Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4 adalah salah satu fase tertinggi dari kategori kanker serviks. Kondisi kanker seviks ini sudah masuk dalam tahap stadium lanjut. Salah satu penyebab angka kematian tertinggi penderita kanker serviks adalah terlambatnya proses pemeriksaan kanker. Di beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris dan Eropa, kanker serviks lebih cepat ditangani karena biasanya ditemukan dalam kondisi yang masih awal. Sementara di negara berkembang (termasuk Indonesia) pemeriksaan kanker serviks belum terlalu dipahami oleh masyarakat.

 

Gejala Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4 adalah kondisi kanker yang sudah masuk dalam tahap lanjut. Kanker pada kondisi ini sudah menyebar ke berbagai organ lain dalam tubuh bahkan diluar bagian leher rahim. Kondisi kanker yang sudah menyebar ke bagian kandung kemih hingga rektum masuk dalam stadium 4A. Jika kanker telah masuk ke organ lain seperti paru-paru maka akan masuk dalam stadium 4B. Gejala dari Kanker Serviks Stadium 4 adalah seperti di bawah ini.

  • Terjadi pendarahan hebat saat tidak sedang menstruasi dan menjelang atau sesudah masuk tahap menopause.
  • Ada rasa sakit yang muncul pada tulang, otot dan panggul bagin bawah.
  • Muncul rasa sakit yang berlebihan saat buang air besar atau buang air kecil dan bahkan kadang disertai dengan pendarahan.
  • Mengalami gangguan nafsu makan, lelah dan badan menjadi lebih lemah.
  • Biasanya penderita akan mengalami penurunan berat badan yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat.
  • Terkadang jika kanker telah menyebar ke bagian otot tubuh, maka seluruh badan akan merasa sakit dan tidak nyaman.

 

Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 4

Pada awalnya semua jenis kanker serviks akan di temukan dari pemeriksaan Pap Smear. Ini adalah salah satu metode yang paling diakui untuk melihat pertumbuhan sel-sel abnormal pada bagian leher rahim. Penyebab kanker serviks yang masuk dalam beberapa jenis stadium adalah HPV (Human Papilloma Virus) dengan tipe HPV 16 dan HPV 18.

Pada Kanker Serviks Stadium 4 biasanya hasil pemeriksaan tidak hanya dilakukan dengan Pap Smear saja. Jika hasil tes menunjukkan jumlah infeksi virus HPV dalam angka yang tinggi maka dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi, pemeriksaan panggul, tes darah dan –Ray. Berbagai jenis pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahu daerah penyebaran kanker dan tujuan pengobatan yang paling tepat.

 

Komplikasi Pada Kanker Serviks Stadium 4

Kondisi penderita Kanker Serviks Stadium 4 pada umumnya sudah masuk dalam kondisi yang lebih lanjut. Tindakan pengobatan akan dilakukan dengan melihat kondisi umum penderita, termasuk kemungkinan munculnya beberapa jenis penyakit komplikasi. Berikut ini beberapa jenis komplikasi yang paling sering ditemukan.

  • Gagal Ginjal. Gagal ginjal pada penderita kanker serviks stadium 4 disebabkan karena pertumbuhan kanker yang telah menekan saluran ureter . gangguan ini akan menyebabkan ginjal tidak bisa bekerja dengan baik. Gejala yang dapat ditemukan dengan komplikasi ini adalah penderita akan terus merasa lelah, sakit pada bagian panggul bawah, ada pendarahan dalam urin dan pembengkakan pada kaki atau tangan.
  • Penggumpalan darah. Penggumpalan darah pada penderita kanker serviks stadium 4 biasanya disebabkan oleh pertumbuhan kanker yang telah menekan bagian pembuluh darah yang berada di area panggul. Akibatnya maka darah tidak bisa mengalir dengan lancar. Gejala komplikasi ini adalah seperti pembengkakan pada kaki, timbul bercak merah pada kulit, dan kulit pada area penggumpalan darah akan terasa lebih panas.
  • Pendarahan yang sangat hebat bisa terjadi pada penderita Kanker Serviks Stadium 4. Pendarahan ini disebabkan karena munculnya kanker yang telah menyerang organ vagina bagian dalam, kandung kemih dan usus. Pendarahan yang terjadi pada penderita bisa melewati vagina maupun dubur.

 

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 4

Pengobatan untuk Kanker Serviks Stadium 4 biasanya akan dilakukan dengan melihat kemampuan penderita. Beberapa kondisi penderita yang lemah biasanya akan dilakukan pengobatan paliatif. Hal ini terjadi karena kondisi penderita yang sangat lemah dan mungkin tidak akan kuat untuk menjalani prosedur operasi, kemoterapi maupun radiasi. Tapi pada dasarnya semua itu ada tergantung pada kesehatan umum penderita.

Metode pengobatan untuk Kanker Serviks Stadium 4 akan dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi. Kedua jenis terapi ini akan memberikan hasil maksimal apabila dilakukan dalam waktu bersamaan. Namun, bagi penderita kanker seviks stadium 4 biasanya tidak memiliki kemampuan untuk menahan semua efek terapi.

  • Radioterapi menjadi solusi pengobatan bagi Kanker Serviks Stadium 4. Terapi ini dilakukan dengan memberikan sinar X dosisi tinggi pada area panggul dan rongga vagina. Terapi ini dilakukan selama 20 hingga 25 kali dengan masa istirahat pada hari Sabtu dan Minggu.
  • Kemoterapi merupakan pengobatan yang dilakukan dengan memasukkan beberapa jenis obat keras untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini menjadi langkah yang paling efektif karena bisa mencegah dan membunuh sel kanker pada seluruh tubuh.

 

Pencegahan Kanker Serviks Stadium 4

Kanker Serviks Stadium 4 bukan menjadi penyakit besar yang langsung tumbuh dalam tubuh. Kanker ini pada dasarnnya membutuhkan waktu infeksi yang sangat lama dan bisa mencapai 25 tahun. Cara terbaik untuk menghindari Kanker Serviks Stadium 4 adalah dengan melakukan upaya pencegahan. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah kanker serviks yang dapat kita lakukan.

  • Melakukan pemeriksaan secara rutin bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Tindakan ini dilakukan dengan metode Pap Smear. Pemeriksaan ini akan membantu deteksi dini sehingga bisa dilakukan pengobatan dengan cepat jika ditemukan potensi sel kanker.
  • Setia dengan pasangan. Memiliki hubungan seksual yang lebih aman akan menjauhkan wanita dari infeksi virus HPV. Penyebab kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Melindungi diri dengan cara setia kepada pasangan akan memiliki resiko rendah terkena infeksi HPV.
  • Melakukan vaksin HPV. Saat ini ada vaksin HPV yang bisa digunakan sejak umur 12 atau 13 tahun. Vaksin ini bisa mencegah dari infeksi virus HPV tipe 16 dan 18.
  • Hentikan kebiasaan merokok. Jika Anda perokok maka segera hentikan kebiasaan buruk ini. Rokok memang tidak menimbulkan infeksi HPV secara langsung, tapi dalam tubuh perokok biasanya mereka tidak memiliki imunitas untuk mencegah infeksi HPV sehingga lebih berpotensi terkena kanker serviks.

