap dapat dilakukan pada usia 21 tahun dan selanjutnya dilakukan secara berkala setiap tiga tahun sekali. Pada usia 30 akan dilakukan test pap dan juga tes HPV secara terus menerus hingga usia 65 tahun. Adapun gejala lain yang mengarah pada terinfeksinya virus HPV adalah sebagai berikut:

  1. Keputihan patogonis

keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan selain darah dari kewanitaan dalam jumlah banyak . Meskipuun tidak semua keputihan berbahaya akan tetapi jika anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri berikut , anda harus waspada :Keluarnya cairan dalam jumlah banyak, Cairan berubah menjadi kental, Berbau tidak sedap, Berwarna tidak normal (kekuning-kuningan, kehijauan, kecoklatan), Timbul rasa panas dan gatal pada area kewanitaan keputihan dengan ciri-ciri perlu perhatian serius, konsultasikan dengan dokter spesialis obygn.

  1. Sakit pada area kewanitaan

Rasa sakit yang menyerang area kewanitaan disebabkan karena human papiloma virus (HPV) telah berkembang dan mengganggu imunitas tubuh sehingga berakibat perut bagian bawah sakit, muncul sakit pada paha, sakit pada persendiaan panggul saat menstruasi, sakit ketika buang air besar dan sakit ketika berhubungan badan.

  1. Pendarahan

Kebanyakan wanita menanggap bahwa pendarahan yang terjadi karena siklus menstruasi yang tidak normal, akan tetapi perlu diwaspadai jika darah yang kelaur dari area kewanitaan anda sering dan berlangsung rutin maka harus memeriksakan segera pada dokter.

  1. Nyeri buang air kecil

Kantung kemih yang terinfeksi dengan virus akan mengakibatkan penderita mengalami rasa sakit buang air kecil ini merupakan gejala kanker serviks memasuki stadium lanjut.

  1. Timbul rasa sakit dan pendarahan saat berhubungan seks

Sering menggonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual beresiko tinggi mengakibatkan kanker serviks. Ketika berhubungan intim sering sakit dan mengeluarkan darah disebabkan adanya infeksi pada leher rahim yang parah.

  1. Penurunan nafsu makan

Penurunan nafsu makan menyebakan imunitas menurun sehingga rawan terjadi stress, cemas berlebih, dan menggangu energi. Selain itu, ini merupakan tanda awal terjadinya gejala kanker serviks.

  1. Bengkak pada kaki

Ketika anda mengalami kaki bengkak tanpa sebab , mungkin ini serangkaian tanda virus penyebab kanker serviks menyerang tubuh anda.

  1. Cepat Lelah

Kelelahan yang menandakan anda terjangkit HPV adalah kelelahan tanpa sebab yang menyerang waktu bersantai anda.

PENCEGAHAN KANKER SERVIKS

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:

  • Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
  • Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
  • Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
  • Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
  • Hindari berhubungan intim saat usia dini
  • Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
  • Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
  • Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV
  • Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.

Kanker Serviks Gejala Awal

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Tumor Rahim

Penyakit Tumor Rahim

Penyakit Tumor Rahim -Tumor fibroid rahim atau leiomioma atau sering disebut penyakit Tumor Rahim ini adalah salah satu tumor yang paling umum di kalangan wanita, Tumor fibroid rahim biasanya non-kanker. Namun, diperlukan kewaspadaan untuk menyadari tumor dan beberapa bahaya yang mungkin membawa ke kesehatan Anda.

Tumor fibroid rahim dikenal sebagai leiomyomata rahim atau myoma, adalah pertumbuhan yang terdiri dari sel-sel otot polos dan jaringan ikat fibrosa biasanya ditemukan dalam dinding rahim. Beberapa tumbuh di bawah lapisan rahim dan tumbuh diantara otot-otot rahim, sementara beberapa tumbuh menuju bagian luar rahim. Tumor fibroid rahim dapat tumbuh dalam kelompok atau sebagai nodul tunggal dan dapat bervariasi dalam ukuran.

Para peneliti belum mengidentifikasi penyebab tumor fibroid rahim. Namun ada kepastian penyebab tumor rahim terjadi karena faktor hormonal, genetik dan lingkungan, yang mungkin hadir dalam kombinasi dalam setiap kasus.

