Cara Deteksi Dini Kanker Ovarium

Cara Deteksi Dini Kanker Ovarium

Cara Deteksi Dini Kanker Ovarium

Deteksi dini kanker ovarium merupakan tema dari informasi yang akan dibagikan pada kesempatan berikut ini. Tahukah anda apa itu kanker ovarium? Apakah bedanya kanker ovarium dengan kanker lain yang berhubungan dengan organ reproduksi wanita? Semua informasi tersebut akan dibahas pada artikel berikut ini.

Kanker ovarium adalah satu lagi penyakit kanker yang menyerang wanita dan seringkali menjadi momok yang membahayakan kesehatan seseorang. Penyakit kanker yang satu ini memang sangat berbahaya, karena biasanya sulit sekali untuk diketahui dan dideteksi keberadaannya. Deteksi dini kanker ovarium memang sangat diperlukan untuk mencegah efek sampingnya yang semakin membahayakan.

Mengapa deteksi dini kanker ovarium juga sangat dibutuhkan adalah karena gejala dari  kanker ovarium hampir sama sekali tidak muncul dan penderitanya pun umumnya tidak memiliki keluhan sakit apapun. Keadaan ini pastinya membingungkan pasien ketika sudah mencapai stadium lanjut baru menyadari bahwa ada sel kanker yang berkembang di dalam tubuhnya.

 

 

Cara Deteksi Dini Kanker Ovarium yang Bermanfaat untuk Anda

Penyakit kanker ovarium ini memiliki efek samping yang sangat besar dan harus diwaspadai. Efek samping tersebut menyebabkan indung telur tidak dapat berfungsi sesuai fungsinya lagi. Tentu hal ini sangat tidak diharapkan oleh wanita manapun. Oleh sebab itu, berikut ini informasi mengenai sedikitnya cara deteksi dini kanker ovarium yang perlu anda ketahui:

Seperti yang telah dijelaskan di bagian sebelumnya, untuk menghindari efek bahaya yang lebih besar perlu dilakukan deteksi dini kanker ovarium. Jika tidak dilaksanakan, dikhawatirkan keberadaan dari kanker ovarium ini diketahui sudah terlambat dan sudah menyebar dengan parah. Itulah sebabnya mengapa anda harus melakukan berbagai cara deteksi dini kanker ovarium berikut ini:

 

  1. Memperhatikan bentuk tubuh

Anda harus selalu memperhatikan apakah ada bagian pada tubuh anda yang mencolok, karena ketidaknormalannya. Jika anda menemukan keanehan pada bentuk tubuh di sekitar perut, kaki, dan selangkan, maka bersiap-siaplah anda untuk menemukan pengobatan terbaik bagi kanker ovarium yang mungkin mengintai anda.

 

  1. Melakukan pemeriksaan panggul rektovaginal

Satu lagi cara deteksi dini kanker ovarium yang bisa anda lakukan dengan bantuan dokter adalah dengan melakukan pemeriksaan panggul. Pemeriksaan ini dikenal dengan nama tes PAP. Jika ditemukan adanya benjolan di daerah dekat dengan panggul anda, maka berhati-hatilah mungkin penyakit yang sedang menyerang anda memang sangat berbahaya.

 

  1. Melakukan pemeriksaan usg transvaginal

Lain lagi dengan pemeriksaan USG Transvaginal yang satu ini. Pemeriksaan dengan memanfaatkan ultrasound ini membuat seseorang dapat mendengar apa yang terjadi pada organ di dalam tubuh. Sehingga jika ada keanehan seperti tumor atau daging tumbuh, kemudia dapat dikunjungi lebih cepat. Seringkali perangkat mungkin juga akan dimasukkan ke organ intim anda untuk menghasilkan gambar yang lebih akurat.

 

  1. Melakukan tes darah CA-125

Mendeteksi kanker ovarium pun dapat dilakukan dengan melakukan tes darah. Tes darah ini disebut sebagai CA-125 karena adalah tingkat zat CA-125 yang diperiksa keberadaannya. Zat CA-125 ini adalah zat yang pasti ditemukan, jika seseorang menderita kanker ovarium. Akan tetapi, tidak cukup bukti hanya dengan deteksi CA-125 maka seseorang menjadi kanker ovarium. Namun, boleh diwaspadai jika ada kandungan CA-125 maka anda harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kanke ovarium.

 

  1. Melakukan pemeriksaan fisik pada bagian perut

Satu lagi cara deteksi dini kanker ovarium yang perlu anda ketahui untuk mengetahui apakah ada resiko kanker ovarium yang menyerang anda adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian perut.  Dokter akan menekan beberapa bagian perut anda, jika mungkin ditemukan tumor atau penumpukan cairan. Kemudian dokter akan mengambil sampel cairan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

  1. Melakukan pemeriksaan dengan biopsi

Pemeriksaan biopsi adalah salah satu cara deteksi dini kanker ovarium yang dapat anda lakukan. Cara ini dilakukan dengan pengangkatan beberapa jaringan atau cairan untuk mencari sel-sel kanker, termasuk juga untuk mencari sel kanker ovarium. Jika sampai operasi, maka disebut juga sebagai laparotomi.

 

  1. Melakukan pemeriksaan laparoskopi

Laparoskopi adalah pemeriksaan dengan memasukkan tabung kecil ke dalam tubuh melalui sayatan di perut. Alat ini diketahui dapat menghilangkan kista atau sel kanker ovarium sejak dini. Sehingga dapat juga dijadikan salah satu cara mencegah penyebaran sel kanker ovarium yang sedang menyerang anda.

 

  1. Munculnya rasa mual dan kembung serta masalah pencernaan lain

Salah satu ciri dari kanker ovarium yang harus anda waspadai adalah munculnya rasa mual, kembung, dan beberapa gangguan pencernaan lain. Hal ini karena ovarium memiliki lokasi yang berdekatan dengan bagian perut dan seringkali gejalanya dianggap sebagai gejala pencernaan biasa.

 

  1. Munculnya penimbunan cairan pada rongga perut

Jika terdapat penimbunan cairan pada rongga perut, maka jangan anggap remeh sebagai persoalan pencernaan biasa. Segeralah periksakan pada dokter, karena salah satu ciri kanker ovarium adalah terdapat penimbunan cairan pada rongga perut anda. Oleh sebab itu, perhatikanlah perubahan pada tubuh anda dengan seksama.

 

  1. Munculnya rasa nyeri saat senggama

Rasa nyeri saat seggama merupakan satu lagi tanda bahwa ada kanker yang sedang mengintai di daerah organ reproduksi wanita. Namun, untuk lebih jelas kanker tersebut adalah kanker ovarium atau kanker serviks, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan bantuan dokter dan tim medis lainnya.

 

 

Itulah tadi cara deteksi dini kanker ovarium yang perlu anda ketahui. Dengan demikian anda pun dapat melakukan berbagai upaya agar jika ada bibit kanker ovarium dalam tubuh anda, maka anda harus segera melakukan pertolongan pertam. Mulai dari berbagai upaya pengobatan, perawatan, dan lain sebagainya anda perlu lakukan. Perhatikanlah apakah beberapa cara deteksi dini tersebut memang menjelaskan anda terkena kanker rahim atau tidak. Jika masih tidak yakin, pindahlah ke dokter lain yang lebih siap untuk memberikan diagnosa kepada anda.

 

 

Cara Deteksi Dini Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya Kanker Ovarium

Bahaya Kanker Ovarium

Bahaya Kanker Ovarium

Kanker ovarium mungkin jarang terdengar, namun penyakit ini cukup sering menyerang kaum wanita. Dalam tahapan awal kanker ovarium hampir tidak menunjukkan gejala yang berarti, terlebih letaknya berada di dalam perut sehingga sangat sulit dideteksi. Saat masuk ke tahapan lanjut, gejala kanker ovarium telah menjadi lebih parah dan keseringan terdiagnosis pada stadium lanjut. Akibatnya pengobatan pun menjadi terlambat dan penderita kanker ovarium banyak yang tidak dapat diselamatkan nyawanya.

