Pengobatan Kanker Ovarium

Pengobatan Kanker Ovarium

Pengobatan Kanker Ovarium

Pengobatan Kanker Ovarium – Kanker ovarium bisa diobati jika mampu terdeteksi secara dini. Diagnosis yang tepat adalah ketika kanker belum menyebar ke seluruh tubuh. Tergantung pada stadium kanker ovarium, dokter biasanya menyarankan kombinasi pengobatan. Kebanyakan dari mereka menjalankan operasi yang diikuti dengan kemoterapi.

Tidak ada gejala spesifik yang menunjukan adanya kanker ovarium. Gejala yang paling sering dikeluhkan oleh penderita kanker ovarium adalah:

  • Kembung atau perut buncit dan terasa tidak nyaman,
  • Nyeri pada rongga panggul atau perut bagian bawah
  • Mudah kenyang walaupun makan sedikit
  • Gangguan berkemih menjadi tidak tertahankan dan lebih sering
  • Lemas
  • Nyeri pada tulang belakang
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Konstipasi atau susah buang air besar
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Perdarahan vagina
  • Mual muntah

 

Di bawah ini ada beberapa Pengobatan Kanker Ovarium yang bisa menjadi pilihan bagi penderita antara lain :

 

  1. Operasi

Pengobatan Kanker Ovarium umumnya melibatkan melepaskan kedua ovarium, saluran tuba, rahim serta kelenjar getah bening di dekatnya dan lipatan jaringan lemak perut (omentum) di mana kanker ovarium sering menyebar. Dokter bedah Anda juga akan menghapus sebanyak mungkin kanker dari perut Anda. Operasi lebih mudah dimungkinkan jika kanker ovarium Anda didiagnosis pada tahap yang sangat awal. Bagi wanita dengan stadium 1 kanker ovarium, operasi mungkin melibatkan menghapus satu ovarium dan tuba fallopi nya. Pengobatan Kanker Ovarium ini dapat melestarikan kemampuan untuk memiliki anak.

 

  1. Kemoterapi

Pengobatan Kanker Ovarium dengan kemoterapi merupakan pengobatan bantuan yang utama untuk kanker ovarium. estimasi operasi pengangkatan tumor yang sulit, maka sebelum operasi terlebih dahulu dilakukan kemoterapi sebanyak 1-2 kali, dapat meningkatkan efektifitas operasi pengangkatan. Kemoterapi setelah operasi dapatPengobatan Kanker Ovarium mencegah kambuh; bagi operasi pengangkatan yang tidak bersih, dengan kemoterapi memperoleh penangguhan sementara bahkan dapat memperpanjang jangka hidup; bagi yang tidak dapat dilakukan operasi pengangkatan, kemoterapi dapat membuat tumor mengecil, mudah digerakkan, menciptakan kondisi untuk operasi lagi.

 

  1. Terapi radiasi

Terapi radiasi berguna untuk membunuh sel penular dengan menggunakan sinar radiasi tinggi yang dipancarkan secara langsung ke daerah yang terkena kanker. Walaupun pengobatan ini efektif  untuk kebanyakan jenis kanker pengobatan ini jarang digunakan pada Pengobatan Kanker Ovarium.

 

  1. China medical

Pengobatan Kanker Ovarium dengan metode herbal tradisional China medikal dilandasi dengan pandangan secara holistic (keseluruhan), menyesuaikan endokrin secara keseluruhan, agar peredaran darah lebih aktif dan sehat, karena bagi kaum wanita, darah merupakan materi dasar menstruasi, apabila fungsi organ terganggu, aliran energi dan darah juga terpengaruh, berdampak juga pada fungsi penyimpanan darah, dapat menyebabkan terjadinya banyak macam penyakit ginekologi.

 

  1. Immunoterapi

Melalui penelitian klinis dan hasil pengalaman selama bertahun-tahun, merekomendasikan suatu metode pengobatan yang khas untuk Pengobatan Kanker Ovarium yaitu immunoterapi, sebagai dasar metode Pengobatan Kanker Ovarium ini ialah di dalam sistem kekebalan tubuh manusia, memiliki immunosel yang mempunyai fungsi identifikasi dan penekanan yang baik terhadap sel tumor, melalui sel-sel immun ini berhasil mengobati penyakit tumor. Inilah prinsip yang disebut “menggunakan sel-sel dari pasien untuk mengobati penyakit pasien sendiri”.

 

  1. Radioterapi

Menurut type jaringan yang berbeda pada kanker ovarium, maka tingkat kepekaan terhadap radioterapi juga berbeda, dysgerminoma paling peka terhadap radioterapi, granulosa sel tumor memiliki kepekaan sedang, epitel tumor juga memiliki tingkat kepekaan tertentu; penyinaran setelah operasi diutamakan terhadap lesi tumor yang masih tersisa di rongga perut; pasien yang masih ada tersisa lesi tumor kecil tetapi tidak terjadi adhesi di rongga perut dapat melakukan perfusi radionuklida pada saat 7-14 hari setelah operasi.

 

 

 

Pengobatan Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Faktor Risiko Kanker Ovarium – Kanker ovarium merupakan silent killer”, yang berarti gejalanya seringkali tidak muncul pada stadium awal perkembangannya. Gejala kanker ovarium seringkali baru ditemukan pada stadium selanjutnya dimana pada saat itu kanker ovarium sudah sulit disembuhkan. Seandainya pun disertai dengan gejala awal, seperti masalah kencing, sakit perut atau kembung, gejala-gejala ini juga seringkali disangka sebagai gejala penyakit lain dan diabaikan.

 

Tipe Kanker Ovarium

Teridentifikasi lebih dari 30 tipe dan subtipe kanker ovarium pada wanita. Tapi sebagian besar para ahli mengelompokkannya dalam satu dari 3 kategori:

  • Tumor epitel. Berasal dari sel-sel epitel atau permukaan yang melapisi ovarium. Tipe ini yang paling umum, sekitar 90% dari seluruh kanker ovarium.
  • Tumor sel germinal. Berasal dari sel-sel ovarium yang akhirnya menjadi telur. Biasanya terjadi pada remaja dan dewasa muda. Tumor yang sering dapat disembuhkan ini mengisi sekitar 3% dari seluruh kasus kanker ovarium di negara-negara berkembang.
  • Sex cord-stromal tumors. Mengisi sekitar 5% dari seluruh kanker ovarium. Berasal dari sel-sel yang berubah menjadi jaringan ikat di dalam ovarium.