Meskipun dianggap sebagai tumor, tumor fibroid rahim sebagian besar jinak, yang berarti bahwa dalam kebanyakan kasus, mereka tidak berbahaya seperti tumor kanker. Kasus tumor fibroid rahim berubah menjadi kanker yang sangat jarang terjadi. Meskipun memiliki tumor fibroid rahim umumnya tidak berbahaya (juga tidak ada hubungannya dengan kanker rahim).

Tumor fibroid rahim berkembang pada wanita usia subur, biasanya mereka yang berada di usia 30-an dan 40-an. Namun, penelitian menunjukkan bahwa wanita yang pernah melahirkan cenderung untuk mengembangkan tumor fibroid rahim. Selain itu, telah ditemukan bahwa wanita kelebihan berat badan dan wanita muda Afrika lebih rentan untuk mengembangkan tumor fibroid rahim. Alasan untuk ini belum diketahui, namun, fakta-fakta ini telah umum diketahui.

Penyakit tumor rahim adalah jenis tumor jinak yang berkembang pada rahim wanita. Tumor ini sedikit unik karena tidak ditemukan pada wanita yang belum masuk pubertas, dan hampir tidak ditemukan tumbuh menjadi besar pada wanita yang sudah dalam usia menopouse. Penyakit tumor rahim banyak menyerang kelompok wanita berusia sekitar 30 tahun.

Penyakit Tumor Rahim

Penyakit Tumor Rahim

Penyebab Penyakit Tumor Rahim

Penyakit tumor rahim sering dihubungkan dengan stimulasi hormon estrogen terhadap organ rahim. Adapun yang menjadi indikasi menjadi penyebab tumor rahim adalah:

  • Ketika berhentinya produksi normal sel-sel di jaringan tertentu.
  • Ketika sesuatu merusak sel normal sehingga sel tersebut tidak lagi mampu berfungsi secara normal.
  • Ketika gen p53 berhenti mengirimkan pesan agar sel-sel tertentu mati pada waktunya (apoptosis). Tumor akan terus berkembang dan merusak sel-sel sehingga tidak mampu berfungsi secara normal.

Ketiga hal tesebut diatas disebabkan oleh faktor gaya hidup terutama bagi peminum alkohol dan perokok. Penyebab lain tumor rahim adalah karena obesitas (kelebihan berat badan), faktor lingkungan, faktor genetis, radiasi dari sinar matahari atau dari zat-zat kimia. Tingkat stress yang tinggi juga akan memicu munculnya tumor rahim.

Gejala Penyakit Tumor Rahim

Adapun gejala dari penyakit tumor rahim, adalah sebagai berikut:

  • Terjadi perdarahan pervaginam
  • Keluar cairan abnormal dari vagina,
  • Sering merasa nyeri perut terutama pada awal-awal siklus menstruasi,
  • Perut terasa tertekan,
  • Terasa benjolan keras di bagian perut.

Apabila anda merasakan beberapa gejala Tumor Rahim tersebut, segera konsultasikan kepada dokter. Sehingga masih sangat mungkin disembuhkan dan tidak berkembang menjadi kanker yang lebih ganas. Saat ini Tumor Rahim tidak hanya menyerang wanita berumur, namun wanita dengan usia 20 tahunan, bahkan remaja juga sangat beresiko mengalami Gangguan Kesehatan Reproduksi tersebut.

Pencegahan Alami dan Pengobatan Penyakit Tumor Rahim

Pencegahan yang bisa dilakukan bagi anda yang berisiko tinggi menderita kanker rahim adalah dengan mengkonsumsi   Kulit Manggis, Daun Sirsak, atau Madu secara rutin. Pengobatan Penyakit Tumor Rahim yang paling mudah dilakukan adalah dengan operasi pengangkatan sel-sel tumor tersebut.