 

Memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang sehat akan mendukung tubuh agar bisa melindungi diri dari infeksi HPV. Pencegahan kanker serviks harus dilakukan sejak dini. Hal ini sangat penting agar bisa meningkatkan harapan bagi para penderita kanker serviks.

 

Kanker Serviks Stadium 4

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Serviks Stadium 3

Kanker Serviks Stadium 3

 

Kanker serviks menjadi penyakit yang menyerang dengan cara yang sangat halus. Bahkan hal ini menyebabkan beberapa penderita sangat terkejut mengetahui jenis stadium setelah melakukan berbagai jenis pemeriksaan medis. Hal ini menyebabkan deteksi dini terhadap kanker serviks sangat diperlukan. Salah satu diagnosa yang paling mengejutkan bagi penderita adalah Kanker Serviks Stadium 3.

Kanker Serviks Stadium 3 menjadi hal yang sangat berat diterima oleh penderita, karena kanker telah menyebar ke sekitar vagina bagian bawah. Bahkan pada kasus tertentu kanker juga telah ditemukan pada kelenjar getah bening di sekitar organ leher rahim dan organ tubuh lain. Penyebaran sel kanker stadium 3 juga bisa menyerang pada bagian panggul.

Kanker Serviks Stadium 3

Kategori Kanker Serviks Stadium 3

Kanker Serviks Stadium 3 umumnya banyak ditemukan pada wanita yang tidak pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear. Kanker Serviks Stadium 3 telah menyerang beberapa organ reproduksi yang penting dan daerah di sekitarnya tanpa menimbulkan gejala yang mudah untuk dikenali. Kanker Serviks Stadium 3 di bagi menjadi dua kategori, yaitu:

  1. Stadium 3A. Kanker Serviks Stadium 3A menunjukkan penyebaran ke area di bagian vagina bawah. Meskipun telah menyebar ke bagian jaringan lain di sekitar vagina namun tidak menyebabkan penyebaran di daerah panggul.
  2. Stadium 3B. Kanker Serviks Stadium 3B biasanya telah menyebar ke saluran urin. Penyebaran kanker juga bisa menjangkau di sekitar area kelenjar getah bening di daerah organ reproduksi maupuan organ tubuh lain. Sementara itu pada tahap ini biasanya kanker telah mencapai kelenjar getah bening pada area panggul. Pemeriksaan urin pada penderita kanker stadium 3B biasanya menunjukkan ada indikasi masalah serius pada ginjal.

 

Kanker Serviks Stadium 3 menjadi salah satu jenis kanker yang tidak memberikan gejala. Namun pada beberapa kasus kanker serviks dengan stadium yang telah lanjut, biasanya ditemukan beberapa gejala awal. Berikut ini adalah gejala Kanker Serviks Stadium 3.

 

  • Muncul pendarahan yang dengan beberapa tingkat yang berbeda. Gejala yang paling perlu diwaspadai adalah adanya pendarahan setelah hubungan suami istri. Pendarahan lain yang bisa terjadi adalah pendarahan yang muncul di luar siklus menstruasi atau menjelang dan sesudah menopause.
  • Munculnya keputihan dalam jangka waktu lama dan bahkan menyebabkan bau yang tidak enak.
  • Saat berhubungan seksual, organ di sekitar liang vagina biasanya akan terasa sakit dan tidak nyaman.
  • Muncul pendarahan dalam urin.
  • Timbul masalah pencernaan yang berhubungan dengan kesulitan buang air besar.
  • Timbul keinginan buang air kecil secara terus menerus.
  • Tidak memiliki nafsu makan, lebih mudah merasa lelah, lebih dan sedih.
  • Muncul rasa sakit pada bagian panggul belakang dan tidak nyaman untuk beberapa posisi duduk maupun berdiri.

 

Cara Deteksi Kanker Serviks Stadium 3

Cara deteksi Kanker Serviks Stadium 3 umumnya memiliki kesamaan dengan jenis kanker stadium lainnya. Pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 3 dilakukan dengan metode Pap Smear. Pap Smear adalah metode yang paling awal dan selalu direkomendasikan oleh dokter bagi orang yang memiliki gejala seperti kanker serviks. Pap Smear dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan sel-sel di bagian leher vagina dengan cara mengambil sampel cairan yang diteliti di bawah mikroskop.

Namun pada Kanker Serviks Stadium 3 biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan beberapa pemeriksaan lain. Hal ini dilakukan untuk mengetahui daerah penyebaran kanker sehingga bisa ditentukan jenis pengobatan yang paling tepat. Berikut ini beberapa jenis pemeriksaan Kanker Serviks Stadium 3.

  • Pap Smear. Pap Smear hanya dilakukan untuk mengetahui jenis pertumbuhan sel abnormal yang muncul pada leher rahim. Ini adalah salah satu tindakan pemeriksaan dini dan tidak bisa digunakan untuk mengukur tahap kanker.
  • Biopsi serviks. Biopsi atau pengambilan jaringan di bagian leher rahim diperlukan untuk mengetahui daerah penyebaran kanker. Biospi biasanya akan dilakukan secara menyeluruh untuk melihat kondisi di sekitar vagina, rahim, rektum dan kandung kemih.
  • CT Scan. Pemeriksaan ini dilakukan dengan perlengkapan canggih untuk melihat penyebaran kanker di sekitar bagian panggul.
  • Pet-CT Scan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui penyebaran kanker dan ukuran kanker yang telah menyebar ke organ tubuh yang terkait dengan leher rahim.
  • Tes darah. Tes darah dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh. Beberapa indikasi penting dari kondisi hati dan ginjal juga bisa diukur dengan melihat hasil pemeriksaan darah.
  • X-Ray. X- Ray dilakukan untuk memantau kondisi paru-paru dan melihat kemungkinan penyebaran sel kanker di organ tersebut.

 

Berbagai jenis pemeriksaan tersebut hanya sebagai rekomendasi untuk melihat jenis penyebaran kanker. Selain itu dokter akan melihat hasil tes untuk menentukan jenis pengobatan yang paling efektif sehingga bisa membantu meringankan rasa sakit bagi penderita. Namun tidak semua jenis pemeriksaan harus diikuti oleh penderita Kanker Serviks Stadium 3.

 

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 3

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 3 merupakan sebuah upaya untuk memberikan kesempatan yang lebih baik lagi bagi penderita. Tujuan lain dari pengobatan ini adalah untuk mengontrol laju pertumbuhan kanker, menghentikan penyebaran sel kanker dan memberikan kesembuhan kepada penderita. Pengobatan untuk Kanker Serviks Stadium 3 dapat dilakukan dengan beberapa prosedur du bawa ini:

 

  1. Radioterapi dan Kemoterapi

Radioterapi merupakan pengobatan yang dilakukan dengan memberikan sinar X yang memiliki dosis tertentu. Sinar akan diarahkan ke beberapa titik di area panggul dan rongga vagina. Sinar ini akan membunuh sel kanker yang telah dan menyebar ke beberapa titik. Terapi ini akan dilakukan selama 20 hingga 35 kali tergantung kondisi penderita. Pengobatan ini juga biasanya akan dilakukan bersamaan dengan kemoterapi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker lain.

Pengobatan radioterapi dan kemoterapi biasanya akan menimbulkan efek yang tidak nyaman bagi penderita. Beberapa gejala ini biasanya ditunjukkan dengan sakit perut atau diare, mudah lelah, tidak memiliki nafsu makan, depresi, muntah dan mual. Semua efek samping ini akan hilang sendiri setelah masa terapi selesai.