 

Berikut ini terdapat beberapa Faktor Risiko Kanker Ovarium yang sangat penting untuk kita ketahui, diantaranya :

 

  1. Riwayat keluarga

Kanker ovarium memiliki kecenderungan agregasi familial, kerabat perempuan dengan riwayat kanker ovarium, kejadian berisiko tinggi daripada populasi umum. Dengan demikian riwayat keluarga kanker merupakan Faktor Risiko Kanker Ovarium yang utama.

 

  1. Usia

Kanker ovarium dapat terjadi pada semua usia semakin tinggi usia semakin tinggi Faktor Risiko Kanker Ovarium. Umumnya lebih sering terjadi pada wanita menopause dan pasca-menopause. 20 tahun kurang morbiditas. Kanker ovarium epitel meningkat pesat setelah usia 40, usia puncak berusia 50-60 tahun, 70 tahun dan kemudian secara bertahap menurun. Sedangkan tumor germ cell lebih sering terjadi pada wanita muda sebelum usia 20, wanita lajang atau kejadian kanker ovarium karena kesuburan.

 

  1. Haid terlalu dini dan menopause terlambat

Tes menunjukkan bahwa hiperplasia epitel ovarium dengan cepat setelah ovulasi, aktivitas mitosis ovulasi sekitar titik. Telah dilaporkan bahwa wanita seumur hidup siklus ovulasi semakin besar Faktor Risiko Kanker Ovarium. Oleh karena itu haid terlalu dini dan menopause terlambat, merupakan salah satu Faktor Risiko Kanker Ovarium.

 

  1. Belum pernah hamil

Faktor Risiko Kanker OvariumPerempuan yang belum pernah melahirkan atau miliki anak dalam sejarah reproduksinya rupanya malah tak aman. Keadaan ini malah meningkatkan Faktor Risiko Kanker Ovarium seorang perempuan dalam mengidap penyakit ini. Oleh sebab itu bagi perempuan yang belum dikaruniai anak, sebaiknya memeriksa ke dokter buat mengetahui keadaan kesehatan badan biar dapat terhindar dari bisa saja serangan kanker ovarium dan kanker rahim.

 

  1. Bedak dan paparan asbes

Penelitian eksperimental telah menunjukkan bahwa bedak dan asbes mungkin transisi di dalam rongga perut menyebabkan displasia epitel ovarium, sehingga meningkatkan Faktor Risiko Kanker Ovarium. Overseas studi menemukan bahwa pekerja asbes, insiden banyak terjadi kanker ovarium daripada populasi umum.

 

  1. Pola makan tinggi lemak

Tinggi asupan lemak hewani meningkatkan Faktor Risiko Kanker Ovarium, risiko mekanisme: (1) lemak hewan melalui beberapa efek hormonal memainkan efek karsinogenik, seperti asupan lemak hewan mungkin peran bakteri dalam usus menghasilkan estrogen dan estrogen merangsang kanker ovarium. (2) lemak hewani dalam hidrokarbon polisiklik, efek karsinogenik pada hewan ovarium. (3) asupan lemak hewan, perubahan fungsi kekebalan tubuh, peningkatan risiko kanker.

 

  1. Mempunyai endometriosis

Perempuan dengan masalah endometriosis bakal lebih tinggi Faktor Risiko Kanker Ovarium pada dirinya. Endometriosis ini termasuk juga kelainan yang serangannya dilancarkan ke bagian sistem reproduksi perempuan. Kemunculan penyakit ini ada kepada jaringan lapisan dalam dinding rahim atau pertumbuhan endometrium bertempat diluar rongga rahim.

 

  1. Obesitas

Obesitas bukanlah sesuatu yang boleh disepelekan walaupun memang banyak pula wanita gemuk yang tetap yakin diri akan berat dan bentuk tubuhnya. Sudah ada penelitian yang menyebutkan bahwa perempuan yang gemuk memang akan lebih mudah mengalami kanker ovarium. Karena obesitas juga merupakan salah satu Faktor Risiko Kanker Ovarium.

 

 

 

 

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab Kanker Rahim

Faktor Penyebab Kanker Rahim

Faktor Penyebab Kanker Rahim

Kanker rahim adalah sel kanker tumbuh di rahim yang menyerang sistem reproduksi wanita. Istilah medis untuk kanker rahim adalah endometrium. Sesuai dengan namanya, kanker rahim muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim. Penyakit ini banyak menyerang wanita dan apabila tidak segera ditangani dengan benar dan cepat dapat mengakibatkan kematian, untuk itu mengetahui Faktor Penyebab Kanker Rahim dapat mencegah terjadinya kanker yang mematikan ini, berikut beberapa Faktor Penyebab Kanker Rahim :

 

  1. Human Papiloma Virus (Hpv)

Ini adalah yang paling penting dari semuaFaktor Penyebab Kanker Rahim Faktor Penyebab Kanker Rahim, Dokter percaya bahwa sebelum seorang wanita terkena kanker rahim, dia pasti telah terinfeksi oleh HPV. Beberapa jenis HPV ini diklasifikasikan sebagai “berisiko tinggi” karena mereka adalah pe Faktor Penyebab Kanker Rahim. Jenis termasuk HPV 6, HPV 18, HPV 31, HPV 35 dan HPV 45 dan banyak lainnya. Sekitar dua pertiga dari semua jenis kanker rahim disebabkan oleh HPV 16-18.

 

  1. Merokok

Faktor Penyebab Kanker Rahim selanjutnya yaitu wanita yang merokok cenderung lebih mudah untuk mendapatkan kanker rahim dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Merokok dapat menyebabkan kanker yang mempengaruhi tidak hanya paru-paru, tetapi bagian lain dari tubuh. Pertama adalah paru paru, menyerap zat-zat berbahaya dan kemudian mentransfernya ke dalam aliran darah ke seluruh tubuh. Zat tembakau telah ditemukan dalam lendir leher rahim perempuan yang merokok. Zat ini merusak DNA dari sel-sel leher rahim dan dapat menyebabkan perkembangan kanker rahim.

 

  1. Imunosupresi

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini merusak sistem kekebalan tubuh sepenuhnya dan membuat perempuan menjadi lebih berisiko terinfeksi HPV. Ini adalah salah satu Faktor Penyebab Kanker Rahim pada wanita dengan AIDS. Sistem kekebalan tubuh sangat penting dalam menghancurkan sel-sel kanker, dan memperlambat pertumbuhan dan penyebaran. Sebuah rahim pra-kanker adalah mungkin untuk berkembang menjadi kanker invasif lebih cepat pada perempuan dengan HIV.