Penyakit Tumor Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Kanker Dinding Rahim

Penyakit Kanker Dinding Rahim

Penyakit Kanker Dinding Rahim

Penyakit Kanker Dinding Rahim

Penyakit Kanker Dinding Rahim – Bagian atas rahim disebut badan, sedangkan bagian bawah yang berbatasan dengan vagina disebut leher rahim atau serviks. Lapisan terluar dinding rahim disebut miotremium, yang sangat tebal dan tersusun atas otot yang kuat. Otot-otot ini berkontraksi selama proses bersalin untuk membantu mengeluarkan bayi.Bagian endometrium lebih halus dan berpori. Setiap bulan, endometrium berubah sebagai bagian dari siklus menstruasi. Pada awal siklus, indung telur/ovarium mengeluarkan hormon estrogen yang menyebabkan penebalan endometrium.

Pada pertengahan siklus, indung telur berhenti mengeluarkan estrogen dan mulai memproduksi hormon lain, yaitu progesteron. Progesteron mempersiapkan bagian dalam endometrium untuk mempertahankan embrio sehingga terjadi kehamilan.Jika proses penempelan embrio tidak terjadi, maka kadar progesteron akan menurun drastis. Bagian dalam endometrium inilah yang luruh menjadi darah menstruasi. Penyakit kanker dinding rahim terjadi ketika sel-sel dinding rahim mengalami perubahan dan mulai tumbuh tidak terkontrol ketika sel-sel tersebut tumbuh dan bertambah banyak, maka terbentuklah benjolan yang disebut tumor.

Penyakit kanker dinding rahim atau biasa disebut kanker endometrium merupakan jenis umum kanker yang sering menyerang perempuan, dimana kanker ganas sel pada lapisan rahim ditemukan. Rahim adalah rongga berbentuk buah pir di mana seorang anak dapat berkembang. Telah ada peningkatan bertahap dalam kejadian kanker endometrium pada wanita selama bertahun-tahun terakhir. Untungnya, seperti penyakit kanker dinding rahim cenderung hadir dengan gejala awal, mereka biasanya terdeteksi jauh lebih awal daripada kanker lain (seperti kanker ovarium), sehingga jauh lebih diobati pada tahap awal.

Perempuan dianggap beresiko tinggi terkena penyakit kanker dinding rahim :

  • Perempuan yang pernah melakukan terapi estrogen
  • Wanita yang belum pernah hamil
  • Infertilitas atau mereka yang tidak berovulasi
  • Menopause
  • Terapi Tamoxifen
  • Obesitas
  • Diabetes mellitus
  • Hipertensi

FAKTOR RISIKO PENYAKIT KANKER DINDING RAHIM

Beberapa faktor risiko timbulnya penyakit kanker dinding rahim adalah sebagai berikut :

  • Wanita yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker endometrium.
  • Wanita di atas 50 tahun atau menopause.
  • Wanita tidak memiliki anak atau tidak menikah.
  • Wanita pengguna preparat estrogen, seperti terapi sulih hormon pada wanita menjelang menopause.

Penyakit Kanker Dinding Rahim

GEJALA PENYAKIT KANKER DINDING RAHIM

Jika pasien menderita penyakit kanker dinding rahim, maka kemungkinan akan muncul gejala-gejala seperti di bawah ini:

Muncul pendarahan tidak teratur pada vagina

Gejala kanker endometrium yaitu pendarahan dalam jumlah sedikit sampai sedang, jarang yang mengalami pendarahan dalam jumlah banyak. Pada penderita pasca menopause akan muncul gejala pendarahan terus menerus pada vagina atau pendarahan yang sifatnya berselang. Pasien kanker endomitrium umumnya tidak berhubungangan dengan pendarahan. Pendarahan vagina pada pasien stadium akhir bsia disertai dengan jaringan daging. Pada saat ini, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter ginekologi, dalam memudahkan pendiagnosaan dini.

Keputihan yang tidak normal

pada satadium awal mungkin hanya akan muncul gejala keputihan disertai darah, namun jika terjadi infeksi, setelah parah mungkin akan muncul cairan seperti nanah dalam jumlah besar dan berbau. Ada kalanya dapat disertai dengan jarongan kecil dari kanker. Bisa melakukan pemeriksaan ke dokter ginekologi atau melakukan pap smear, untuk skrining penyakit.