 

Jenis kanker ovarium tidak jauh berbeda dengan kanker paru atau kanker tulang yang dibedakan menjadi beberapa masam. Pada kanker ovarium juga terdiri dari beberapa jenis yaitu tumor epithelial (tumbuh di jaringan pembungkus), tumor stromal (tumbuh di sel penghasil hormon), tumor sel germinal (tumbuh di sel penghasil telur). Ketiganya memiliki tingkat mematikan yang sama, meskipun pada jenis yang pertama yaitu tumor epithelial lebih banyak terjadi. Beberapa gejala awal kanker ovarium pada wanita yang sering diabaikan antara lain adalah sebagai berikut:

 

  1. Sakit pada perut

Tidak berbeda dengan jenis kanker yang menyerang organ di bagian perut seperti kanker rahim, kanker lambung, atau kanker usus, kanker ovarium juga menampakan gejala berupa rasa sakit yang muncul di area perut.

 

  1. Konstipasi dan diare

Konstipasi atau sembelit bisa terjadi pada penderita kanker ovarium. Hanya saja, pada penderita kanker ovarium, sembelit atau susah buang air besar ini terjadi di masa-masa awal sel kanker tumbuh di indung telur. Pada kondisi berbeda, terkadang sembelit tidak muncul dan sebaliknya penderita bisa mengalami diare.

  1. Pembengkakan

Pembengkakan pada bagian tertentu yang dialami pasien kanker juga muncul pada penderita kanker ovarium. Bila penderita kanker otak atau kanker hati juga mengalami pembengkakan di bagian organ yang diserang sel kanker, pada kanker ovarium pun demikian. seorang wanita yang terindikasi menjadi penderita kanker ovarium akan mengalami pembengkakan yang ditandai dengan semakin besarnya ukuran lingkar perut.

 

  1. Sakit ketika berhubungan intim

Merasakan sakit saat berhubungan intim, bukan hanya menjadi gejala kanker serviks, tetapi juga kanker ovarium. Letak mulut vagina yang berdekatan dengan beberapa organ lainnya termasuk ovarium menjadikan penderita kanker ovarium bisa merasakan sakit saat mengalami tekanan di sekitar area tersebut.

 

  1. Nyeri panggul

Nyeri tidak hanya dirasakan pada bagian perut, tetapi juga pada panggul. Rasa  nyeri pada bagian panggul bisa disebabkan sel kanker yang sudah menyebar dan tumbuh semakin cepat pada area di sekitar ovarium.

 

 

Bahaya Kanker Ovarium

Penyakit yang berbahaya seperti kanker ovarium ini tentu dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, dan tak jarang menimbulkan komplikasi. Bahkan dokter pun mengalami kesulitan untuk mendeteksi adanya kanker ovarium, karena itu kita sebagai wanita wajib menjaga kesehatan organ reproduksi dan selalu rutin memeriksakan diri ke dokter secara berkala. Lalu apa saja bahaya kanker ovarium? Simak penjelasannya berikut ini:

 

  1. Terjadinya diare

Meskipun bukan bagian dari organ pencernaan, ovarium terletak pada bagian perut sehingga jika terdapat penyakit pada organ tersebut bisa mengakibatkan penderitanya sering mengalami diare. Diare ini terjadi tidak wajar, terlalu sering dan membuat penderitanya mengalami mulas yang cukup hebat. Memang diare ini sering menjadi gejala maupun akibat dari adanya kanker lambung dan kanker usus, namun ini juga bahaya kanker ovarium yang sama sehingga kita harus selalu waspada.

 

  1. Nyeri perut bagian bawah

Lokasi ovarium yang berada di perut memberikan rasa nyeri yang cukup hebat. Bahaya kanker ovarium ini biasanya terjadi berulang dan semakin parah dari waktu ke waktu. Nyeri yang dirasakan lebih kuat pada perut bagian bawah, karena letak organ reproduksi wanita berada dibagian bawah perut atau mendekati area panggul. Jika Anda merasakan sakit yang tidak wajar pada bagian ini sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

 

  1. Penyakit kanker lainnya

Kanker ovarium biasanya bersifat ganas dan dapat menyebar dengan cepat, sehingga jika tidak segera ditangani sel kanker akan menyerang jaringan lain dan menyebabkan penyakit kanker pada organ atau bagian tubuh yang lain. Hal ini dikarenakan sel kanker mampu penginvasi maupun bermetastasis sehingga bagian tubuh lain juga bisa terkena kanker seperti kanker rahim dan kanker serviks. Akibatnya penderita kanker sangat sulit untuk disembuhkan karena kankernya sudah menyebar lebih luas.

 

  1. Pendarahan

Wanita memang secara alami akan mengeluarkan darah haid setiap bulannya. Namun adanya kanker ovarium dapat mengakibatkan seorang wanita mengeluarkan darah yang banyak dan lama dari organ kelaminnya. Darah yang keluar pun bisa berlangsung hingga sebulan atau lebih. Bahaya kanker ovarium ini tidak boleh dianggap remeh dan harus segera diperiksakan ke dokter demi mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

 

  1. Penurunan berat badan

Seperti penyakit kanker lainnya, bahaya kanker ovarium pun dapat menyebabkan penderitanya kehilangan berat badan secara tidak wajar. Berat badan akan turun secara drastis meski tidak sedang melakukan diet apapun. Apalagi nafsu makan pun menjadi berkurang. Karena itu tidak heran kalau orang yang terserang kanker ovarium memiliki tubuh yang kurus seperti orang yang kekurangan nutrisi.

 

  1. Kelelahan

Orang yang menderita kanker ovarium cenderung menjadi lebih cepat lelah. Hal ini dikarenakan sel kanker yang membuat sel sehat menjadi rusak dan imunitast tubuh menjadi menurun. Selain itu menurunnya nafsu makan dan gangguan penyerapan nutrisi serta keluarnya darah yang banyak juga membuat tubuh menjadi lebih cepat merasa lelah.

 

Itulah bahaya kanker ovarium pada wanita. Karena itu kita perlu mengetahui gejala awal kanker ovarium agar bisa mendeteksinya lebih dini. Mengkonsumsi makanan sehari-hari pencegah kanker juga bisa mencegah kita terkena penyakit tersebut.

 

 

Bahaya Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri Kanker Rahim Stadium Awal

Ciri Kanker Rahim Stadium Awal
Ciri Kanker Rahim Stadium Awal

Rahim sebagai bagian organ reproduksi wanita sangat penting fungsinya dalam proses mendapatkan keturunan. Bila rahim mengalami masalah, maka seseorang menjadi sangat sulit untuk bisa hamil. Salah satu jenis penyakit yang belakangan ini sering menyerang rahim adalah kanker rahim, yang merupakan jenis kanker yang sering menyerang kaum wanita. Gejala kanker rahim memang sering dianggap sepele, apalagi jika masih dalam tahap gejala kanker rahim stadium 1 yang belum begitu dapat dirasakan. Kanker rahim stadium 1 yang merupakan stadium awal umumnya menunjukkan tanda-tanda kanker rahim yang mirip dengan gejala penyakit biasa yang mudah disembuhkan, sehingga ciri kanker rahim stadium awal perlu mendapat perhatian khusus agar dapat terdeteksi.

 

Ciri kanker rahim stadium awal biasanya dapat terlihat dari fungsi organ reproduksi yang semakin menurun dan gangguan kesehatan lainnya yang terjadi secara tiba-tiba. Umumnya penderita kanker rahim tidak dapat tertolong dan sulit disembuhkan karena gejala awalnya yang tidak dirasakan atau dianggap sepele. Padahal jika dapat diketahui secara dini penyakit ini dapat disembuhkan. Karena itu sebaiknya kita mengetahui ciri kanker rahim stadium awal berikut ini agar dapat segera memeriksakannya jika mengalami salah satu gejala tersebut :

 

  1. Keputihan Abnormal

Keputihan adalah kondisi yang normal dan wajar dialami oleh wanita, yang biasanya terjadi saat baru menyelesaikan masa menstruasi. Keputihan tersebut berwarna jernih, tidak banyak, encer, tidak berwarna dan tidak berbau. Sementara jika mengalami keputihan yang terus menerus dengan karakter yang berbau, berwarna coklat hingga kehijauan, kental dan sangat banyak bisa jadi menandakan adanya kanker rahim.