 

  1. Tindakan operasi

Operasi yang diperlukan untuk menangani masalah Kanker Serviks Stadium 3 biasanya dilakuan dengan melihat kondisi penderita. Tindaka operasi yang paling sering disarankan oleh dokter adalah histerektomi. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat leher rahim dan semua bagian rahim. Terkadang jika ditemukan penyebaran kanker pad ovarium dan saluran tuba falopi, maka kedua bagian ini juga akan diangkat.

Hal paling penting yang harus didapatkan oleh penderita Kanker Serviks Stadium 3 yang sedang menjalani perawatan dan pengobatan adalah dukungan dari keluarga. Selama masa terapi penderita akan merasa jauh lebih sakit daripada kondisi sebelumnya dan dokter juga biasanya akan memberikan beberapa jenis obat penghilang rasa sakit.

 

Kanker Serviks Stadium 3

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Serviks Stadium 2

Kanker Serviks Stadium 2

Kanker Serviks Stadium 2

Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang sangat menakutkan bagi wanita. Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual bisa berpotensi untuk terkena kanker serviks. Kanker serviks adalah jenis kanker yang tumbuh pada jaringan disekitar leher rahim atau dalam istilah medis disebut dengan nama seviks. Leher rahim adalah organ reproduksi wanita yang terdapat pada bagian vagina dan rahim. Kanker serviks menjadi sangat menakutkan karena kanker ini memiliki masa pertumbuhan yang lambat, dimulai sejak jaringan leher rahim terinfeksi virus penyebab kanker serviks.

 

Gejala Kanker Serviks Stadium 2

Panyakit Kanker Serviks Stadium 2 memang tidak pernah menunjukkan gejala khusus sehingga penderita sering tidak menyadari jika terkena kanker. Perjalanan sel kanker dari mulai terinfeksi virus HPV hingga menyebabkan kanker bisa membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 25 tahun. Hal ini menyebabkan beberapa penderita merasa kaget karena mengetahui stadium yang sudah masuk ke stadium lanjut.

 

Kanker Serviks Stadium 2 adalah jenis kanker yang telah mencapai ukuran sekitar 4 cm pada jaringan leher rahim dan menyebar ke jaringan vagina bagian atas. Kanker Serviks Stadium 2 dibagi menjadi dua tingkat yaitu stadium 2A dan 2B. Berikut ini pembagian Kanker Serviks Stadium 2 menurut perbedaan penyebaran jaringan sel kanker.

 

Kanker Serviks Stadium 2A adalah kanker yang telah menyebar di sekitar leher rahim dan bagian luar termasuk vagina atas tetap tidak menyebar hingga ke bagian rahim. Kanker Serviks Stadium 2A biasanya dibagi menjadi dua jenis. Jika ukuran kanker atau tumor memiliki ukuran lebih kecil dari 4 cm maka masuk dalam tahap 2A1. Dan jika tumor yang ditemukan memiliki ukuran lebih dari 4 cm maka termasuk dalam tahap 2A2.

Kanker Serviks Stadium 2B adalah apabila saat pemeriksaan ditemukan penyebaran sel kanker hingga bagian luar leher rahim dan masuk ke jaringan pada bagian rahim.

 

Kanker Serviks Stadium 2 mungkin tidak akan memperlihatkan gejala khusus yang mudah di sadari oleh penderita. Namun beberapa kelainan dibawah ini bisa digunakan untuk mengamati munculnya sel kanker serviks.

  • Muncul pendarahan dalam waktu tertentu menjelang masa menopause atau pada saat menstruasi. Pendarahan ini bisa membuat penderita merasa lemah dan lelah karena darah yang keluar sangat banyak.
  • Muncul rasa sakit pada bagian panggul bawah namun bisa hilang sendiri dan terkadang menjadi gejala awal dari pendarahan.
  • Penderita Kanker Serviks Stadium 2 terkadang juga tidak memiliki gejala khusus seperti pendarahan, namun hanya keputihan yang menimbulkan bau tidak enak.

 

Cara Deteksi Kanker Serviks Stadium 2

Cara deteksi Kanker Serviks Stadium 2 hampir sama seperti umumnya berbagai stadium kanker serviks. Wanita umumnya sering mengalami berbagai gejala penyakit pada organ kewanitaan seperti keputihan dan gatal. Namun semua gejala tersebut belum tentu bisa dinyatakan sebagai Kanker Serviks Stadium 2. Metode untuk pengujian atau deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan pap smear.

Pap Smear merupakan salah satu cara untuk mengambil sampel cairan di daerah leher rahim. Pap smear bisa dilakukan di klinik bersalin atau rumah sakit. Dokter yang menangani Pap Smear biasanya adalah ahli ginekologi atau ahli kebidanan dan kandungan. Tes Pap Smear dilakukan dengan cara memasukkan peralatan khusus yang bernama speculum. Perlengkapan ini akan membuat liang vagina terbuka sehingga sampel cairan pada leher rahim bisa di ambil. Metode pengetesan ini sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit.

Untuk mendapatkan hasil terbaik dari tes Pap Smear dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda. Namun lebih baik jika Anda melakukan tes ini 11 hari setelah haid. Selain itu biasanya rumah sakit akan memberi tahu kepada calon wanita yang akan menjalani Pap Smear untuk tidak memakai bahan-bahan kimia yang bisa masuk ke vagina seperti cairan pembersih kewanitaan atau krim untuk hubungan suami istri.

 

Menunggu Hasil Tes Pap Smear

Semua wanita yang melakukan tes Pap Smear pasti akan merasa cemas dan takut jika hasilnya tidak normal. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak merasa terlalu cemas, diantaranya adalah merasa semangat bahwa tes Pap Smear bukan untuk menakuti pasien jika hasil tes ternyata positif. Pap Smear merupakan langkah yang paling bijak yang harus dilakukan oleh wanita yang sudah pernah berhubungan seksual. Pap Smear menjadi langkah pencegahan yang paling efektif, karena sel kanker serviks sama sekali tidak menunjukkan gejala khusus pada stadium awal. Jadi, jika ternyata dokter menemukan pertumbuhan sel abnormal maka bisa segera melakukan pengobatan.

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 2

Terkena Kanker Serviks Stadium 2 bukan merupakan vonis kematian yang harus dihadapi dengan perasaan depresi atau putus asa. Kanker Serviks Stadium 2 masih bisa diobati dengan berbagai metode. Saat ini dunia medis sudah mengembangkan berbagai cara pengobatan Kanker Serviks Stadium 2 agar bisa meningkatkan harapan kesembuhan bagi para penderitanya. Berikut ini adalah langkah-langkah metode pengobatan yang dilakukan dalam dunia medis.

Tindakan operasi biasanya akan disarankan oleh dokter untuk mengambil sel Kanker Serviks Stadium 2. Tindakan operasi akan dilakukan sesuai dengan letak sel kanker yang tumbuh dalam leher rahim. Ada dua jenis operasi yang bisa dilakukan oleh dokter dan tergantung dengan kebijakan dari penderita. Berikut ini prosedur operasi dalam dunia medis.

Histerektomi radikal. Operasi ini dilakukan untuk mengangkat semua kelenjar getah bening yang ada pada bagian panggul. Keputusan ini akan dilakukan oleh dokter jika saat operasi dilakukan biopsi dan ditemukan penyebaran sel kanker.