 

  1. Chlamydia Infeksi

Faktor Penyebab Kanker Rahim yang satu ini adalah bakteri yang sangat umum yang dapat menginfeksi sistem reproduksi. Penyebaran terutama melalui kontak seksual yang tidak menggunakan alat kontrasepsi. Chlamydia paling sering menjangkiti kaum wanita yang berusia muda, namun penyakit ini bisa menjangkiti baik pria maupun wanita pada segala usia. Penyakit ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius jika tidak segera ditangani dengan tuntas.

 

  1. Diet Rendah Karotenoid dan Defisiensi Asam Folat

Faktor Penyebab Kanker RahimBanyak sayur dan buah yang mengandung bahan-bahan antioksidan dan berkhasiat mencegah kanker. Dari beberapa penelitian ternyata defisiensi terhadap asam folat, vitamin C, E, beta karotin/retinol berhubungan dengan peningkatan Faktor Penyebab Kanker Rahim.

 

  1. Penggunaan Pil KB

Penggunaan pil KB yang tidak sesuai dengan aturan, dan tidak diimbangi dengan memberikan nutrisi seimbang kepada tubuh akan meningkatkan Faktor Penyebab Kanker Rahim. Terlebih jika kurang bisa menjaga kebersihan organ kewanitaan. Pada suhu yang lembab, virus, jamur, dan bakteri sangat mudah berkembang dan menyebar. Infeksi dalam jangka waktu yang lama dapat memicu terjadinya kanker.

 

  1. Kehamilan

Wanita yang melahirkan banyak anak dengan rentan waktu yang terlalu dekat memiliki peningkatan Faktor Penyebab Kanker Rahim. Hal ini mungkin karena beberapa wanita mungkin telah terkena tindakan seksual yang tidak aman yang telah terkena sehingga mereka dengan mudah ter infeksi HPV. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh dari wanita hamil yang lemah, yang memungkinkan untuk terinfeksi HPV / pertumbuhan kanker.

 

 

 

Faktor Penyebab Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Bahaya Penebalan Dinding Rahim – Rahim adalah anggota dari berongga, yang memungkinkan embrio untuk tumbuh di rumah , rahim memiliki dinding yang kuat dari struktur permukaan dan jaringan kelenjar di otot-otot rahim, masing-masing dengan ketebalan sendiri. Dalam kondisi yang tidak biasa, dan dinding rahim memiliki ketebalan luar biasa dan memanggil “rahim ketebalan dinding”.

Dalam istilah medis, disebut ketebalan endometrium dan hiperplasia endometrium adalah lapisan permukaan penebalan rahim (lapisan rahim: mengupas lapisan saat menstruasi) karena meningkatnya jumlah sel penyusun sel abnormal dan bahwa pembentukan pertumbuhan berlebihan. Kondisi ini bisa sulit untuk membuat seorang wanita hamil, atau bahkan terancam dapat menyebabkan kanker serviks.

 

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Bahkan penebalan endometrium (hiperplasia endometrium) itu sendiri tidak kanker dan dapat kembali normal, tapi kondisi ini kadang-kadang menyebabkan kanker di kemudian hari, terutama ketika tidak ada pengobatan yang tepat.

 

Apa Saja Tanda dan Gejala ketebalan Rahim dinding?

Gejala yang paling menonjol ketika dihadapkan dengan ketebalan dinding rahim wanita perdarahan uterus abnormal, itu berarti sebagai berikut:

  • pendarahan selama lebih parah siklus menstruasi atau berlangsung lebih lama kebiasaan.  – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • siklus menstruasi lebih pendek dari 21 hari (dihitung dari hari pertama siklus menstruasi pada hari pertama periode menstruasi berikutnya), biasanya 28-30 hari.
  • pendarahan setelah menopause. – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • pendarahan yang terjadi di luar agenda siklus menstruasi.

Karena keparahan perdarahan yang terjadi, maka kondisi ini bisa membuat wanita kehilangan banyak darah sehingga dapat menjadi anemia dengan serangkaian gejala seperti lemah, letih, lesu, pusing, pusing, dan tampaknya pucat.

Dalam beberapa kasus, ketebalan lapisan rahim menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri pada uterus dan nyeri selama hubungan seksual.

 

Apa Yang Menyebabkan Ketebalan Rahim dinding?

Jika tubuh Anda memiliki banyak estrogen diimbangi dengan hormon progesteron, maka kondisi ini bisa mengembangkan hiperplasia endometrium, untuk lebih memudahkan pemahaman tentang bagaimana evolusi hiperplasia lapisan rahim, maka kita harus memahami terlebih dahulu bagaimana perubahan hormonal selama siklus menstruasi mempengaruhi lapisan rahim.  – Bahaya Penebalan Dinding Rahim

 

Bahaya Penebalan Dinding Pada awal siklus menstruasi ovarium memproduksi estrogen, hormon ini menyebabkan pertumbuhan lapisan rahim, dan mengental rahim untuk mempersiapkan kehamilan. Pada pertengahan siklus, satu telur dari ovarium lulus ( ovulasi ). Segera setelah ovulasi, dan itu mulai hormon yang disebut lain tingkat progesteron meningkat. Hormon progesteron, yang mempersiapkan lapisan rahim untuk menerima dan mengurus telur dibuahi. Jika kehamilan tidak terjadi, kedua hormon ini, estrogen dan progesteron penurunan. Penurunan memicu hormon progesteron menstruasi , atau penghapusan lapisan rahim. Setelah di lapisan rahim adalah benar-benar dalam bentuk darah menstruasi melalui, maka siklus menstruasi baru dimulai lagi, dan akan diulang.

 

Hiperplasia endometrium oleh kelebihan estrogen tanpa progesteron. Jika ovulasi tidak terjadi, tidak progesteron, lapisan rahim tidak terurai. Endometriosis dapat terus tumbuh dalam menanggapi estrogen. Jumlah penuyusunnya sel banyak melebhi alami yang disebut kondisi inflasi ini. Pada beberapa wanita, hiper, disebut inflasi, dapat menyebabkan kanker.

 

Ketika situasi ini terjadi?

Hiperplasia endometrium biasanya setelah menopause, ketika ovulasi dan progesteron berhenti tidak lagi ditawarkan. Hal ini juga dapat ketebalan dinding rahim terjadi selama menopause, ketika ovulasi tidak terjadi secara teratur

Selain persyaratan di atas, ada sejumlah kasus lain yang memungkinkan untuk wanita yang menderita hiperplasia endometrium:

  • penggunaan obat yang bekerja seperti estrogen, seperti pil.
  • penggunaan jangka panjang kontrasepsi oral dosis tinggi estrogen setelah menopause.
  • tidak teratur siklus menstruasi, khususnya yang berkaitan dengan sindrom ovarium polikistik ( PCOS ) atau infertilitas (ketidaksuburan).   – Bahaya Penebalan Dinding
  • kelebihan berat badan atau obesitas.  – Bahaya Penebalan Dinding Rahim

 

Apa saja Bahaya Penebalan Dinding Rahim?

