Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab Kanker Ovarium – Kanker ovarium merupakan sebuah penyakit yang ada di peringkat ketujuh dari segala jenis kanker terumum yang diidap oleh wanita. Kanker ini pertumbuhan dan perkembangannya terjadi di ovarium atau istilah lain yang kita kenal adalah indung telur. Bila biasanya kanker lebih umum dialami oleh orang-orang yang berusia lanjut atau yang setidaknya sudah memasuki usia di atas 50 tahun, kanker ini pun sama saja targetnya, meski memang wanita semua umur dapat mengidapnya.

Hanya saja, memang wanita yang telah lewat masa menopausenya memang lebih berisiko terkena penyakit kanker ovarium, tapi meski begitu tak menutup peluang para wanita yang lebih muda untuk terjangkit juga. Untuk dapat mencegah penyakit kanker ovarium ini, tentu mengetahui setiap penyebabnya adalah hal yang penting.

 

Penyebab Kanker Ovarium

Di bawah ini adalah ulasan tentang Penyebab Kanker Ovarium berikut juga faktor-faktor yang mampu meningkatkan risiko tersebut.

  1. Umur

Memang semua wanita, berapapun usianya sangat bisa terkena kanker ovarium, tapi yang lebih besar potensinya untuk terkena Penyebab Kanker Ovarium adalah para wanita yang usianya sudah lebih dari 50 tahun atau bahkan yang umurnya sudah dari 63 tahun lebih. Bagi para wanita yang sudah melalui masa menopause juga akan lebih besar lagi potensi terserang kanker ovarium. Itulah mengapa melakukan check up secara rutin akan membawa keuntungan tersendiri bagi kita para wanita, apalagi yang sudah menginjak umur tersebut. – Penyebab Kanker Ovarium

  1. Obesitas

Para wanita yang bertubuh gemuk, apalagi yang berat badannya jauh dari ideal alias obesitas perlu mewaspadai adanya kanker ovarium. Penyebab Kanker Ovarium lebih tinggi terjadi pada para wanita yang kegemukan ditambah malas berolahraga atau menggerakkan tubuh. Gemuk dan malas bergerak adalah dua hal yang sangat berkaitan dalam memicu timbulnya penimbunan lemak serta penyakit-penyakit serius.

Telah ada penelitian yang menyatakan bahwa para wanita yang gemuk memang akan lebih gampang mengalami kanker indung telur dan jumlahnya pun kini semakin bertambah. Obesitas bukanlah sesuatu yang boleh disepelekan meski memang banyak juga wanita gemuk yang tetap percaya diri akan berat dan bentuk tubuhnya.

  1. Menstruasi Pertama sebelum 12 Tahun

Tampak seperti faktor risiko yang ada pada kanker rahim memang, tapi ini juga akan menjadi pemicu Penyebab Kanker Ovarium. Bagi para wanita yang dulunya sebelum memasuki umur 12 tahun sudah menstruasi pertama kali, ini rupanya bukan hal yang baik karena menimbulkan potensi besar di kemudian hari dalam mengidap penyakit kanker ovarium. Asalkan hidup dengan pola yang baik, tentu faktor risiko ini bakal mampu diperkecil karena juga tidak semua wanita dengan menstruasi pertama lebih awal pun kemudian mengalami kanker ovarium secara pasti. Check up rutin adalah cara terbaik untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini kita untuk mengurangi risiko.

  1. Menopause pada Usia 50 Tahun Lebih

Tak hanya para wanita dengan menstruasi pertama yang sangat awal saja bisa lebih berpotensi terserang kanker ovarium. Penyebab Kanker Ovarium lainnya bahkan dari para wanita yang masa menopause dialami setelah mereka berusia 50 tahun pun malah justru membuka peluang lebih lebar bagi sel kanker untuk tumbuh dan menginvasi tubuh.

  1. Kebiasaan Merokok

Penyebab Kanker OvariumTak hanya para pria saja yang bisa memiliki kebiasaan buruk seperti merokok. Banyak juga wanita yang merupakan perokok aktif dan tak menyadari akan bahaya dari merokok dalam frekuensi yang terlalu sering. Rokok adalah barang yang berbahaya dengan berbagai zat beracun yang bisa merusak organ-organ tubuh kita. Kandungan-kandungan yang dapat dijumpai di dalam rokok antara lain adalah karbonmonoksida, nikotin, amonia, tar, arsenik, dan masih banyak lagi.

Merokok adalah kebiasaan yang bakal memicu kanker paru-paru serta kanker tenggorokan, tapi ternyata efek buruknya tak hanya sampai di situ, bahkan seorang wanita berpeluang menjadi Penyebab Kanker Ovarium ketika ia punya kebiasaan merokok. Zat-zat jahat pada rokok mampu merusak berbagai organ tubuh kita, tak hanya bagian paru-paru saja. Maka menghentikan kebiasaan ini sedini mungkin tentu adalah cara untuk menyelamatkan jiwa kita agar di kemudian hari tubuh kita aman dari segala kemungkinan penyakit kronis dan serius. – Penyebab Kanker Ovarium

  1. Belum Pernah Hamil

Cukup mirip bukan dengan penyebab kanker rahim? Wanita yang belum pernah melahirkan atau punya anak dalam sejarah reproduksinya rupanya malah tidak aman. Kondisi ini malah memperbesar  potensi Penyebab Kanker Ovarium yang juga sangat ditakuti oleh wanita yang belum pernah hamil. Bagi para wanita yang kiranya tidak dikaruniai anak, sebaiknya memang harus check up ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh supaya bisa terhindar dari kemungkinan serangan kanker ovarium dan kanker rahim. – Penyebab Kanker Ovarium

  1. Melahirkan Lewat dari Umur 30 Tahun

Melahirkan anak setelah usianya mencapai 30 tahun ke atas tak hanya lebih rawan, tapi hal ini pun juga menaikkan risiko Penyebab Kanker Ovarium. Para wanita dengan sejarah reproduksi seperti ini diharapkan lebih waspada dan menjalani pola hidup benar supaya kanker ovarium tak gampang menyerang. – Penyebab Kanker Ovarium

  1. Jumlah Siklus Menstruasi

Tentu tak akan mudah menghitung seberapa banyak jumlah siklus menstruasi yang telah kita lewati. Para wanita perlu tahu akan hal ini di mana ada kaitan erat antara jumlah siklus datang bulan dengan risiko mengidap kanker ovarium. Ini dikarenakan makin tingginya risiko terserang kanker ovarium, itu artinya sudah sangat banyak siklus menstruasi yang dilewatinya, maka misalnya seorang wanita mengalami menstruasi sebelum 12 tahun, lalu menopause di atas 50 tahun, jelas jumlah siklus menstruasi lebih banyak dan Penyebab Kanker Ovarium jauh lebih besar.

  1. Faktor Genetik dan Keturunan

Penyebab Kanker Ovarium pun potensinya bisa menjadi lebih tinggi ketika anggota keluarga atau saudara kandung pernah mengidapnya. Bahkan ketika salah seorang keluarga kita ada yang pernah punya riwayat kesehatan menderita penyakit kanker payudara, potensi kita untuk terserang kanker ovarium juga besar. Untuk lebih spesifiknya, seorang wanita yang saudara perempuannya atau ibunya pernah atau sedang mengidap kanker ovarium, dirinya pun berkemungkinan besar bisa terkena juga.

  1. Pemakaian Obat Penyubur Kehamilan

Ditunjukkan oleh beberapa penelitian bahwa ada Penyebab Kanker Ovarium pada wanita yang menggunakan obat penyubur kehamilan, contohnya adalah Clomiphene Citrate. Hal ini lebih berisiko ketika obat dipakai dan rupanya wanita yang mengonsumsi tidak hamil-hamil juga. Penting untuk selalu mengonsultasikan apapun dengan dokter, apalagi tentang pemakaian obat tertentu, seperti penyubur kehamilan. Akan lebih baik kalau ada konsultasi dengan dokter karena para wanita pun tak aman dari kanker ovarium bila mandul. – Penyebab Kanker Ovarium

  1. Melakukan Terapi Penggantian Hormon Estrogen

Untuk terapi seperti penggantian hormon estrogen, para wanita harus berhati-hati dan melakukannya atas anjuran atau di bawah pengawasan dokter supaya tidak berbahaya bagi tubuh apalagi kalau pemakaiannya berdosis tinggi. Ini pun tak akan baik untuk tubuh kita apabila digunakan dalam waktu yang lama karena kemungkinan bisa menjadi Penyebab Kanker Ovarium. – Penyebab Kanker Ovarium

  1. Memiliki Endometriosis

Para wanita dengan masalah endometriosis jelas akan lebih tinggi terkena Penyebab Kanker Ovarium. Endometriosis ini termasuk kelainan yang serangannya dilancarkan ke bagian sistem reproduksi wanita. Kemunculan penyakit ini ada pada jaringan lapisan dalam di dinding rahim, atau pertumbuhan endometrium bertempat di luar rongga rahim.