Nyeri

Sakit perut, nyeri saat berhubungan seksual dan nyeri pada saat buang air kecil. Jika jaringan kanker telah terjadi penetrasi pada jaringan serosa atau erosi rahim, kandung kemih, rektum, usus, atau menekan jaringan lain, bisa timbul gejala nyeri pada panggul, pengerasan dan progresif, dan banyak bagian lumbosakral, bagian prut bawah sampai paha yang teradiasi. Anda bisa melakukan USG atau histeroskopi, sehingga dapat segera melakukan pengobatan.

Penyakit Kanker Dinding Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Rahim Gejalanya

Kanker Rahim Gejalanya

Kanker Rahim -Kanker Rahim adalah sejenis kanker yang 99.7% disebabkan oleh virus HPV (Human papilloma virus) onkogenik yang menyerang pada leher rahim. Infeksi virus HPV ini yang mengakibatkan Kanker Rahim sangat lama bisa mencapai 10-20 tahun sehingga penderita sering kali tidak menyadari, karena virus HPV ini menjadi pra kanker yang berlangsung tanpa gejala.

Itulah sebabnya para penderita kanker rahim sering tidak menyadari akan adanya bahaya kanker rahim. Biasanya, setelah melakukan pemeriksaan dan biopsi penderita baru akan merasakan adanya gejala lanjutan dari penyakit tersebut seperti mengalami pendarahan pada saat melakukan hubungan seksual, keluar darah yang kental dan berbau tidak sedap serta sakit pada bagian pinggul dan saat berhubungan seksual. Untuk itu, sebagai pencegahan kita dianjurkn untuk melakukan vaksinasi kanker rahim untuk melindungi diri dari bahaya kanker.

Yang lebih menakutkan adalah hasil sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga peduli kanker, jumlah penderita kanker rahim adalah sepertiga dari seluruh penyakit kanker yang berkembang di Indonesia. Tidak hanya itu, data dari WHO atau World Health Organization menyebutkan bahwa, ribuan wanita meninggal setiap tahunnya akibat menderita penyakit kanker rahim, sekaligus menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia.

Akibat kurangnya pengetahuan para wanita terhadap kanker rahim dan gejalanya, penderita yang terjangkit virus HPV biasanya akan membiarkan sebuah gejala terjadi, lalu selanjutnya tidak menyadari bahwa ia sedang membiarkan virus tumbuh dan berkembang menyerang sistem kekebalan tubuh wanita. Hal inilah yang pada akhirnya memicu tumbuhnya kanker. Maka sangat dianjurkan bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan medis untuk mencegah berkembangnya virus.

Kanker Rahim Dan Gejalanya

Kanker Rahim Dan Gejalanya

GEJALA KANKER RAHIM

Pemeriksaan yang dimaksud adalah dengan cara menjalani sebuah tes yang bernama tes pap. Tes ini hanya dapat dilakukan setelah seorang wanita berusia 21 tahun. Berikut adalah gejala awal kanker rahim yang patut Anda waspadai:

  1. Keputihan yang berlebih

Sebenarnya keputihan sangat normal terjadi, namun jika berlebihan atau keluar dalam jumlah yang banyak, maka Anda harus mulai memperhatikan lebih jauh lagi. Cermati apakah cairan yang keluar berubah menjadi sangat kental, berbau kurang sedap, dan berwarna kehijauan atau bahkan kecoklatan.

  1. Rasa sakit pada daerah kewanitaan

Rasa sakit ini akan muncul setelah virus HPV berkembang dan telah berhasil menyerang sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya pada daerah khusus kewanitaan, rasa sakit ini akan meluas ke area bagian bawah perut, persendian panggul, paha, dan ketika buang air besar.

  1. Pendarahan

Pendarahan yang terjadi pada saat menstruasi adalah normal, namun jika pendarahan terjadi cukup sering, misalnya pada saat berhubungan, bahkan diiringi rasa sakit ketika buang air kecil, maka Anda harus segera melakukan check up ke dokter terdekat.

  1. Pembengkakan pada kaki

Salah satu aktivitas virus HPV yang terlihat secara fisik adalah dengan terjadinya pembengkakan pada area seputar kaki.