Ketebalan dinding mungkin terjadi pada wanita dengan faktor Bahaya Penebalan Dinding Rahim diantaranya :

  • usia yang lebih tua dari 35 tahun
  • kulit putih   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • ada tidak hamil   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • senior di menopause   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • usia dini ketika menstruasi dimulai
  • obesitas   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • merokok   – Bahaya Penebalan Dinding Rahim
  • riwayat keluarga kanker ovarium dan kanker usus besar, dan ovarium.

 

Mengetahui Jenis Hiperplasia Endometrium Mengklasifikasikan

Hiperplasia endometrium dalam bentuk sederhana atau kompleks. Kondisi ini juga diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya perubahan tertentu sel. Jika ada perubahan sel yang abnormal, yang disebut abnormal. Kombinasi dari kedua kriteria klasifikasi untuk memperjelas yang tepat hiperplasia endometrium:

  • hipertrofi sederhana
  • hiperplasia kompleks
  • hiperplasia atipikal sederhana
  • kompleks atipikal hiperplasia

 

Bagaimana Mendiagnosa Hiperplasia Endometrium?

Ada banyak penyebab perdarahan uterus abnormal. Jika Anda memiliki perdarahan yang abnormal, usia 35 tahun atau lebih, atau jika Anda berusia lebih muda dari 35 tahun dan menderita perdarahan abnormal, yang tidak didukung oleh obat, dan dokter dapat menguji kinerja diagnostik untuk menentukan apakah atau endometrium hiperplasia dan kanker.

USG melalui vagina untuk mengukur ketebalan lapisan rahim. Untuk tes ini, perangkat kecil yang ditempatkan di dalam vagina. Gelombang suara dikonversi menjadi gambar dari perangkat dari organ panggul. Jika endometrium tampak tebal, maka mungkin hal ini menunjukkan bahwa ketebalan lapisan rahim, hiperplasia endometrium.

Satu-satunya cara untuk menentukan apakah ada kanker atau tidak adalah dengan mengambil sampel kecil jaringan dari lapisan rahim dan diperiksa di bawah mikroskop, dan ini dapat dilakukan melalui penggunaan biopsi endometrium, ekspansi dan kuretase atau rahim.  – Bahaya Penebalan Dinding Rahim

 

 

 

Bahaya Penebalan Dinding Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Kanker Rahim

Bahaya Kanker Rahim

Bahaya Kanker Rahim

Bahaya Kanker Rahim – Rahim merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi seorang wanita. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ ini adalah kanker rahim. Kanker yang sering disebut kanker endometrium ini muncul di bagian organ kewanitaan. Kanker rahim adalah salah satu jenis kanker yang sangat menakutkan dan cukup banyak terjadi pada wanita di zaman sekarang ini. Kanker rahim sulit dideteksi dan baru bisa diketahui pada saat stadium lanjut. Jadi, penting sekali bagi para wanita untuk waspada terhadap Bahaya Kanker Rahim ini.

Penyebab kanker rahim belum dapat diketahui secara pasti. Tetapi faktor utama yang dapat meningkatkan resiko penyakit ini adalah ketidakseimbangan hormon tubuh, terutama kadar hormon estrogen yang tinggi, selain itu penyebab kanker rahim juga bisa dikarenakan menopause yang terlambat, terapi penggantian hormone, dan penggunaan tamoksifen jangka panjang.

Kanker rahim merupakan salah satu penyakit yang kerap kali diderita banyak wanita, terutama wanita yang belum memiliki anak, wanita yang mengalami menopause terlambat atau wanita yang mengalami menopause terlalu cepat. Pengobatan ini biasanya menyebabkan Bahaya Kanker Rahim, namun lebih bahaya lagi bila tidak dilakukan pengobatan terhadap penyakit kanker tersebut. Adapun Bahaya Kanker Rahim pasca pengobatan adalah sebagai berikut:

 

  1. Mengalami menopause lebih cepat

Bahaya Kanker RahimMenopause dini merupakan istilah lain dari pengalaman wanita yang kehilangan masa subur lebih awal dibanding wanita lainnya. Orang telah melakukan pembedahan atau proses operasi pada rahim dapat mengalami menopause lebih cepat, Bahaya Kanker Rahim ini disebabkan karena adanya kelainan pada ovarium yang bertugas untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron.

  1. Vagina menjadi sempit

Penyempitan vagina dapat terjadi pasca melakukan pengobatan kanker rahim, Bahaya Kanker Rahim ini dapat menyebabkan Anda kesulitan saat melakukan hubungan seks bahkan beberapa wanita mengalami seks yang menyakitkan dan ada pendarahan, walau tidak melakukan operasi, pengobatan lain seperti radioterapi juga dapat menyebabkan vagina menjadi sempit.

  1. Limfedema

Merupakan jenis penyakit kelenjar getah bening yang kerap muncul selepas melakukan operasi penyakit kanker rahim, sel kanker dapat tumbuh pada kelenjar getah bening dan dapat menyebabkan munculnya kembali penyakit kanker kelenjar getah bening. Proses operasi dapat menyisakan sebagian sel dan sel yang tersisa tersebut berpotensi menyebabkan Bahaya Kanker Rahim yang lebih besar.

  1. Dampak emosional

Penyakit kanker rahim dapat menyebabkan emosi menjadi tidak seimbang, Bahaya Kanker Rahim ini dipengaruhi oleh adanya faktor dari hormon estrogen dan progesteron.

 

Selain menyebabkan bahaya diatas, penyakit kanker rahim yang tidak diobati berpotensi menyebabkan kanker semakin besar dan parah serta meningkatkan risiko terkena penyakit berikut :

 

  1. Nyeri saraf

Saraf seluruh tubuh dapat terasa sakit ketika mengalami penyakit kanker rahim, sejumlah otot dapat merasakan nyeri bahkan sampai kaku dan tidak bisa digerakkan.

  1. Gagal ginjal

Penyakit ini umum terjadi pada orang yang mengidap penyakit kronis layaknya penyakit kanker, dalam sejumlah besar kasus penyakit kanker rahim dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

  1. Pembekuan darahBahaya Kanker Rahim

Pendarahan dan pembekuan darah dapat terjadi pada orang yang mengidap kanker rahim, darah keluar melalui vagina di luar siklus menstruasi terjadi infeksi dan peradangan pada saluran kemih dan vagina.

