Pemicu Kanker Serviks

Pemicu Kanker Serviks

Pemicu Kanker Serviks

Pemicu kanker serviks dapat berasal dari eksternal dan internal tubuh kita, pola hidup, kebiasaan, sampai faktor pernikahan dapat menjadi faktor yang memainkan peranan penting terhadap kanker serviks. Saya sendiri beberapa waktu lalu telah berkonsultasi pada dokter kandungan untuk mengkonfirmasi mengenai penyebab detilnya. Dengan informasi tersebut dan di bantu dengan referensi dari berbagai situs kesehatan dunia, saya mencoba merincikannya melalui artikel ini.

 

Faktor pemicu kanker serviks paling utama ada, jadi Anda harus waspada faktor di bawah ini agar terhindar dari jenis kanker mematikan ini.

 

  1. Human Papilloma Virus (HPV)

Pemicu kanker serviks paling utama infeksi dari virus HPV. HPV merupakan virus yang menjadi pemicu kanker serviks utama yang paling mematikan di dunia, tercatat lebih dari 99 % kasus kanker serviks terjadi setelah terinfeksi virus HPV / Human Papillomavirus. HPV sebenarnya adalah kumpulan dari berbagai virus, bukan virus tunggal setidaknya jenisnya terdiri dari lebih 100 jenis virus. Hanya ada beberapa yang dapat menyebabkan kanker serviks : HPV 16, HPV 18, HPV 31, HPV 33, HPV 45.

 

  1. Banyaknya Pasangan Seks

Pemicu kanker serviks kedua adalah banyaknya pasangan yang memungkinkan Anda terinfeksi risiko tertular HPV. Punya banyak pasangan seks akan menjadi salah satu pemicu kanker serviks, infeksi virus HPV akan semakin tinggi menyasar diri Anda. Setia pada pasangan / istri dan mendekatkan diri dengan agama dan Tuhan sedikit banyak akan membantu Anda mengurangi risiko tersebut.

 

  1. Kebiasaan Merokok

Wanita perokok dua kali lipat lebih rentan terkena kanker serviks dibandingkan dengan non perokok, zat yang terdapat pada rokok merupakan pemicu kanker serviks, terutama kanker paru paru. Apa kaitan merokok dengan kanker serviks? Riset telah menunjukkan bahwa zat tembakau terdapat pada lendir leher rahim perempuan yang merokok (perokok aktif). Periset juga percaya bahwa zat ini dapat membantu meningkatkan kerusakan sel DNA yang terdapat dalam leher rahim wanita sehingga dapat menyebabkan faktor pemicu kanker serviks semakin tinggi.

 

  1. Hubungan Seksual Usia Dini

Ada yang bilang bahwa pemicu kanker serviks adalah menikah usia dini, pemahaman tersebut mungkin harus lebih dispesifikasikan menjadi hubungan seksual usia dini. Jika Anda pernah melakukan hubungan seksual pada usia yang masih muda (di bawah 17 tahun) dimana sel belum bertumbuh dengan sempurna, maka Anda memiliki resiko 2x lebih besar terserang kanker serviks.

 

  1. Penggunaan Pil KB

Pemicu Kanker ServiksPenggunaan jangka panjang pil KB akan berdampak pada kesehatan Anda, dari berbagai riset menunjukkan bahwa konsumsi pil KB lebih dari 5 tahun dapat menjadi pemicu kanker serviks. Untuk menekan risiko ini, pastikan bahwa Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan agar menjelaskan pil yang tidak berbahaya bagi rahim Anda. Sebaiknya dicari alternatif yang lebih baik selain penggunaan pil KB agar terhindar jangka panjang dari kanker serviks.

 

  1. Banyaknya Anak dan Kapan Pertama Memiliki Anak

Ibu yang memiliki 7 anak atau lebih memiliki faktor pemicu kanker serviks lebih tinggi di bandingkan dengan yang jumlahnya di bawah 7. Apakah hubungan dari banyak dengan kanker serviks ? walaupun belum ada bukti empiris nyata, namun peneliti yakin dari responden riset yang mereka lakukan. Hal ini mungkin karena adanya sistem imun yang berpengaruh serta leher rahim yang rentan terkena infeksi dari banyaknya jumlah anak.

Namun faktor pemicu kanker serviks paling penting dari penelitian ini adalah kapan Anda memiliki anak pertama? jika Anda memiliki anak pertama pada usia yang sangat dini, tentu Anda telah berhubungan pada usia dini, yang menyebabkan Anda lebih tinggi faktor pemicu kanker serviks.

 

  1. Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga juga menentukan tingginya potensi terkena kanker serviks, ibu, dan saudara perempuan termasuk dalam kategori tersebut. Setidaknya risiko meningkat 2x lipat di bandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga. Mengapa bisa ? Pemicu kanker serviks ini dikarenakan biasanya dalam riwayat keluarga terdapat sistem imun yang sama, daya tahan tubuh serta faktor terinfeksi yang sama.

 

  1. Kemiskinan & Pengetahuan Mengenai Kanker Serviks

Mengapa kemiskinan menjadi salah satu faktor pemicu kanker serviks? setidaknya penelitian yang dilakukan di Inggris menyebutkan bahwa 1% dari berbagai kasus kanker ini disebabkan oleh ketidakmampuan dalam melakukan tes pap smear, yang menyebabkan lambat ditangani sehingga telah berdampak serius. Selain itu pengetahuan mengenai prosedur pencegahan kanker serviks serta cara deteksi dini mengenai seluk beluknya menjadi pemicu kanker serviks tersendiri banyaknya kematian akibat baru diketahui setelah mencapai stadium lanjut.

 

 

Pemicu Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pemicu Kanker Ovarium

Pemicu Kanker Ovarium

Pemicu Kanker Ovarium

Pemicu Kanker Ovarium – Kanker ovarium menjadi kanker kedelapan yang paling umum terjadi pada wanita, sekaligus menduduki peringkat kelima sebagai penyebab kematian wanita akibat kanker. Kanker ovarium merupakan ‘silent killer’, yang berarti gejalanya seringkali tidak muncul pada stadium awal perkembangannya. Gejala kanker ovarium seringkali baru ditemukan pada stadium selanjutnya dimana pada saat itu kanker ovarium sudah sulit disembuhkan. Seandainya pun disertai dengan gejala awal, seperti masalah kencing, sakit perut atau kembung, gejala-gejala ini juga seringkali disangka sebagai gejala penyakit lain dan diabaikan.

 

Gejala Kanker Ovarium

Gejala kanker ovarium yang paling umum adalah buncit atau kembung di perut, perasaan tertekan atau nyeri di daerah panggul, sakit perut, gangguan makan atau perasaan penuh pada perut, dan gejala kencing seperti sering buang air kecil atau kandung kemih yang selalu terasa berisi. Gejala lainnya dari kanker ovarium, antara lain sembelit, nyeri saat berhubungan badan, perubahan siklus menstruasi atau perdarahan diantara 2 periode menstruasi, sakit punggung, dan lemah.

Namun bagaimanapun juga, gejala-gejala ini terbilang masih umum, dan kadangkala disebabkan karena gangguan kesehatan lain yang tidak berbahaya ketimbang kanker ovarium, sehingga banyak yang mengabaikannya.