Trachelectomy radikal. Operasi ini dilakukan untuk semua penderita kanker serviks yang masih ingin mempunyai anak. Metode operasi ini akan dilakukan dengan cara mengangkat sebagian leher rahim namun sama sekali tidak mempengaruhi proses reproduksi.

Terapi radiasi. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan perlengkapan khusus yang akan menyebarkan sinar X dengan dosis tertentu sesuai dengan stadium penderita. Pemberian sinar khusus ini akan membuat sel-sel dalam leher rahim bisa mati dan mengurangi resiko kekambuhan.

Ini adalah salah satu pengobatan Kanker Serviks Stadium 2 yang lebih dikenal dengan nama radiasi dalam. Metode ini dilakukan dengan cara menanam sel radioaktif ke bagian kanker atau bagian yang paling dekat dengan kanker, namun tetap mempertimbangkan keamanan untuk sel sehat di sekitar jaringan.

Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan Kanker Serviks Stadium 2 yang dilakukan dengan cara memberikan obat-obat pembunuh sel kanker melalui pembuluh darah. Kemoterapi menjadi salah satu pengobatan yang efektif untuk mencegah munculnya kembali pertumbuhan sel kanker. Beberapa jenis obat yang diberikan untuk kemoterapi adalah cisplatin dan fluorouracil.

 

Jenis pengobatan yang dilakukan untuk terapi Kanker Serviks Stadium 2 biasanya dilakukan sesuai dengan kondisi penderita. Beberapa dokter biasanya juga menyarankan untuk tindakan operasi kemudian dilanjutkan dengan kemoterapi dan radiasi. Sementara urutan metode pengobatan akan dilakukan oleh dokter untuk membunuh sel Kanker Serviks Stadium 2 dengan cara yang paling efektif.

 

Kanker Serviks Stadium 2

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Serviks Stadium 1

Kanker Serviks Stadium 1

 

Pengertian Kanker Serviks

 

Kanker Serviks Stadium 1

Kanker Serviks adalah penyakit yang berhubungan dengan leher rahim yaitu pada organ reproduksi wanita sebagai pintu masuk menuju rahim. Penyebab utama dari kanker rahim adalah human papilloma virus atau HPV yang menyerang leher rahim.

Kanker Serviks merupakan penyakit yang membahayakan pada wanita akan tetapi tidak banyak wanita yang mengetahui mengenai tanda tanda kanker serviks . Inilah yang menyebabkan kanker dkenal dengan sebutan “the silent killer” karena baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut.

Kanker Serviks yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus) merupakan peringkat teratas kematian yang disebabkan kanker. Penyebab utama dari kanker adalah virus yag disebarkan melalui hubungan intim yang berbeda beda pasangan, hubungan dengan pasangan yang terinfeksi HPV.

Selain itu faktor risiko kanker rahim diantaranya adalah infeksi virus HPV, penyakit menular seksual, melakukan hubungan intim pada usia muda, berganti-ganti pasangan seks, pemakaian kontrasepsi, penyakit yang menyimpan sistem imun, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan minuman beralkohol dan juga dapat dipicu karena faktor genetik.

Stadium Awal Kanker Serviks

Sel rahim yang terinfeksi membutuhkan beberapa tahun untuk mengalami perubahan hingga menjadi kanker. Pada sel rahim yang abnormal dimana sel kanker dapat berkembang menjadi kanker disebut juga dengan cervical intra-epithelial neoplasia (CIN). Pada CIN yang yang disebut dengan istilah sel prekanker tidak ditangani lebih lanjut maka akan berisiko untuk berkembang menjadi kanker. Meskipun tidak semua wanita yang menderita CIN akan mengalami kanker.

Pada umumnya kanker ini mengalami perkembangan meliputi displasia ringan selama 5 tahun, displasia sedang 3 tahun, displasia berat selama 1 tahun baru menjadi kanker stadium 0. Pada tahap pra kanker wanita yang terinfeksi kanker tidak menimbulkan gejala, bahkan baru ditemukan setelah masuk pada stadium lanjut dan stadium akhir. Kanker serviks atau kanker leher rahim dibagi menjadi 5 stadium berdasarkan dengan ukuran tumor, penyebaran kanker di dalam dan juga leher rahim dan penetrasi leher rahim.

Pada stadium 0 atau dikenal dengan pra kanker terjadi pertumbuhan karsinoma yang berada pada jaringan epitel leher rahim. Selanjutnya berkembang menjadi stadium 1, pada stadium 1 pertumbuhan kanker terbatas pada leher rahim .Sedangkan pada stadium 1a, secara mikroskopis menginvasi jaringan dan ukuran kanker sudah masuk pada proses penyebaran awal. Masuklah pada stadium 1a2 dimana kedalaman invalasi lebih dari 3 mm dan kurang dari 5 mm lebar kurang dari 7mm. Sedangkan pada stadium 1b, terjadinya lesi yang berukuran besar yang terjadi pada stadium 1a. Sedangkan pada 1b mengalami ukuran tumor kurang dari 4 cm dan pada stadium 1b2 mengalami tumor kurang dari 4 cm.

Gejala Kanker Stadium Awal

Kanker ini adalah penyakit yang berhubungan dengan kondisi dimana wanita mengalami gangguan kesehatan pada leher rahim. Penyebab utamanya adalah HPV, meskipun demikian tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik.

Sulit ditemukan gejalanya, bahkan baru dapat diketahui ketika wanita mengalami kanker serviks stadium akhir. Inilah yang membahayakan dan menyebabkan risiko kematian. Pada stadium awal kanker serviks dapat disadari oleh penderita yaitu rasa sakit pada mulut rahim. Mekipun rasa sakit yang dialami tidak begitu sering akan tetapi semakin kanker serviks memasuki stadium lanjut maka akan terasa semakin sakit.

Selain itu kanker serviks dapat juga ditandai dengan pendarahan yang tidak normal. Pada wanita yang memiliki kanker serviks mengalami kondisi pendarahan yang tidak normal pada organ genital, pada rentan waktu satu bulan dapat terjadi pendarahan sedikit ataupun kondisi yang parah.

Wanita yang mengalami kanker ditandai dengan keputihan yang abnormal. Wanita mengalami keputihan yang berbau, berwarna dan sangat berlendir. Sehingga sebaiknya anda berkonsultasi ke dokter dikhawatirkan terjadi gangguan kesehatan reproduksi atau gejala awal dari kanker serviks.

Pada wanita yang seringkali mengalami nyeri panggul yang hebat bahkan di luar menstruasi, ini merupakan kondisi abnormal. Nyeri panggul disaat saat lain sehingga berjam-jam dan timbul rasa sakit yang ringan, tajam atau sangat parah bisa menjadi salah satu gejala kanker serviks. Begitupula dengan pendarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan intim, tidak sedang menstruasi atau saat pemeriksaan panggul. Hal ini dapat disebabkan karena leher rahim mengalami iritasi. Pemeriksaan harus dilakukan meskipun tidak selamanya pendarahan yang dialami wanita setelah melakukan hubungan intim menjadi pertanda kanker.

Pencegahan Kanker Serviks

Pengobatan yang dilakukan untuk kanker serviks stadium awal memang seringkali terabaikan. Hal ini dikarenakan penderita tidak mengalami gejala yang spesifik, beberapa penderita menduga hanya keluhan biasa.