  1. Fistula

Komplikasi ini merupakan jenis komplikasi paling berat dan paling bahaya, penyakit kanker rahim menyebabkan 1 dari 50 wanita mengalami penyakit fistula.

 

Itulah beberapa Bahaya Kanker Rahim yang mungkin bisa menambah wawasan kita tentang penyakit kanker rahim yang berbahaya ini, semoga bermanfaat…

 

 

Bahaya Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Metode Diagnosa Kanker Rahim

Metode Diagnosa Kanker Rahim

Metode Diagnosa Kanker Rahim

Metode Diagnosa Kanker Rahim – Rahim merupakan bagian penting dalam sistem reproduksi wanita. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ ini adalah kanker rahim. Jenis kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium. Kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri. Tetapi jenis penyakit ini sangat jarang terjadi.

Kanker rahim menduduki peringkat keenam dunia dalam daftar kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diperkirakan sudah menyerang sekitar 320.000 wanita pada tahun 2012. Di Indonesia sendiri, kanker rahim tidak termasuk ke dalam sepuluh besar kanker yang menyerang wanita. Pada tahun 2002, terhitung ada sekitar 17,500 wanita di Indonesia yang menderita kanker rahim.

Gejala kanker rahim yang biasa dialami penderita adalah pendarahan vagina. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu waspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika Anda:

  • Sudah menopause, tapi tetap mengalami pendarahan.
  • Belum menopause, tapi mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi.

Tak sulit untuk mendeteksi adanya ketidakberesan yang ada pada rahim kita. Bila sudah ada gejala-gejala yang timbul dan dirasa tak normal, seperti terjadinya pendarahan yang terus keluar dari vagina, memeriksakan diri akan menyelamatkan nyawa kita secara dini.

Berikut adalah dua Metode Diagnosa Kanker Rahim yang dokter kerap anjurkan dan berikan untuk ditempuh pasien supaya keberadaan kanker di rahim kita dapat benar-benar dipastikan, diantaranya:

  • Tes Biopsi

Metode Diagnosa Kanker Rahim satu ini dilakukan dokter dengan sel-sel sampel yang diambil dari dinding rahim kita untuk kemudian dapat diperiksa secara seksama. Inilah yang kemudian perlu dokter cek dan lihat di bawah mikroskop. Kuret, hitereskopi, dan aspirasi jarum halus adalah tiga Metode Diagnosa Kanker Rahim yang biasa dipilih dokter dalam melakukan biopsi terhadap pasien.

  • Tes USG TransvaginalMetode Diagnosa Kanker Rahim

Bagi yang belum tahu, Metode Diagnosa Kanker Rahim jenis ini biasanya dokter pakai supaya perubahan tebal tipisnya dinding rahim dapat diperiksa lebih cermat. Terkadang perubahan ketebalan dinding rahim dapat terjadi tanpa kita sadari yang kemungkinan besar sebagai akibat adanya sel-sel kanker yang mulai menginvasi.

  • Tes Darah, Rontgen Dada, CT Scan, dan MRI Scan

Semua Metode Diagnosa Kanker Rahim ini adalah tes-tes lain yang bakal perlu ditempuh oleh pasien yang sudah positif memiliki kanker rahim. Tahap stadium atau perkembangan dari kanker tersebut dapat diperiksa melalui rangkaian Metode Diagnosa Kanker Rahim ini.

Penting untuk kita tahu bersama bahwa ada 4 stadium atau tingkat keseriusan pada kanker rahim. Dengan pengetahuan semacam ini, tentu akan meningkatkan kewaspadaan kita supaya lebih baik.

  • Stadium 1 adalah fase awal di mana kanker didapati pada rahim.
  • Stadium 2 adalah fase selanjutnya di mana penyebaran kanker telah terdeteksi bisa sampai ke serviks atau leher rahim.
  • Stadium 3 adalah fase di mana penyebaran kanker sudah lebih serius, yaitu hingga ke luar rahim dan ini otomatis menyerang jaringan yang ada di noda limfa maupun sekitar panggul kita. – Metode Diagnosa Kanker Rahim
  • Stadium 4 adalah fase terakhir dan paling serius di mana penyebaran makin meluas, yaitu telah sampai di jaringan organ lain, termasuk perut, paru-paru, hati, usus besar dan kantong kemih.   – Metode Diagnosa Kanker Rahim

 

Makin dini kanker rahim Anda terdeteksi, kemungkinan Anda untuk bertahan hidup serta sembuh akan menjadi makin tinggi. Jika terdeteksi mengidap kanker rahim pada stadium 1 atau 2, penderita memiliki kemungkinan sekitar 75% untuk bertahan hidup selama lima tahun atau lebih. Sebagian besar penderita kanker rahim yang terdiagnosis pada stadium 1 akhirnya sembuh total. Maka dari itu Metode Diagnosa Kanker Rahim disarankan untuk dilakukan sebelum akhirnya terediagnosa sudah dalam tahap yang parah. Semoga bermanfaat…

 

 

Metode Diagnosa Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim – Divonis menderita kanker rahim pastilah pengalaman yang menakutkan. Namun bukan berarti Anda tanpa harapan. Dengan bantuan dan informasi yang tepat, Anda dapat membuat keputusan mengenai Pengobatan Kanker Rahim yang akan dijalani. Informasi artikel ini membantu Anda dalam pertimbangan menentukan pengobatan maupun obat kanker rahim yang terbaik.

Ada banyak istilah yang dikenal, yang merujuk pada kanker rahim, diantaranya adalah kanker kandungan, kanker uterus, dan kanker endometrium. Risiko penyakit ini akan meningkat sejak seorang wanita menginjak usia 45 tahun. Meski begitu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa ada semakin banyak wanita muda yang divonis mengidap kanker rahim, dalam tahun-tahun belakangan ini. Pada wanita yang sudah mengalami menopause, perdarahan apapun yang keluar dari vagina, dapat dengan mudah dikenali sebagai indikasi keberadaan kanker rahim. Sebaliknya, bagi mereka yang belum mengalami menopause, seringkali sulit membedakan antara menstruasi biasa dengan perdarahan yang abnormal.