  1. Kelelahan

Rasa lelah memang merupakan suatu alarm bagi kita untuk beristirahat, namun apabila pada saat melakukan sedikit aktivitas, atau bahkan pada saat bersantai Anda merasa kelelahan, makan hal ini bisa saja merupakan tanda-tanda virus sudah mulai menggerogoti sistem kekebalan tubuh Anda. Demikian sekilas pembahasan mengenai penyakit kanker rahim dan gejalanya.

PENCEGAHAN KANKER RAHIM

Langkah terbaik yang bisa dilakukan agar tidak terserang kanker rahim adalah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan berikut ini:

  • Jangan terlalu sering mencuci vagina dengan antiseptik.
  • Jangan menaburkan bedak pada vagina.
  • Jauhi rokok dan orang yang merokok.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan.
  • Menghindari makanan yang mengandung karsinogen (zat pemicu kanker) seperti yang banyak mengandung pengawet.
  • Konsumsi makanan/minuman/buah yang mengandung betakaroten dan antioksidan
  • Tidak melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun. Hubungan seks idealnya dilakukan ketika sel-sel mukosa sudah matang. Pada usia muda, sel”“sel mukosa umumnya belum matang sehingga rentan terhadap rangsangan dari luar, termasuk zat-zat kimia yang di bawa oleh sperma. Akibatnya, sel mukosa dapat berubah sifat menjadi kanker.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Memeriksakan diri ke dokter secara teratur.
  • Jika langkah-langkah pencegahan kanker rahim di atas sudah dilakukan, kemungkinan besar hal-hal yang dapat menjadi pemicu dapat dihindari dan tubuh akan mampu mencegah munculnya radikal bebas dalam tubuh.

Kanker Rahim Gejalanya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Miom Pada Rahim

Penyakit Miom Pada Rahim

Penyakit Miom Pada Rahim

Penyakit Miom Pada Rahim

Penyakit Miom -Tumor Dinding Rahim atau yang lebih dikenal dengan Penyakit Miom merupakan suatu penyakit yang terdapat didinding rahim wanita yang sedang dimasa reproduksi . Miom/Tumor dinding rahim ini berukuran sebesar kacang polong atau bahkan membesar sebesar buah anggur , Miom memilik tekstur kenyal dan tumbuh cepat. Biasanya Miom terdapat satu didinding rahim namun lama-lama akan tumbuh lebih banyak karena pertumbuhan Miom/Tumornya yang cepat atau bahkan melambat . Penyakit Miom memang sangat berbahaya karna dapat menyebabkan kemandulan dan keguguran pada wanita hamil , maka dari itu untuk para kaum wanita lebih berhati-hati dan waspadalah terhadap salah satu jenis penyakit ini .

Bila penyakit miom dibiarkan terus menerus, bisa menyebabkan gangguan kehamilan seperti kesulitan sperma untuk masuk membuahi telur, jika terjadi pembuahan maka kemungkinan besar terjadi gangguan pertumbuhan bayi seperti letak yang salah dan perkembangan bayi yang tidak sempurna. Selain itu, penyakit miom juga bisa menyebabkan bayi untuk sulit dilahirkan ketika saatnya lahir. Penyakit miom umum terjadi pada wanita diatas umur 30 tahun dan menimbulkan efek ganguan pada rahim yang serius. Oleh sebab itu, penyakit miom harus segera disembuhkan agar reproduksi kembali sehat dan pasien juga kembali merasa nyaman terbebas dari gangguan sakit yang berlebih.

PENYEBAB PENYAKIT MIOM

Penyebab terjadinya miom – mioma masih belum jelas diketahui, meski terdapat dugaan faktor turunan mempunyai peranan terhadap penyakit ini. Bilamana terdapat wanita lain dalam keluarga yang mempunyai miom, mungkin Anda juga dapat mempunyai miom.

Pertumbuhan miom juga dikendalikan oleh faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan, yang mana kadar estrogennya sangat tinggi. Miom biasanya menyusut setelah menopause ketika kadar estrogen menurun. Hormon lain misal progesteron, juga dapat mempengaruhi pertumbuhan miom.