 

Untuk mengetahui apakah seorang wanita memiliki masalah ini, bisa dilihat pada waktu ia datang bulan, jika saat menstruasi begitu sakit luar biasa, maka perlu dicurigai. Tak hanya itu, pendarahan berlebih juga dapat dialami ketika datang bulan, bahkan ketika buang air kecil maupun besar rasa sakit akan muncul. Periksakan segera supaya endometriosis mendapatkan pengobatan dan tidak menjadi Penyebab Kanker Ovarium.

Penyebab Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Rahim

Gejala Kanker Rahim

Gejala Kanker Rahim

Kanker rahim merupakan kanker yang ditemukan tepat di lapisan atau dinding pada rahim seorang wanita. Kanker ini memiliki kedudukan yang hampir sama besarnya dengan kanker payudara, yakni menyerang wanita dan berisiko besar menyebabkan kematian. Pada umumnya kanker ini dikelompokkan menjadi 2 jenis, yakni endometrium dan ulterian. Endometrium merupakan jenis yang paling banyak ditemukan.

Untuk menyikapi dan memahami tentang penyakit kanker rahim ini, setidaknya Anda harus mengetahui beberapa Gejala Kanker Rahim sehingga Anda bisa lebih cepat mengambil sikap bila suatu saat nanti Anda menemukan salah satu atau beberapa Gejala Kanker Rahim yang diyakini sebagai penyakit berbahaya ini menyerang Anda.

 

Gejala Kanker Rahim

Ada beberapa Gejala Kanker Rahim yang harus Anda ketahui, diantaranya :

  • Penurunan berat badan.

Anda tidak sedang menjalani program diet, nafsu makan juga baik-baik saja, lantas mengapa secara tiba-tiba berat badan turun drastis. Penurunan berat badan yang terjadi tanpa direncanakan bisa jadi adalah sebuah Gejala Kanker Rahim jika tubuh Anda sedang tidak berada dalam kondisi baik.

  • Kembung

Kembung yang terasa sampai ke panggul bukanlah hal yang patut untuk dibiarkan saja, segera kunjungi dokter dan lakukan pemeriksaan. Bisa jadi itu adalah salah satu Gejala Kanker Rahim yang tidak Anda sadari.

  • Perubahan pada bentuk dada

Perubahan pada bentuk dada yang diiringi dengan perubahan kulit di sekitar dada yang menjadi kasar, dada yang memerah dan terdapat ruam juga termasuk dalam Gejala Kanker Rahim. Beberapa kasus kanker ini menyebabkan peradangan pada dada Anda.

  • Menstruasi yang tak normal

Merupakan Gejala Kanker Rahim yang patut di waspadai, perhatikan lebih teliti, apakah jadwal tamu bulanan Anda tidak teratur dan darah haid yang keluar juga tidak normal, hal ini bisa disebabkan oleh perkembangan sel kanker di rahim.

  • Perubahan warna kulit

Terjadi perubahan pada warna kulit ditandai dengan adanya tahi lalat aneh yang tiba-tiba muncul atau pendarahan tertentu di kulit harus di waspadai karena mungkin saja itu adalah salah satu dari Gejala Kanker Rahim yang tidak Anda ketahui.

 

Penyebab Kanker Rahim

Kanker ini bersifat sama dengan jenis kanker lainnya, yakni tidak cukup mudah untuk dikenali gejalanya. Anda harus ekstra waspada dan menaruh curiga disaat menemukan salah satu gejala kanker yang disebutkan di atas.

Penyebab kanker rahim cukup beragam, namun penyabab yang paling dominan ditemukan pada pasien kanker adalah infeksi HPV, obesitas, gaya hidup tak sehat. Kedua penyebab ini sudah mencakup beberapa komponen kehidupan, mereka yang gemar mengkonsumsi minuman manis, merokok, diabetes, dan malas berolahraga. Semua hal buruk tersebut berkumpul menjadi satu yang pada akhirnya menyebabkan seseorang terkena kanker.

 

Cara Mencegah Kanker Rahim

Gejala Kanker Rahim penting untuk dikenali sehingga pasien dapat segera ditangani oleh dokter ahli dan secara efektif risiko kematian bisa ditekan. Penanganan yang cepat dan tepat merupakan upaya penyembuhan dan penyelamatan yang harus dilakukan oleh dokter kepada pasien. Namun sebelum hal itu terjadi, lebih baik Anda melakukan tindakan pencegahan seperti yang dijelaskan di bawah ini:

  • Atur pola makan. Karena makanan dan minuman yang manis dinilai dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan sel kanker, maka sebagai individu yang mengetahui dengan bak fakta ini, sebaiknya Anda mulai mengurangi konsumsi makanan maupun minuman yang manis. Coba lebih banyak makan buah dan sayuran atau lebih banyak mengkonsumsi makanan yang diolah sendiri di rumah daripada membelinya di luar.
  • Rajin berolahraga. Merupakan pangkal kesehatan, biasakan diri untuk berolahraga meskipun hanya beberapa gerakan ringan
  • Rutin melakukan pemeriksaan. Merupakan bagian dari pencegahan pertumbuhan dan perkembangan sel kanker di rahim.
  • Dan waspadai gejala yang timbul. Anda patut curiga jika Anda menemukan atau mendapati gejala kanker rahim seperti yang dijelaskan di atas.

 

Gejala Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Kanker Rahim

Penyebab Kanker Rahim

Penyakit kanker rahim dapat disebut juga sebagai kanker uterus. Di mana ini merupakan kanker karena sebuah tumor di endometrium di lapisan rahim seorang wanita. Faktor Penyebab Kanker Rahim yang pasti dapat terjadi pada seseorang masih belum dimengerti hingga sekarang, namun ada beberapa faktor Penyebab Kanker Rahim, contohnya adalah diabetes, siklus menstruasi, serta hipertensi, menjadi sebuah kasus bagi kanker ini umumnya.

Tumor di rahim selalu tumbuh di endometrium, di mana itu merupakan tempat janin tumbuh nantinya. Terdapat beberapa faktor tertentu sebagai penyebab kanker tumbuh di endometrium, contohnya yakni karena ketidakseimbangan hormon, khususnya di hormon estrogen. Ada penelitian yang menunjukkan apabila kadar dari hormon estrogen itu benar-benar memiliki peranan penting untuk perkembangan dari kanker rahim di endometrium.

Apabila produksi hormon di antara progesterone dan esterogen tak sama, kemungkinan resiko terserang kanker rahim pun akan semakin tinggi. Dari sini akhirnya sel kanker premium mulai tumbuh kemudian mulai berkembang pada bagian dalam rahim.

Penyebab Kanker Rahim

Penyebab Kanker Rahim

Berikut adalah beberapa kemungkinan besarnya Penyebab Kanker Rahim :

  • Terapi Penggantian Hormon

Penyebab Kanker Rahim oleh peningkatan di kadar hormon esterogen, maka terapi penggantian hormon pun perlu untuk dijalankan. Apabila melakukan terapi disarankan untuk diberikan ke wanita yang sudah menjalani hisrektomi. Proses penggantian hormon ini merupakan terapi gabungan hormon progesterone dan esterogen yang akan dilakukan dalam mengurangi faktor resiko kanker rahim yang berkembang terlalu jauh di rahim.

  • Hormon Tak Seimbang

Faktor Penyebab Kanker Rahim utama yakni hormon. Apabila hormon esterogen lebih banyak dibandingkan dengan hormon progesterone, maka bisa mengakibatkan lapisan rahim lebih tebal. Seperti yang diketahui jika esterogen ini adalah hormon yang memiliki fungsi dalam mengatur sistem reproduksi seorang wanita.

Apabila lapisan rahim lebih tebal maka bisa menumpuk, ke depannya kemungkinan sel-sel kanker mulai tumbuh serta berkembang apabila tak mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

  • Obesitas

Hormon esterogen, diproduksi di dalam jaringan lemak seseorang menjadikan berat badan bertambah disebabkan oleh esterogen yang cukup tinggi. Penyebab Kanker Rahim pada seorang wanita yang mempunyai berat badan berlebih mempunyai peluang lebih besar terserang kanker rahim 3x lipat dibandingkan wanita dengan berat badan yang normal. Kondisi ini diakibatkan karena wanita gemuk itu mempunyai jaringan lemak, dan terus memproduksi hormon esterogen.