 

Tipe Kanker Ovarium

Teridentifikasi lebih dari 30 tipe dan subtipe kanker ovarium pada wanita. Tapi sebagian besar para ahli mengelompokkannya dalam satu dari 3 kategori:

  • Tumor epitel. Berasal dari sel-sel epitel atau permukaan yang melapisi ovarium. Tipe ini yang paling umum, sekitar 90% dari seluruh kanker ovarium.
  • Tumor sel germinal. Berasal dari sel-sel ovarium yang akhirnya menjadi telur. Biasanya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Tumor yang sering dapat disembuhkan ini mengisi sekitar 3% dari seluruh kasus kanker ovarium di negara-negara berkembang.
  • Sex cord-stromal tumors. Mengisi sekitar 5% dari seluruh kanker ovarium. Berasal dari sel-sel yang berubah menjadi jaringan ikat di dalam ovarium.

 

Pemicu Kanker Ovarium

Penyebab pasti kanker ovarium belum diketahui. Para ahli menganalisa beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk terkena kanker ovarium, meski para ahli ini sendiri belum menemukan alasan pemicu kanker ovarium tersebut bisa meningkatkan risiko kanker ovarium. Pemicu kanker ovarium tersebut adalah:

 

  1. Berusia lebih dari 50 tahun

Wanita yang berusia lebih dari 50 tahun lebih berisiko dari wanita usia di bawahnya. Sebagian besar pemicu kanker ovarium berkembang setelah menopause. Para ahli berspekulasi bahwa perubahan tingkat hormonlah yang menjadi pemicunya, ditambah para wanita yang sudah tua telah mengalami siklus ovulasi yang banyak sepanjang hidup mereka. Memang kasus wanita dibawah usia 40 tahun yang terkena kanker ovarium cukup jarang, tapi ingatlah bahwa kanker ovarium tidak mengenal batasan usia.

 

  1. Obesitas atau kelebihan berat badan

Wanita yang memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) 30 atau lebih, maka lebih berisko terkena pemicu kanker ovarium. Ada sebuah teori, bahwa sel lemak mengandung estrogen lebih banyak dari sel-sel lain, meskipun belum diketahui bagaimana peningkatan estrogen ini memainkan peran dalam hal ini.

 

  1. Belum pernah hamil

Wanita yang belum pernah melahirkan atau punya anak dalam sejarah reproduksinya rupanya malah tidak aman. Pemicu Kanker OvariumPemicu kanker ovarium ini malah memperbesar risiko seorang wanita dalam mengidap penyakit kanker ovarium. Bagi para wanita yang kiranya tidak dikaruniai anak, sebaiknya memang harus check up ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh supaya bisa terhindar dari kemungkinan serangan kanker ovarium dan kanker rahim.

 

  1. Terapi penggantian hormon estrogen

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menjalani terapi penggantian estrogen pasca menopause mengalami peningkatan pemicu kanker ovarium, terutama jika menggunakan estrogen tunggal (tanpa progesteron) selama 5 tahun atau lebih.

 

  1. Genetik

Ada keluarga yang pernah terkena pemicu kanker ovarium, payudara atau kanker usus besar akan meningkatkan risiko kanker ovarium. Penelitian menyebutkan bahwa 10% dari kanker ovarium memiliki kecenderungan warisan dari keluarga. Risiko akan semakin meningkat jika semakin banyak keluarga yang terkena kanker ovarium.

 

  1. Mutasi gen

Ada keluarga yang terkena kanker dari mutasi (perubahan) gen, misalnya BRCA1 dan BRCA2, juga akan meningkatkan risiko pemicu kanker ovarium dan kanker payudara. Mutasi gen yang meningkatkan risiko kanker usus besar, juga dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.

 

  1. Diet tinggi daging

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang diet rendah lemak atau diet tinggi sayuran memiliki risiko pemicu kanker ovarium yang lebih rendah dibandingkan mereka yang diet tinggi lemak (khususnya lemak hewan) dan rendah sayuran.

 

  1. Kebiasaan merokok

Merokok adalah kebiasaan yang bakal memicu kanker paru-paru serta kanker tenggorokan, tapi ternyata efek buruknya tak hanya sampai di situ, bahkan seorang wanita berpeluang mengalami kanker ovarium ketika ia punya kebiasaan merokok

 

Mengungkapkan pemicu kanker ovarium tidaklah semudah penyakit jantung atau kanker payudara, karena penyakit ini belum lama diteliti secara intensif. Jika Anda menemukan gejala yang Anda curigai maka segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat Anda. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Pemicu Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Indikasi Kanker Serviks

Indikasi Kanker Serviks

Indikasi Kanker Serviks

Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian utama wanita. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, setiap dua menit seorang perempuan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) ini.

Di Indonesia, angka kasus kanker serviks juga cukup tinggi. Setiap hari tak kurang 40 orang wanita di Indonesia terdiagnosa penyakit ini. Tak pelak Kementerian Kesehatan menempatkan kanker serviks sebagai penyakit ‘pembunuh’ wanita nomor satu di negeri ini.

Banyak hal yang bisa menjadi faktor penyebab kanker serviks tersebut, jika Anda didiagnosa oleh dokter mungkin Anda bisa mengetahui apa saja indikasi kanker serviks yang mungkin terjadi pada Anda, antara lain:

 

  1. Flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi

Bercak darah atau pendarahan biasanya ringan, ini merupakan indikasi kanker serviks awal yang perlu dicurigai. Memang tidak semua pendarahan di luar jadwal menstruasi disebabkan oleh kanker serviks. Indikasi kanker serviks ini juga bisa terjadi ketika seorang wanita mengalami stress, kondisi kurang fit, menggunakan kontrasepsi, gejala keguguran, dan lain-lain. Namun sebagai langkah kehati-hatian maka kita harus menyikapi pendarahan ini sebagai kecurigaan kita terhadap indikasi kanker serviks apalagi disertai dengan gejala lainnya seperti dijelaskan di bawah ini.

 

  1. Menstruasi lebih panjang dari biasanya

Jika biasanya durasi haid selama 5-7 hari, namun pada seorang wanita yang dicurigai adanya masalah pada rahim maka menstruasi bisa lebih panjang. Misalnya saja adanya tumor atau keganasan, termasuk kanker mulut rahim (serviks), dan juga gangguan pembekuan darah. Darah menstruasi juga akan keluar lebih banyak dari biasanya menandakan adanya perubahan pada lapisan rahim dan bisa jadi ini menjadi indikasi kanker serviks. Maka periksakanlah ke dokter untuk mencari penyebab pastinya.

 

  1. Mudah terjadi pendarahan

Indikasi Kanker ServiksKetika mulut rahim atau serviks mengalami suatu perubahan menjadi ganas, maka jaringan tersebut menjadi rapuh dan mudah berdarah. Oleh sebab itu sentuhan yang biasanya tidak menimbulkan perdarahan pada orang normal, bisa terjadi pendarahan pada kanker serviks. Sentuhan yang dimaksud bisa berupa berhubungan seksual, douching, atau pemeriksaan panggul dengan memasukkan alat ke jalan lahir.

 

  1. Nyeri selama berhubungan seksual

Jaringan serviks yang mengalami keganasan juga lebih sensitif karena proses peradangan dan kematian sel (nekrosis). Oleh sebab itu indikasi kanker serviks yang dialami akan mudah terasa nyeri ketika tersentuh.

 

  1. Nyeri di sekitar panggul

Indikasi kanker serviks ini sering tak terduga, hampir sama dengan alasan di atas. Rasa tak nyaman dan nyeri di sekitar panggul terjadi akibat proses peradangan pada leher rahim.