  1. Pendarahan Vagina

Keluarnya darah dari vagina saat siklus haid datang adalah hal yang normal terjadi, namun jika darah keluar selain di waktu haid dan darah yang keluar sangat banyak, artinya ada yang tidak beres dengan kondisi rahim. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi rahim dan bila ditemukan kanker rahim harus segera diobati hingga tuntas.

 

  1. Menstruasi yang Lama

Selain keluarnya darah di luar masa haid, ciri kanker rahim stadium awal meliputi siklus haid yang terjadi sangat lama di luar kewajaran. Normalnya haid berlangsung selama seminggu, namun jika terjadi lebih dari dua minggu dengan darah yang keluar sangat banyak, kemungkinan telah tumbuh sel kanker pada rahim.

 

  1. Sakit saat Berhubungan Seksual

Sakit saat berhubungan badan bisa saja wajar terjadi dalam kondisi tertentu, namun jika hal ini sering terjadi apalagi disertai keluarnya darah maka kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan. Jika memang menandakan adanya kanker rahim, maka rasa sakit tersebut semakin lama akan semakin parah sehingga dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga.

 

  1. Nyeri saat Buang Air Kecil

Nyeri saat buang air kecil identik dengan adanya gangguan pada saluran kemih seperti terjadi infeksi, namun adakalanya nyeri tersebut terjadi akibat adanya kanker rahim. Jika memang nyeri tersebut dikarenakan infeksi, maka setelah meminum obat penyakit tersebut akan sembuh, namun jika tidak kunjung sembuh dan justru bertambah parah kemungkinan besar sel kanker telah menyebar ke kandung kemih.

 

  1. Nyeri pada Panggul

Selain munculnya rasa nyeri pada saat buang air kecil, kanker rahim juga sering menyebabkan panggul terasa sakit, mudah mengalami nyeri dan terasa sangat pegal. Jika ini terjadi, sebaiknya segera cari pengobatan terbaik agar gejala cepat mereda dan kanker bisa segera diobati sedini mungkin.

 

  1. Daya Tahan Tubuh Menurun

Adanya sel kanker pada rahim membuat nutrisi yang semestinya untuk tubuh justru diserap oleh sel kanker untuk mendukung perkembangannya. Hal ini membuat tubuh mengalami defisiensi nutrisi dan menyebabkan daya tahan tubuh menjadi lemah. Akibatnya tubuh rentan mengalami penyakit dan sel kanker terus tumbuh semakin besar.

 

  1. Nyeri pada Kaki

Aktivitas sel kanker di rahim yang terus berkembang dan bertambah besar sering menyebabkan area panggul membengkak hingga menyebabkan aliran darah dari kaki menjadi tersumbat. Akibatnya cairan dari kaki akan terjebak sehingga membuat kaki menjadi bengkak dan terasa nyeri.

 

  1. Sakit Punggung

Munculnya rasa sakit punggung yang terus semakin parah hingga menghambat aktivitas juga menjadi salah satu ciri kanker rahim stadium awal. Sel kanker yang terus tumbuh akan menekan saraf yang ada di punggung bahkan ikut merusak jaringan sehat di sekitar punggung sehingga kanker rahim terkadang dapat menyebabkan sakit pada punggung.

 

  1. Mual dan Muntah

Kanker rahim yang berdekatan dengan organ pencernaan sering menyebabkan ciri kanker rahim stadium awal rasa mual hingga muntah, sehingga jika kondisi tersebut terus terjadi tanpa penyebab yang jelas perlu diwaspadai dan segera diperiksakan ke dokter. Sel kanker yang menyerang lambung akan merusak jaringan organ tersebut sehingga tidak mampu berfungsi normal.

 

  1. Kelelahan yang Tidak Wajar

Ciri kanker rahim stadium awal terakhir penderita kanker rahim seringkali merasakan kelelahan yang berlebihan atau bisa dibilang tidak wajar. Hal ini dikarenakan sel kanker rahim terus menggerogoti tubuh dan menyerap nutrisi dari tubuh sehingga tubuh menjadi sangat lemah, mudah lemas dan rentan kelelahan meski tidak beraktivitas berat.

 

Itulah ciri kanker rahim stadium awal yang perlu diketahui, agar cara mengobati kanker rahim dapat segera dilakukan untuk mencegah sel kanker bertambah besar. Dengan deteksi secara dini maka kanker dapat diobati hingga penderitanya bisa sembuh.

 

 

 

Ciri Kanker Rahim Stadium Awal

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Kanker Serviks pada Pria

Gejala Kanker Serviks pada Pria

Gejala Kanker Serviks pada Pria

Kanker ovarium termasuk jenis kanker yang paling sering menyerang kaum wanita, setelah kanker serviks dan kanker payudara. Kanker ini menyerang organ reproduksi yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur, sehingga wanita yang terserang kanker ovarium akan menjadi sulit untuk memiliki anak. Gejala kanker ovarium terkadang tidak disadari para wanita, karena memang gejala awal kanker ovarium jarang menimbulkan perbedaan yang signifikan bahkan pada tahap awal seringkali tidak menunjukkan gejala sama sekali. Hal inilah yang menyebabkan wanita penderita kanker ovarium sering terambat diobati dan akhirnya tidak dapat terselamatkan nyawanya, karena diagnosis yang terlambat dan sel kanker terlanjur menyebar ke bagian tubuh yang lain.

 

Penyakit kanker memang sangat ditakuti, tidak hanya pada kaum wanita namun juga kaum pria. Beberapa jenis kanker memang bersifat umum, namun beberapa lainnya lebih khusus hanya terjadi pada kaum wanita saja seperti kanker payudara dan kanker rahim, atau hanya terjadi pada kaum pria seperti kanker prostat dan kanker testis. Namun pernahkah Anda mendengar bahwa pria pun juga memiliki resiko yang sama akan bahaya kanker serviks? Ya, kanker yang umumnya dianggap hanya menyerang wanita saja ternyata juga bisa menyerang pria. Kanker serviks yang terjadi pada pria memang tidaklah dapat terjadi secara langsung karena pria tidak memiliki rahim. Namun pria pun beresiko mengalaminya karena virus HPV yang dianggap sebagai pemicu utama munculnya kanker tersebut sangat mudah menular baik pada wanita maupun pria.

 

Kanker serviks merupakan jenis kanker paling mematikan di dunia yang sangat sering menyerang wanita. Meski banyak faktor pemicunya, infeksi virus HPV menjadi penyebab utama munculnya penyakit kanker serviks. Virus tersebut sangat mudah menular lewat hubungan seksual, dan jika sudah menempel pada organ kelamin wanita virus tersebut akan masuk dan mulai menimbulkan kerusakan sel pada permukaan mulut rahim. Kerusakan tersebut lama-kelamaan menjadi sel kanker karena materi genetiknya telah mengalami mutasi. Kanker serviks juga dapat menular dari wanita yang terkena kanker serviks akibat virus HPV, jika ia melakukan hubungan seksual pada pria maka virus akan berpindah tempat sehingga akan ikut menginfeksi organ kelamin laki-laki.

 

Benarkah Kanker Serviks dapat Terjadi pada Pria?

Mungkin banyak yang tidak tahu atau mungkin sedikit yang percaya jika mendengar bahwa kanker serviks juga dapat terjadi pada laki-laki. Pasalnya laki-laki tidak memiliki rahim, jadi bagaimana mungkin bisa terkena kanker serviks? Sebenarnya, pria bukan secara langsung mengalami kanker serviks, namun bisa dikatakan sebagai perantara atau pemicu munculnya kanker serviks pada wanita. Kita tahu HPV menjadi agen utama munculnya kanker serviks pada wanita, dan salah satu cara penyebarannya adalah lewat hubungan seksual. Para pria yang terinfeksi memang terkadang tidak mengalami gejala apapun, sehingga pasangan tidak curiga sama sekali.

Umumnya HPV pada pria tidak menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, biasanya hanya berupa kutil kelamin yang muncul pada penisnya. Meski begitu beberapa pria beresiko terkena kanker anal atau kanker testis jika terinfeksi HPV, terutama bagi mereka yang merupakan penyuka sesama jenis. Pria yang membawa virus HPV dapat menularkannya pada setiap wanita yang berhubungan seksual dengan pria tersebut. Karena itu sangat penting untuk mengetahui apa saja gejala kanker serviks pada pria agar lebih mudah mewaspadainya.