Faktor-faktor lain yang juga berpengaruh adalah ketidakseimbangan emosi misal sering stres, daya tahan tubuh rendah, gaya hidup yang tidak seimbang, semua itu menyebabkan gangguan pada hormon dan kemungkinan timbul miom. Ukuran besar-kecilnya miom juga dipengaruhi oleh jumlah kalori pada tubuh karena timbunan kalori dalam tubuh mempengaruhi pertumbuhan miom. Makin gemuk seseorang, makin banyak timbunan kalorinya, dan membuat miom tumbuh cepat.

Miom juga dapat terjadi karena adanya faktor bakat, yang kemudian dipicu oleh rangsangan-rangsangan hormon (karena emosi tidak stabil), makan sembarangan dan berat badan yang berlebihan. Rangsangan-rangsangan tersebut yang membuat pertumbuhan miom lebih cepat. Namun pertumbuhan miom paling sedikit memerlukan waktu sekitar 8 tahun.

Infeksi dan jamur di dalam rahim juga bisa menjadi perangsang pertumbuhan miom atau memungkinkan miom tumbuh kembali walaupun telah diangkat. Oleh karena itu kebersihan alat kelamin, berat badan tubuh, dan keseimbangan emosi harus dijaga agar miom tidak terangsang pertumbuhannya.

Penyakit Miom Pada Rahim

GEJALA PENYAKIT MIOM

Jika terdapat miom rahim, Anda mungkin tidak mengetahuinya. Paling tidak setengah dari wanita penderita miom tidak mempunyai gejala-gejala. Bahkan, sebagian besar diketahui bahwa menderita miom pada saat pemeriksaan rutin panggul atau pada saat perawatan kehamilan. Gejala-gejala yang paling sering terjadi adalah:

  1. Nyeri di perut atau di pinggul.
  2. Perut terasa penuh
  3. Nyeri sanggama.
  4. Gejala anemia karena banyak kehilangan darah haid.
  5. Sering berkemih karena miom menekan kandung kemih.
  6. Tekanan pada panggul.
  7. Infertilitas atau keguguran.
  8. Constipation (sembelit).
  9. Nyeri haid, perdarahan haid yang tidak normal (lebih banyak atau lebih lama), atau haid tidak teratur

Meski pada umumnya penyakit miom pada rahim tidak berbahaya, tetapi penyakit miom dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat mengarah pada komplikasi misal anemia karena kehilangan banyak darah. Penyakit miom juga membuat sulit untuk hamil karena mengganggu kemampuan sel telur yang telah terbuahi untuk menyusuk (implantasi) pada dinding rahim. Kadangkala miom juga menyumbat saluran untuk melahirkan sehingga menimbulkan komplikasi pada saat kehamilan dan melahirkan.

Pada kasus-kasus yang jarang terjadi, miom dapat tumbuh keluar dari rahim pada stalklike-projection. Jika miom memilin pada stalk ini, maka akan terasa nyeri berat di bagian bawah perut yang tajam dan tiba-tiba. Jika hal ini terjadi, segera berobat ke rumah sakit karena mungkin perlu dilakukan pembedahan.

Penyakit Miom Pada Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Kista Pada Wanita

Penyakit Kista Pada Wanita

Penyakit Kista Pada Wanita

Penyakit Kista Pada Wanita

Penyakit Kista Pada Wanita – Kista adalah penyakit yang menyerang alat reproduksi wanita, berbentuk kistik dan berisikan cairan-cairan kental, cairan ini dapat berupa nanah, udara ataupun bahan-bahan lainnya. Selain itu ditemukan pada beberapa kasus penderita penyakit kista yang berbentuk anggur. Kista adalah jenis tumor jinak yang sering ditemui pada wanita yang terbungkus selaput semacam jaringan-jaringan. Tumor pada reproduksi wanita atau lebih dikenal dengan penyakit kista menyebabkan pembengkakan area yang terkena tumor.

Pertumbuhannya pun dapat dikategorikan tumor ganas dan tumor jinak. Pembesaran kista dan jaringan menyebabkan rasa nyeri bagi penderitanya, dalam kasus tertentu terjadinya rasa nyeri dapat ditimbulkan karena pendarahan di dalam kista atau terpuntirnya kista sehingga mengganggu pembuluh darah sekitar.