Wanita dalam usia produktif harus waspada jika mengalami perubahan pola apapun dalam menstruasi. Waspadalah jika periode menstruasi Anda berlangsung lebih lama, dengan perdarahan yang lebih banyak. Bisa jadi, ini adalah tanda keberadaan kanker rahim, meskipun ada juga kemungkinan bahwa ini disebabkan oleh kelainan lain yang terjadi. Gejala lainnya dapat berupa rasa nyeri pada perut bagian bawah, pinggang, dan panggul; keputihan abnormal, anemia, dan penurunan berat badan. Jika sudah mencapai stadium lanjut, rasa nyeri dan pembengkakan yang terjadi, dapat mencapai bagian kaki.

Bila Anda divonis terkena kanker rahim, jangan takut, berikut beberapa pilihan terbaik Pengobatan Kanker Rahim yang tersedia saat ini, secara medis maupun alternatif. Faktanya, dengan pengobatan dan perawatan yang benar harapan kesembuhan kanker rahim akan semakin besar.

 

Pengobatan Kanker Rahim Konvensional

Ada dua pilihan utama yang seringkali diberikan oleh dokter untuk mengatasi kanker rahim stadium awal, yakni operasi histerektomi dan radiasi. Pada kasus tertentu, Pengobatan Kanker Rahim dengan metode radiasi bisa jadi dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan ukuran sel kanker, sebelum akhirnya diangkat.

Pengobatan Kanker RahimMeski Pengobatan Kanker Rahim dengan metode histerektomi dinilai cukup efektif, seringkali mereka yang terpaksa menjalaninya akan mengalami efek samping berupa penurunan kualitas seksual dan hilangnya kemampuan reproduksi. Tentu saja, ini dapat memicu terjadinya depresi yang kronis. Jika kanker berkembang menuju stadium lanjut, Pengobatan Kanker Rahim dengan metode kemoterapi yang dikenal melelahkan dan menyakitkan adalah pilihan terakhir Pengobatan Kanker Rahim konvensional.

Namun, di luar negeri efektivitas kemoterapi dan radiasi dapat ditingkatkan dengan bantuan imunoterapi, dimana efek samping metode pengobatan ortodoks tersebut dapat ditekan seminimal mungkin, dengan mengoptimalkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Kita tunggu saja, siapa tahu di masa depan nanti, jenis Pengobatan Kanker Rahim ini dapat diterapkan di Indonesia.

 

Pengobatan Kanker Rahim Alternatif

Tanpa harus berobat ke luar negeri, sebenarnya ada jenis Pengobatan Kanker Rahim alternatif yang juga bekerja dengan cara yang serupa dengan imunoterapi, dimana sistem kekebalan tubuh Anda akan diaktifkan untuk menginduksi program bunuh diri pada sel kanker (apoptosis). Proses ini akan menekan pertumbuhan dan perkembangan sel kanker sehingga menurunkan tingkat penyebaran (proliferasi) kanker pada organ tubuh lainnya.

Pengobatan Kanker RahimMekanisme penyerangan ini bisa didapatkan dari aktivitas flavonoid, lutein, dan karotenoid, senyawa antioksidan yang ternyata ditemukan dengan kadar yang cukup tinggi dalam suplemen herbal asal Jepang, S Lutena. Dengan kemampuan yang dimilikinya ini, S Lutena tidak hanya mampu mencegah, tetapi juga ampuh digunakan untuk Pengobatan Kanker Rahim.

Berdasarkan pengalaman empiris penggunanya, konsumsi rutin selama 1-3 bulan saja, yang juga diikuti dengan menjalani pola hidup sehat, sudah membawa pengaruh yang signifikan pada proses pembunuhan sel kanker dalam organ-organ tubuh Anda.

 

 

Pengobatan Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks – Berdasarkan data WHO, kanker serviks merupakan jenis kanker nomor dua yang paling sering diderita oleh wanita Indonesia, setelah kanker payudara. Pada tahun 2012, di Indonesia terdapat 20.928 wanita yang terdiagnosa kanker serviks dan 9.498 diantaranya meninggal dunia. Diperkirakan setiap satu jam, ada satu wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks.

Hampir 70 persen penyakit kanker serviks, baru diketahui saat kondisi sudah stadium lanjut. Padahal semakin dini penyakit kanker serviks ditemukan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh.  Ada banyak kelalaian dan gaya hidup yang dapat menjadi Penyebab Kanker Serviks pada diri seseorang, yaitu :

 

  1. Banyaknya wanita tidak mengenal dan jarang melakukan pap smear

Pap smear sangat penting bagi wanita untuk mengetahui kesehatan rahimnya. Banyak wanita seringkali meremehkan bagian tubuh yang satu ini, akhirnya pap smear bukanlah suatu hal penting. Dan inilah yang jadi salah satu Penyebab Kanker Serviks yang ditemukan terlambat.

  1. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Tidak semua orang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun wanita normal pada umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang seimbang. Penyebab Kanker Serviks ada pada mereka yang menderita HIV/AIDS karena para penderita inilah yang rawan terkena kanker. Mengapa? Kondisi kekebalan tubuh mereka sangatlah lemah, sehingga berbagai virus dapat berkembang pesat di dalam tubuh mereka. Seringkali mereka yang menderita HIV/AIDS meregang nyawa bukan karena virus HIV, namun karena penyebab lain, salah satunya kanker serviks.

  1. Usia 40 tahun ke atas

Semakin bertambahnya usia, tubuh rentan terserang berbagai macam penyakit juga menjadi salah satu Penyebab Kanker Serviks. Dokter seringkali menyarankan agar kita menjaga apa yang kita konsumsi serta berolahraga secara teratur. Konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan mampu menjaga keseimbangan tubuh kita dan membantu regenerasi sel-sel tubuh. Dengan menu konsumsi yang tepat dan sehat, secara otomatis kita akan menjadi lebih sehat, karena sel-sel tubuh selalu muda. Virus dan segala macam penyakit tidak akan mudah menginfeksi. Untuk itu, kita yang mulai menginjak usia 40 tahun, lebih cermat memilih apa yang akan dikonsumsi dan rajin-rajin berolahraga secara rutin.  – Penyebab Kanker Serviks

  1. Berganti-ganti pasangan

Penyebab Kanker Serviks yang berikutnya yaitu berganti-ganti pasangan. Selain rentan terserang virus HIV/AIDS, mereka yang sering kali berganti-ganti pasangan mudah terserang kanker serviks. Apalagi jika pasangan menderita penyakit, penularan penyakit melalui persetubuhan lebih mudah terjadi. Untuk itu, sebaiknya mulai sekarang kita berhati-hati dan lebih bijaksana dan setia pada pasangan kita.