 

  1. Keputihan yang tidak biasa

Maksud dari keputihan disini yaitu keluarnya cairan selain darah yang keluar dari jalan lahir. Cairan yang dimaksud bisa berupa lendir-lendir atau bercampur nanah, atau bahkan darah kotor.

 

  1. Kehilangan nafsu makan

Hampir pada semua jenis kanker, membuat penderitanya tidak nafsu makan. Hal ini lantaran zat-zat toksin yang dihasilkan oleh sel-sel kanker, atau bahkan efek samping dari kemoterapi. Jadi ini bukanlah indikasi kanker serviks yang khas.

 

  1. Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas

Tidak hanya sebagai indikasi kanker serviks. Chahexia atau badan kurus karena kanker juga bisa terjadi pada penyakit kanker apa saja. Jadi ini merupakan ciri umum kanker, bukan indikasi kanker serviks yang khusus.

 

  1. Kelelahan

Rasa kelelahan yang berlebihan dan juga lemah terjadi karena kekurangan darah akibat pendarahan seperti dijelaskan sebelumnya. Namun juga bisa terjadi akibat zat-zat beracun yang dihasilkan oleh sel kanker.

 

  1. Sakit punggung

Bisa terjadi akibat kanker yang sudah menyebar pada tulang punggung. Jadi pasien akan merasakan nyeri punggung tanpa alasan yang jelas, misalnya akibat cedera atau angkat beban.

 

  1. Nyeri kaki atau bengkak pada kaki

Ketika kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening yang ada pada lipat paha, maka terjadilah pembengkakan pada kaki. Indikasi kanker serviks ini terjadi akibat terhambatnya aliran limfatik (getah bening). Kaki bengkak juga bisa terjadi akibat gagal ginjal.

 

  1. Mudah mengalami patah tulang

Indikasi kanker serviks yang tak terduga ini terjadi akibat penjalaran kanker ke tulang. Tulang yang terkena kanker akan lebih rapuh dan mudah patah meskipun terkena benturan ringan.

 

 

Indikasi Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara Mencegah Kanker Serviks

Cara mencegah kanker serviks yang paling ampuh adalah dengan melakukan test dan screening serviks untuk mengetahui kondisi virus HPV. Virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks ini menyebar akibat infeksi pada kelamin yang menular dengan cara hubungan seksual. Saat ini kanker serviks menjadi penyakit kanker dengan urutan pertama yang berbahaya dan banyak di derita perempuan di dunia. Hal ini dikarenakan kanker serviks sangat sulit dideteksi sejak awal, kebanyakan kanker serviks diketahui setelah tumor tumbuh dalam stadium lanjut. Namun terjadinya kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, berikut ini beberapa cara mencegah kanker serviks yang bisa dilakukan :

 

  1. Melakukan Pap Smear

Cara mencegah kanker serviks yang paling umum adalah dengan melakukan tes pap smear. Papsmear adalah alat skrining untuk mendeteksi adanya kanker serviks. wanita seharusnya mulai melakukan tes mencegahan kanker serviks sejak berusia 21 tahun. Wanita yang berusia 21 hingga 29 tahun setidaknya menerima tes pap smear setiap 3 tahun. Tes pap smear merupakan tindakan medis untuk memeriksa leher rahim hingga panggul rahim. Ini dilakukan agar kanker serviks tidak menyebar dan mencegah sebelum kanker menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Pengujian untuk HPV tidak boleh digunakan untuk skrining jika masih dalam usia 21 sampai 29 tahun, kecuali untuk digunakan ke tahap yang lebih lanjut yaitu tes pap smear yang abnormal. Akan tetapi untuk wanita yang berusia 30-65 tahun diharuskan melakukan tes pap smear dan test HPV setiap 5 tahun. Wanita beresiko tinggi untuk terkena kanker serviks.

 

  1. Melakukan Suntik Vaksin HPV

Vaksinasi sebagai cara mencegah kanker serviks sebaiknya dilakukan sejak awal karena 70-80 % kanker serviks disebabkan adanya infeksi virus HPV tipe 16 dan 18. Vaksin HPV adalah vaksin yang tidak hidup akan tetapi tetap Cara Mencegah Kanker Serviksmelindungi. Perlindungan dari vaksin HPV dapat sangat diharapkan bertahan lama akan tetapi tahap vaksinasi masih memerlukan skrining karena vaksin tidak bisa melindungi semua jenis HPV yang menyebabkan kanker serviks.

Memberikan vaksinasi secara rutin sangat dianjurkan bagi anak perempuan yang berusia 11 atau 12 tahun. Jenis yang direkomendasikan untuk pencegahan kutil pada kelamin bagi anak perempuan adalah vaksin HPV4, yang juga dapat diberikan kepada anak laki-laki yang berusia 9 hingga 26 tahun. Vaksin di berikan sejak usia dini dikarenakan anak perempuan mendapatkan vaksin sebelum hubungan seksual pertama dan juga mereka belum mengetahui HPV. Untuk anak perempuan vaksin dapat mencegah hampir 100%.

 

  1. Berhenti Merokok

Merokok juga salah satu penyebab dari kanker serviks, berhenti merokok atau menghindari asap rokok merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks. Bahaya rokok yang bisa menyebabkan kanker termasuk kanker serviks adalah karena adanya zat yang terkandung dalam rokok terdapat ribuan zat kimia yang bisa membahayakan kesehatan.   Cara Mencegah Kanker Serviks

Salah satu dari zat tersebut adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida. Karbon monoksida yang terdapat pada rokok jika terus menerus dihirup maka akan mengikat hemoglobin darah pada tubuh, kalau hal ini terus berlanjut maka darah akan kehabisan oksigen dan hal ini bisa memicu pertumbuhan sel kanker yang akan menyebar pada penyakit lainnya.

 

  1. Tidak berganti-ganti pasangan dalam hubungan intim

Dalam sebuah penelitian menunjukan bahwa wanita yang memiliki banyak pasangan dalam berhubungan seksual beresiko besar untuk terkena kanker serviks. Dengan berganti pasangan hubungan seksual bisa beresiko besar atas penularan terhadap virus HPV. Penularan virus HPV bisa terjadi jika organ intim bertransmisi satu dengan lainnya jika salah satu diantaranya terinfeksi virus tersebut. Meskipun menggunakan kondom dalam berhubungan, hal tersebut tidak banyak membantu karena dengan sentuhan kulit dengan bakteri yang terkandung seseorang juga dapat terjangkit virus HPV.

Beberapa ilmuan mempelajari efek dari virus HPV yang menular melalui hubungan seksual yang menyebabkan kutil kelamin. Selain itu, beberapa dari virus ini dapat menyebabkan pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim dan kemungkinan besar akan berkembang menjadi serviks. Dengan penelitian yang di lakukan, ilmuan menyimpulkan terdapat faktor lain yang mempengaruhi kanker serviks. Pasalnya wanita yang terinfeksi virus HPV tidak selalu menderita kanker serviks, begitu juga dengan wanita yang menderita kanker serviks tidak selalu ditemukan virus HPV.   Cara Mencegah Kanker Serviks

 

  1. Hidup Sehat

Gaya hidup sehat akan jauh lebih baik dari pada hidup yang tidak teratur. Selain menjaga kesehatan, memiliki gaya hidup yang sehat akan terhindar dari beberapa penyakit yang akan menyerang tubuh, baik itu penyakit ringan maupun penyakit terberat sekalipun. Melakukan gaya hidup sehat sehari-hari dengan memakan makanan sehat kaya akan serat dan vitamin serta melakukan olahraga secara teratur akan dapat meningkatkan kekebalan pada tubuh dengan memenuhi nutrisi untuk tubuh dengan baik yang mengurangi resiko terserang dari segala penyakit. Tidak bisa di pungkiri bahwa cara mencegah kanker serviks yang cukup penting adalah menjaga kesehatan agar kondisi fisik tidak lemah.