 

Gejala Kanker Serviks pada Pria

Berikut ini merupakan beberapa gejala kanker serviks pada pria dan sebaiknya dipahami dengan baik agar dapat terhindar dari bahayanya:

 

  1. Terdapat Kutil Kelamin

Kutil kelamin yang dialami para pria sudah dapat dipastikan disebabkan oleh virus HPV, yang mungkin saja tertular lewat hubungan seksual yang terlalu bebas. Pada penis biasanya akan muncul lesi atau bintil yang terasa gatal maupun perih, sehingga dapat sangat mengganggu si penderita dalam beraktivitas khususnya dalam melakukan hubungan seksual.

 

  1. Alat kelamin Terasa Gatal

Sama seperti gejala kanker payudara pada pria, gejala kanker serviks pada pria juga turut diperhitungkan. Selain terdapat kutil, alat kelamin pria yang terinfeksi HPV juga akan terasa sangat gatal. Meski jarang, rasa gatal tersebut sering diiringi rasa nyeri. Jika seluruh alat kelamin terasa gatal dalam waktu yang lama jangan pernah abaikan karena bisa menjadi lebih buruk lagi.

 

  1. Perubahan pada Organ Genital

Organ genital atau kelamin pria yang terinfeksi HPV pun akan mengalami gejala kanker serviks pada pria yaitu kulit pecah-pecah, dengan lesi yang datar atau bentol-bentol yang merekah atau pecah seperti bentuk kembang kol. Jika wanita menemukan pasangannya dalam kondisi demikian, sebaiknya hindari hubungan seksual karena resiko tertular HPV akan sangat besar.

 

  1. Kanker pada Organ Kelamin

Meski tidak terkena kanker serviks, virus HPV juga dapat menyebabkan kanker testis, kanker penis maupun kanker dubur yang resikonya semakin tinggi pada pria yang melakukan hubungan sesama jenis. Jadi meski pria tidak memiliki rahim tetap saja resiko kanker serviks tetap mengintai terutama pada pasangannya.

 

  1. Suka Berganti Pasangan

Pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan seksual tentu akan sangat beresiko tertular HPV dan menularkannya pada pasangannya yang lain. Hal ini tentu saja berbahaya dan sebaiknya lebih diwaspadai. HPV mungkin tidak menyebabkan gangguan serius pada pria namun sangat menakutkan bila menular pada seorang wanita.

 

Gejala kanker serviks pada pria yang disebabkan virus HPV memang jarang terlihat dan umumnya tidak seberbahaya jika terjadi pada wanita. Karena itu sebaiknya kenali gejala kanker serviks stadium awal baik pada pria maupun wanita. Jika dapat segera terdeteksi tentu penyakit tersebut masih dapat diobati guna mendapatkan kesembuhan. Semoga bermanfaat…

 

 

Gejala Kanker Serviks pada Pria

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pencegahan Kanker Ovarium

Pencegahan Kanker Ovarium

Pencegahan Kanker Ovarium

Kanker ovarium menjadi salah satu penyakit kanker yang cukup sering dialami oleh para wanita, dan penyakit ini sama berbahayanya dengan kanker serviks dan kanker payudara. Tanda-tanda kanker ovarium memang tidak jelas terlihat pada stadium awal, itulah sebabnya sulit mendeteksi penyakit ini pada awal perkembangan sel kanker. Penyebab kanker ovarium sendiri cukup beragam, mulai dari infeksi virus, faktor makanan, lingkungan, pola hidup hingga metabolisme tubuh. Salah satu atau beberapa penyebab akan memicu munculnya gejala kanker ovarium secara bertahap, hingga ciri-ciri kanker ovarium stadium awal berubah menjadi stadium lanjut. Sama halnya dengan cara mencegah kanker serviks, kanker ini pun memiliki cara pencegahan kanker ovarium tersendiri, yaitu sebagai berikut:

 

  1. Melakukan Suntik Vaksin

Seorang wanita yang khawatir dengan resiko infeksi human papiloma virus atau HPV bisa melakukan vaksin HPV di pusat pelayanan kesehatan atau rumah sakit. Vaksin ini akan membantu melindungi wanita tersebut dari serangan virus yang kerap menular dari hubungan seksual.

 

  1. Pemeriksaan Rutin

Pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan tidak hanya karena adanya gejala penyakit yang dirasakan, namun dilakukan secara rutin meski tubuh dalam kondisi sehat. Pencegahan kanker ovarium ini bertujuan untuk mengetahui secara dini jika terdapat penyakit di dalam tubuh seperti kanker ovarium sehingga dapat segera dilakukan tindakan pengobatan. Pemeriksaan untuk kanker ovarium bisa melalui screening maupun papsmear yang dilakukan setidaknya 3 tahun sekali.

  1. Pola Makan Sehat

Pemilihan jenis makanan yang sehat, kaya nutrisi dan seimbang merupakan hal yang penting dilakukan. Diet sehat akan membantu tubuh tetap sehat dan kuat, daya tahan tubuh terjaga dan terhindari dari berbagai macam penyakit. Pilihlah makanan yang nutrisinya saling melengkapi, terutama yang kaya antioksidan untuk mencegah munculnya sel kanker ovarium.

 

  1. Olahraga secara Teratur

Selain makanan yang bergizi, tubuh juga membutuhkan olahraga atau aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan teratur. Olahraga dapat melancarkan peredaran darah, meningkatkan sistem imun dan mencegah menumpuknya lemak jahat atau racun di dalam tubuh sehingga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyebab kanker.

 

  1. Mengkonsumsi Makanan Pencegah Kanker

Bukan hanya makanan sehat saja yang perlu dikonsumsi setiap hari, pencegahan kanker ovarium dengan cara mengonsumsi makanan pencegah kanker perlu dikonsumsi secara rutin untuk mencegah munculnya penyakit tersebut. Umumnya makanan tersebut kaya antioksidan yang mampu menghalau radikal bebas penyebab kanker paling utama.

 

  1. Menjalani Proses Laktasi

Menyusui terbukti dapat mencegah munculnya sel kanker pada ovarium karena adanya pengendalian hormon tertentu selama menjalani proses laktasi. Namun pencegahan kanker ovarium ini hanya bersifat jangka pendek, bahkan penelitian mengatakan efektivitasnya hanya sekitar 6 bulan saja.

 

  1. Hindari Alkohol dan Asap Rokok

Kebiasaan hidup yang buruk seperti merokok dan minum minuman beralkohol dapat memperbesar resiko kanker ovarium, karena itu pencegahan kanker ovarium sebaiknya tinggalkan kebiasaan tersebut dan mulailah untuk hidup sehat. Perokok pasif pun memiliki resiko yang sama, karena itu hindari lingkungan yang dipenuhi asap rokok.

 

  1. Penggunaan Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi seperti kondom dapat mencegah penularan virus HPV yang menyebabkan kanker ovarium. Sedangkan pil KB yang digunakan setidaknya selama 10 tahun terbukti dapat mencegah kanker ovarium hingga 50%. Namun di sisi lain pil KB dapat meningkatkan resiko kanker payudara, sehingga butuh pertimbangan matang sebelum menggunakannya.

 

  1. Setia pada Pasangan

Setia pada satu pasangan saja dapat menghindari wanita dari penularan HPV, karena kebiasaan berganti pasangan dapat meningkatkan resiko infeksi HPV dari pasangan yang membawa virus tersebut. Meskipun HPV bukanlah satu-satunya penyebab kanker ovarium, ada baiknya untuk mencegah virus tersebut masuk ke dalam tubuh.

 

  1. Pilih Pembalut yang Aman

Pembalut yang beredar bebas di pasaran tidak semuanya aman digunakan. Kebanyakan diproses dengan menggunakan bahan kimia berbahaya, yang jika digunakan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan infeksi dan mutasi genetik pada organ reproduksi wanita termasuk ovarium. Kondisi tersebut tentu saja dapat menyebabkan terjadinya kanker ovarium.