  • Faktor Usia

Yang berikutnya adalah faktor Penyebab Kanker Rahim  karena usia. Berkaitan ke usia, penyakit kanker rahim dapat mulai menyerang seorang wanita di usia melebihi 50 tahun. Biasanya wanita yang berusia di atas 50 tahun itu masa menopause telah selesai, memiliki resiko terserang kanker rahim, mulai menyebar menuju area sekitarnya, contohnya pada saluran dan indung telur.

  • Riwayat Kehamilan

Faktor Penyebab Kanker Rahim selanjutnya yakni riwayat kehamilan. Wanita jika sebelumnya masih belum melahirkan, mempunyai resiko lebih tinggi apabila Anda bandingkan dengan seorang wanita yang pernah melahirkan sebelumnya. Kondisi tersebut beralasan, karena kadar hormon progesterone akan meningkat, kadar hormon esterogen akan mengalami penurunan. Jadi seorang wanita yang sudah melahirkan anak semasa kehamilan mempunyai efek perlindungan terhadap lapisan rahim mereka.

  • Sindrom Ovarium Polikistik

Untuk pasien sindrom ovarium polikistik memiliki kemungkinan terserang penyakit kanker rahim yang cukup tinggi. Penyebab Kanker Rahim karena kadar hormon esterogen tinggi. Seorang wanita dengan sindrom ini terdapat beberapa kista di ovarium yang bisa mengakibatkan tanda-tanda menstruasi tak teratur hingga tak menstruasi sama sekali.

  • Diabetes

Penyebab Kanker Rahim berikutnya yakni apabila seorang wanita memiliki riwayat terserang kencing manis (Diabetes), maka memiliki kemungkinan berkembang jadi penyakit kanker rahim. Penyakit diabetes yang akan mengakibatkan peningkatan pada jumlah insulin di dalam tubuh, bisa berubah kemudian meningkatkan kadar dari hormon esterogen di tubuh orang tersebut.

 

 

 

Penyebab Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diagnosis Kanker Ovarium

Diagnosis Kanker Ovarium

Diagnosis Kanker Ovarium

Dengan rutin memeriksakan panggul, keberadaan tumor atau pembesaran pada ovarium akan diketahui, meskipun tumor kecil bisa saja tidak terdeteksi dengan Diagnosis Kanker Ovarium ini. Diagnosis Kanker Ovarium dengan pemeriksaan pencitraan seperti USG transvaginal dapat menDiagnosis Kanker Ovarium adanya kelainan.

Ketika tumor kecil mungkin tidak terdeteksi dengan USG, dokter mungkin juga akan melakukan teknik pencitraan lain seperti CT (computed tomography), MRI (magnetic resonance imaging) atau PET (positron emission tomography) Scan. Semuanya akan memberikan gambar panggul dan organ reproduksi. Diagnosis Kanker Ovarium

Dokter mungkin juga akan melakukan Diagnosis Kanker Ovarium dengan menggunakan tes darah, yang disebut sebagai CA-125, yang menunjukkan kadar protein marker, yang mana peningkatannya dapat menDiagnosis Kanker Ovarium. Namun Diagnosis Kanker Ovarium menggunakan tes ini juga belum tentu akurat karena ada beberapa kondisi lain yang juga bisa meningkatkan kadar CA-125. Dan juga bisa seorang wanita yang sudah terkena kanker ovarium namun kadar CA-125 nya masih normal.

Diagnosis Kanker Ovarium secara pasti dengan melihat potongan/sampel tumor ovarium dengan mikroskop. Untuk mendapatkan jaringan ovarium yang abnormal, dokter akan melakukan laparoskopi untuk melihat ke dalam abdomen dan panggul dengan semacam tabung panjang yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui sayatan kecil di perut atau panggul. Atau dengan melakukan pembedahan terbuka.

Jika proses Diagnosis Kanker Ovarium menunjukkan Anda positif mengidap kanker ovarium, langkah berikutnya adalah mencari tahu stadium dan perkembangan kanker Anda. Proses Diagnosis Kanker Ovarium ini umumnya meliputi CT atau MRI scan, rontgen dada, serta prosedur biopsi untuk mengambil sampel cairan rongga perut dan jaringan ovarium. Diagnosis Kanker Ovarium

 

Diagnosis Kanker Ovarium

Diagnosis Kanker Ovarium stadium kanker yang Anda derita akan membantu dokter untuk menentukan langkah pengobatan terbaik untuk Anda. Secara umum, stadium kanker ovarium terbagi dalam empat kategori yang meliputi:

  • Stadium 1: Kanker hanya menyerang salah satu atau kedua ovarium tapi belum menyebar ke organ lain.
  • Stadium 2: Kanker sudah menyebar dari ovarium ke jaringan di sekitar panggul.
  • Stadium 3: Kanker sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus, dan kelenjar getah bening di panggul.
  • Stadium 4: Kanker sudah menyebar hingga bagian lain tubuh, misalnya ginjal, hati, dan paru-paru.

 

Pengobatan Kanker Ovarium

Pengobatan untuk kanker ovarium terdiri dari operasi, kemoterapi dan terapi radiasi. Terkadang dokter menerapkan dua atau tiga metode ini untuk mengobati kanker ovarium.

Pembedahan mungkin dilakukan untuk menentukan stadium kanker dan mengangkat tumor sebanyak mungkin. Jumlah operasi akan tergantung dari stadium kanker dan kesehatan Anda.

Jika Anda di usia subur, dan terkena kanker ovarium stadium awal, dokter mungkin akan mampu mengobatinya dengan tanpa mengangkat rahim atau ovarium.

Untuk kanker ovarium epitel, kemoterapi melalui intravena biasanya terdiri dari kombinasi obat yang diberikan dalam 6 siklus, yang setiap siklus adalah sekitar 3-4 minggu. Pilihan lainnya yaitu kemoterapi intraperitoneal (IP), diberikan melalui selang tipis yang ditempatkan di dalam perut.

Terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker ovarium disebut sebagai radiasi sinar eksternal (external beam radiation). Sebuah mesin (dari luar tubuh) memancarkan radiasi ke daerah yang terserang kanker. Interval penyinaran akan tergantung dari tipe dan stadium kanker ovarium.

 

Hal yang Perlu Diingat dari Kanker Ovarium

Sebuah statistik dari American Cancer Society menunjukkan bahwa sekitar 3 dari 4 wanita dengan kanker ovarium hanya bertahan hidup sekitar 1 tahun sejak didiagnosis. Hampir setengah (46%) wanita dengan kanker ovarium masih hidup setidaknya hingga 5 tahun setelah didiagnosis.

Beberapa poin terkait kanker ovarium yang perlu Anda ingat dan antisipasi, yaitu:

  • Pelajari faktor-faktor risiko kanker ovarium, dan cari tahu apakah Anda berada di posisi salah satu faktor risiko tersebut.
  • Pelajari riwayat medis keluarga Anda. Jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara, kanker ovarium atau kanker usus besar, segeralah berkonsultasi ke dokter, mungkin Anda perlu tes genetik.
  • Ketahui gejala yang berhubungan dengan kanker ovarium. Jika Anda mengalami gejala-gejalanya selama lebih dari satu minggu, periksakan ke dokter.
  • Rutinlah memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan panggul. Hal ini sangat penting bagi wanita menopause atau yang memiliki faktor risiko kanker ovarium.
  • Jaga berat badan Anda (IMT kurang dari 25). Gunakan kalkulator pengukur IMT Medkes.
  • Diet makanan sehat, dan banyak sayuran. Jangan konsumsi lemak jenuh.

Diagnosis Kanker Ovarium

 

Diagnosis Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Ovarium

Kanker Ovarium

Kanker Ovarium menjadi kanker kedelapan yang paling umum terjadi pada wanita, sekaligus menduduki peringkat kelima sebagai penyebab kematian wanita akibat kanker.

Kanker Ovarium merupakan ‘silent killer’, yang berarti gejalanya seringkali tidak muncul pada stadium awal perkembangannya. Gejala ini seringkali baru ditemukan pada stadium selanjutnya dimana pada saat itu kanker ovarium sudah sulit disembuhkan. Seandainya pun disertai dengan gejala awal, seperti masalah kencing, sakit perut atau kembung, gejala-gejala ini juga seringkali disangka sebagai gejala penyakit lain dan diabaikan.