 

  1. Menggunakan Alat Kontrasepsi

Nah cara mencegah kanker serviks ini wajib di lakukan agar memberikan efek pencegahan yang efektif karena dapat menghindari dari infeksi virus HPV. Kontak langsung saat berhubungan akan menambah risiko terkena infeksi virus HPV yang merupakan penyebab utama kanker serviks yang harus diwaspadai.   Cara Mencegah Kanker Serviks

 

  1. Cara Mencegah Kanker Serviks Dengan Pendekatan Agama

Cara mencegah kanker serviks dengan pendekatan agama sangat penting dilakukan, mengapa ? kita sama-sama mengetahui bahwa gonta ganti pasangan adalah salah satu penyebab yang mematikan kanker serviks. Nah, dengan kesetiaan pada pasangan dan taat agama tidak pindah-pindah pasangan sangat penting untuk menghindari kanker serviks.

Agama harus di jadikan tameng untuk memberantas penularan virus HPV, karena kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak membunuh di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Siapa saja dapat terkena jenis kanker ini.

 

Jika Anda ingin terhindar dari risiko kanker serviks yang mematikan ini, maka cara mencegah kanker serviks adalah langkah yang tepat untuk mengurangi risikonya. Semoga bermanfaat…

 

 

 

Cara Mencegah Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Kanker rahim yang merupakan salah satu jenis penyakit kanker paling mematikan merupakan momok menakutkan bagi hampir semua wanita. Selain kanker payudara, kanker rahim merupakan jenis penyakit yang tingkat kematian penderitanya sangat tinggi. Penyakit yang menyerang organ rahim wanita ini perlu mendapatkan penanganan khusus, sama halnya dengan jenis kanker lainnya.

 

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Berbagai metode pengobatan kanker rahim bisa menjadi pilihan bagi setiap wanita yang mengidap penyakit berbahaya ini. Selain pengobatan secara medis, pengobatan kanker rahim secara alami dengan mengunakan ramuan herbal juga perlu untuk dicoba, guna mendapatkan kesembuhan dan terbebas dari penyakit ini. Berikut ini adalah informasi tentang tips alami mengobati kanker rahim dengan menggunakan ramuan herbal yang bisa Anda coba.

 

  1. Tanaman Sarang Semut Papua

Tips alami mengobati kanker rahim yang pertama memakai sarang semut Papua. Mungkin sebagian dari Anda masih belum familiar dengan tanaman sarang semut Papua ini. Sarang semut yang dimaksud disini adalah tanaman berongga tempat semut bersarang yang berasal dari Papua dan secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli disana untuk mengobati berbagai penyakit secara turun-temurun. Dan sekarang, hasil penelitian modern mendapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, fenolik, dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai antioksidan dan anti-kanker sehingga tepat digunakan untuk pengobatan kanker, tumor, dan benjolan-benjolan abnormal lainnya. Anda bisa membuat air rebusan sarang semut yang dikonsumsi setiap hari selama beberapa bulan. Untuk mengatahui hasil dari pengobatan herbal sarang semut Papua ini, Anda bisa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mengetahui perkembangan kondisi kanker rahim yang Anda derita.

 

  1. Kunyit Putih

Tanaman kunyit putih mempunyai nama latin Curcuma zedoaria. Kunyit putih ini mempunyai banyak sekali khasiat dan manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Beberapa jenis penyakit yang bisa disembukan dengan ramuan herbal kunyit putih adalah keputihan, nyeri haid, kanker, tumor, demam, peluruh keringat, batuk berdarah, keracunan makanan, pereda bau mulut, sakit gigi, gangguan pencernaan, dan masuk angin. Tips alami mengobati kanker rahim dengan ramuan herbal kunyit putih merupakan salah satu cara penyembuhan yang paling banyak digunakan. Penggunaan kunyit putih sebagai tips alami mengobati kanker rahim sebaiknya dikombinasikan dengan tanaman obat lain guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

 

  1. Daun Sirsak

Jenis tanaman herbal lainnya yang juga memiliki khasiat sebagai tips alami mengobati kanker rahim adalah daun sirsak. Penelitian telah membuktikan bahwa sirsak memiliki bahan aktif yang 10,000 kali lebih kuat dari kemoterapi dalam melawan sel-sel kanker.

 

  1. Tanaman Keladi Tikus

Anda sudah pernah mendengar tentang tanaman keladi tikus? Keladi tikus adalah jenis tanaman herbal yang masuk dalam golongan tanaman jenis talas. Di beberapa daerah, tanaman keladi tikus memiliki sebutan yang berbeda-beda, misalnya Rodent Tuber dan Laoshu Yu. Keladi tikus adalah tanaman obat yang berkhasiat untuk mematikan jaringan sel kanker dan menghentikan pertumbuhan sel kanker. Oleh karena itu, keladi tikus ini sangat ampuh digunakan sebagai tips alami mengobati kanker rahim.

Informasi penting yang perlu Anda ingat, ramuan herbal keladi tikus ini harus segera Anda minum setelah jadi. Jangan menyimpan air hasil perasan keladi tikus ini karena justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

 

  1. Tanaman Tapak Dara

Tanaman tapak dara memiliki kandungan senyawa yang bisa dijadikan tips alami mengobati kanker rahim. Kandungan senyawa tersebut adalah vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat membasmi sel kanker.

 

Itulah tadi beberapa tips alami mengobati kanker rahim dengan mengunakan ramuan herbal dari tanaman dan tumbuhan alami. Tips alami mengobati kanker rahim ini memang tidak memberikan hasil secara instan, namun jika Anda menerapkan tips alami mengobati kanker rahim dengan ramuan diatas secara rutin, maka Anda akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Jangan lupa juga untuk secara rutin melakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan Anda. Semoga informasi tentang tips alami mengobati kanker rahim dengan ramuan herbal ini bermanfaat untuk Anda semua, dan jangan lupa bagikan informasi ini kepada orang terdekat Anda yang membutuhkan.

 

 

Tips Alami Mengobati Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Deteksi Dini Kanker Ovarium

Deteksi Dini Kanker Ovarium

Diagnosis Deteksi Dini Kanker OvariumKanker Rahim

Deteksi Dini Kanker Ovarium – Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh pada indung telur atau ovarium. Penyakit ini menduduki posisi ketujuh di antara jenis-jenis kanker yang paling umum menyerang wanita. Setiap tahunnya, ada sekitar 250.000 kasus kanker ovarium di seluruh dunia, yang menyebabkan 140.000 kematian per tahun.

Prevalensi kasus kanker ovarium di Indonesia memang tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain. Bahkan bila dibandingkan kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara, angka kejadian kanker ovarium di negara ini termasuk rendah. Namun sebenarnya, kanker ovarium sama berbahayanya dengan kanker payudara dan serviks. Bahkan kanker ovarium termasuk silent killer, yang patut diwaspadai. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di 2012, angka kejadian kanker ovarium sekitar 10.000 kasus. Sedangkan di tahun yang sama, ditemukan 50.000-an kasus kanker payudara.