 

  1. Menjaga Kebersihan

Kebersihan organ intim dan reproduksi sangat penting dijaga untuk menghindari bersarangnya mikroorganisme di area tersebut, yang dapat meningkatkan resiko munculnya kanker ovarium. Cara mudah menjaga kebersihannya yaitu dengan mengganti celana dalam atau pembalut sesering mungkin, tidak menyentuh area tersebut dengan tangan yang kotor, hindari penggunaan toilet umum dan juga tisu toiletnya dan perhatikan penggunaan sabun untuk membersihkan organ kewanitaan.

 

  1. Hindari Makanan Junkfood

Makanan junkfood tidak memberikan manfaat apapun selain kenikmatan rasa yang hanya sesaat. Makanan jukfood atau cepat saji sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena mengandung banyak bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan dan kandungan lemak dan gula yang tinggi dapat memicu munculnya sel kanker pada ovarium.

 

  1. Bedah Profilaksis

Pada wanita yang memiliki resiko tinggi terhadap kanker ovarium, dokter mungkin akan menyarankan untuk dilakukan bedah profilaksis, dimana ovarium bahkan hingga tuba fallopii akan diangkat. Hal ini dilakukan pada wanita dengan usia di atas 35 tahun yang sudah tidak menginginkan keturunan lagi.

 

Biopsi kanker mungkin akan diperlukan untuk menegakkan diagnosis seorang wanita terserang kanker ovarium. Bila memang positif menderita kanker tersebut, kemoterapi kanker akan diperlukan untuk membersihkan seluruh sel kanker agar wanita tersebut dapat sembuh. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat serta menyadarkan kita untuk tetap melakukan pencegahan kanker ovarium yang bisa membahayakan diri kita sendiri..

 

 

Pencegahan Kanker Ovarium

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks

Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks

 

Pengaruh Rokok Terhadap Kanker ServiksSaat ini merokok hampir telah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar orang, baik itu pria maupun wanita. Tidak jarang ditemui seorang wanita merokok ketika sedang berada di cafe maupun tempat umum lainnya. Rokok sudah dikenal kaya akan kandungan zat berbahaya yang dapat menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit kronis, seperti kanker hati, kanker paru-paru, kanker serviks, kanker payudara, dan dapat menyebabkan gangguan kehamilan dan janin. Oleh karena itu, wanita hamil dan menyusui dilarang untuk merokok.

 

Dalam merokok, terbagi menjadi 2 buah kategori, yaitu perokok pasif dan perokok aktif. Perokok pasif adalah orang sekitar yang berada di sekitaran orang yang merokok dan mau tidak mau menjadi korban asap rokok, dan menghirup asap rokok tersebut. Sedangkan perokok aktif adalah perokok yang secara aktif menghisap nikotin dari sebatang hingga beberapa batang rokok. Banyak orang yang telah mengetahui bahwa rokok merupakan zat berbahaya. Namun demikian banyak juga orang yang sangat menggemari merokok meskipun tahu bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan dirinya. Berikut ini merupakan macam-macam kandungan berbahaya yang terdapat di dalam rokok, yaitu:

 

  1. Nikotin

Nikotin merupakan zat utama yang paling terkanl di dalam rokok. Nikotin sering disebut-sebut karena efeknya yang berbahaya dapat menyebabkan penyakit kanker.

 

  1. Tar

Tar merupakan bagian rokok yang memberikan rasa. Namun dikarenakan pembakaran membuat perubahan senyawa di dalam tar menjadi lebih berbahaya dan menyebabkan penyakit impotensi, bronkitis, kanker, dan penyakit lainnya.

 

  1. Arsenik

Arsenik merupakan senyawa yang menyerupai logam. Arsenik ini dapat memberikan dampak kepada tubuh membuat sel-sel sulit melakukan regenerasi. Penyebaran di dalam tubuh dilakukan melalui darah.

 

  1. Benzene

Benzene merupakan kandungan dalam rokok yang dapat menyebabkan penyakit kanker darah.

 

  1. Amonia

Melihat dari namanya, amonia merupakan bahan yang baisa digunakan untuk pupuk. Namun akan berbeda manfaatnya ketika dicampurkan dengan rokok, akan menyebabkan seseorang yang menghisap rokok menjadi ketagihan.

 

  1. Karbon monksida

Karbon monoksida memiliki senyawa CO. Hasil pembakaran sebatang rokok dapat menghasilkan zat beracun yang dapat menyebabkan kanker paru-paru dan juga jantung koroner. Selain itu karbon monoksida yang masuk ke dalam tubuh dapat mengganggu fungsi darah untuk mengikat oksigen dan mendistribusikan ke seluruh tubuh.

 

 

Dan masih banyak kandungan zat berbahaya lainnya yang dimiliki oleh sebatang rokok. Jika Anda tetap merokok meskipun telah mengetahui kerugian dari merokok, maka Anda harus berkomitmen untuk secara sewaktu-waktu mengalami masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan setiap hisapan pada sebatang rokok akan ada ratusan sel hidup yang mengalami kerusakan, sehingga lama kelamaan tubuh akan mengalami penurunan kesehatan.

Berbagai penelitian terkait dengan pengaruh rokok terhadap kanker serviks. Rata-rata banyak wanita yang terinfeksi dikarenakan asap dari perokok aktif yang ada di sekitarnya. Pada saat itulah jika Anda bukan merupakan seorang perokok pasif, Anda dapat menggunakan smoking area agar bebas merokok. Pastikan meskipun Anda seorang perokok aktif, jangan ganggu kebebasan orang yang tidak merokok hanya karena asap yang Anda timbulkan.

 

Proses terjadinya Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks

Pengaruh rokok terhadap kanker serviks ketika merokok, setiap hisapan akan banyak sel dan jaringan dalam yang terbakar sehingga mengalami kerusakan. Pemakaian dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada jaringan tertentu. Sel tubuh memiliki sifat yang rentan rusak saat dihadapkan dengan benda asing. Berbeda dengan virus yang bisa menjadi inang. Saat sel-sel pada leher rahim mulai mengalami pengikisan sel, dan tubuh mulai memperlihatkan gejala kanker serviks, maka langkah tepat yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kepada dokter dengan segera.

 

Berikut ini pengaruh rokok terhadap kanker serviks:

  1. Banyaknya kandungan berbahaya dalam rokok

Rokok memiliki kandungan seperti nikotin, tar, arsenik, dan lain sebagainya, yang mana jika terjadi pembakaran rokok, maka gas setiap udara yang terhirup dapat merusak sel sehat di dalam tubuh. Akibatnya adalah ketika tubuh ingin melakukan regenerasi sel, tubuh harus bekerja ekstra keras bahkan terkadang ada nutrisi yang tidak tersuplai.

 

  1. Merupakan penyebab kanker serviks ke tiga setelah virus HPV

Banyak orang yang telah mengetahui bahwa kanker serviks disebabkan oleh virus HPV. Namun ternyata pengaruh rokok terhadap kanker serviks tidak kalah berbahaya dari virus HPV.

 

  1. Menambah sel rusak dan membuat sel darah putih bekerja secara ekstra

Sel rusak yang terjadi akibat kandungan di dalam rokok, sudah tidak dapat dihindarkan. Jika Anda merupakan seorang perokok baik itu aktif maupun pasif, ada baiknya Anda mengimbangi dengan mengkonsumsi makanan pencegah kanker serviks.

 

  1. Menurunkan daya tahan tubuh

Pengaruh rokok terhadap kanker serviks yaitu daya tahan tubuh mulai menurun dikarenakan sel-sel tubuh yang kesulitan untuk melakukan regenerasi, dikarenakan hal tersebut, maka seringkali terjadi pasien yang mengalami kanker serviks, kanker getah bening, kanker paru-paru, akan akan mengalam penyakit lainnya seperti mudah terserang flu.

 

  1. Mempercepat penyebaran sel kanker

Pengaruh rokok terhadap kanker serviks terakhir ialah rokok memiliki kandungan yang senyawa dengan logam. Jika kandungan di dalam rokok ini tersebar di dalam tubuh, maka tubuh akan memasuki fase hilang keseimbangan sehingga kurang bisa berfungsi secara optimal. Oleh karena itulah, sebisa mungkin penderita kanker tidak menyentuh rokok terlalu sering.