Padahal dengan melakukan tes pap smear akan membantu untuk menemukan perubahan pada sel serviks sehingga dapat diketahui risiko kanker. Pemeriksaan Pap Smear yang teratur akan membantu dalam menunjukan perubahan sebelum berubah menjadi kanker. Inilah yang penting dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker di dalam leher rahim. Apabila ditemukan pemeriksaan pap smear yang abnormal maka dapat membantu untuk mencegah terjadinya kanker.

Selain itu pengobatan kanker ini dilakukan sesuai dengan stadium yang dialami oleh penderita. Sedangkan untuk pengobatan keseluruhan dapat dengan bedah atau jalan operasi mengangkat rahim atau pengangkatan kedua ovarium dan tuba fallopi. Kemudian dengan jalan kemoterapi dan selanjutnya dengan terapi radiasi. Bahkan dokter menyarankan untuk menggunakan kombinasi pengobatan sehingga dapat membantu penyembuhan.

 

Kanker Serviks Stadium 1

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Dinding Rahim

Kanker Dinding Rahim

 

Rahim merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi wanita. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ ini adalah Kanker Dinding Rahim. Jenis kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium.

 

Kanker Dinding Rahim

Kanker Dinding Rahim ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri. Tetapi jenis penyakit ini sangat jarang terjadi.

 

Gejala Kanker Dinding Rahim yang biasa dialami penderita adalah pendarahan vagina. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh Kanker Dinding Rahim, tapi Anda tetap perlu waspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika Anda:

  • Sudah menopause, tapi tetap mengalami pendarahan.
  • Belum menopause, tapi mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi.

Penderita Kanker Dinding Rahim di Indonesia

Kanker Rahim menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320.000 wanita pada tahun 2012.

Di Indonesia sendiri, Kanker Rahim tidak termasuk ke dalam sepuluh besar kanker yang menyerang wanita. Pada tahun 2002, terhitung ada sekitar 17,500 wanita di Indonesia yang menderita Kanker Rahim.

Faktor Pemicu Kanker Dinding Rahim

Penyebab Kanker Dinding Rahim belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko Kanker Rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena Kanker Rahim.

Beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan hormon yang tidak seimbang adalah:

  • Menopause yang terlambat.
  • Terapi penggantian hormon.
  • Penggunaan tamoksifen jangka panjang.

Karena penyebabnya yang belum diketahui, langkah pencegahan yang pasti untuk Kanker Dinding Rahim juga tidak ada. Meski demikian, langkah-langkah untuk mengurangi risikonya tetap ada. Misalnya:

  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Memperbanyak konsumsi kedelai.
  • Penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya pil KB kombinasi.

Pengobatan Untuk Kanker Dinding Rahim

Pilihan dalam pengobatan Kanker Dinding Rahim sangat bergantung pada tahap perkembangan penyakit tersebut serta status kesehatan pasien. Tetapi langkah yang umumnya dianjurkan adalah operasi pengangkatan rahim, atau istilah medisnya histerektomi.

Langkah penanganan untuk melenyapkan sel-sel kanker serta mencegah penyebarannya juga mungkin akan Anda jalani. Langkah-langkah ini meliputi radioterapi, kemoterapi, serta terapi hormon.

Mengetahui penyebab dan mengenali ciri ciri Kanker Dinding Rahim sejak dini sudah sepatutnya diketahui oleh para wanita. Pasalnya penyakit yang satu ini adalah salah satu jenis kanker yang sangat mematikan dan menjadi penyakit yang sudah sangat banyak merenggut nyawa para wanita. Maka dari itu sudah seharusnya Kanker Rahim atau kanker serviks ini ditangani sejak dini supaya bisa mencegah dampak paling buruk yang bisa terjadi, yaitu kematian. WHO sendiri mencatat setiap tahunnya ada ribuan wanita meninggal akibat penyakit yang satu ini. Pengetahuan masyarakat awam tentang penyakit ini masih sangat minim, karena kurangnya sosialisasi atau kurangnya kesadaran masyarakat untuk mencari informasi terkait dengan penyakit tersebut. Nah, pada artikel kali ini kami akan menyampaikan informasi mengenai apa penyebab penyakit ini, apa saja ciri ciri Kanker Rahim dan bagaimana cara mencegah Kanker Rahim. So, semoga artikel ini bisa menambah wawasan bagi Anda yang belum sepenuhnya paham mengenai apa itu kanker leher rahim atau kanker serviks ini.

Penyebab Penyakit Kanker Dinding Rahim Secara Umum

Sebelum mengetahui apa saja gejala atau ciri penyakit kanker rahim, Anda perlu tahu dulu apa saja hal atau fakor yang bisa mengakibatkan timbulnya kanker di mulut rahim ini. Sesuai dengan namanya, kanker rahim tentu saja menyerang dan menggerogoti kesehatan wanita terutama pada bagian organ kewanitaannya. Tepatnya di bagian leher rahim yang terletak diantara kemaluan wanita dan rahimnya. Nah, kanker yang satu ini secara umum disebabkan oleh infeksi virus yang masuk dari luar. Virus tersebut bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang menginfeksi organ kewanitaan. Ada banyak sekali cara penularan atau perpindahan virus ini dari satu tempat ke tampat lainnya sehingga bisa sampai menginfeksi seseorang.

Beberapa diantaranya adalah bisa menular melalui cairan, melalui sentuhan kulit atau bahkan melalui media lain yang sudah digunakan oleh wanita yang terjangkit virus HPV. Contohnya adalah kamar mandi atau WC umum. Jika tempat tersebut tidak dibersihkan secara benar dan bersih, maka besar kemungkinan tempat tersebut bia menjadi tempat bersarangnya HPV yang akan siap menyerang siapapun wanita yang menggunakan WC tersebut. Maka dari itu hendaknya Anda lebih waspada dan selalu mencari WC yang bersih saat berada di tempat-tempat umum.

 

 

Kanker Dinding Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

 

Kanker Rahim, Rahim merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi wanita. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ ini adalah kanker rahim. Jenis kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium. Kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri. Tetapi jenis penyakit ini sangat jarang terjadi.

Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

Kanker  rahim adalah jenis penyakit paling menakutkan bagi wanita. Bagaimana tidak, dengan berkembangnya kanker pada rahim akan membuat seorang wanita menjadi tidak dapat hamil, dan yang lebih parah menyebabkan kematian.

Yang lebih menakutkan adalah hasil sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga peduli kanker, jumlah penderita kanker pada rahim adalah sepertiga dari seluruh penyakit kanker yang berkembang di Indonesia. Tidak hanya itu, data dari WHO atau World Health Organization menyebutkan bahwa, ribuan wanita meninggal setiap tahunnya akibat menderita penyakit kanker pada rahim, sekaligus menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia.

Resiko kanker rahim akan meningkat sejak seorang wanita menginjak usia 45 tahun. Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada semakin banyak wanita muda yang divonis mengidap kanker rahim, dalam tahun-tahun belakangan ini.

Gejala Kanker Rahim

Banyak wanita menunjukkan beberapa atau semua ciri kanker rahim berikut ini dalam kesehariannya. Hal ini sangat penting untuk memahami bahwa gejala dibawah ini mungkin tanda-tanda penyakit kanker jika terjadi secara terus menerus. Namun tidak berarti Anda bisa sebegitu mudahnya mendiagnosa sebuah penyakit kanker.