Kanker Ovarium

Gejala Kanker Ovarium

Gejala Kanker Ovarium yang paling umum adalah buncit atau kembung di perut, perasaan tertekan atau nyeri di daerah panggul, sakit perut, gangguan makan atau perasaan penuh pada perut, dan gejala kencing seperti sering buang air kecil atau kandung kemih yang selalu terasa berisi.

Gejala lainnya dari Kanker Ovarium, antara lain sembelit, nyeri saat berhubungan badan, perubahan siklus menstruasi atau perdarahan diantara 2 periode menstruasi, sakit punggung, dan lemah.

Namun bagaimanapun juga, gejala-gejala ini terbilang masih umum, dan kadangkala disebabkan karena gangguan kesehatan lain yang tidak berbahaya ketimbang Kanker Ovarium, sehingga banyak yang mengabaikannya.

Jika pada saat ini Anda mengalami gejala-gejala seperti diatas, ada beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan:

  • Jika sering sembelit namun dalam waktu yang singkat, dan sembelit Anda sembuh sendiri atau sembuh dengan obat, maka mungkin itu bukan kanker. Kemungkinan kanker ovarium adalah jika sembelit terjadi lebih lama dari biasanya dan tidak sembuh setelah meminum obat-obat biasa.
  • Jika merasa kembung/buncit setiap kali setelah makan makanan tertentu dan kemudian hilang, besar kemungkinan ini tidak terkait dengan kanker.
  • Jika sembelit, sakit perut atau panggul sudah berlangsung lebih dari seminggu, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

 

Tipe Kanker Ovarium

Teridentifikasi lebih dari 30 tipe dan subtipe Kanker Ovarium pada wanita. Tapi sebagian besar para ahli mengelompokkannya dalam satu dari 3 kategori:

  • Tumor epitel. Berasal dari sel-sel epitel atau permukaan yang melapisi ovarium. Tipe ini yang paling umum, sekitar 90% dari seluruh kanker.
  • Tumor sel germinal. Berasal dari sel-sel ovarium yang akhirnya menjadi telur. Biasanya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Tumor yang sering dapat disembuhkan ini mengisi sekitar 3% dari seluruh kasus kanker ini di negara-negara berkembang.
  • Sex cord-stromal tumors. Mengisi sekitar 5% dari seluruh kanker ini. Berasal dari sel-sel yang berubah menjadi jaringan ikat di dalam ovarium.

 

Penyebab Kanker Ovarium

Penyebab pasti Kanker Ovarium belum diketahui. Para ahli menganalisa beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kamker ini, meski para ahli ini sendiri belum menemukan alasan faktor-faktor risiko tersebut bisa meningkatkan risiko kanker ovarium. Faktor-faktor risiko tersebut adalah:

 

Berusia lebih dari 50 tahun. Wanita yang berusia lebih dari 50 tahun lebih berisiko dari wanita usia di bawahnya. Sebagian besar kanker ovarium berkembang setelah menopause. Para ahli berspekulasi bahwa perubahan tingkat hormonlah yang menjadi pemicunya, ditambah para wanita yang sudah tua telah mengalami siklus ovulasi yang banyak sepanjang hidup mereka. Memang kasus wanita dibawah usia 40 tahun yang terkena kanker ovarium cukup jarang, tapi ingatlah bahwa kanker ini tidak mengenal batasan usia.

Obesitas atau kelebihan berat badan. Wanita yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 30 atau lebih, maka lebih berisko. Ada sebuah teori, bahwa sel lemak mengandung estrogen lebih banyak dari sel-sel lain, meskipun belum diketahui bagaimana peningkatan estrogen ini memainkan peran dalam hal ini.

Belum pernah hamil, atau hamil pertama pada saat berusia lanjut. Wanita yang belum pernah melahirkan memiliki risiko yang lebih tinggi dari yang pernah melahirkan. Dan risiko akan semakin turun setiap kali hamil.

Tidak menyusui. Wanita yang tidak menyusui lebih berisiko daripada wanita yang menyusui.

Penggunaan obat kesuburan. Menggunakan obat kesuburan Clomid dalam kurun waktu lebih dari satu tahun akan meningkatkan risiko kanker.

Terapi penggantian hormon estrogen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menjalani terapi penggantian estrogen pasca menopause mengalami peningkatan risiko kanker ovarium, terutama jika menggunakan estrogen tunggal (tanpa progesteron) selama 5 tahun atau lebih.

Genetik. Ada keluarga yang pernah terkena kanker , payudara atau kanker usus besar akan meningkatkan risiko kanker. Penelitian menyebutkan bahwa 10% dari kanker ovarium memiliki kecenderungan warisan dari keluarga. Risiko akan semakin meningkat jika semakin banyak keluarga yang terkena kanker.

Mutasi gen. Ada keluarga yang terkena kanker dari mutasi (perubahan) gen, misalnya BRCA1 dan BRCA2, juga akan meningkatkan risiko kanker ovarium dan kanker payudara. Mutasi gen yang meningkatkan risiko kanker usus besar, juga dapat meningkatkan risiko kanker.

Kanker payudara. Jika Anda menderita kanker payudara, maka kemungkinan untuk terkena kanker lebih besar.

Diet tinggi daging. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang diet rendah lemak atau diet tinggi sayuran memiliki risiko kanker yang lebih rendah dibandingkan mereka yang diet tinggi lemak (khususnya lemak hewan) dan rendah sayuran.

Kebiasaan merokok dan alkohol. Kedua kebiasaan ini akan meningkatkan risiko tumor ovarium epitel. Mengungkapkan faktor risiko kanker tidaklah semudah penyakit jantung atau kanker payudara, karena penyakit ini belum lama diteliti secara intensif.

 

Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri Kanker Serviks

Ciri-Ciri Kanker Serviks

Ciri-Ciri Kanker Serviks mungkin sangat sulit di rasakan, biasanya akan lebih terlihat nyata ketika sudah memasuki stadium lanjut. Kanker serviks dikenal juga kanker leher rahim,  lokasinya terdapat pada jaringan leher rahim (organ yang menghubungkan rahim dan vagina). Hal ini lah yang membuatnya menjadi pembunuh yang menakutkan, pada tahap awal sulit di deteksi, namun jika baru diketahui pada stadium lanjut akan sulit di obat. Sebelum kita membahas lebih detil mengenai Ciri-Ciri Kanker Serviks, ada baiknya kita mengetahui faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya kanker berbahaya pada wanita ini.

Ciri-Ciri Kanker Serviks

Faktor penyebab kanker serviks ada 6, berikut daftarnya.

  • Berhubungan badan dengan banyak orang
  • Melahirkan banyak anak.
  • Menikah di usia muda (berhubungan seks di usia muda)
  • Merokok
  • Menggunakan kontrasepsi oral (“pil KB”).
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

 

Infeksi human papillomavirus (HPV) adalah faktor risiko utama penyebab kanker serviks. Selain faktor tersebut, lalu bagaimana gejala kanker serviks yang sebenarnya ?

Ciri-Ciri Kanker Serviks stadium awal memang tidak dapat dirasakan, hampir mustahil untuk menemukan adanya tanda terinfeksi kanker di stadium awal.

Dikarenakan tidak ada tanda yang berarti pada tahap awal, wanita di sarankan untuk melakukan tes rutin seperti pemeriksaan sel HPV pada leher rahim apakah normal atau tidak. Prognosis (kesempatan pemulihan) yang tidak lain adalah kesempatan untuk sembuh akan sangat besar jika sel tersebut ditemukan di awal.

Jadi jika anda telah merasakan bahwa memiliki faktor tinggi terkena kanker serviks, sebaiknya anda memeriksakan dengan test pap smear atau dengan melakukan screaning lainnya untuk mengetahui perkembangan sel seputar leher rahim.

 

Stadium Sedang

  1. Ciri-Ciri Kanker Serviks Pendarahan Pada Vagina, (Ini Tanda Paling Umum)

Perdarahan vagina yang tidak teratur atau tidak normal (bukan haid) adalah ciri yang paling umum dari kanker serviks. Pendarahan dapat terjadi antara periode menstruasi atau setelah berhubungan badan atau kapan pun selama tidak berhubungan dengan masa atau siklus mens anda. Kadang-kadang pendarahan pada vagina ini menunjukkan terdapat keputihan yang sedikit bercampur dengan darah, selain itu pendarahan saat haid juga akan berlangsung sedikit lebih lama dibandingkan biasanya. Pendarahan vagina juga dapat terjadi pada wanita menopause yang tidak lagi memiliki periode menstruasi. Ini adalah tanda peringatan utama kanker serviks atau masalah lain yang harus anda konsultasikan dengan dokter.