Berdasarkan keganasan penyebaran dan kerusakan kista dibagikan menjadi dua yaitu ;

  1. Kista Non-neoplastik
  • Bersifat jinak
  • Benjolan mengepis dan hilang sendiri
  • Tidak memerlukan operasi karena biasanya dalam waktu 2-3 bulan dapat sembuh
  1. Kista Neoplastik
  • Bersifat berbahaya
  • Memerlukan tindakan operasi
  • Operasi dilakukan sesuai dengan ukuran benjolan yang terdapat pada indung telur

Biasanya penderita penyakit kista mengalami riwayat penyakit serupa dilihat dari silsilah keluarga seperti ibu atau nenek mengalami gejala-gejala serupa. Penyakit kista baru dapat ditemukan setelah dilakukan USG, CT-Scan, MRI, ataupun pemeriksaan anatomi. Adapun untuk anda yang merasakan masalah kesehatan terutama kaitannya dengan alat reproduksi anda.

Umumnya, adanya penyakit kista tidak disadari oleh penderitanya dan menghilang sebelum wanita mengetahui adanya kista tersebut. Meski demikian, beberapa wanita mengeluhkan adanya nyeri didaerah perut atau perut bagian bawah. Rasa nyeri dapat timbul jika kista mengalami ruptur atau pecah, akibat membesarnya kista dan peregangan jaringan disekitarnya, perdarahan di dalam kista, atau karena terpuntirnya kista yang mengganggu pembuluh darah disekitarnya. Kista yang berukuran besar dapat menimbulkan oenekanan atau pergeseran organ di sekitarnya.

Gejalanya dapat berupa cepat kenyang, kembung, dan sering merasa ingin buang air besar, atau kesulitan BAB, atau nyeri saat berhubungan seksual. Karena tidak sering timbul gejala penyakit kista, kista umumnya baru diketahui saat pasien menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG), atau pemeriksaan di daerah perut bagian bawah. Pada wanita berusia kurang dari 40 taun, kista biasanya berupa kista folikuler atau kista korpus luteum yang tidak berbahaya. Kista jenis ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.

Meski demikian, pada wanita yang menggunakan pil KB, seharusnya tidak akan mengalami kista jenis ini, untuk itu, wanita yang meminum pil KB namun memiliki penyakit kista sebaiknya menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk kista yang berbentuk padat. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya adalah pemeriksaan darah untuk mencari suatu protein bernama CA-125. Kadar zat ini dapat meningkat jika kista diduga ganas, meski pemeriksaan ini tidak selalu akurat dan spesifik untuk keganasan.

Pada kasus kista yang jinak, dilakukan observasi dalam beberapa bulan untuk melihat apakah kista menghilang dengan sendirinya. Jika kista tampak padat, dilakukan pemeriksaan tambahan. Penyakit kista yang berbentuk tumor dapat dikeluarkan melalui tindakan pembedahan terutama jika menimbulkan nyeri berat, tidak menghilang atau ada kecurigaan keganasan. Setelah dikeluarkan, jaringan kista diperiksa menggunakan mikroskop untuk menentukan jenis kista.

Penyakit Kista Pada Wanita

Penyakit kista pada rahim biasanya tidak menimbulkan gejala, dan baru diketahui jika seorang wanita memeriksakan kandungan melalui USG. Tetapi, pada sebagian wanita dapat mengalami gejala seperti di bawah ini :

  • Kram pada perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusuk
  • Siklus haid tidak teratur
  • Perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
  • Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang
  • Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama
  • Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
  • Mual dan muntah
  • Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina

Penyakit Kista Pada Wanita

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Kanker Rahim Dan Kista

Penyebab Kanker Rahim Dan Kista

Penyebab Kanker Rahim Dan Kista – Penyebab kanker rahim secara pasti, sampai sekarang belum diketahui. Namun, para peneliti berhasil mengidentifikasi sejumlah faktor pemicu yang dipercaya menjadi penyebab tumbuhnya kanker ovarium di jaringan epitel. Keakuratannya bisa mencapai 85 – 90%. Namun, akurasi ini kurang tepat jika digunakan untuk kanker indung telur yang terjadi pada sel germinal dan sel stromal.