  • Perut kembung.
  • Siklus menstruasi yang tidak wajar.
  • Sakit kepala secara terus menerus.
  • Penurunan erat badan yang tidak biasa.
  • Sering terkena gangguan tidur (insomnia).
  • Frekuensi buang air kecil yang semakin meningkat.
  • Nyeri di sekitar areal abdomen.
  • Kesulitan makan atau merasa kenyang dengan cepat.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sakit pada punggung dan pinggul.
  • Nyeri sesaat dan setelah hubungan seksual.
  • Sering merasakan sembelit yang menyiksa.

Faktor Resiko Pemicu Kanker Rahim

Penyebab kanker pada rahim belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker pada rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker pada rahim.

Beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan hormon yang tidak seimbang adalah:

  • Menopause yang terlambat.
  • Terapi penggantian hormon.
  • Penggunaan tamoksifen jangka panjang.

Karena penyebabnya yang belum diketahui, langkah pencegahan yang pasti untuk kanker rahim juga tidak ada. Meski demikian, langkah-langkah untuk mengurangi risikonya tetap ada. Misalnya:

  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Memperbanyak konsumsi kedelai.
  • Penggunaan jangka panjang untuk jenis kontrasepsi tertentu, misalnya pil KB kombinasi.

Pengobatan Untuk Kanker Rahim

Pilihan dalam pengobatan kanker pada rahim sangat bergantung pada tahap perkembangan penyakit tersebut serta status kesehatan pasien. Tetapi langkah yang umumnya dianjurkan adalah operasi pengangkatan rahim, atau istilah medisnya histerektomi.

Langkah penanganan untuk melenyapkan sel-sel kanker serta mencegah penyebarannya juga mungkin akan Anda jalani. Langkah-langkah ini meliputi radioterapi, kemoterapi, serta terapi hormon.

Selain dengan pengobatan kanker rahim di atas, pengobatan dan pencegahannya juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker Rahim dan Faktor Resikonya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim

 

Pengobatan Kanker Rahim, Kanker rahim adalah jenis penyakit paling menakutkan bagi wanita. Bagaimana tidak, dengan berkembangnya kanker pada rahim akan membuat seorang wanita menjadi tidak dapat hamil, dan yang lebih parah menyebabkan kematian.

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim

Yang lebih menakutkan adalah hasil sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga peduli kanker, jumlah penderita kanker rahim adalah sepertiga dari seluruh penyakit kanker yang berkembang di Indonesia. Tidak hanya itu, data dari WHO atau World Health Organization menyebutkan bahwa, ribuan wanita meninggal setiap tahunnya akibat menderita penyakit kanker rahim, sekaligus menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia.

Kanker rahim disebabkan oleh virus HPV atau Human papiloma Virus. Virus ini adalah jenis mikroorganisme dengan ukuran kecil yang menyerang kulit lewat infeksi. Infeksi inilah yang pada akhirnya menumbuhkan kutil.

Akibat kurangnya pengetahuan para wanita terhadap kanker rahim, penderita yang terjangkit virus HPV biasanya akan membiarkan sebuah gejala terjadi, lalu selanjutnya tidak menyadari bahwa ia sedang membiarkan virus tumbuh dan berkembang menyerang sistem kekebalan tubuh wanita. Hal inilah yang pada akhirnya memicu tumbuhnya kanker. Maka sangat dianjurkan bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan medis untuk mencegah berkembangnya virus.

Pengobatan Kanker Rahim

Penentuan metode pengobatan kanker rahim yang akan Anda jalani tergantung kepada stadium kanker, kondisi kesehatan, serta keinginan Anda untuk punya anak. Jangan segan untuk bertanya sedetail mungkin kepada dokter jika Anda merasa ragu.

Makin dini kanker rahim Anda terdeteksi, kemungkinan Anda untuk bertahan hidup serta sembuh akan menjadi makin tinggi. Jika terdeteksi mengidap kanker rahim pada stadium 1 atau 2, penderita memiliki kemungkinan sekitar 75 persen untuk bertahan hidup selama lima tahun atau lebih. Sebagian besar penderita kanker rahim yang terdiagnosis pada stadium 1 akhirnya sembuh total.

Sementara pasien yang terdeteksi mengidap kanker rahim pada stadium 3 memiliki kemungkinan sekitar 45 persen untuk bertahan hidup selama setidaknya lima tahun. Sedangkan untuk pasien golongan stadium 4, hanya satu dari empat orang yang bertahan hidup dalam 5 tahun ke depan.

Kanker pada stadium lanjut tidak bisa disembuhkan. Tetapi langkah pengobatan dapat dilakukan untuk mengecilkan ukuran kanker dan menghambat pertumbuhan sehingga dapat mengurangi gejala yang dirasakan penderita.

Metode-metode Pengobatan Kanker Rahim

  1. Histerektomi

Pengobatan Kanker Rahim Histerektomi atau bedah pengangkatan rahim merupakan langkah penanganan kanker rahim yang paling sering dianjurkan. Operasi ini akan menghapus kemungkinan Anda untuk hamil. Karena itu, penderita kanker rahim yang masih ingin punya anak mungkin merasa enggan untuk menjalaninya. Jenis pengobatan kanker rahim histerektomi yang akan dijalani juga tergantung pada stadium kanker rahim yang diderita.

Operasi yang akan dijalani penderita kanker rahim stadium 1 meliputi pengangkatan rahim, kedua ovarium dan tuba falopi. Dokter juga biasanya akan sekaligus mengambil sampel dari noda limfa di sekitarnya untuk memeriksa kemungkinan adanya penyebaran kanker.

  1. Radioterapi

Pengobatan Kanker Rahim Radioterapi dapat mencegah kembalinya kanker pada wanita yang telah menjalani histerektomi. Selain itu, untuk kasus yang lebih lanjut, radioterapi digunakan untuk menghambat penyebaran kanker, misalnya jika kondisi pasien tidak memungkinkannya untuk menjalani operasi pengangkatan rahim.

Efek samping dari metode pengobatan kanker rahim ini adalah:

  • Kulit pada bagian yang diobati menjadi merah dan perih.
  • Pendarahan pada rektum.
  • Umumnya efek samping akan hilang ketika pengobatan radioterapi dihentikan.
  1. Kemoterapi

Pengobatan Kanker Rahim Kemoterapi biasanya digunakan untuk penderita kanker rahim pada stadium 3 atau 4 dan umumnya diberikan secara bertahap melalui infus. Selain untuk mencegah kanker muncul kembali pada kasus yang bisa disembuhkan, pengobatan kanker rahim ini juga dapat digunakan pasca-histerektomi untuk kasus dengan stadium lebih lanjut dalam menghambat penyebaran kanker dan mengurangi gejala. Beberapa efek samping dari metode kanker rahim ini adalah rambut rontok, kelelahan, mual, dan muntah.

  1. Terapi hormon

Terapi ini umumnya digunakan untuk menangani kanker rahim stadium lanjut atau kanker yang muncul kembali. Jenis pengobatan kanker rahim ini berfungsi untuk mengecilkan tumor serta mengendalikan gejala. Terapi hormon dilakukan dengan pemberian hormon progesteron artifisial dalam bentuk tablet untuk menggantikan hormon progesteron alami tubuh. Efek samping dari langkah pengobatan kanker rahim ini adalah bertambahnya berat badan, kram otot, serta mual-mual.