Ciri ciri pendarahan pada vagina yang disebabkan oleh kanker serviks:

  • Datang tidak pada periode haid
  • Terjadi pada saat berhubungan badan
  • Terjadi setelah masa menepause
  • Terdapat campuran keputihan di darah
  • Masa haid yang jauh lebih lama dari pada biasanya.

Jika hal ini terjadi langsung saja konsultasikan pada dokter spesialis kandungan anda untuk mengetahui lebih detil mengenai masalah ini.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Serviks Rasa Sakit Selama Berhubungan Suami Istri

Jika anda tidak “seperti biasanya” saat melakukan hubungan suami istri dan cenderung sangat sakit tanpa sebab yang berarti. Pastikan anda langsung berkonsultasi dengan dokter terkait agar memeriksakan masalah terkait. Kecenderungan rasa sakit selama berhubungan juga menjadi salah satu Ciri-Ciri Kanker Serviks yang paling tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Serviks Nyeri Di Sekitar Pinggul

Ops, nyeri pada pinggul juga dapat menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam hubungannya yang dapat menjadi salah satu Ciri-Ciri Kanker Serviks yang umum.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Serviks Pendarahan Setelah Menopause

Pendarahan setelah menopause pasti harus diperiksa oleh dokter kandungan (Spog) untuk mengetahui penyebab pastinya. Jika tidak pasti lah akan menjadi sesuatu yang mungkin berdampak serius, salah satunya adalah kanker serviks. Ciri pendarahan setelah menopause merupakan salah satu Ciri-Ciri Kanker Serviks yang sangat umum terjadi pada penderita kanker serviks.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Serviks Keputihan Yang Abnormal (Diluar Biasanya)

Anda sering keputihan ? mungkin tidak masalah karena memang bukan gejala penyakit tertentu. Namun jika jumlahnya sangat besar dan tidak seperti biasanya yang sangat mengganggu tentu ada sesuatu yang terjadi. Salah satu yang mungkin anda alami adalah kanker serviks.

 

  1. Ciri-Ciri Kanker Serviks Pendarahan Menstruasi Yang Lebih Panjang Dan Lebih Berat Dari Biasanya

Anda mungkin mengalami masa menstruasi yang ‘banyak’ pada hari pertama sampai dengan hari ketiga. Namun Jika anda terus ‘banyak’ sampai beberapa hari bahkan berminggu, anda sudah harus curiga dengan penyakit mematikan ini, setidaknya anda mulai melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah itu adalah salah satu Ciri-Ciri Kanker Serviks.

 

Ciri-Ciri Kanker Serviks di atas harus anda konsultasikan pada dokter terkait, agar dapat diambil tindakan untuk penyembuhan. Penyembuhan di tahap awal akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan jika telah terinfeksi pada stadium lanjut.

 

Stadium Lanjut

Ciri-Ciri Kanker Serviks stadium lanjut biasanya sangat terlihat mulai dari fisik sampai dengan bentuk tubuh serta perasaan anda. Berikut adalah Ciri-Ciri Kanker Serviks:

  • Sakit Punggung
  • Nyeri tulang atau patah tulang
  • Kelelahan
  • Keluarnya urin atau feses dari vagina
  • Nyeri pada kaki
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri panggul
  • Kaki bengkak
  • Menurunnya berat badan

 

Ciri-Ciri Kanker Serviks di atas adalah jika kanker serviks anda telah menuju stadium lanjut yang terjadi pada tahap paling berbahaya.

 

Pemeriksaan Gejala Kanker Serviks

Stadium awal kanker serviks hampir mustahil di deteksi dan dirasakan oleh penderitanya, satu satunya jalan adalah dengan melakukan pemeriksaaan Ciri-Ciri Kanker Serviks dengan serangkaian tes. Berikut adalah beberapa rangkaian test yang dapat anda lakukan untuk memeriksa apakah terindikasi terkena kanker leher rahim ini. Pemeriksaan fisik dan riwayat. Pemeriksaan kesehatan termasuk virus dan riwayat penyakit.

  • Pemeriksaan panggul. Perawat akan memasukkan jari melalui vagina dan tangan di atas perut untuk merasakan ukuran, bentuk, dan posisi uterus dan ovarium.
  • Tes pap smear. Tes ini adalah tes untuk mengumpulkan sel dari leher rahim dan vagina, selanjutnya sel tersebut akan di lihat menggunakan microskop untuk mengetahui apakah normal atau tidak. Tes ini merupakan yang paling populer dilakukan di Indonesia.
  • Tes Human papillomavirus (HPV), tes ini digunakan untuk memeriksa DNA atau RNA untuk beberapa jenis infeksi HPV.
  • Kuretase endoserviks. Sama dengan tes pap dan HPV, sel jaringan di sekitar leher rahim akan diambil dengan kuret untuk selanjutnya di tes menggunakan mikroskop untuk memutuskan apakah ada keanehan atau tidak.
  • Biopsi, sebuah prosedur mengambil bagian kecil dari leher rahim sebagai sampel untuk memastikan apakah memang terinfeksi atau tidak.

 

Ciri-Ciri Kanker Serviks memang sulit diketahui pada tahap awal, dan baru diketahui ketika sel telah menyebar dan menginfeksi bagian yang lebih luas. Jadi saran faktakanker sebaiknya anda melakukan tes secara rutin, terlebih anda merupakan salah satu wanita perokok, atau merasa faktor penyebab di atas menjadi bagian dari hidup anda.

 

Ciri-Ciri Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Rahim

Faktor Risiko Kanker Rahim

 

Faktor Risiko Kanker Rahim – Penyakit kanker rahim atau yang biasa disebut oleh masyarakat dengan kanker kandungan adalah sel kanker yang berkembang di badan rahim. Sementara kanker serviks adalah kanker yang terjadi di leher rahim. Rahim terdiri atas tiga bagian: leher rahim, badan rahim, dan dua saluran telur.

Kanker jenis ini dapat mempengaruhi kemampuan reproduksi seorang wanita. Karena itu, tidak heran bila kanker ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling ditakuti kaum wanita.

Faktor Risiko Kanker Rahim

Mengenali Faktor Risiko Kanker Rahim

Seperti jenis kanker yang lain, penyebab kanker rahim belum dapat diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa Faktor Risiko Kanker Rahim yang memungkinkan seorang wanita terserang penyakit ini, antara lain:

  • Faktor Risiko Kanker Rahim bisa terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun.
  • Faktor Risiko Kanker Rahim karena melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun.
  • Penderita Endometrial Hyperplasia (penebalan dinding Rahim).

Faktor Risiko Kanker Rahim karena Endometrial hyperplasia merupakan suatu peningkatan dalam jumlah sel-sel lapisan rahim/uterus. Itu bukan kanker. Namun, terkadang itu dapat berkembang menjadi kanker. Periode-periode menstruasi yang berat, perdarahan diantara periode-periode dan setelah menopause adalah gejala-gejala umum dari hyperplasia.

  • Terapi sulih hormon/HRT (Hormone replacement therapy).

Terapi ini, digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause, mencegah osteoporosis/pengeroposan tulang, dan mencegah resiko penyakit jantung dan stroke. Wanita  yang menggunakan hormon estrogen tanpa progesteron mempunyai suatu peningkatan Faktor Risiko Kanker Rahim, terutama bagi yang menggunakannya dengan dosis tinggi dalam jangka panjang.

  • Kelebihan berat badan.

Sebagian estrogen dalam tubuh dibuat di dalam jaringan lemak sehingga wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Tingginya kadar estrogen merupakan penyebab meningkatnya Faktor Risiko Kanker Rahim pada wanita obesitas.

  • Pemakaian tamoksifen.

Tamoksifen biasanya digunakan untuk mencegah atau mengatasi kanker payudara. Wanita yang menggunakan obat ini, mempunyai resiko yang lebih besar untuk terserang kanker rahim. Tamoksifen memiliki efek antiestrogen pada sel kanker payudara tetapi berefek estrogenik pada rahim sehingga penggunaan obat ini, menjadi salah satu Faktor Risiko Kanker Rahim bagi seorang wanita.