  1. Merokok

Tertera di bungkus rokok, apabila merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, khususnya kemandulan pada wanita. Dan Penyebab Kanker Serviks juga merupakan salah satu efek yang sangat mungkin terjadi pada para perokok wanita. Tidak dapat dipungkiri bahwa di balik kenikmatan merokok, efek negatif banyak ditimbulkan. Jadi merupakan pilihan Anda untuk melanjutkan kegiatan merokok Anda, atau berhenti dan terhindar dari segala macam penyakit, termasuk kanker serviks.

  1. Tidak menjaga kebersihan pakaian dalam

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada leher rahim yaitu antara vagina dan rahim. Untuk itu, penting bagi seorang wanita menjaga kebersihan pakaian dalamnya. Selain pakaian dalam, Anda juga harus sering mengganti pembalut saat sedang menstruasi. Jangan sampai ada tumpukan bakteri di sekitar vagina Anda. Karena tidak menjaga kebersihan pakaian dalam ini juga termasuk salah satu Penyebab Kanker Serviks.

  1. Seks bebas

Selama ini mungkin Anda hanya sering mendengar bahwa seks bebas dapat menyebabkan penyakit AIDS. Padahal seks bebas juga bisa menjadi Penyebab Kanker Serviks yang paling utama. Selain itu seks pada usia dini juga bisa menjadi Penyebab Kanker Serviks. Untuk itu bagi Anda yang sudah aktif secara seksual, sebaiknya rutin melakukan papsmear.

  1. Mengonsumsi makanan cepat saji

Penyebab Kanker ServiksMakanan cepat saji juga diketahui mengandung zat karsinogenik, yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, mengonsumsi makanan yang dibakar juga bisa menjadi Penyebab Kanker Serviks. Bagian gosong pada makanan tersebut, mengandung arang sisa pembakaran yang tidak bisa diolah oleh tubuh sehingga bisa menjadi pemicu kanker.

  1. Stres

Gangguan psikologis yang satu ini diketahui dapat menyebabkan banyak penyakit, termasuk kanker serviks. Penyebab Kanker Serviks ini adalah stres yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga sulit untuk melawan virus HPV. Jadi berusahalah untuk membuat hati Anda tetap senang dan terbebas dari stres.

 

 

 

Penyebab Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Risiko Kanker Serviks

Faktor Risiko Kanker Serviks

Faktor Risiko Kanker Serviks

Kanker leher rahim atau yang lebih dikenal sebagai kanker serviks, adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada leher rahim wanita. Leher rahim atau serviks adalah bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus. Setiap wanita beresiko terkena kanker serviks dan resiko mengidap kanker serviks meningkat apabila anda memiliki Faktor Risiko Kanker Serviks berikut ini :

  1. Infeksi HPV (Human Pappiloma Virus)

Faktor Risiko Kanker Serviks yang pertama yaitu terinfeksi HPV. Human Pappiloma Virus adalah kelompok yang terdiri dari 150 lebih jenis virus dan ditularkan melalui hubungan seksual baik secara vaginal maupun oral. Infeksi HPV dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius pada organ mulut dan genital, tetapi virus ini tidak mampu menyerang organ dalam tubuh seperti jantung dan paru-paru. Infeksi HPV adalah penyebab utama kanker pada organ genitalia wanita seperi serviks, vagina, endometrium dan ovari.

 

  1. Merokok

Merokok dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker ServiksFaktor Risiko Kanker Serviks, karena rokok mengandung zat kimia yang dapat merusak DNA pada sel jaringan serviks dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV. Perokok aktif maupun pasif memiliki resiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

 

  1. Bergonta-ganti pasangan

Melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Serviks, karena virus HPV yang menyebabkan infeksi pada leher rahim ditularkan melalui hubungan seksual.

 

  1. Kurangnya konsumsi buah dan sayur

Kurangnya konsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan Faktor Risiko Kanker Serviks. Sayur dan buah mengandung antioksidan yang merupakan penangkal infeksi dan radikal bebas, serta berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh.

 

  1. Kelebihan berat badan

Wanita yang memiliki kelebihan berat badan memiliki Faktor Risiko Kanker Serviks yang lebih tinggi mengidap adenokarsinoma kanker.

 

  1. Kontrasepsi oral (pil kb)

Wanita yang rajin mengkonsumsi kontrasepsi oral atau pil KB dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari lima tahun beresiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

 

  1. Kehamilan

FFaktor Risiko Kanker Serviksaktor kehamilan juga berpengaruh terhapap tingginya Faktor Risiko Kanker Serviks. Wanita yang hamil dibawah usia 17 tahun memiliki resiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang hamil diatas usia 25 tahun.

Sementara itu, wanita yang pernah hamil lebih dari 3 kali semasa hidupnya juga memiliki Faktor Risiko Kanker Serviks yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena sistem hormonal yang berubah-ubah dan lemahnya sistem kekebalan tubuh disaat kehamilan.

 

  1. Riwayat keluarga

Sama halnya dengan kanker payudara, kanker ini juga diturunkan secara genetis. Jika seorang wanita mempunyai ibu atau saudara perempuan yang mengidap kanker serviks, maka ia memiliki Faktor Risiko Kanker Serviks 2-3 kali lebih besar. Hal ini disebabkan karena faktor ketidakmampuan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.

 

Penyebab Kanker Serviks

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Faktor Risiko Kanker Serviks disebabkan karena infeksi virus HPV. Virus ini menginfeksi leher rahim dalam waktu yang singkat dan menetap, serta menginvasi bagian dalam sel dinding leher rahim dalam jangka waktu yang lama.

Infeksi virus HPV tidak menimbulkan gejala serius pada tahap awal, akan tetapi dapat dengan mudah dikenali dengan pemeriksaan pap-smear sehingga hampir 90% kasus infeksi HPV dapat ditangani dan pasien bisa sembuh total dalam jangka waktu maksimal 2 tahun.

Jika infeksi HPV tidak segera ditangani, maka dalam jangka waktu 10 hingga 30 tahun kemudian infeksi ini akan berubah menjadi kanker yang mematikan.

 

Demikian penjelasan mengenai penyebab dan gejala kanker serviks beserta pencegahannya. Penyakit kanker tidak timbul secara tiba-tiba, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini agar Anda terbebas dari resiko mengidap penyakit ini.