Kanker ovarium tumbuh di dalam ovarium (indung telur), bisa menyerang salah satu atau keduanya. Penyebabnya masih belum dapat dipastikan, tidak seperti kanker serviks, yang disebabkan oleh human papiloma virus (HPV). Selain itu, kanker ovarium tidak menunjukkan gejala khas, dan seringkali menyerupai gejala penyakit lain, seperti gangguan sistem pencernaan.

 

Deteksi Dini Kanker Ovarium

Jika Anda memiliki peluang tinggi terkena kanker ovarium, segera lakukan deteksi dini kanker ovarium secara rutin, Jika Anda telah dicurigai muncul gejala kanker ovarium, lakukan pengobatan tepat waktu, beritahu dokter Anda dan menerima pemeriksaan yang relevan untuk deteksi dini kanker ovarium. Deteksi dini kanker ovarium selain pemeriksaan fisik rutin, juga termasuk metode berikut:

 

  1. Pemeriksaan panggul

Oleh dokter yang berpengalaman, di cek rahim melalui vagina dan bagian lain dari palpasi ovarium untuk menentukan ukuran tumor, sifat, kegiatan, hubungan dengan organ sekitarnya dan sebagainya. Seperti kembung atau massa perut gejala yang jelas, deteksi dini kanker ovarium ini merupakan pemeriksaan yang dapat diterima.

 

  1. Tes darah CA-125

CA-125 digunakan dalam deteksi dini kanker ovarium, pengobatan dan tindak lanjut dan pemantauan epitel deteksi dini kanker ovarium memiliki nilai penting untuk diagnosis adenokarsinoma serosa didiagnosis lebih dari 80%. Namun, CA-125 adalah hasil yang normal tidak selalu berarti kanker ovarium, karena beberapa penyakit ginekologi, seperti akut radang panggul penyakit, endometriosis juga dapat muncul peningkatan hasil CA-125.

 

  1. Biopsi

Biopsi dilakukan dengan mengumpulkan sel sitologi untuk deteksi dini kanker ovarium. Untuk pasien yang di deteksi dini kanker ovarium setelah tes lain tidak bisa, perlu biopsi. Metode pengumpulan biopsi: operasi, laparoskopi, aspirasi jarum halus (FNA).

 

  1. Pencitraan

Tes pencitraan terbagi menjadi tiga bagian, diantaranya:

  • USG vagina: diagnosis kanker ovarium adalah alat skrining penting, dapat menentukan hubungan antara ukuran tumor, sifat, lokasi, dan adanya ascites dan uterus. Untuk kanker ovarium pada populasi berisikoDeteksi Dini Kanker Ovarium tinggi dan ketidaknyamanan atau gejala, seperti perdarahan perut, kami merekomendasikan bahwa cek ini.
  • CT dan MRI: kanker ovarium untuk menentukan ukuran, sifat, situs metastasis dan menemukan kelenjar getah bening panggul atau aorta meningkat untuk membantu.
  • PET / CT pemeriksaan: dapat digunakan untuk menemukan tumor dan metastasis, dapat digunakan untuk memandu pengobatan, prognosis dan pemantauan hasil pengobatan.

 

  1. IVA Test

IVA test memiliki pengertian inspeksi visual dengan asam asetat adalah suatu metode cara lain yang dapat digunakan untuk mengetahui dan deteksi dini kanker ovarium. Caranya adalah dengan menyemprotkan cairan asam asetat dalam konsentrasi 3% sampai 5% di daerah mulut rahim. Kemudian dari semprotan ini, dilihat apakah terdapat suatu perubahan warna menjadi warna putih ke daerah yang disemprotkan tadi. Bagi wanita yang secara aktif telah sering melakukan hubungan seksual akan sangat disarankan untuk melakukan metode skrining dengan menggunakan cara papsmear maupun dengan IVA test.

 

Jika pengobatan kanker ovarium lebih cepat, semakin baik hasilnya. Jadi deteksi dini kanker ovarium sekali menemukan lesi kanker ovarium, harus mencari nasihat medis sesegera mungkin dan untuk menjaga sikap yang baik, dan secara aktif melawan kanker.

 

 

 

Deteksi Dini Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diagnosis Kanker Rahim

Diagnosis Kanker Rahim

Diagnosis Kanker Rahim

Diagnosis Kanker Rahim – Kanker rahim adalah sebuah jenis kanker yang menyerang rahim atau sistem reproduksi wanita. Kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium. Selain itu, kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri, namun sangat jarang terjadi.

Kanker rahim menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320 ribu wanita pada tahun 2012. Di Indonesia sendiri, kanker rahim tidak termasuk ke dalam sepuluh besar kanker yang menyerang wanita. Namun demikian, data GLOBOCAN menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita kanker rahim terbanyak ke empat di Asia, dengan jumlah penderita sebesar 46.849 jiwa selama periode tahun 1997-2002.

Meskipun kanker ini lebih sering menyerang wanita yang sudah menopause, tetapi ada juga kasus kanker rahim pada kelompok usia yang lebih muda. Karena itu Anda mesti selalu waspada dengan ciri-ciri kanker rahim yang bisa saja berkembang di usia berapapun.

 

Faktor Pemicu Kanker Rahim

Penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama estrogen. Kadar hormon estrogen yang tinggi dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker rahim.

Beberapa faktor lain yang dapat menimbulkan hormon yang tidak seimbang adalah:

  • Menstruasi dini atau menopause yang terlambat
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Terapi penggantian hormon
  • Penggunaan tamoksifen jangka panjang

 

Diagnosis Kanker Rahim

Diagnosis kanker rahim dimulai ketika wanita mengakui adanya masalah pada dokter mereka atau pada saat dokter menemukan hasil pemeriksaan Pap smear yang abnormal. Berikut beberapa diagnosis kanker rahim antara lain:

 

  1. Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)

Tes IVA merupakan salah satu diagnosis kanker rahim yang sangat mudah dilakukan. Diagnosis kanker rahim dilakukan dengan pemulasan asam asetat 3-5% pada daerah leher rahim. Hasilnya dapat langsung disimpulkan dan hanya berlangsung selama 5 menit.

 

  1. Tes Pap (Pap Smear)

Tes Pap memberikan hasil yang lebih akurat daripada tes IVA, namun prosedur pemeriksaan juga lebih rumit. Pada diagnosis kanker rahim ini dilakukan pengambilan sel-sel rahim lewat usapan pada daerah Diagnosis Kanker Rahimrahim untuk mengetahui adanya perubahan yang dapat mengindikasikan kanker rahim. Hasil usapan yang berisi sel-sel rahim ini nantinya akan diperiksa di bawah mikroskop dan disimpulkan dalam waktu 1-2 minggu. Alat yang digunakan untuk mengikis dan mengumpulkan sel-sel pada bagian dalam leher rahim ini adalah wooden spatula atau sikat kecil.

 

  1. Tes LBC (Liquid Based Cytology)

Jika pada tes Pap, sel-sel diambil dari usapan dan langsung dioles pada kaca objek, maka pada tes LBC atau bisa dikatakan dengan pemeriksaan sel berbasis cairan, hasil usapan dimasukkan ke dalam botol berisi cairan khusus sehingga tidak ada sel yang terbuang. Sel-sel kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop. Diagnosis kanker rahim ini memberikan keakuratan lebih daripada tes Pap.

 

  1. Tes HPV (Human Papilloma Virus)

Tes HPV dapat dilakukan bersamaan dengan tes Pap atau tes LBC. Diagnosis kanker rahim ini berguna untuk mencari adanya virus HPV pada daerah rahim yang dapat menandakan adanya infeksi HPV dan dapat berpotensi menyebabkan kanker rahim.