Untuk pengobatan kanker rahim, Anda juga bisa mengobatinya dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb. Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Rahim Stadium 1 Pada Wanita

Kanker Rahim Stadium 1 Pada Wanita

 

Kanker Rahim adalah sejenis kanker yang penyebab utamanya adalah serangan dari virus HPV atau Human Papiloma Virus onkogenik yang menyerang area rahim. HPV sendiri adalah jenis virus dengan ukuran 55 mm dengan 100 tipe, yang menyerang bagian kulit, membuatnya infeksi, kemudian menyerang bagian sistem kekebalan tubuh. Dalam sebuah penelitian bahkan menyebutkan, bahwa infeksi dari virus HPV bertanggung jawab atas semua penyakit kanker rahim di dunia.

Kanker Rahim Stadium 1 Pada Wanita

Kanker Rahim Stadium 1 Pada Wanita

Resiko penyakit kanker rahim akan meningkat sejak seorang wanita menginjak usia 45 tahun. Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada semakin banyak wanita muda yang divonis mengidap kanker rahim, dalam tahun-tahun belakangan ini.

Pada tahapan kanker digolongkan dengan stadium dalam kanker. Hal ini dapat membantu prospek pemulihan dan jenis pengobatan yang dilakukan. Kanker rahim stadium awal yaitu stadium 1 dan 2. Dimana ukuran tumor kurang dari 4 cm yang dilakukan dengan radikal histerektomo atau dengan melakukan radioterapi. Sedangkan apabila ukuran kanker sudah melebihi 4 cm maka dilakukan dengan kemoterapi dan radioterapi yang berbasis histerektomi, cisplatin atau juga yang berbasis cisplatin dan histeroktomi.

Gejala kanker pada tahap dini tidak menimbulkan gejala. Hanya saja beberapa kondisi dimana wanita mengalami perubahan seperti mengalami pendarahan, merasakan sakit punggung diluar menstruasi, kemudian sakit apabila buang air kecil ditandai dengan air seni yang keruh.

Selanjutnya dengan konstipasi dan perasaan kembung dalam keadaan perut kosong. Kemudian wanita yang terserangn infeksi HPV akan mengalami rasa nyeri pada saat melakukan hubungan intim. Tanda yang paling sering dialami adalah mengalami keputihan yang abnormal. Bahkan beberapa kondii seperti kaki mengalami bengkak dan kebocoran urin harus dicurigai sebagai tanda kanker rahim.

Pemeriksaan kesehatan yang berhubungan kanker rahim dapat dilakukan, salah satunya dengan melakukan pap smear untuk mengetahui kondisi sel serviks. Kondisi ini sekaligus dapat menjadi pencegahan dini pada kanker. Apabila hasil pap smear ditemukan abnormal pemeriksaan dan pengobatan dini akan membantu mengurangi risiko terjadinya kanker rahim.

Ciri Ciri Kanker Rahim Stadium Awal

Sementara untuk mencegah penyakit ini menjangkiti tubuh Anda, sebaiknya Anda menyimak beberapa ciri-ciri kanker rahim berikut:

  1. Keputihan Yang Berlebih

Sebenarnya keputihan sangat normal terjadi, namun jika berlebihan atau keluar dalam jumlah yang banyak, maka Anda harus mulai memperhatikan lebih jauh lagi. Cermati apakah cairan yang keluar berubah menjadi sangat kental, berbau kurang sedap, dan berwarna kehijauan atau bahkan kecoklatan.

  1. Rasa Sakit Pada Daerah Kewanitaan

Rasa sakit ini akan muncul setelah virus HPV berkembang dan telah berhasil menyerang sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya pada daerah khusus kewanitaan, rasa sakit ini akan meluas ke area bagian bawah perut, persendian panggul, paha, dan ketika buang air besar.

  1. Pendarahan

Pendarahan yang terjadi pada saat menstruasi adalah normal, namun jika pendarahan terjadi cukup sering, misalnya pada saat berhubungan, bahkan diiringi rasa sakit ketika buang air kecil, maka Anda harus segera melakukan check up ke dokter terdekat.

  1. Pembengkakan Pada Kaki

Salah satu aktivitas virus HPV yang terlihat secara fisik adalah dengan terjadinya pembengkakan pada area seputar kaki.

  1. Kelelahan

Rasa lelah memang merupakan suatu alarm bagi kita untuk beristirahat, namun apabila pada saat melakukan sedikit aktivitas, atau bahkan pada saat bersantai Anda merasa kelelahan, makan hal ini bisa saja merupakan tanda-tanda virus sudah mulai menggerogoti sistem kekebalan tubuh Anda.

Untuk mengobati dan mencegah kanker rahim stadium 1 pada wanita Anda mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Kanker Rahim Stadium 1 Pada Wanita

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Rahim Pada Wanita

Pengobatan Kanker Rahim Pada Wanita

 

Pengobatan Kanker Rahim, Kanker rahim adalah jenis penyakit paling menakutkan bagi wanita. Bagaimana tidak, dengan berkembangnya kanker pada rahim akan membuat seorang wanita menjadi tidak dapat hamil, dan yang lebih parah menyebabkan kematian.

Pengobatan Kanker Rahim Pada Wanita

Pengobatan Kanker Rahim Pada Wanita

Yang lebih menakutkan adalah hasil sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga peduli kanker, jumlah penderita kanker rahim adalah sepertiga dari seluruh penyakit kanker yang berkembang di Indonesia. Tidak hanya itu, data dari WHO atau World Health Organization menyebutkan bahwa, ribuan wanita meninggal setiap tahunnya akibat menderita penyakit kanker rahim, sekaligus menjadi penyebab utama kematian wanita di dunia.

Kanker rahim disebabkan oleh virus HPV atau Human papiloma Virus. Virus ini adalah jenis mikroorganisme dengan ukuran kecil yang menyerang kulit lewat infeksi. Infeksi inilah yang pada akhirnya menumbuhkan kutil.

Akibat kurangnya pengetahuan para wanita terhadap kanker rahim, penderita yang terjangkit virus HPV biasanya akan membiarkan sebuah gejala terjadi, lalu selanjutnya tidak menyadari bahwa ia sedang membiarkan virus tumbuh dan berkembang menyerang sistem kekebalan tubuh wanita. Hal inilah yang pada akhirnya memicu tumbuhnya kanker. Maka sangat dianjurkan bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan medis untuk mencegah berkembangnya virus.

Pengobatan Kanker Rahim

Penentuan metode pengobatan kanker rahim yang akan Anda jalani tergantung kepada stadium kanker, kondisi kesehatan, serta keinginan Anda untuk punya anak. Jangan segan untuk bertanya sedetail mungkin kepada dokter jika Anda merasa ragu.

Makin dini kanker rahim Anda terdeteksi, kemungkinan Anda untuk bertahan hidup serta sembuh akan menjadi makin tinggi. Jika terdeteksi mengidap kanker rahim pada stadium 1 atau 2, penderita memiliki kemungkinan sekitar 75 persen untuk bertahan hidup selama lima tahun atau lebih. Sebagian besar penderita kanker rahim yang terdiagnosis pada stadium 1 akhirnya sembuh total.