  • Faktor Risiko Kanker Rahim lainnya yaitu kanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita berkulit putih.
  • Faktor Risiko Kanker Rahim akibat menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun.
  • Faktor Risiko Kanker Rahim akibat menopause setelah usia 50 tahun.
  • Faktor Risiko Kanker Rahim Tidak memiliki anak atau tidak bisa hamil (mandul).
  • Faktor Risiko Kanker Rahim Adanya polip pada endometrium.

 

Sedangkan gejala-gejala kanker rahim yang sering ditemui sebelum terserang adalah perdarahan di luar masa haid yang berlebihan, siklus menstruasi yang abnormal, nyeri perut bagian bawah atau kram panggul, keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause), nyeri atau kesulitan saat berkemih, juga timbulnya nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

 

Pencegahan Faktor Risiko Kanker Rahim

Langkah terbaik yang bisa dilakukan agar tidak terserang kanker rahim adalah dengan melakukan langkah-langkah pencegahan berikut ini:

  • Jangan terlalu sering mencuci vagina dengan antiseptik.
  • Jangan menaburkan bedak pada vagina.
  • Jauhi rokok dan orang yang merokok.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak secara berlebihan.
  • Menghindari makanan yang mengandung karsinogen (zat pemicu kanker) seperti yang banyak mengandung pengawet.
  • Konsumsi makanan/minuman/buah yang mengandung betakaroten dan antioksidan.
  • Tidak melakukan hubungan seks di bawah usia 20 tahun.

Hubungan seks idealnya dilakukan ketika sel-sel mukosa sudah matang. Pada usia muda, sel”“sel mukosa umumnya belum matang sehingga rentan terhadap rangsangan dari luar, termasuk zat-zat kimia yang di bawa oleh sperma. Akibatnya, sel mukosa dapat berubah sifat menjadi kanker.

  • Berolahraga secara teratur.
  • Memeriksakan diri ke dokter secara teratur.

 

Jika langkah-langkah pencegahan di atas sudah dilakukan, kemungkinan besar hal-hal yang dapat menjadi pemicu dapat dihindari dan tubuh akan mampu mencegah munculnya radikal bebas dalam tubuh.

 

Faktor Risiko Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4 adalah salah satu fase tertinggi dari kategori kanker serviks. Kondisi kanker seviks ini sudah masuk dalam tahap stadium lanjut. Salah satu penyebab angka kematian tertinggi penderita kanker serviks adalah terlambatnya proses pemeriksaan kanker. Di beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris dan Eropa, kanker serviks lebih cepat ditangani karena biasanya ditemukan dalam kondisi yang masih awal. Sementara di negara berkembang (termasuk Indonesia) pemeriksaan kanker serviks belum terlalu dipahami oleh masyarakat.

 

Gejala Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4 adalah kondisi kanker yang sudah masuk dalam tahap lanjut. Kanker pada kondisi ini sudah menyebar ke berbagai organ lain dalam tubuh bahkan diluar bagian leher rahim. Kondisi kanker yang sudah menyebar ke bagian kandung kemih hingga rektum masuk dalam stadium 4A. Jika kanker telah masuk ke organ lain seperti paru-paru maka akan masuk dalam stadium 4B. Gejala dari Kanker Serviks Stadium 4 adalah seperti di bawah ini.

  • Terjadi pendarahan hebat saat tidak sedang menstruasi dan menjelang atau sesudah masuk tahap menopause.
  • Ada rasa sakit yang muncul pada tulang, otot dan panggul bagin bawah.
  • Muncul rasa sakit yang berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil dan bahkan kadang disertai dengan pendarahan.
  • Mengalami gangguan nafsu makan, lelah dan badan menjadi lebih lemah.
  • Biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
  • Terkadang jika kanker telah menyebar ke bagian otot tubuh, maka seluruh badan akan merasa sakit dan tidak nyaman.

 

Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 4

Pada awalnya semua jenis kanker serviks akan di temukan dari pemeriksaan Pap Smear. Ini adalah salah satu metode yang paling diakui untuk melihat pertumbuhan sel-sel abnormal pada bagian leher rahim. Penyebab kanker serviks yang masuk dalam beberapa jenis stadium adalah HPV (Human Papilloma Virus) dengan tipe HPV 16 dan HPV 18.

Pada Kanker Serviks Stadium 4 biasanya hasil pemeriksaan tidak hanya dilakukan dengan Pap Smear saja. Jika hasil tes menunjukkan jumlah infeksi virus HPV dalam angka yang tinggi maka dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi, pemeriksaan panggul, tes darah dan –Ray. Berbagai jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahu daerah penyebaran kanker dan tujuan pengobatan yang paling tepat.

 

Komplikasi Pada Kanker Serviks Stadium 4

Kondisi penderita Kanker Serviks Stadium 4 pada umumnya sudah masuk dalam kondisi yang lebih lanjut. Tindakan pengobatan akan dilakukan dengan melihat kondisi umum penderita, termasuk kemungkinan munculnya beberapa jenis penyakit komplikasi. Berikut ini beberapa jenis komplikasi yang paling sering ditemukan.

  • Gagal Ginjal. Gagal ginjal pada penderita kanker serviks stadium 4 disebabkan karena pertumbuhan kanker yang telah menekan saluran ureter . gangguan ini akan menyebabkan ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Gejala yang dapat ditemukan dengan komplikasi ini adalah penderita akan terus merasa lelah, sakit pada bagian panggul bawah, ada pendarahan dalam urin dan pembengkakan pada kaki atau tangan.
  • Penggumpalan darah. Penggumpalan darah pada penderita kanker serviks stadium 4 biasanya disebabkan oleh pertumbuhan kanker yang telah menekan bagian pembuluh darah yang berada di area panggul. Akibatnya maka darah tidak bisa mengalir dengan lancar. Gejala komplikasi ini adalah seperti pembengkakan pada kaki, timbul bercak merah pada kulit, dan kulit pada area penggumpalan darah akan terasa lebih panas.
  • Pendarahan yang sangat hebat bisa terjadi pada penderita Kanker Serviks Stadium 4. Pendarahan ini disebabkan karena munculnya kanker yang telah menyerang organ vagina bagian dalam, kandung kemih dan usus. Pendarahan yang terjadi pada penderita bisa melewati vagina maupun dubur.

 

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 4

Pengobatan untuk Kanker Serviks Stadium 4 biasanya akan dilakukan dengan melihat kemampuan penderita. Beberapa kondisi penderita yang lemah biasanya akan dilakukan pengobatan paliatif. Hal ini terjadi karena kondisi penderita yang sangat lemah dan mungkin tidak akan kuat untuk menjalani prosedur operasi, kemoterapi maupun radiasi. Tapi pada dasarnya semua itu ada tergantung pada kesehatan umum penderita.

Metode pengobatan untuk Kanker Serviks Stadium 4 akan dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi. Kedua jenis terapi ini akan memberikan hasil maksimal apabila dilakukan dalam waktu bersamaan. Namun, bagi penderita kanker seviks stadium 4 biasanya tidak memiliki kemampuan untuk menahan semua efek terapi.

  • Radioterapi menjadi solusi pengobatan bagi Kanker Serviks Stadium 4. Terapi ini dilakukan dengan memberikan sinar X dosisi tinggi pada area panggul dan rongga vagina. Terapi ini dilakukan selama 20 hingga 25 kali dengan masa istirahat pada hari Sabtu dan Minggu.
  • Kemoterapi merupakan pengobatan yang dilakukan dengan memasukkan beberapa jenis obat keras untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini menjadi langkah yang paling efektif karena bisa mencegah dan membunuh sel kanker pada seluruh tubuh.

 

Pencegahan Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4 bukan menjadi penyakit besar yang langsung tumbuh dalam tubuh. Kanker ini pada dasarnnya membutuhkan waktu infeksi yang sangat lama dan bisa mencapai 25 tahun. Cara terbaik untuk menghindari Kanker Serviks Stadium 4 adalah dengan melakukan upaya pencegahan. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah kanker serviks yang dapat kita lakukan.

  • Melakukan pemeriksaan secara rutin bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Tindakan ini dilakukan dengan metode Pap Smear. Pemeriksaan ini akan membantu deteksi dini sehingga bisa dilakukan pengobatan dengan cepat jika ditemukan potensi sel kanker.
  • Setia dengan pasangan. Memiliki hubungan seksual yang lebih aman akan menjauhkan wanita dari infeksi virus HPV. Penyebab kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Melindungi diri dengan cara setia kepada pasangan akan memiliki resiko rendah terkena infeksi HPV.
  • Melakukan vaksin HPV. Saat ini ada vaksin HPV yang bisa digunakan sejak umur 12 atau 13 tahun. Vaksin ini bisa mencegah dari infeksi virus HPV tipe 16 dan 18.
  • Hentikan kebiasaan merokok. Jika Anda perokok maka segera hentikan kebiasaan buruk ini. Rokok memang tidak menimbulkan infeksi HPV secara langsung, tapi dalam tubuh perokok biasanya mereka tidak memiliki imunitas untuk mencegah infeksi HPV sehingga lebih berpotensi terkena kanker serviks.