 

Diagnosis kanker rahim ini sebaiknya dilakukan 3 tahun setelah hubungan seksual yang pertama kali atau ketika sudah berusia 21 tahun dan sudah aktif secara seksual. Setelah itu diagnosis kanker rahim secara rutin perlu dilakukan berdasarkan usia dan hasil diagnosis kanker rahim pertama kali. Jika hasilnya normal, pemeriksaan dapat dilakukan setiap 3 tahun sekali, namun jika terdapat masalah maka pemeriksaan mungkin dapat dilakukan lebih sering.

Terutama jika memiliki gaya hidup yang berisiko tinggi mencetuskan kanker, diantaranya seperti:

  • Bergonta-ganti pasangan hubungan seksual
  • Intensitas hubungan seks tinggi (sering melakukan hubungan seks)
  • Merokok
  • Pola makan tidak sehat, dan lainnya

Diagnosis kanker rahim yang rutin ditujukan untuk mendeteksi adanya lesi (perlukaan) prakanker. Bila deteksi dini lesi prakanker dapat dilakukan, maka perubahan lesi prakanker menjadi kanker dapat dicegah dengan tindakan medis seperti bedah krio (cryosurgery), diatermi, dan terapi laser. Tindakan medis pada tahap ini dapat mencegah terjadinya kanker rahim dengan keberhasilan mendekati 100%.

 

 

Diagnosis Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium – Kanker ovarium adalah kanker yang berkembang di dalam indung telur wanita. Indung telur adalah organ yang menghasilkan dan melepaskan sel telur. Kanker ovarium sangat jarang terdeteksi di stadium awal karena gejalanya sering kali tidak muncul sampai stadium berikutnya. Jika Anda tidak yakin mengenai gejalanya, lebih baik Anda mengambil langkah waspada dan memeriksakan diri ke dokter. Jika Anda memang memiliki kanker ovarium, secara umum hasilnya lebih baik jika dideteksi lebih dini.

 

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Berikut di bawah ini ada beberapa cara mendeteksi kanker ovarium yang mudah untuk dilakukan agar bisa mengurangi risikonya, antara lain:

 

  1. Identifikasi gejala-gejalanya

Cara mendeteksi kanker ovarium yang pertama yaitu Anda harus tahu bahwa pada stadium awal, gejalanya tidak terasa jelas. Kondisi lain seperti sindrom pramenstruasi atau sindrom iritasi usus memiliki gejala yang hampir sama. Jadi, jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, bukan berarti Anda memiliki kanker. Akan tetapi, itu berarti Anda harus memeriksakan diri.

Gejala-gejala kanker ovarium antara lain:

  • Perut buncit atau kembung yang tidak mereda
  • Rasa nyeri di pelvis atau perut yang tidak mereda
  • Hilang selera makan, cepat merasa kenyang, atau mual yang dikaitkan dengan makan
  • Penurunan berat badan
  • Sembelit
  • Lebih sering buang air kecil

 

  1. Pertimbangkan apakah Anda masuk ke dalam golongan risiko tinggi

Cara Mendeteksi Kanker OvariumCara mendeteksi kanker ovarium kedua yaitu kenali apa saja faktor risikonya, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker ovarium pada wanita. Memiliki faktor risiko bukan berarti Anda akan mengembangkan kanker itu, tetapi hanya kemungkinan yang lebih tinggi. Jika menurut Anda risiko Anda lebih tinggi, tanyakan kepada dokter apakah Anda harus periksa secara teratur. Kanker ovarium lebih mungkin terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun.

Beberapa orang mungkin memiliki predisposisi genetik untuk mengembangkan kanker ovarium. Ini berlaku bagi wanita dengan kanker payudara gen 1 (BRCA 1), kanker payudara gen 2 (BRCA 2), atau mutasi yang terkait dengan sindrom Lynch dan kanker usus. Jika Anda memiliki mutasi tersebut, tidak berarti Anda akan mengembangkan kanker, artinya hanyalah risiko Anda lebih tinggi. Jika ada riwayat kanker dalam keluarga, Anda harus menyampaikannya ke dokter. – Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Terapi penggantian hormon estrogen dengan dosis tinggi selama periode yang panjang dapat meningkatkan risiko. Menstruasi untuk periode waktu yang lama dapat meningkatkan risiko. Misalnya, ini termasuk wanita yang mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun, wanita yang menstruasi sampai berusia di atas 50 tahun, wanita yang belum pernah menggunakan kontrasepsi hormon, atau tidak pernah hamil. Ini terjadi karena setiap kali wanita berovulasi, indung telur memecah untuk melepaskan telur. Jaringan tersebut kemudian pulih, dengan risiko kecil pertumbuhan sel abnormal terjadi selama prosesnya. Kondisi medis seperti sindrom ovarium polisistik dan endometriosis dapat membuat Anda lebih rentan terhadap kanker ovarium.

 

  1. Pelajari tentang berbagai tipe kanker ovarium. Kanker ovarium dikategorikan berdasarkan tempat sel kanker mulai tumbuh

Cara mendeteksi kanker ovarium berikutnya yaitu Anda harus mengetahui terelebih dahulu apa saja tipe dari kanker ovarium tersebut. Tumor epitelial adalah jenis kanker ovarium paling umum. Pada tipe kanker ini, tumor mulai di luar lapisan ovarium. Sekitar 90% kanker ovarium adalah tumor epitelial. Tumor stromal mulai di bagian ovarium yang memproduksi hormon. Tipe kanker ovarium ini sekitar 7%. Tumor sel kuman sangat jarang, hanya sekitar 1% atau 2% dari jumlah total kanker ovarium. Pada tipe ini, tumor mulai di tempat produksi telur.  – Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

 

  1. Lakukan pemeriksaan pelvis

Cara mendeteksi kanker ovarium yang selanjutnya yaitu selama pemeriksaan pelvis, dokter mungkin akan melakukan beberapa langkah yang akan membantu mengevaluasi apakah Anda memiliki kanker, seperti memeriksa perut dan kelamin.

 

  1. Diskusikan tentang tes foto dengan dokter

Disarankan agar Anda mendapatkan lebih banyak informasi melalui tes tambahan, tergantung apa yang ditemukan dokter selama pemeriksaan pelvis. Cara mendeteksi kanker ovarium ini sangat mudah Anda hanya diharuskan mengikuti tes-tes seperti Ultrasound, MRI Scan, CT Scan atau X-Ray yang dapat membantu dokter mengevaluasi ukuran dan bentuk ovarium Anda.

 

  1. Pertimbangkan tes darah

Beberapa tipe sel kanker ovarium menghasilkan protein yang disebut CA125. Artinya, kadar yang tinggi dapat menandakan kanker. Akan tetapi, ini bukan tes, tetapi digunakan bila sudah ada kekhawatiran akan kanker. Cara mendeteksi kanker ovarium ini juga dapat meningkatkan kadar protein tersebut sehingga harus dilakukan bersama dengan tes lain.

 

 

Cara Mendeteksi Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Kanker Ovarium

Faktor Penyebab Kanker Ovarium

Faktor Penyebab Kanker Ovarium

Faktor Penyebab Kanker Ovarium – Kanker ovarium, yang biasanya menyerang indung telur (ovarium), dapat diidap oleh semua wanita pada segala usia. Penyakit ini menduduki posisi ketujuh di antara jenis kanker yang paling umum menyerang wanita, sehingga harus menjadi salah satu kewaspadaan bagi Anda. Celakanya, kanker indung telur seringkali baru terdeteksi setelah menyebar ke dalam panggul dan perut. Pada tahap akhir ini, kanker ovarium sulit untuk diobati karena sudah menjadi fatal.