Sementara pasien yang terdeteksi mengidap kanker rahim pada stadium 3 memiliki kemungkinan sekitar 45 persen untuk bertahan hidup selama setidaknya lima tahun. Sedangkan untuk pasien golongan stadium 4, hanya satu dari empat orang yang bertahan hidup dalam 5 tahun ke depan.

Kanker pada stadium lanjut tidak bisa disembuhkan. Tetapi langkah pengobatan dapat dilakukan untuk mengecilkan ukuran kanker dan menghambat pertumbuhan sehingga dapat mengurangi gejala yang dirasakan penderita.

Metode-metode Pengobatan Kanker Rahim

Berikut ini beberapa jenis pengobatan kanker rahim, antara lain :

  1. Histerektomi

Histerektomi atau bedah pengangkatan rahim merupakan langkah pengobatan kanker rahim yang paling sering dianjurkan. Operasi ini akan menghapus kemungkinan Anda untuk hamil. Karena itu, penderita kanker rahim yang masih ingin punya anak mungkin merasa enggan untuk menjalaninya. Jenis histerektomi yang akan dijalani juga tergantung pada stadium kanker rahim yang diderita.

Operasi yang akan dijalani penderita kanker rahim stadium 1 meliputi pengangkatan rahim, kedua ovarium dan tuba falopi. Dokter juga biasanya akan sekaligus mengambil sampel dari noda limfa di sekitarnya untuk memeriksa kemungkinan adanya penyebaran kanker.

  1. Radioterapi

Radioterapi dapat mencegah kembalinya kanker pada wanita yang telah menjalani histerektomi. Selain itu, untuk kasus yang lebih lanjut, radioterapi digunakan untuk menghambat penyebaran kanker, misalnya jika kondisi pasien tidak memungkinkannya untuk menjalani operasi pengangkatan rahim.

Efek samping dari metode pengobatan kanker rahim ini adalah:

  • Kulit pada bagian yang diobati menjadi merah dan perih.
  • Pendarahan pada rektum.
  • Umumnya efek samping akan hilang ketika pengobatan radioterapi dihentikan.
  1. Kemoterapi

Kemoterapi biasanya digunakan untuk penderita kanker rahim pada stadium 3 atau 4 dan umumnya diberikan secara bertahap melalui infus. Selain untuk mencegah kanker muncul kembali pada kasus yang bisa disembuhkan, pengobatan kanker rahim ini juga dapat digunakan pasca-histerektomi untuk kasus dengan stadium lebih lanjut dalam menghambat penyebaran kanker dan mengurangi gejala. Beberapa efek samping dari metode pengobatan kanker rahim ini adalah rambut rontok, kelelahan, mual, dan muntah.

  1. Terapi hormone

Pengobatan kanker rahim dengan terapi ini umumnya digunakan untuk pengobatan kanker rahim stadium lanjut atau kanker yang muncul kembali. Jenis pengobatan kanker rahim ini berfungsi untuk mengecilkan tumor serta mengendalikan gejala. Terapi hormon dilakukan dengan pemberian hormon progesteron artifisial dalam bentuk tablet untuk menggantikan hormon progesteron alami tubuh. Efek samping dari langkah pengobatan kanker rahim ini adalah bertambahnya berat badan, kram otot, serta mual-mual.

Untuk pengobatan kanker rahim, Anda juga bisa mengobatinya dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda!

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Pengobatan Kanker Rahim Pada Wanita

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Rahim Adalah

Kanker Rahim Adalah

 

Kanker Rahim – Rahim merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi wanita. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ ini adalah kanker rahim. Jenis kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium. Kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri. Tetapi jenis penyakit ini sangat jarang terjadi.

Kanker Rahim Adalah

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Banyak wanita menunjukkan beberapa atau semua ciri kanker rahim berikut ini dalam kesehariannya. Hal ini sangat penting untuk memahami bahwa gejala dibawah ini mungkin tanda-tanda penyakit kanker jika terjadi secara terus menerus. Namun tidak berarti Anda bisa sebegitu mudahnya mendiagnosa sebuah penyakit kanker.

Sangat penting untuk Anda memiliki komunikasi yang terbuka dengan dokter mengenai tentang ciri-ciri kanker rahim dan informasi lainnya seputar penyakit tersebut. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan dari ciri-ciri pada tahapan awal:

  • Perut kembung.
  • Siklus menstruasi yang tidak wajar.
  • Sakit kepala secara terus menerus.
  • Penurunan erat badan yang tidak biasa.
  • Sering terkena gangguan tidur (insomnia).
  • Frekuensi buang air kecil yang semakin meningkat.
  • Nyeri di sekitar areal abdomen.
  • Kesulitan makan atau merasa kenyang dengan cepat.
  • Kelelahan yang berlebihan.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sakit pada punggung dan pinggul.
  • Nyeri sesaat dan setelah hubungan seksual.
  • Sering merasakan sembelit yang menyiksa.

Pencegahan Kanker Rahim

Kanker umumnya akan terdeteksi ketika sudah mencapai stadium 3. Sebelum terkena penyakit berbahaya tersebut, lebih baik lakukan upaya pencegahan kanker rahim, seperti berikut:

Hindari Diet Tidak Sehat

Kebiasaan wanita dengan berat badan berlebih adalah melakukan diet yang kadang menyiksa tubuh. Hal ini harus dihindari untuk mencegah timbulnya kanker rahim. Diet yang tidak sehat bisa menyebabkan virus kanker rahim berkembang dalam tubuh.

Menghindari Rokok

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan menghindari rokok. Wanita perokok aktif umumnya akan mengalami resiko terbesar penyakit kanker rahim. Zat adiktif dalam sepuntung rokok menimbulkan datangnya virus kanker serviks tersebut.

Mengindari Pemakaian Produk Makanan Berbungkus Bahan Kimia Berbahaya

Pencegahan kanker rahim dapat dilakukan dengan menghindari pemakaian produk makanan berbungkus bahan kimia berbahaya. Makanan yang dibungkus plastik dan Styrofoam dapat memicu datangnya virus kanker rahim.

Menghindari Seks Bebas

Hubungan seks dengan gonti-ganti pasangan dapat memicu berkembangnya virus human papiloma penyebab kanker rahim. Oleh karena itu sebagai pencegahan kanker rahim hindari seks bebas sejak dini.

Melakukan Pap Smear

Ini merupakan deteksi dini penyakit kanker rahim. Test dilakukan minimal satu tahun sekali, terlebih pada wanita yang telah menikah dan menggunakan pil KB. Pap smear ini terbukti dapat mencegah resiko terjadinya kanker serviks. Dengan melakukan tes papsmear secara rutin (setahun biasanya tiga kali), maka upaya pencegahan kanker rahim lain yang hendak dilakukan secepat mungkin bisa diketahui lebih awal.

Gaya Hidup Sehat

Pencegahan kanker rahim dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Melakukan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, rajin olahraga, dan mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi juga penting untuk mencegah kanker rahim. Penelitian menunjukkan bahwa perokok wanita memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena kanker rahim.

Jika langkah-langkah pencegahan di atas sudah dilakukan, kemungkinan besar hal-hal yang dapat menjadi pemicu dapat dihindari dan tubuh akan mampu mencegah munculnya radikal bebas dalam tubuh.

Kanker Rahim Adalah

Posted in Uncategorized | Leave a comment