 

Memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang sehat akan mendukung tubuh agar bisa melindungi diri dari infeksi HPV. Pencegahan kanker serviks harus dilakukan sejak dini. Hal ini sangat penting agar bisa meningkatkan harapan bagi para penderita kanker serviks.

 

Kanker Serviks Stadium 4

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Serviks Stadium 3

Kanker Serviks Stadium 3

 

Kanker serviks menjadi penyakit yang menyerang dengan cara yang sangat halus. Bahkan hal ini menyebabkan beberapa penderita sangat terkejut mengetahui jenis stadium setelah melakukan berbagai jenis pemeriksaan medis. Hal ini menyebabkan deteksi dini terhadap kanker serviks sangat diperlukan. Salah satu diagnosa yang paling mengejutkan bagi penderita adalah Kanker Serviks Stadium 3.

Kanker Serviks Stadium 3 menjadi hal yang sangat berat diterima oleh penderita, karena kanker telah menyebar ke sekitar vagina bagian bawah. Bahkan pada kasus tertentu kanker juga telah ditemukan pada kelenjar getah bening di sekitar organ leher rahim dan organ tubuh lain. Penyebaran sel kanker stadium 3 juga bisa menyerang pada bagian panggul.

Kanker Serviks Stadium 3

Kategori Kanker Serviks Stadium 3

Kanker Serviks Stadium 3 umumnya banyak ditemukan pada wanita yang tidak pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear. Kanker Serviks Stadium 3 telah menyerang beberapa organ reproduksi yang penting dan daerah di sekitarnya tanpa menimbulkan gejala yang mudah untuk dikenali. Kanker Serviks Stadium 3 di bagi menjadi dua kategori, yaitu:

  1. Stadium 3A. Kanker Serviks Stadium 3A menunjukkan penyebaran ke area di bagian vagina bawah. Meskipun telah menyebar ke bagian jaringan lain di sekitar vagina namun tidak menyebabkan penyebaran di daerah panggul.
  2. Stadium 3B. Kanker Serviks Stadium 3B biasanya telah menyebar ke saluran urin. Penyebaran kanker juga bisa menjangkau di sekitar area kelenjar getah bening di daerah organ reproduksi maupuan organ tubuh lain. Sementara itu pada tahap ini biasanya kanker telah mencapai kelenjar getah bening pada area panggul. Pemeriksaan urin pada penderita kanker stadium 3B biasanya menunjukkan ada indikasi masalah serius pada ginjal.

 

Kanker Serviks Stadium 3 menjadi salah satu jenis kanker yang tidak memberikan gejala. Namun pada beberapa kasus kanker serviks dengan stadium yang telah lanjut, biasanya ditemukan beberapa gejala awal. Berikut ini adalah gejala Kanker Serviks Stadium 3.

 

  • Muncul pendarahan yang dengan beberapa tingkat yang berbeda. Gejala yang paling perlu diwaspadai adalah adanya pendarahan setelah hubungan suami istri. Pendarahan lain yang bisa terjadi adalah pendarahan yang muncul di luar siklus menstruasi atau menjelang dan sesudah menopause.
  • Munculnya keputihan dalam jangka waktu lama dan bahkan menyebabkan bau yang tidak enak.
  • Saat berhubungan seksual, organ di sekitar liang vagina biasanya akan terasa sakit dan tidak nyaman.
  • Muncul pendarahan dalam urin.
  • Timbul masalah pencernaan yang berhubungan dengan kesulitan buang air besar.
  • Timbul keinginan buang air kecil secara terus menerus.
  • Tidak memiliki nafsu makan, lebih mudah merasa lelah, lebih dan sedih.
  • Muncul rasa sakit pada bagian panggul belakang dan tidak nyaman untuk beberapa posisi duduk maupun berdiri.

 

Cara Deteksi Kanker Serviks Stadium 3

Cara deteksi Kanker Serviks Stadium 3 umumnya memiliki kesamaan dengan jenis kanker stadium lainnya. Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 3 dilakukan dengan metode Pap Smear. Pap Smear adalah metode yang paling awal dan selalu direkomendasikan oleh dokter bagi orang yang memiliki gejala seperti kanker serviks. Pap Smear dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan sel-sel di bagian leher vagina dengan cara mengambil sampel cairan yang diteliti di bawah mikroskop.

Namun pada Kanker Serviks Stadium 3 biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan beberapa pemeriksaan lain. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daerah penyebaran kanker sehingga bisa ditentukan jenis pengobatan yang paling tepat. Berikut ini beberapa jenis pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 3.

  • Pap Smear. Pap Smear hanya dilakukan untuk mengetahui jenis pertumbuhan sel abnormal yang muncul pada leher rahim. Ini adalah salah satu tindakan pemeriksaan dini dan tidak bisa digunakan untuk mengukur tahap kanker.
  • Biopsi serviks. Biopsi atau pengambilan jaringan di bagian leher rahim diperlukan untuk mengetahui daerah penyebaran kanker. Biospi biasanya akan dilakukan secara menyeluruh untuk melihat kondisi di sekitar vagina, rahim, rektum dan kandung kemih.
  • CT Scan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan perlengkapan canggih untuk melihat penyebaran kanker di sekitar bagian panggul.
  • Pet-CT Scan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui penyebaran kanker dan ukuran kanker yang telah menyebar ke organ tubuh yang terkait dengan leher rahim.
  • Tes darah. Tes darah dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh. Beberapa indikasi penting dari kondisi hati dan ginjal juga bisa diukur dengan melihat hasil pemeriksaan darah.
  • X-Ray. X- Ray dilakukan untuk memantau kondisi paru-paru dan melihat kemungkinan penyebaran sel kanker di organ tersebut.

 

Berbagai jenis pemeriksaan tersebut hanya sebagai rekomendasi untuk melihat jenis penyebaran kanker. Selain itu dokter akan melihat hasil tes untuk menentukan jenis pengobatan yang paling efektif sehingga bisa membantu meringankan rasa sakit bagi penderita. Namun tidak semua jenis pemeriksaan harus diikuti oleh penderita Kanker Serviks Stadium 3.

 

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 3

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 3 merupakan sebuah upaya untuk memberikan kesempatan yang lebih baik lagi bagi penderita. Tujuan lain dari pengobatan ini adalah untuk mengontrol laju pertumbuhan kanker, menghentikan penyebaran sel kanker dan memberikan kesembuhan kepada penderita. Pengobatan untuk Kanker Serviks Stadium 3 dapat dilakukan dengan beberapa prosedur du bawa ini:

 

  1. Radioterapi dan Kemoterapi

Radioterapi merupakan pengobatan yang dilakukan dengan memberikan sinar X yang memiliki dosis tertentu. Sinar akan diarahkan ke beberapa titik di area panggul dan rongga vagina. Sinar ini akan membunuh sel kanker yang telah dan menyebar ke beberapa titik. Terapi ini akan dilakukan selama 20 hingga 35 kali tergantung kondisi penderita. Pengobatan ini juga biasanya akan dilakukan bersamaan dengan kemoterapi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker lain.

Pengobatan radioterapi dan kemoterapi biasanya akan menimbulkan efek yang tidak nyaman bagi penderita. Beberapa gejala ini biasanya ditunjukkan dengan sakit perut atau diare, mudah lelah, tidak memiliki nafsu makan, depresi, muntah dan mual. Semua efek samping ini akan hilang sendiri setelah masa terapi selesai.

 

  1. Tindakan operasi

Operasi yang diperlukan untuk menangani masalah Kanker Serviks Stadium 3 biasanya dilakuan dengan melihat kondisi penderita. Tindaka operasi yang paling sering disarankan oleh dokter adalah histerektomi. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat leher rahim dan semua bagian rahim. Terkadang jika ditemukan penyebaran kanker pad ovarium dan saluran tuba falopi, maka kedua bagian ini juga akan diangkat.

Hal paling penting yang harus didapatkan oleh penderita Kanker Serviks Stadium 3 yang sedang menjalani perawatan dan pengobatan adalah dukungan dari keluarga. Selama masa terapi penderita akan merasa jauh lebih sakit daripada kondisi sebelumnya dan dokter juga biasanya akan memberikan beberapa jenis obat penghilang rasa sakit.

 

Kanker Serviks Stadium 3

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Serviks Stadium 2

Kanker Serviks Stadium 2

Kanker Serviks Stadium 2

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang sangat menakutkan bagi wanita. Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual bisa berpotensi untuk terkena kanker serviks. Kanker serviks adalah jenis kanker yang tumbuh pada jaringan disekitar leher rahim atau dalam istilah medis disebut dengan nama seviks. Leher rahim adalah organ reproduksi wanita yang terdapat pada bagian vagina dan rahim. Kanker serviks menjadi sangat menakutkan karena kanker ini memiliki masa pertumbuhan yang lambat, dimulai sejak jaringan leher rahim terinfeksi virus penyebab kanker serviks.

 

Gejala Kanker Serviks Stadium 2

Panyakit Kanker Serviks Stadium 2 memang tidak pernah menunjukkan gejala khusus sehingga penderita sering tidak menyadari jika terkena kanker. Perjalanan sel kanker dari mulai terinfeksi virus HPV hingga menyebabkan kanker bisa membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 25 tahun. Hal ini menyebabkan beberapa penderita merasa kaget karena mengetahui stadium yang sudah masuk ke stadium lanjut.

 

Kanker Serviks Stadium 2 adalah jenis kanker yang telah mencapai ukuran sekitar 4 cm pada jaringan leher rahim dan menyebar ke jaringan vagina bagian atas. Kanker Serviks Stadium 2 dibagi menjadi dua tingkat yaitu stadium 2A dan 2B. Berikut ini pembagian Kanker Serviks Stadium 2 menurut perbedaan penyebaran jaringan sel kanker.

 

Kanker Serviks Stadium 2A adalah kanker yang telah menyebar di sekitar leher rahim dan bagian luar termasuk vagina atas tetap tidak menyebar hingga ke bagian rahim. Kanker Serviks Stadium 2A biasanya dibagi menjadi dua jenis. Jika ukuran kanker atau tumor memiliki ukuran lebih kecil dari 4 cm maka masuk dalam tahap 2A1. Dan jika tumor yang ditemukan memiliki ukuran lebih dari 4 cm maka termasuk dalam tahap 2A2.

Kanker Serviks Stadium 2B adalah apabila saat pemeriksaan ditemukan penyebaran sel kanker hingga bagian luar leher rahim dan masuk ke jaringan pada bagian rahim.

 

Kanker Serviks Stadium 2 mungkin tidak akan memperlihatkan gejala khusus yang mudah di sadari oleh penderita. Namun beberapa kelainan dibawah ini bisa digunakan untuk mengamati munculnya sel kanker serviks.

  • Muncul pendarahan dalam waktu tertentu menjelang masa menopause atau pada saat menstruasi. Pendarahan ini bisa membuat penderita merasa lemah dan lelah karena darah yang keluar sangat banyak.
  • Muncul rasa sakit pada bagian panggul bawah namun bisa hilang sendiri dan terkadang menjadi gejala awal dari pendarahan.
  • Penderita Kanker Serviks Stadium 2 terkadang juga tidak memiliki gejala khusus seperti pendarahan, namun hanya keputihan yang menimbulkan bau tidak enak.

 

Cara Deteksi Kanker Serviks Stadium 2

Cara deteksi Kanker Serviks Stadium 2 hampir sama seperti umumnya berbagai stadium kanker serviks. Wanita umumnya sering mengalami berbagai gejala penyakit pada organ kewanitaan seperti keputihan dan gatal. Namun semua gejala tersebut belum tentu bisa dinyatakan sebagai Kanker Serviks Stadium 2. Metode untuk pengujian atau deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan pap smear.

Pap Smear merupakan salah satu cara untuk mengambil sampel cairan di daerah leher rahim. Pap smear bisa dilakukan di klinik bersalin atau rumah sakit. Dokter yang menangani Pap Smear biasanya adalah ahli ginekologi atau ahli kebidanan dan kandungan. Tes Pap Smear dilakukan dengan cara memasukkan peralatan khusus yang bernama speculum. Perlengkapan ini akan membuat liang vagina terbuka sehingga sampel cairan pada leher rahim bisa di ambil. Metode pengetesan ini sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit.

Untuk mendapatkan hasil terbaik dari tes Pap Smear dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda. Namun lebih baik jika Anda melakukan tes ini 11 hari setelah haid. Selain itu biasanya rumah sakit akan memberi tahu kepada calon wanita yang akan menjalani Pap Smear untuk tidak memakai bahan-bahan kimia yang bisa masuk ke vagina seperti cairan pembersih kewanitaan atau krim untuk hubungan suami istri.

 

Menunggu Hasil Tes Pap Smear

Semua wanita yang melakukan tes Pap Smear pasti akan merasa cemas dan takut jika hasilnya tidak normal. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak merasa terlalu cemas, diantaranya adalah merasa semangat bahwa tes Pap Smear bukan untuk menakuti pasien jika hasil tes ternyata positif. Pap Smear merupakan langkah yang paling bijak yang harus dilakukan oleh wanita yang sudah pernah berhubungan seksual. Pap Smear menjadi langkah pencegahan yang paling efektif, karena sel kanker serviks sama sekali tidak menunjukkan gejala khusus pada stadium awal. Jadi, jika ternyata dokter menemukan pertumbuhan sel abnormal maka bisa segera melakukan pengobatan.

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 2

Terkena Kanker Serviks Stadium 2 bukan merupakan vonis kematian yang harus dihadapi dengan perasaan depresi atau putus asa. Kanker Serviks Stadium 2 masih bisa diobati dengan berbagai metode. Saat ini dunia medis sudah mengembangkan berbagai cara pengobatan Kanker Serviks Stadium 2 agar bisa meningkatkan harapan kesembuhan bagi para penderitanya. Berikut ini adalah langkah-langkah metode pengobatan yang dilakukan dalam dunia medis.

Tindakan operasi biasanya akan disarankan oleh dokter untuk mengambil sel Kanker Serviks Stadium 2. Tindakan operasi akan dilakukan sesuai dengan letak sel kanker yang tumbuh dalam leher rahim. Ada dua jenis operasi yang bisa dilakukan oleh dokter dan tergantung dengan kebijakan dari penderita. Berikut ini prosedur operasi dalam dunia medis.

Histerektomi radikal. Operasi ini dilakukan untuk mengangkat semua kelenjar getah bening yang ada pada bagian panggul. Keputusan ini akan dilakukan oleh dokter jika saat operasi dilakukan biopsi dan ditemukan penyebaran sel kanker.

Trachelectomy radikal. Operasi ini dilakukan untuk semua penderita kanker serviks yang masih ingin mempunyai anak. Metode operasi ini akan dilakukan dengan cara mengangkat sebagian leher rahim namun sama sekali tidak mempengaruhi proses reproduksi.

Terapi radiasi. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan perlengkapan khusus yang akan menyebarkan sinar X dengan dosis tertentu sesuai dengan stadium penderita. Pemberian sinar khusus ini akan membuat sel-sel dalam leher rahim bisa mati dan mengurangi resiko kekambuhan.

Ini adalah salah satu pengobatan Kanker Serviks Stadium 2 yang lebih dikenal dengan nama radiasi dalam. Metode ini dilakukan dengan cara menanam sel radioaktif ke bagian kanker atau bagian yang paling dekat dengan kanker, namun tetap mempertimbangkan keamanan untuk sel sehat di sekitar jaringan.

Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan Kanker Serviks Stadium 2 yang dilakukan dengan cara memberikan obat-obat pembunuh sel kanker melalui pembuluh darah. Kemoterapi menjadi salah satu pengobatan yang efektif untuk mencegah munculnya kembali pertumbuhan sel kanker. Beberapa jenis obat yang diberikan untuk kemoterapi adalah cisplatin dan fluorouracil.

 

Jenis pengobatan yang dilakukan untuk terapi Kanker Serviks Stadium 2 biasanya dilakukan sesuai dengan kondisi penderita. Beberapa dokter biasanya juga menyarankan untuk tindakan operasi kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi dan radiasi. Sementara urutan metode pengobatan akan dilakukan oleh dokter untuk membunuh sel Kanker Serviks Stadium 2 dengan cara yang paling efektif.

 

Kanker Serviks Stadium 2

Posted in Uncategorized | Leave a comment