 

 

Faktor Risiko Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Sebagian dari kita masih kerap bingung dalam membedakan kanker rahim dan kanker serviks di mana keduanya malah dikira adalah hal yang sama. Padahal kanker rahim memiliki nama lain yaitu kanker uterus yang juga diketahui sebagai tumor ganas. Jenis kanker ini asalnya adalah dari pertumbuhan tumor ganas yang ada berkembang di bagian lapisan rahim. Berikut adalah beberapa Ciri-Ciri Kanker Rahim, diantaranya :

 

  1. Pendarahan setelah menopause

Salah satu Ciri-Ciri Kanker Rahim yang paling kelihatan mungkin adalah yang dirasakan oleh para wanita proses masa menopause sudah berakhir. Tentu pada waktu tersebut, datang bulan bukan lagi siklus bulanan yang harus dihadapi, tapi ternyata masih tetap bisa mengalami pendarahan. Pendarahan yang terjadi pada wanita setelah menopause ini termasuk pendarahan yang sering dengan kuantitas yang cukup banyak sehingga tak salah bila dianggap tidak normal dan sangat dianjurkan untuk diperiksakan.

Pada wanita yang sedang mengalami masa datang bulan atau haid, keluarnya darah atau pendarahan merupakan hal yang biasa, tapi kalau pendarahan terjadi sesudah menopause terjadi atau mungkin terjadinya saat bukan dalam jadwal menstruasi. Memeriksakan lebih lanjut tak ada salahnya karena dokter lebih tahu dan kita pun memiliki peluang untuk menanganinya dengan benar sebelum menjadi lebih parah. Ciri-Ciri Kanker Rahim

  1. Siklus menstruasi abnormal

Menstruasi yang abnormal bisa terjadi sebagai salah satu Ciri-Ciri Kanker Rahim. Pada kasus ini, wanita dengan siklus menstruasi yang tak normal bisa jadi sedang mengidap kanker rahim sehingga memang sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri secepatnya. Menstruasi yang tak normal ini digambarkan sebagai sebuah keadaan di mana darah yang keluar saat datang bulan bisa sangat banyak jumlahnya setiap bulan. Jika Ciri-Ciri Kanker Rahim ini terjadi, diharapkan waspada dan berkonsultasi dengan dokter.

  1. Nyeri saat buang air kecil

Pernah saat buang air kecil ada rasa nyeri yang dialami? Ini bukan kondisi biasa apabila terlalu sering terjadi dan apalagi kalau dialami secara berkepanjangan. Kemungkinan besar rasa nyeri setiap buang air kecil adalah Ciri-Ciri Kanker Rahim yang bersarang di dalam rahim kita yang kalau tak segera diatasi dapat menjadi kanker ganas. Banyak yang tak begitu memerhatikan apakah saat buang air kecil ada rasa nyeri atau tidak, maka hal yang tampaknya kecil ini perlu diperhatikan mulai dari sekarang.

  1. Sakit di bagian panggul

Selain dari rasa nyeri yang dapat terasa saat buang air kecil, rasa nyeri atau sakit pun akan dirasakan di bagian panggul. Jadi ketika kita merasakan ada yang tak beres di bagian satu ini, sebaiknya segera memeriksakan diri, khususnya kalau rasa sakit itu terus muncul disertai dengan gejala lainnya. Ciri-Ciri Kanker Rahim satu ini cukup tak biasa sehingga tentunya menyadarkan kita bahwa ada yang salah pada kesehatan rahim.

  1. Sakit ketika berhubungan intim

Rasa sakit pun akan muncul ketika sedang melakukan hubungan intim dengan pasangan. Rasa sakit tersebut bisa di bagian panggul seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Ketika Ciri-Ciri Kanker Rahim ini terjadi, jangan takut untuk segera ke dokter memastikan apa yang tengah terjadi dan apakah benar ada kanker rahim yang sedang diderita. Kita patut curiga dan lebih waspada apabila ada Ciri-Ciri Kanker Rahim lainnya yang turut terjadi selain dari rasa sakit saat melakukan hubungan seksual ini.

  1. Benjolan di perut bawah

Untuk secara fisik, ada Ciri-Ciri Kanker Rahim yang dapat coba diperhatikan, yakni benjolan pada bagian perut bawah yang bakal Ciri-Ciri Kanker Rahimdapat dirasakan apabila kita mengeceknya dengan seksama. Tentu adanya benjolan yang mencurigakan harus segera ditanyakan ke dokter karena itu bisa jadi tumor yang tengah berkembang. Sebelum menjadi besar dan menyebar, perlu untuk mendapat penanganan langsung dari dokter.

  1. Berat badan turun drastis

Kita pun patut curiga apabila mendapati Ciri-Ciri Kanker Rahim dengan berat badan kita bisa mengalami penurunan yang amat drastis, padahal kita makan seperti biasa. Namun, terkadang berat badan yang hilang secara terus-menerus dapat dikarenakan rasa sakit yang tak tertahankan sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pada tubuh dan membuat kita kehilangan selera makan. Inilah yang kemudian berimbas pada bobot tubuh yang mengalami penurunan.  Ciri-Ciri Kanker Rahim

  1. Sistem daya tahan tubuh menurun

Kanker rahim pada dasarnya agak susah terdeteksi apalagi sejak awal dikarenakan ketidaksadaran penderitanya bahwa virus telah menginfeksi tubuhnya. Dan ini semua disebabkan oleh proses perjalanan dari infeksi virus HPV yang tergolong sangat lama sampai akhirnya menjadi kanker. Namun, sebenarnya kita masih bisa mendeteksinya dengan merasakan Ciri-Ciri Kanker Rahim yang bisa dikenali dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah dimana membuat tubuh kita menjadi cepat lelah dan lemas secara berlebih padahal aktivitas kita tak terlalu banyak, atau tidak ada kegiatan yang sampai harus menguras tenaga.

  1. Bercak vagina berbau

Ciri-Ciri Kanker Rahim yang sudah berada di stadium lanjut, bercak vagina yang berbau dapat terjadi dan dialami oleh penderita kanker rahim. Ketika sudah muncul bau yang tak biasa dan bercak tersebut pun dianggap tak normal, jangan ragu langsung mendeteksinya dengan melakukan serangkaian tes diagnosa supaya penanganan tepat bisa segera diberikan. Dengan begitu proses penyebaran pun bisa lebih diperlambat.

Aroma yang amis akan datang dari bercak tersebut, dan inilah tanda di mana kanker yang diderita sudah mulai mengganas. Ciri-Ciri Kanker Rahim satu ini akan timbul saat terjadi perubahan sel yang abnormal menjadi ganas dan melakukan penyusupan ke jaringan di sekelilingnya.

 

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan melindungi organ-organ sekitarnya, tentu sejumlah metode diagnosa bisa dilakukan dengan langsung menemui dokter. Penanganan akan menjadi lebih sulit ketika sudah berada pada level yang jauh lebih serius.  – Ciri-Ciri Kanker Rahim

 

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Posted in Uncategorized | Leave a comment