 

Pada dasarnya wanita yang merokok memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit kanker serviks 2x lebih besar dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Apabila Anda merupakan seorang perokok, ada baiknya Anda mulai mengubah pola hidup saat ini. Meningkatkan kesadaran akan kerugian yang ditimbulkan dari merokok serta melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan Anda hidup dengan kondisi tubuh yang sehat.

 

 

Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri Kanker Serviks pada Pria

Ciri-Ciri Kanker Serviks pada Pria

Ciri-Ciri Kanker Serviks pada Pria

Penyakit kanker memang sangat ditakuti, tidak hanya pada kaum wanita namun juga kaum pria. Beberapa jenis kanker memang bersifat umum, namun beberapa lainnya lebih khusus hanya terjadi pada kaum wanita saja seperti kanker payudara dan kanker rahim, atau hanya terjadi pada kaum pria seperti kanker prostat dan kanker testis. Namun pernahkah Anda mendengar bahwa pria pun juga memiliki resiko yang sama akan bahaya kanker serviks? Ya, kanker yang umumnya dianggap hanya menyerang wanita saja ternyata juga bisa menyerang pria. Kanker serviks yang terjadi pada pria memang tidaklah dapat terjadi secara langsung karena pria tidak memiliki rahim. Namun pria pun beresiko mengalaminya karena virus HPV yang dianggap sebagai pemicu utama munculnya kanker tersebut sangat mudah menular baik pada wanita maupun pria.

 

Kanker serviks merupakan jenis kanker paling mematikan di dunia yang sangat sering menyerang wanita. Meski banyak faktor pemicunya, infeksi virus HPV menjadi penyebab utama munculnya penyakit kanker serviks. Virus tersebut sangat mudah menular lewat hubungan seksual, dan jika sudah menempel pada organ kelamin wanita virus tersebut akan masuk dan mulai menimbulkan kerusakan sel pada permukaan mulut rahim. Kerusakan tersebut lama-kelamaan menjadi sel kanker karena materi genetiknya telah mengalami mutasi. Kanker serviks juga dapat menular dari wanita yang terkena kanker serviks akibat virus HPV, jika ia melakukan hubungan seksual pada pria maka virus akan berpindah tempat sehingga akan ikut menginfeksi organ kelamin laki-laki.

Benarkah Kanker Serviks dapat Terjadi pada Pria ?

Mungkin banyak yang tidak tahu atau mungkin sedikit yang percaya jika mendengar bahwa kanker serviks juga dapat terjadi pada laki-laki. Pasalnya laki-laki tidak memiliki rahim, jadi bagaimana mungkin bisa terkena kanker serviks? Sebenarnya, pria bukan secara langsung mengalami kanker serviks, namun bisa dikatakan sebagai perantara atau pemicu munculnya kanker serviks pada wanita. Kita tahu HPV menjadi agen utama munculnya kanker serviks pada wanita, dan salah satu cara penyebarannya adalah lewat hubungan seksual. Para pria yang terinfeksi memang terkadang tidak mengalami gejala apapun, sehingga pasangan tidak curiga sama sekali.

Umumnya HPV pada pria tidak menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, biasanya hanya berupa kutil kelamin yang muncul pada penisnya. Meski begitu beberapa pria beresiko terkena kanker anal atau kanker testis jika terinfeksi HPV, terutama bagi mereka yang merupakan penyuka sesama jenis. Pria yang membawa virus HPV dapat menularkannya pada setiap wanita yang berhubungan seksual dengan pria tersebut. Karena itu sangat penting untuk mengetahui apa saja ciri-ciri kanker serviks pada pria agar lebih mudah mewaspadainya.

 

Ciri-Ciri Kanker Serviks pada Pria

Berikut ini merupakan beberapa ciri-ciri kanker serviks pada pria dan sebaiknya dipahami dengan baik agar dapat terhindar dari bahayanya.

 

  1. Terdapat kutil kelamin

Ciri-ciri kanker serviks pada pria kutil kelamin yang dialami para pria sudah dapat dipastikan disebabkan oleh virus HPV, yang mungkin saja tertular lewat hubungan seksual yang terlalu bebas. Pada penis biasanya akan muncul lesi atau bintil yang terasa gatal maupun perih, sehingga dapat sangat mengganggu si penderita dalam beraktivitas khususnya dalam melakukan hubungan seksual.

 

  1. Alat kelamin terasa gatal

Sama seperti ciri-ciri kanker payudara pada pria, ciri-ciri kanker serviks pada pria juga turut diperhitungkan. Selain terdapat kutil, alat kelamin pria yang terinfeksi HPV juga akan terasa sangat gatal. Meski jarang, rasa gatal tersebut sering diiringi rasa nyeri. Jika seluruh alat kelamin terasa gatal dalam waktu yang lama jangan pernah abaikan karena bisa menjadi lebih buruk lagi.

 

  1. Perubahan pada organ genital

Organ genital atau kelamin pria yang terinfeksi HPV pun akan mengalami kulit pecah-pecah, dengan lesi yang datar atau bentol-bentol yang merekah atau pecah seperti bentuk kembang kol. Jika wanita menemukan pasangannya dalam kondisi demikian, sebaiknya hindari hubungan seksual karena resiko tertular HPV akan sangat besar.

 

  1. Kanker pada organ kelamin

Meski tidak terkena kanker serviks, virus HPV juga dapat menyebabkan kanker testis, kanker penis maupun kanker dubur yang resikonya semakin tinggi pada pria yang melakukan hubungan sesama jenis. Jadi meski pria tidak memiliki rahim tetap saja resiko kanker serviks tetap mengintai terutama pada pasangannya.

 

  1. Suka berganti pasangan

Pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan seksual tentu akan sangat beresiko tertular HPV dan menularkannya pada pasangannya yang lain. Hal ini tentu saja berbahaya dan sebaiknya lebih diwaspadai. HPV mungkin tidak menyebabkan gangguan serius pada pria namun sangat menakutkan bila menular pada seorang wanita.

 

Gejala kanker pada pria yang disebabkan virus HPV memang jarang terlihat dan umumnya tidak seberbahaya jika terjadi pada wanita. Karena itu sebaiknya kenali ciri-ciri kanker serviks pada pria maupun wanita. Jika dapat segera terdeteksi tentu penyakit tersebut masih dapat diobati guna mendapatkan kesembuhan.

 

 

 

Ciri-Ciri Kanker Serviks pada Pria

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Prosedur Pengobatan Kanker Serviks

Prosedur Pengobatan Kanker Serviks

Prosedur Pengobatan Kanker Serviks

Prosedur pengobatan kanker serviks tergantung pada beberapa faktor. Misalnya stadium kanker, jenis kanker, usia pasien, keinginan untuk memiliki anak, kondisi medis lain yang sedang dihadapi, dan pilihan pengobatan yang diinginkan. Memutuskan cara pengobatan terbaik bisa sangat membingungkan. Kanker serviks biasanya akan ditangani oleh tim yang terdiri dari dokter dari berbagai spesialisasi. Tim ini akan membantu memilih cara terbaik melanjutkan prosedur pengobatan kanker serviks, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan Anda.

Jenis penanganan menurut stadium kanker terbagi dua. Yang pertama adalah penanganan kanker serviks tahap awal, yaitu operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ rahim, radioterapi, atau kombinasi keduanya. Dan yang kedua adalah penanganan kanker serviks stadium akhir, yaitu radioterapi dan/atau kemoterapi, dan kadang operasi juga perlu dilakukan.

Jika diagnosis kanker serviks sudah diketahui sejak awal, kemungkinan pulih sepenuhnya cukup bagus. Tapi jika kanker sudah menyebar, peluang pulih total akan berkurang. Pada kasus kanker serviks yang tidak bisa disembuhkan, mungkin akan disarankan untuk dilakukan perawatan paliatif. Perawatan jenis ini berfungsi untuk memperlambat penyebaran kanker, memperpanjang usia pasien dan mengurangi gejala yang muncul, misalnya rasa sakit dan pendarahan vagina.