Adapun gejala yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Nyeri perut atau panggul yang tak kunjung hilang
  • Rasa kembung atau begah pada perut
  • Peningkatan frekuensi kencing yang tidak teratur
  • Kesulitan makan atau mudah merasa kenyang
  • Perubahan berat tubuh yang tak bisa dijelaskan
  • Pendarahan di antara masa menstruasi atau setelah menopause
  • Nyeri punggung
  • Mual
  • Rasa lelah yang berlebih
  • Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
  • Menstruasi atau datang bulan yang tidak lancar
  • Konstipasi atau sembelit (sulit buang air besar)
  • Fatigue atau sakit kepala

 

Perlu Anda ketahui, ada faktor penyebab kanker ovarium tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker ovarium. Memiliki satu atau lebih dari faktor penyebab kanker ovarium di bawah ini, memang tidak berarti Anda pasti akan menderita kanker ovarium. Tetapi hal itu menunjukkan Anda memiliki risiko lebih tinggi dari rata-rata perempuan lainnya. Berikut faktor penyebab kanker ovarium :

 

  1. Mutasi gen yang diwariskan

Sebagian kecil faktor penyebab kanker ovarium disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan. Gen yang diketahui meningkatkan risiko kanker ovarium disebut gen kanker payudara 1 (BRCA1) dan gen kanker payudara 2 (BRCA2). Gen ini awalnya diidentifikasi dalam keluarga dengan beberapa kasus kanker payudara. Mutasi ini juga meningkatkan risiko kanker ovarium secara signifikan.

 

  1. Riwayat keluarga dengan kanker ovarium

Faktor penyebab kanker ovarium juga bisa diturunkan dari keluarga. Maka risiko Anda untuk mengidap kanker ovarium meningkat jika ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan sedang atau pernah mengalami kanker ovarium. Faktor Penyebab Kanker OvariumRisikonya juga meningkat jika ada lebih banyak keluarga yang mengalami penyakit yang sama. Bahkan, faktor penyebab kanker ovarium juga bisa datang dari sisi keluarga ayah. Sekitar 5-10% kanker ovarium merupakan bagian dari sindrom kanker keluarga yang dihasilkan oleh mutasi gen.

 

  1. Terdiagnosis menderita kanker jenis lain sebelumnya

Jika Anda telah didiagnosa dengan kanker payudara, usus besar, rektum, atau rahim, atau membawa riwayat keluarga dengan jenis kanker tersebut, risiko kanker ovarium akan meningkat. Faktor penyebab kanker ovarium ini disebabkan jenis kanker ini dapat ditimbulkan oleh mutasi gen tertentu yang menyebabkan sindrom kanker pada keluarga, dan kemudian meningkatkan risiko kanker ovarium.

 

  1. Bertambahnya usia

Faktor penyebab kanker ovarium akan meningkat sejalan dengan usia Anda. Kanker ovarium paling sering berkembang setelah masa menopause, meskipun dapat terjadi pada perempuan di semua tahapan usia. Umumnya jarang terjadi pada perempuan di pada usia di bawah 40 tahun. Separuh dari kasus kanker ovarium ditemukan pada perempuan usia 63 tahun atau lebih tua.  – faktor penyebab kanker ovarium

 

  1. Belum pernah hamil

Riwayat reproduktif Anda juga memengaruhi risiko kanker indung telur. Perempuan yang sudah pernah hamil sebelum usia 26 tahun memiliki risiko kanker indung telur lebih rendah daripada perempuan yang belum pernah hamil. Risikonya terus menurun dengan setiap kehamilan yang berjalan lancar hingga persalinan. Perempuan yang pertama kali memiliki kehamilan penuh setelah usia 35 atau tidak pernah hamil memiliki risiko kanker indung telur lebih tinggi. Menyusui juga membuat faktor penyebab kanker ovarium ini lebih rendah lagi.

 

  1. Terapi kesuburan

Perempuan yang pernah menggunakan obat kesuburan clomiphene citrate (Clomid) selama satu tahun lebih kemungkinan bisa meningkatkan risiko tumor indung telur. Risikonya bisa lebih tinggi jika Anda tidak berhasil hamil meskipun sudah mengonsumsi obat tersebut. Jika Anda menggunakan obat-obatan kesuburan, konsultasikan potensi risikonya pada dokter. Namun, perempuan yang tidak subur bisa memiliki risiko yang lebih tinggi ketimbang perempuan yang subur, meskipun tidak menggunakan obat-obatan ini (sehingga tidak pernah hamil).

 

Ada beberapa langkah penting yang dapat Anda perhatikan dan lakukan untuk membuat risiko terkena kanker ovarium menurun. Ada sejumlah langkah mudah yang bisa dipertimbangkan, yakni:

  • Memulai gaya hidup sehat yang artinya mengonsumsi makanan dan minuman sehat. Tidak hanya itu, berolahraga teratur serta mengatur pola makan yang seimbang akan membuat Anda terhindar dari yang namanya masalah obesitas.
  • Menggunakan alat kontrasepsi berupa pil dan bukan yang lain. Hal ini dikarenakan telah terbukti bahwa selama 5 tahun pil kontrasepsi mampu mengurangi risiko kanker ovarium bahkan sampai setengahnya.
  • Mengonsumsi aspirin juga telah terbukti dapat membuat risiko kanker ovarium menjadi rendah.

 

 

 

Faktor Penyebab Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim – Kengerianlah yang langsung terbayang begitu mendengar kata kanker rahim. Kita tahu penyakit ganas ini menduduki peringkat atas sebagai pembawa kematian. Tapi tak perlu khawatir bila sejak awal kita sudah melakukan pencegahan. Karena justru menurut dr. Nasdaldy, SpOG. pencegahan menjadi bagian terpenting dari risiko kanker. Caranya dengan mencegah terpaparnya substansi yang menyebabkan risiko terjadinya kanker tersebut, tandasnya. Yang terjadi di sini justru sebaliknya, masih banyak wanita yang enggan memeriksakan diri ke dokter kandungan, kendati sudah memiliki berbagai keluhan. Padahal, jika dibiarkan kanker akan semakin mengganas. Berikut beberapa Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim dengan mudah, diantaranya :

 

  1. Jauhi Rokok

Ini peringatan paling penting buat wanita perokok. Kecuali mengakibatkan penyakit pada paru-paru dan jantung, kandungan nikotin dalam rokok pun bisa mengakibatkan kanker rahim lho! Nikotin merupakan zat yang mempermudah semua selaput lendir sel-sel tubuh bereaksi atau menjadi terangsang, baik pada mukosa tenggorokan, paru-paru, juga rahim. Sayangnya tak diketahui pasti seberapa banyak jumlah nikotin dikonsumsi yang bisa menyebabkan kanker serviks. Tapi, mengapa harus ambil risiko, Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim yang baik yaitu dengan tinggalkan segera rokok jika kita ingin terbebas dari kanker.   – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Pencucian Vagina

Sering kali kita melakukan pencucian vagina dengan obat-obatan antiseptik tertentu. Alasannya beragam, entah untuk “kosmetik” atau kesehatan. Padahal, kebiasaan mencuci vagina bisa menimbulkan kanker serviks, baik obat cuci vagina antiseptik maupun deodoran. Douching atau cuci vagina menyebabkan iritasi di serviks yang akan merangsang terjadinya perubahan sel, yang akhirnya jadi kanker.