Penyebab Kanker Rahim Dan Kista

Penyebab Kanker Rahim Dan Kista

PENYEBAB KANKER RAHIM

Penyebab Kanker Rahim- Faktor risiko terkena kanker rahim terutama berhubungan dengan banyaknya jumlah hormon estrogen dinding rahim yang terkena. Seseorang yang memiliki faktor risiko bukan berarti akan terkena kanker, sebaliknya tidak memiliki faktor risiko bukan berarti bahwa Anda tidak akan terkena kanker. Berikut ini beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker rahim:

Penyebab Kanker Rahim- Usia

Seperti kebanyakan kanker, Penyebab kanker rahim risiko kanker rahim akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Penyebab Kanker Rahim- Faktor Hormonal

Ketidakseimbangan hormon estrogen dengan hormon lain, yang disebut progesteron, dapat mempengaruhi risiko kanker rahim.Sebelum menopause, ovarium memproduksi estrogen dan progesteron, yang membantu untuk mengendalikan siklus bulanan atau haid. Pada masa ini telur akan dilepaskan dari ovarium dan membuat dinding rahim tumbuh lebih tebal untuk mempersiapkan kehamilan.

Bila tidak terjadi pembuahan maka lapisan akan datang pergi setiap bulannya. Setelah menopause, ovarium tidak lagi memproduksi hormon, namun wanita masih menghasilkan beberapa estrogen dalam lemak tubuh mereka. Saat estrogen terlalu banyak tanpa adanya progesteron untuk menyeimbangkan itu, maka risiko kanker rahim pun meningkat.

Berat badan dan aktivitas fisik

Penyebab Kanker Rahim- Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu kanker rahim. Setelah menopause, lemak tubuh adalah sumber utama estrogen. Wanita yang kelebihan berat badan mungkin memiliki tingkat estrogen yang tinggi. Satu dari tiga kanker rahim dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa fisik yang kurang aktif dapat meningkatkan risiko kanker rahim.

Faktor genetik

Penyebab Kanker Rahim- Beberapa kasus kanker rahim disebabkan oleh perubahan gen tertentu, yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker rahim. Jika ada beberapa kerabat dekat dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker usus, payudara atau rahim, maka ada kemungkinan ada genetik diwariskan kepada generasi berikutnya. Kerabat dekat dalam hal ini mencakup orangtua, anak, saudara dan saudari.

Tamoxifen

Penyebab Kanker Rahim- Tamoxifen merupakan obat hormonal yang digunakan untuk mengobati kanker payudara. Obat ini bisa sedikit meningkatkan risiko/penyebab kanker rahim, bila dikonsumsi dalam waktu jangka panjang.

KISTA

Penyebab Kanker Rahim Dan Kista

Penyebab Kanker Rahim Dan Kista

Kista dapat memberikan berbagai keluhan seperti nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Untuk jenis kista folikel, biasanya tidak memberikan rasa nyeri. Sehingga kebanyakan penderita tidak menyadarinya. Namun, jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat. Tidak seperti kista folikel, kista korpus luteum umumnya memberikan nyeri hanya pada satu sisi dari perut bagian bawah. Penderita juga mengalami perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid. Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur jika berlangsung kronik dapat berakibat pada anemia. Nyeri perut yang timbul biasanya hebat dan dapat disertai mual dan muntah. Pembesaran perut juga sering terjadi pada beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar.

Jenis-Jenis Kista

Kista adalah suatu struktur abnormal seperti kantung yang bisa ditemukan di manapun di tubuh. Kista biasanya mengandung zat gas, cair, atau setengah padat dan memiliki dinding luar seperti sebuah kapsul. Kista mungkin kecil dan hanya terlihat di bawah mikroskop tetapi dapat juga berukuran sangat besar sehingga mendesak struktur tubuh normal. Kista terdapat pada berbagai jaringan dan organ dan sering dinamai sesuai lokasinya, misalnya kista kandung kemih, kista payudara, kista hati, kista ginjal, kista pankreas, kista vagina, kista kulit, kista tiroid. Kista ovarium adalah kista yang berkembang pada ovarium wanita. Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya, tetapi beberapa dapat menyebabkan masalah kesehatan dan dapat menghalangi ovulasi sehingga menyulitkan upaya kehamilan.

Penyebab Kanker Rahim Dan Kista

Posted in Uncategorized | Leave a comment