Prosedur Pengangkatan Sel-sel Prakanker

Hasil PAP smear mungkin tidak menunjukkan adanya kanker serviks, tapi bisa dilihat jika terjadi perubahan biologis yang berpotensi menjadi kanker di masa mendatang. Berikut ini adalah beberapa penanganan yang tersedia:

  • Biopsi kerucut: yaitu pengangkatan wilayah tempat jaringan yang abnormal melalui prosedur operasi.
  • Terapi laser: pemakaian laser untuk membakar sel-sel abnormal.
  • LLETZ atau Large Loop Excision of Transformation Zone: sel-sel abnormal dipotong memakai kawat tipis dan arus listrik.

Operasi Pengangkatan Kanker Serviks

Ada tiga jenis operasi utama untuk kanker serviks:

 

  1. Operasi radical trachelectomy

Prosedur pengobatan kanker serviks ini lebih cocok untuk kanker serviks yang terdeteksi pada stadium awal dan akan ditawarkan kepada wanita yang masih ingin memiliki anak. Operasi ini bertujuan mengangkat leher rahim, jaringan sekitarnya, dan bagian atas dari vagina, tanpa mengangkat rahim.

Anda masih berpeluang memiliki anak karena rahim tidak diangkat. Pasca operasi, rahim dan vagina membutuhkan waktu untuk pulih. Akan disarankan menunggu enam bulan hingga setahun setelah operasi sebelum memutuskan untuk hamil.

 

  1. Operasi yang melibatkan pengangkatan rahim

Histerektomi adalah prosedur pengobatan kanker serviks dengan tahap operasi pengangkatan rahim wanita. Histerektomi dilakukan untuk berbagai alasan, salah satunya untuk operasi kanker serviks stadium awal. Agar kanker tidak kembali lagi, radioterapi juga mungkin perlu dilakukan.

Ada dua jenis operasi histerektomi. Pertama, histerektomi sederhana. Ini adalah prosedur di mana leher rahim dan rahim akan diangkat. Pada beberapa kasus, ovarium dan tuba falopi bisa juga turut diangkat. Prosedur ini bisa dilakukan untuk kanker serviks stadium awal.

Yang kedua histerektomi radikal. Leher rahim, rahim, jaringan di sekitarnya, nodus limfa, ovarium, dan tuba falopi, semuanya akan diangkat. Ini operasi yang cenderung dilakukan pada kanker serviks stadium satu lanjutan dan stadium dua pada tahap awal.

Efek samping / komplikasi jangka pendek dari operasi histerektomi adalah:

  • Pendarahan;
  • Infeksi;
  • Risiko cedera pada ureter, kandung kemih, dan rektum;
  • Penggumpalan darah.

Kemungkinan komplikasi jangka panjang dari operasi histerektomi adalah:

  • Ketidakmampuan menahan kencing;
  • Vagina menjadi pendek dan lebih kering, hubungan seksual bisa terasa menyakitkan;
  • Pencernaan dalam usus terhalang karena adanya penumpukan bekas luka. Mungkin diperlukan operasi lagi untuk membukanya;
  • Pembengkakan pada lengan dan kaki karena penumpukan cairan atau limfedema.

Meski risiko komplikasi ini kecil, tapi akan sangat menyulitkan jika terjadi. Dengan histerektomi, kehamilan tidak mungkin terjadi dan jika ovarium diangkat, ini juga bisa memicu terjadinya menopause pada pasien belum mengalaminya.

 

  1. Pelvic exenteration

Pelvic exenteration adalah prosedur pengobatan kanker serviks dengan operasi besar yang hanya disarankan jika kanker serviks kembali muncul setelah pernah diobati dan sempat sembuh. Operasi ini dilakukan jika kanker kembali ke daerah panggul, tapi belum menyebar ke wilayah lain. Setelah operasi, vagina bisa direkonstruksi ulang memakai kulit dan jaringan yang diambil dari bagian tubuh lainnya. Anda tetap bisa melakukan hubungan seks beberapa bulan setelah operasi ini.

Terdapat dua tahapan pelvic exenteration yang harus dilewati. Tahap pertama, kanker akan diangkat bersamaan dengan kandung kemih, rektum, vagina, dan bagian bawah dari usus. Lalu tahap yang kedua, dua lubang yang disebut stoma akan dibuat di perut untuk mengeluarkan urine dan kotoran dari tubuh. Kotoran yang dibuang dimasukkan ke dalam kantung penyimpanan, disebut dengan istilah kantung colostomy.

 

Seluruh tindakan medis tersebut bisa menimbulkan efek samping sehingga penting bagi setiap pasien untuk mengetahui apa saja efek samping yang bisa terjadi. Pasca melakukan prosedur pengobatan kanker serviks tersebut biasanya pasien juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala yakni setiap 4 bulan sekali guna mengetahui apakah kanker tumbuh lagi atau benar-benar sudah bersih. Selain serangkaian medis tersebut guna membantu prosedur pengobatan kanker serviks juga bisa melakukan pengobatan tambahan yakni secara alami. Semoga bermanfaat untuk Anda, dan jangan lupa untuk konsultasikan langsung dengan dokter terdekat atau terpercaya Anda, terima kasih..

 

 

Prosedur Pengobatan Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perawatan Kanker Serviks

Perawatan Kanker Serviks

Perawatan Kanker Serviks

Kanker leher rahim atau yang sering juga disebut kanker serviks merupakan jenis kanker yang menjadi pembunuh wanita terbanyak kedua setelah kanker payudara. Kanker ini sangat ganas dan dapat berkembang dengan sangat cepat. Ciri-ciri kanker serviks yaitu mengalami keputihan yang tidak wajar, sering mengalami pendarahan di luar siklus haid, sakit saat berhubungan seksual, mengalami gangguan pencernaan, berat badan menurun hingga tubuh yang semakin lama semakin lemah. Gejala tersebut muncul secara bertahap sesuai dengan stadium kanker serviks, semakin tinggi stadiumnya maka akan semakin parah pula kondisi penderitanya.

 

Perawatan kanker serviks ini dapat dilakukan sesuai dengan kondisi fisik dan stamina si penderita, seberapa luas penyebaran sel kanker, sejauh apa stadium yang diderita dan usia penderita. Biasanya pengobatan yang dilakukan paling umum adalah kemoterapi kanker. Meski diketahui menyebabkan efek samping yang cukup menyiksa, metode pengobatan tersebut masih menjadi andalan untuk mengatasi berbagai penyakit kanker. Selain pengobatan, beberapa perawatan kanker serviks dianggap dapat membantu meringankan efek samping yang muncul saat proses pengobatan, serta mempercepat proses penyembuhan.

Perawatan Kanker Serviks

Dalam melakukan perawatan kanker serviks, terdapat beberapa metode pengobatan baik secara medis, tradisional hingga tindakan kecil lainnya yang membantu penderita dalam melawan penyakit mematikan tersebut. Adapun tindakan perawatan kanker serviks selain kemoterapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker serviks yaitu sebagai berikut:

 

  1. Radioterapi

Sebenarnya radioterapi juga tidak sepenuhnya bebas dari efek samping, karena radioterapi juga menimbulkan dampak negatif yang hampir sama dengan kemoterapi seperti rasa sakit pada vagina, sulit menahan buang air kecil, panggul terasa sakit dan kulit di sekitarnya terasa nyeri, sakit saat berhubungan seksual, pendarahan vagina hingga kemandulan. Namun keuntungannya jauh lebih besar, yaitu dapat membunuh sel kanker hingga ke akarnya. Biasanya radioterapi dilakukan selama dua bulan, dan setelah dinyatakan sembuh metode ini tetap perlu dilakukan dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan bahwa tidak ada sel kanker yang tersisa.

 

  1. Operasi

Tindakan operasi untuk mengangkat sel kanker serviks dapat dilakukan jika sel kanker belum menyebar luas dan belum menimbulkan kerusakan yang cukup parah pada leher rahim. Ada 3 jenis operasi yang dapat dilakukan, yaitu radical trachelectomy yang hanya mengangkat leher rahim, histerektomi yang melibatkan pengangkatan rahim, dan pelvic exenteration yang dilakukan jika kanker serviks kambuh setelah dinyatakan sembuh sebelumnya. Tentu saja operasi pun memberikan efek yang tidak menyenangkan seperti pendarahan, infeksi, kemandulan, dan gangguan kesehatan lainnya.

 

  1. Perawatan Kanker saat Hamil

Jika penderita kanker serviks ternyata sedang hamil, perlu pertimbangan yang cukup matang untuk memutuskan perawatan kanker serviks yang tepat untuk dilakukan. Pertimbangan paling utama biasanya meliputi usia kehamilan dan stadium kanker. Bila stadium kanker masih awal dan usia kehamilan sudah mendekati masa kelahiran, maka perawatan dan pengobatan bisa ditunda sampai bayi dilahirkan. Namun jika kehamilan masih muda sementara kanker sudah memasuki stadium lanjut, maka pengobatan yang dilakukan dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Butuh kebijakan yang benar-benar matang agar dapat memutuskan tindakan terbaik untuk dilakukan.

 

  1. Pengobatan secara Tradisional

Ada banyak jenis obat herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi kanker serviks. Beberapa di antaranya adalah daun sirsak, kulit manggis dan tumbuhan obat lainnya. Cara mengobati kanker serviks dengan daun sirsak sering dilakukan oleh penderita yang terbatas dari segi biaya atau dari sisi medis sudah tidak memiliki harapan untuk sembuh. Keuntungan dari pengobatan secara tradisional adalah minimnya efek samping dan biaya yang lebih terjangkau, namun biasanya pembuktian secara ilmiah masih belum mencukupi untuk membuktikan keampuhan metode pengobatan tersebut. Selain diharapkan dapat menyembuhkan, pengobatan secara tradisional sering digunakan bersama pengobatan medis untuk menekan efek samping dari kemoterapi.

 

  1. Perawatan selain Tindakan Medis dan Tradisional

Selain menjalani pengobatan baik secara medis maupun tradisional, perawatan harian juga tidak kalah penting untuk dilakukan. Tindakan ini mungkin akan membutuhkan bantuan dari anggota keluarga yang merawat penderita selama menjalani pengobatan. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:

  • menghindari penggunaan pembalut yang tidak aman dan higienis
  • menjaga kebersihan organ kewanitaan
  • menghindari konsumsi makanan yang tidak sehat
  • olahraga secara teratur yang disesuaikan dengan kondisi fisik
  • mengkonsumsi makanan yang tinggi nutrisi dan makanan pencegah kanker
  • hindari berbagai penyebab munculnya kanker serviks dan biasakan untuk menjalani pola hidup sehat
  • melakukan perawatan lanjutan setelah pengobatan selesai dilakukan untuk memastikan sel kanker benar-benar musnah tidak tersisa.

 

Itulah perawatan kanker serviks yang bisa dilakukan untuk menunjang proses penyembuhan. Semangat untuk dapat sembuh tentu diperlukan, karena rasa optimis dapat mengalahkan rasa sakit dan meningkatkan keinginan untuk bisa segera sembuh. Sebaiknya lakukan berbagai cara untuk mencegah kanker serviks sebelum penyakit tersebut menyerang.

 

 

Perawatan Kanker Serviks

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kanker Ovarium Pada Ibu Hamil

Kanker Ovarium Pada Ibu Hamil

Kanker Ovarium Pada Ibu Hamil

Kanker ovarium merupakan kanker yang menyerang sel indung telur. Kanker ini termasuk dari sepuluh kanker yang sering terjadi pada wanita Indonesia. Risiko kanker ovarium selama masa kehamilan pada umumnya cukup rendah, yakni 1:18.000 dari tiap kehamilan.

Kanker ovarium yang terjadi pada masa kehamilan biasanya dapat terdeteksi lebih cepat. Hal ini dikarenakan orang yang sedang mengandung lebih sering periksa ke dokter kandungan untuk melihat kondisi janin yang dikandungnya. Jika Anda didiagnosis menderita kanker ovarium saat hamil, Anda harus mengonsultasikannya pada beberapa ahli agar mendapatkan solusi terbaik, misalnya pada ahli kanker, dokter kandungan, dan dokter anak.

 

Gejala dan Tanda Kanker Ovarium Pada Ibu Hamil

Gejala dan tanda kanker ovarium pada ibu hamil sama dengan gejala saat tidak sedang hamil. Pada fase awal biasanya tidak ada gejala dan ciri yang berarti. Kalaupun Anda merasakannya, mungkin terasa ringan hingga sulit dibedakan dari ketidaknyamanan yang ditimbulkan karena kehamilan itu sendiri.

Berikut gejala yang biasanya menandai kanker ovarium:

  • Perut terasa kembung dan nyeri
  • Mulas
  • Kurang nafsu makan
  • Merasa cepat kenyang saat makan
  • Sering buang air kecil
  • Kelelahan
  • Nyeri punggung
  • Sembelit (susah buang air besar hingga berhari-hari atau berminggu-minggu)

Beberapa gejala di atas umumnya memungkinkan muncul saat kehamilan. Namun, jika Anda merasakan kondisi yang lebih buruk, segara konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Tes yang Dilakukan Untuk Kanker Ovarium Pada Ibu Hamil

Biasanya dokter akan melakukan serangkaian pengujian untuk mendiagnosis kanker. Diagnosis biasanya dilakukan dengan ultrasound (USG), MRI, serta CT scan. Namun, CT scan menghasilkan radiasi yang tidak aman untuk bayi yang dikandung. Sehingga MRI dan ultrasound bisa menjadi alternatif karena cenderung jauh lebih aman.

Tes darah CA-125 (penanda tumor untuk kanker ovarium) juga biasanya dilakukan untuk mendiagnosis kanker ovarium, tapi tidak sepenuhnya akurat selama kehamilan. Ini karena kehamilan dapat meningkatkan CA-125 itu sendiri.

 

Langkah yang Diambil Untuk Pengobatan Kanker Ovarium Pada Ibu Hamil

Tujuan pengobatan kanker ovarium pada ibu hamil ialah untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Pengobatan yang akan Anda pilih tergantung pada seberapa parah kondisi kanker Anda dan bagaimana efeknya pada tubuh. Dalam hal ini, dokter akan lebih mengetahui mana solusi terbaik untuk penyembuhannya. Umumnya terdapat dua jenis pengobatan yang biasa dilakukan, yaitu:

 

  1. Pembedahan

Jika diperlukan pembedahan, maka hal itu bisa dilakukan setelah Anda melahirkan. Lain halnya jika selama kehamilan Anda merasakan rasa sakit yang luar biasa atau ada komplikasi lain seperti perdarahan. Maka pembedahan saat kehamilan mungkin diperlukan. Semua ini kembali pada keputusan dokter yang memahami mana langkah tepat yang seharusnya diambil.

Pada stadium awal, biasanya pembedahan akan dilakukan untuk mengangkat bagian dari ovarium yang terkena sel kanker. Namun, jika kanker telah telah menyebar ke seluruh ovarium, ada kemungkinan pengangkatan rahim akan dilakukan.

Jika kehamilan kurang dari 24 minggu, pengangkatan rahim jelas akan mengakhiri kehamilan dan janin tidak akan bertahan. Tetapi, jika usia kehamilan sudah lebih dari 24 minggu tapi masih kurang dari 36 minggu, diperlukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayi.  Selanjutnya proses pengangkatan rahim baru akan dilakukan. Semua pertimbangan mengenai pembedahan bisa Anda konsultasikan langsung pada dokter kandungan dengan sejelas-jelasnya.

 

  1. Kemoterapi

Studi di Eropa menyatakan kemoterapi bisa dijalani pada masa kehamilan. Janin yang ibunya mendapat kemoterapi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan dapat berkembang secara normal. Namun, kemoterapi umumnya tidak dianjurkan selama trimester pertama, karena berisiko cacat lahir. Terapi radiasi di trimester pertama juga dikhawatirkan akan membawa dampak berbahaya bagi bayi Anda.

 

Efek Kanker Ovarium Pada Janin

Menurut para ahli, kanker ovarium bukan salah satu jenis kanker yang bisa menyebar ke janin. Jika Anda dalam perawatan dokter, biasanya tim dokter akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa kanker Anda tidak memengaruhi bayi yang ada dalam kandungan.

Apapun pengobatan yang Anda jalani, perlu pemantauan yang ketat demi terjaganya kondisi ibu dan bayi. Selain itu, konsultasikan selalu perkembangan kondisi Anda pada dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

 

 

Kanker Ovarium Pada Ibu Hamil

Posted in Uncategorized | Leave a comment