Tips Mengurangi Risiko Kanker RahimTips Mengurangi Risiko Kanker Rahim sebaiknya pencucian vagina dengan bahan-bahan kimia tak dilakukan secara rutin. Kecuali bila ada indikasi, misalnya, infeksi yang memang memerlukan pencucian dengan zat-zat kimia. Itu pun seharusnya atas saran dokter. Artinya, kita jangan sembarangan membeli obat-obatan pencuci vagina. Terlebih lagi, pembersih tersebut umumnya akan membunuh kuman-kuman. Termasuk kuman Basillus doderlain di vagina yang memproduksi asam laktat untuk mempertahankan pH vagina. Kita tahu, bila pH enggak seimbang lagi di vagina, maka kuman lain, seperti jamur dan bakteri, bisa punya kesempatan hidup di tempat tersebut. Ini malah bisa menimbulkan penyakit-penyakit lain. – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Menaburi Talk

Yang kerap terjadi lagi, saat daerah vagina gatal atau merah-merah, kita menaburkan talk di sekitarnya, ternyata itu malah berbahaya. Pemakaian talk pada vagina wanita usia subur bisa memicu terjadi kanker ovarium (indung telur). Sebab di usia subur berarti sering ovulasi. Padahal bisa dipastikan saat ovulasi terjadi perlukaan di ovarium. Nah, bila partikel talk masuk akan menempel di atas luka tersebut. Akibatnya bisa merangsang bagian luka untuk berubah sifat jadi kanker. Karena itu Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim sangat tidak dianjurkan memberi talk di daerah vagina. Karena dikhawatirkan serbuk talk terserap masuk kedalam. Lama-lama akan bertumpuk dan mengendap menjadi benda asing yang bisa menyebabkan rangsangan sel menjadi kanker.

(Hati-hati, perhatikan sejak dini anak/bayi perempuan kita, jangan sampai alat kelaminnya tertaburi talk). – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Diet Rendah Lemak

Penting diketahui timbulnya kanker pun berkaitan erat dengan pola makan seseorang. Wanita yang banyak mengkonsumsi lemak akan jauh lebih berisiko terkena kanker endometrium (badan rahim). Sebab lemak memproduksi hormon estrogen. Sementara endometrium yang sering terpapar hormon estrogen mudah berubah sifat menjadi kanker. Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Makanlah makanan yang sehat dan segar. Jangan lupa untuk menjaga berat badan ideal agar tak terlalu gemuk.  – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Kekurangan Vitamin C

Tips Mengurangi Risiko Kanker RahimPola hidup mengkonsumsi makanan tinggi lemak pun akan membuat orang tersebut melupakan zat-zat gizi lain, seperti beta karoten, vitamin C, dan asam folat. Padahal, kekurangan ketiga zat gizi ini bisa menyebabkan timbul kanker serviks. Beta karoten, vitamin C, dan asam folat dapat memperbaiki atau memperkuat mukosa diserviks. Nah, jika kekurangan zat-zat gizi tersebut akan mempermudah rangsangan sel-sel mukosa tadi menjadi kanker. Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim yang baik yaitu cukupi kebutuhan 3 zat penting ini.

 

  1. Hubungan Seks Terlalu Dini

Hubungan seks idealnya dilakukan setelah seorang wanita benar-benar matang. Ukuran kematangan bukan hanya dilihat dari ia sudah menstruasi atau belum lho. Tapi juga bergantung pada kematangan sel-sel mukosa; yang terdapat diselaput kulit bagian dalam rongga tubuh. Umumnya sel-sel mukosa baru matang setelah wanita tersebut berusia 20 tahun ke atas.  – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Hal ini berkaitan dengan kematangan sel-sel mukosa pada serviks si wanita. Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang. Artinya, masih rentan terhadap rangsangan sehingga tak siap menerima rangsangan dari luar. Termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma. Lain hal bila hubungan seks dilakukan kala usia sudah di atas 20 tahun, dimana sel-sel mukosa tak lagi terlalu rentan terhadap perubahan. Nah, karena masih rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker. Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim terkait dengan ini yaitu lakukan hubungan seks saat sudah menikah dan berusia diatas 20 tahun. Karena sifat sel selalu berubah setiap saat; mati dan tumbuh lagi. Karena ada rangsangan, bisa saja sel yang tumbuh lebih banyak dari sel yang mati, sehingga perubahannya tak seimbang lagi. Kelebihan sel ini akhirnya bisa berubah sifat menjadi sel kanker.  – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Berganti-Ganti Pasangan

Bisa juga kanker rahim muncul pada wanita yang berganti-ganti pasangan seks. Bila berhubungan seks hanya dengan pasangannya, dan pasangannya pun tak melakukan hubungan seks dengan orang lain, maka tidak akan mengakibatkan kanker serviks. Bila berganti-ganti pasangan, hal ini terkait dengan kemungkinan tertularnya penyakit kelamin, salah satunya Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini akan mengubah sel-sel di permukaan mukosa hingga membelah menjadi lebih banyak. Nah, bila terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu akan menjadi kanker. Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim yang benar yang terkait dengan ini yaitu untuk tetap setia pada pasangan Anda.   – Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

  1. Terlambat Menikah

Sebaliknya wanita yang tidak atau terlambat menikah pun bisa berisiko terkena kanker ovarium dan kanker endometrium. Sebab, golongan wanita ini akan terus-menerus mengalami ovulasi tanpa jeda. Jadi, rangsangan terhadap endometrium pun terjadi terus-menerus. Akibatnya bisa membuat sel-sel di endometrium berubah sifat jadi kanker.

Nah, salah satu upaya Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim tentu dengan menikah dan hamil. Atau bisa juga dilakukan dengan mengkonsumsi pil KB. Sebab penggunaan pil KB akan mempersempit peluang terjadinya ovulasi. Bila sejak usia 15 tahun hingga 45 tahun dia terus menerus ovulasi, lantas 10 tahun ia ber-KB, maka masa ovulasinya lebih pendek dibandingkan terus-menerus, kan? Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pil KB sebagai alat kontrasepsi dapat menurunkan kejadian kanker ovarium sampai 50%.

 

  1. Penggunaan Estrogen

Risiko yang sama akan terjadi pada wanita yang terlambat menopause. Karena rangsangan terhadap endometrium akan lebih lama, sehingga endometriumnya akan lebih sering terpapar estrogen. Jadi, sangat memungkinkan terjadi kanker. Tak heran bila wanita yang memakai estrogen tak terkontrol sangat memungkinkan terkena kanker.

Umumnya wanita yang telah menopause di negara maju menggunakan estrogen untuk mencegah osteroporosis dan serangan jantung. Namun, pemakaiannya sangat berisiko karena estrogen merangsang semakin menebalnya dinding endometrium dan merangsang sel-sel endometrium sehingga berubah sifat menjadi kanker. Jadi, Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim sebaiknya penggunaan hormon estrogen harus atas pengawasan dokter agar sekaligus juga diberikan zat antinya, sehingga tidak berkembang jadi kanker.

 

Dari ulasan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa banyak risiko yang bisa menimbulkan kanker rahim, maka dari itu Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim merupakan salah satu cara terbaik untuk mengindarinya, semoga bermanfaat… 🙂

– Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

 

 

Tips Mengurangi Risiko Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment